This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ecopsy
Dwi Nur Rachmah
Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Gambaran hubungan saudara kandung pada remaja akhir yang memiliki saudara dengan tunadaksa Ricka Octafrianti Tinambunan; Dwi Nur Rachmah; Hemy Heryati Anward
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 3 (2014): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i3.495

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran hubungan saudara kandung pada remaja akhir, untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dalam hubungan saudara kandung serta untuk mengetahui pengaruh kehadiran saudara yang normal maupun yang tuna daksa dalam hubungan saudara kandung yang terjalin. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif melalui wawancara terhadap dua orang remaja akhir yang memiliki saudara dengan tunadaksa.Temuan penelitian memperlihatkan bahwa kedua subjek menunjukkan hubungan saudara kandung yang dekat, hubungan yang didominasi oleh saudara sulung, hubungan dengan rasa cemburu dan hubungan yang berkonflik. Faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan saudara kandung adalah konstelasi keluarga, hubungan orang tua dengan anak dan perlakuan orang tua. Penelitian ini juga menemukan saudara yang normal juga memberikan pengaruh positif terhadap saudaranya yang tunadaksa dan pengaruh kehadiran saudara dengan tunadaksa terhadap saudara yang normal menyebabkan saudara yang normal merasa kurang percaya diri, merasa dibedakan saat bersama dengan teman sebaya dan rasa lelah saat harus merawat saudara dengan tunadaksa. 
Perbedaan intensitas atensi siswa pada suhu dingin, ideal, dan panas di SMK Telkom Sandhy Andhy Putra Banjarbaru Amelia Salehah; Hemy Heryati Anward; Dwi Nur Rachmah
Jurnal Ecopsy Vol 3, No 1 (2016): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v3i1.1939

Abstract

 Salah satu aspek penentu dalam keberhasilan proses belajar adalah kemampuan memfokuskan atensi. Salah satu bentuk stimulus yang dapat mempengaruhi atensi adalah suhu lingkungan. Kondisi suhu ruang kelas yang tidak nyaman dapat menyebabkan siswa tidak dapat memfokuskan atensi. Atensi juga memainkan peran dalam intelegensi, sehingga intelegensi dimasukan sebagai kovariabel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan intensitas atensi siswa pada suhu dingin, ideal, dan panas di SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru, dan untuk mengetahui perbedaan kemampuan atensi siswa dilihat dari tingkat intelegensinya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi dengan rancangan The One-Group Posttest Only. Subjek pada penelitian ini terdiri dari tiga kelompok penelitian yang masing-masing berjumlah 23 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan alat tes CFIT skala 3A untuk mengukur intelegensi dan TIKI-M subtes 6 untuk mengukur intensitas atensi. Analisis data penelitian menggunakan teknik analisis kovarian (anakova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan intensitas atensi siswa kelas suhu dingin, ideal, dan pans. Siswa pada kelas panas lebih baik dari pada intensitas atensi siswa pada kelas suhu dingin dan ideal, serta intensitas atensi siswa pada suhu dingin lebih baik dari pada intenistas atensi siswa pada kelas suhu ideal. Hal ini dapat terjadi karena pada suhu panas atau dingin terjadi peningkatan kewaspadaan, sehingga kemampuan untuk mempertahankan atensi pun meningkat. Sementara pada kelas ideal siswa berada pada suhu nyaman dan sudah terbiasa dengan kondisi suhu tersebut, sehingga peningkatan intensitas atensi kurang terlihat. Intelegensi juga berperan sebesar 20,1% terhadap atensi.Kata kunci: Intensitas atensi, siswa, suhu ruang kelas, intelegensi One of the key aspects in the success of learning process is the ability to pay attention. One form of stimulus that can affect attention is the ambient temperature. The uncomfortable temperature in classrooms can cause students unable to pay attention and focus. Since attention also plays a role in intelligence, intelligence is included as the covariance. The objectives of this study was to find out whether there was difference in attention intensity at cold, ideal, and hot temperatures at SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru, and to find out the differences in students’ attentional abilities seen from the level of intelligence. The method use in this study was a quasi-experimental method with the design of The One-Group Posttest Only. The subjects divided into three groups, each of which consisted of 23 people selected using a purposive sampling technique. Data were collected using CFIT scale 3A for measuring the intelligence and TIKI-M subtest 6 for measuring the intensity of attention. The data were then analyzed using covariance analysis techniques (Ancova). The results showed that there are differences in the attention intensity of students between classes with cold, ideal, and hot temperatures. The attention of the students in the classroom with hot temperature was better than that of the students in the classes with ideal and cold temperatures, and the attention intensity of students in the classroom with cold temperature was better than that of students in the classroom with ideal temperature. It could happen because hot or cold temperatures increased alertness that the ability to sustain attention also increased while in the ideal classroom the students were at a comfortable temperature and got accustomed to that temperature condition so an increase in the intensity of attention was less visible. Intelligence also contributes 20.1% to the attention.Keywords: intensity of attention, student, classroom temperature, intelligence
Peranan lima besar kepribadian terhadap kecenderungan buli pada remaja Herni Rizki Ramadhani; Hemy Heryati Anward; Dwi Nur Rachmah
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 3 (2014): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i3.501

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui peranan lima besar kepribadian (keterbukaan, kesadaran, ekstraversi, keramahan dan neurotisme) terhadap kecenderungan buli pada remaja di SMP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin. Subjek penelitian berjumlah 75 (tujuh puluh lima) orang. Teknik pengambilan data dengan cara purposive sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah skala lima besar kepribadian dan skala kecenderungan buli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kelima variabel bebas yang diteliti, terdapat satu variabel yang secara signifikan berperan negatif terhadap kecenderungan buli pada remaja, yaitu variabel dimensi keramahan. Sumbangan efektif variabel bebas (keterbukaan, kesadaran, ekstraversi, keramahan, dan neurotisme) terhadap variabel terikat (kecenderungan buli) sebesar 50,6%.
Regulasi dalam belajar pada santri "Mutazawiz" di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putra, Cindai Alus, Martapura, Kalimantan Selatan Muhammad Luthfi Fernando; Dwi Nur Rachmah; Rooswita Santia Dewi
Jurnal Ecopsy Vol 3, No 2 (2016): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v3i2.2654

Abstract

 ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perilaku melanggar aturan dan bagaimana regulasi dalam belajar yang dilakukan oleh santri “Mutazawis” di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putra.Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan berupa studi kasus.Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling pada tiga subjek.Tehnik penggalian data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian didapatkan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan santri “Mutazawis” yaitu tidak melaksanakan tugas piket, makan minum sambil berdiri, tidur setelah sholat subuh, tidak sholat kemesjid, memalak maknan  santri lain, membaca majalah dan komik yang berbau mistik atau pornografi, membawa HP, berpacaran, berkelahi, menghakimi diluar prosedur pondok, merokok, kabur ketempat-tempat hiburan (warnet, rental playstation, diskotik), melawan ustadz, tidak mau menerima sanksi, meminum obat-obatan dan minuman keras.Santri “Mutazawis” yang memiliki regulasi dalam belajar yang tinggi akan memiliki strategi belajar, mampu mengatur konsentrasi, menjaga pendidikannya, memiliki persepsi positif terhadap keadaan. Memiliki motivasi intrinsik, perasaan positif, kesiapan dan keinginan untuk menguasai seluruh keterampilan dan ilmu di pondok pesantren.Mampu mengelola waktu dan tempat belajar, meregulasi usaha, dan mencari bantuan ketika kesulitan belajar.Sebaliknya bagi santri “Mutazawis” yang tidak dapat melakukan regulasi dalam belajarnya. Regulasi dalam belajar santri “Mutazawis” dapat berubah ketika mendekati ujian yaitu dengan merancang strategi belajar, mengatur konsentrasi belajar, mengelola waktu belajar,  dan meregulasi usaha belajar dengan baik. Kata Kunci: Regulasi Dalam Belajar, Santri “Mutazzawis”, Pondok Pesantren.ABSTRACT The purpose of this study was to find out the patterns of behaviorsviolating rules and howregulation in learning was followed by “Mutazawis” male students  in Islamic Boarding School Darul Hijrah Putra. The design of this study was a qualitative studydesign with a case study approach. The samples were gathered using purposive sampling on three subjects. The techniques of collecting data were through interviews, observation, and documentation. From the results of the study, it was found out that there were violations committed by “Mutazawis” male students, such as not conducting the scheduled duties to clean rooms, eating and drinking while standing, sleeping after morning prayers, not praying at the mosque, asking forcibly for other student’s food, reading musical or pornographic magazine and comic, bringing handphone, dating, fighting, judging something beyond the boarding’s procedures, smoking, escaping to entertainment places (cafe, playstation rental, discotheque), contending clerics, not accepting the sanctions, and taking drugs and liquor. “Mutazawis” male students  which had higher regulation in learning would have a learning strategy, be capable of adjusting the concentration, maintain education, and have a positive perception of any situation. They would also have intrinsic motivation, positive thinking, readiness and desire to control the entire skills and knowledge in the boarding school. They would be able to manage time and place for learning, regulate learning efforts, and seek for help when facing learning difficulties. Regulation in learning in “Mutazawis” male students could change when approaching the exam time by well devising strategies to learn, adjusting the concentration,managing the learning time, and regulating learning efforts. Keywords: Regulation in learning, “Mutazawis” male students, Islamic boarding school.
Hubungan ketangguhan mental dengan kecemasan bertanding pada atlet pencak silat di Banjarbaru Fajar Bayu Raynadi; Dwi Nur Rachmah; Sukma Noor Akbar
Jurnal Ecopsy Vol 3, No 3 (2016): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v3i3.2665

Abstract

Aspek psikologis merupakan salah satu komponen yang penting dalam menentukan keberhasilan atlet pencak silat untuk mencapai prestasi olahraga. Salah  satu faktor  yang  dapat mempengaruhi keadaan psikologis atlet  di lapangan adalah kecemasan.  Atlet pencak silat dituntut memiliki persiapan  mental,sehingga mampu mengatasi kecemasannya. Ketangguhan  mental  dapat berperan penting untuk mengatur dan meminimalisir kecemasan atlet dalam bertanding. Berdasarkan hal tersebut,  penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara ketangguhan mental  dengan kecemasan bertanding.  Hipotesis  yang  diajukan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara ketangguhan  mental  dengan kecemasan bertanding pada atlet pencak silat.  Subjek pada penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel yang  digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling  jenuh, yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.  Metode pengumpulan  data  menggunakan kuisioner  yang  terdiri dari skala ketangguhan mental  dan kecemasanbertanding.  Hasil uji korelasi product  moment dari  Karl  Pearson  menemukan terdapat hubungan antara ketangguhan  mental dengan kecemasan bertanding dengan sumbangan efektif sebesar 37,7% sedangkan 62,3% sisanya adalah sumbangan dari variabel-variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan terdapat hubungan antara ketangguhan  mental  dengan kecemasan bertanding pada atlet pencak silat, semakin  tinggi ketangguhan mental maka semakin rendah kecemasan bertanding,  sebaliknya semakin rendah ketangguhan mental maka semakin tinggi kecemasan bertanding pada atlet pencak silat.Kata Kunci : Ketangguhan Mental, Kecemasan Bertanding, Atlet Pencak Silat Psychological aspect is one important component in determining the success of pencak silat athletes to achieve sportsachievements. One of the factors that may affect the psychological  state of the athletes on the field is anxiety. Pencak silat athletes  are  required  to  have mental  preparation,  so  as  to  cope  with  anxiety.  Mental  toughness  can  be  very important in orderto manage and minimize the anxiety of athletes duringthe match. The objective of this study was to find outwhether there wasa relationship between mental toughness and competitiveanxiety. The proposed hypothesis of  this  study was  that  there  wasarelationship  between  mental  toughness and  competitiveanxiety inpencaksilatathletes.  Subjects  in  this  study were30  people.  The  sampling  technique used  in  this  study was  saturated  sampling technique;the  sampling  technique  when  all  members  of  the  population were  used  as samples.Data were  collectedusing questionnairesconsisting  of  mental  toughness  and competitive  anxiety  scales.  The  results  of  product  moment correlation  test  of  Karl  Pearson showedthe  correlation  between  mental  toughness andcompetitive anxiety  with  the effective  contribution  of  37.7%.  The  remaining62.3% was  contributed  byother  variables  not  examined  in  this  study. Based  on  the  results,  it  can  be  concluded that there  wasa  relationship  between  mental  toughness  and  competitiveanxiety in pencak silat athletes; the higher the mental toughness,the lower the competitiveanxiety and conversely, the higher the mental toughness,the lower the competitive anxiety in silatathletes.Keywords : mental toughness, competitive anxiety, pencak silat athletes
Peranan kecerdasan spiritual terhadap regulasi diri dalam belajar pada santriwati di SMP Darul Hijrah Puteri Martapura Triana Asmaul Husna; Marina Dwi Mayangsari; Dwi Nur Rachmah
Jurnal Ecopsy Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.363 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v5i1.4885

Abstract

Faktor caring profesional perawat dalam memberikan pelayanan kepada klien di puskesmas Ermina Istiqomah; Dwi Nur Rachmah; Sudjatmiko Setyobudihono
Jurnal Ecopsy Vol 4, No 3 (2017): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v4i3.4299

Abstract

ABSTRAKPuskesmas sebagai penyedia layanan kesehatan dasar dituntut untuk selalu meningkatkan mutu pelayannya. Perawat sebagai  SDM kesehatan dituntut untuk selalu memberikan pelayanan yang profesional kepada klien. Perawat memiliki tugas utama memberikan care. Perawat yang merawat klien berarti caring pada klien. Caring adalah adalah perilaku peduli sebagai wujud kinerja profesional perawat dalam memberikan pelayanan kepada klien. Oleh karena itu perlu ditemukan dan dikaji lebih lanjut bagaimana faktor caring yang dimiliki perawat profesional di Puskesmas. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor perilaku caring professional perawat dalam memberikan pelayanan kepada klien. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner caring kepada 99 orang perawat Puskesmas sebagai responden penelitian. Teknik analisis faktorial dengan AMOS dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor pembentuk perilaku caring perawat. Hasil menunjukkan faktor caring perawat Puskesmas adalah humanistik altruistik, keyakinan dan pengharapan, sensitivitas, saling percaya, ekspresi perasaan positif negatif, pemecahan masalah kreatif, belajar mengajar interpersonal, menciptakan lingkungan suportif, protektif, korektif, membantu kebutuhan dasar manusia, mengakui fenomena spritual dengan loading factor di atas 0,03. Implikasi penelitian ini adalah terbentuknya instrumen caring  yang memuat faktor-faktor perilaku caring profesional perawat dalam memberikan pelayanan kepada klien. Instrumen caring dapat digunakan untuk mengukur perilaku caring perawat dan sebagai instrumen untuk pengembangan penelitian selanjutnya.Kata kunci: Faktor Caring, Kinerja Profesional, Perawat PuskesmasABSTRACTPuskesmas as the provider of basic health services are required to always improve the quality of servants. Caring behavior as a form of professional performance of nurses in providing services to clients,therefore need to be found and studied further how caring factor owned by professional nurse. The purpose of this study to knows the factors of carings behavior of professional of nurses in providing services to clients. This research was conducted by distributing caring questionnaires to 99 nurses of Puskesmas as research respondents. Factorial analysis technique with AMOS was done to find out the factors forming caring behavior of nurse. The results showed were altruistic humanistic, confidence and expectation, sensitivity, mutual trust, positive-negative feelings, creative problem solving, interpersonal teaching learning, creating a supportive, protective, corrective environment, helping basic human needs, recognizing spiritual phenomena with loading factor above 0.03. The implication of this research is the formation of caring instrument that contains caring factors of professional caring nurses in providing services to clients. Caring instruments can be used to measure caring behavior of nurses and as instruments for further research development.Keywords: Caring Factor, Professional Performance, Nurse at Puskesmas
PENGUMUMAN KETUA EDITOR: PENARIKAN DUA NASKAH DI VOL. 5 NO. 1, APRIL 2018 Dwi Nur Rachmah; Muhammad Abdan Shadiqi
Jurnal Ecopsy Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v5i2.5411

Abstract

Penarikan Naskah. Setelah melakukan berbagai pertimbangan dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Ketua Editor Jurnal Ecopsy menyatakan naskah berjudul "Hubungan antara Dimensi Big Five Personality dan Religiusitas dengan Subjective Well-Being Karyawan" yang ditulis oleh Sukri Karim kami TARIK dari publikasi di Volume 5 Nomor 1, April 2018. Alasan utama penarikan naskah tersebut adalah adanya bukti bahwa naskah telah dipublikasikan secara bersamaan (redundant atau duplicate publication) di tiga jurnal lain terhitung hingga pengumuman ini dibuat. Hak publikasi penulis yang bersangkutan atas naskah tersebut telah kami cabut. Jurnal Ecopsy telah melakukan komunikasi dengan penulis dan hingga saat keputusan ini dibuat tidak ada kepastian mengenai naskahnya di jurnal lain atau kepastian tentang keputusan penulis untuk mempublikasikan di salah satu jurnal. Jurnal Ecopsy juga menyatakan bahwa tidak ada permasalahan yang muncul dengan pengelola tiga jurnal lainnya, Jurnal Ecopsy sangat menghormati keputusan pengelola jurnal lain dan menghargai setiap proses publikasi di tiap pengelolaan jurnal. Jurnal Ecopsy berharap keputusan penarikan naskah ini dapat diterima dan dimengerti oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Informasi lengkap mengenai penarikan naskah dapat dilihat pada file terlampir di link pengumuman ini. Terima kasih.
Gambaran kemampuan metakognitif pada mahasiswa penggemar anime Rachmadiar Perdana; Dwi Nur Rachmah
Jurnal Ecopsy Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v5i1.4881

Abstract