Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Adopsi Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dalam Pelaporan Pajak: Studi Persepsi Kemudahan dan Keamanan Data Wajib Pajak Milenial Lina Nurlaela; Marti Dewi Ungkari
Jurnal Algoritma Vol 23 No 1 (2026): Jurnal Algoritma
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/algoritma/v.23-1.3341

Abstract

Digital transformation in the public service sector has now expanded into tax administration through the integration of Artificial Intelligence (AI) systems. This study aims to analyze how millennial taxpayers perceive the use of AI technology in the tax reporting process, focusing on two main dimensions: system accessibility, or perceived ease of use, and personal data protection, or data security. Using a descriptive quantitative approach and SEM-PLS analysis involving 100 millennial taxpayer respondents, the findings reveal that AI technology is perceived as capable of simplifying the process of identifying and classifying tax objects. However, concerns regarding the confidentiality of personal information and the risk of data leakage remain real obstacles that limit the full adoption of the system.
Art 2071 The Moderating Role Of Self-Control In The Relationship Between Sharia Financial Literacy and Paylater Usage Decisions (A Case STUDY Of Uniga Students) Fitri Syakinah; Resmi Afifah Fadilah; Lina Nurlaela
Al Mashaadir : Jurnal Ilmu Syariah Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : IAI Ummul Ayman, Meureudu, Pidie Jaya, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52029/jis.v7i1.483

Abstract

The rapid growth of Buy Now Pay Later (BNPL) services has transformed student consumption patterns but raised risks of consumer debt and usury, often leading to an intention-behavior gap where high religious knowledge fails to curb digital debt behavior. This study aims to investigate the influence of Sharia Financial Literacy on Paylater Usage Decisions among Accounting and Management students at Garut University, with Self-Control serving as a moderating variable. Employing a quantitative associative approach with a cross-sectional survey method, data were collected via digital questionnaires alongside qualitative micro-focus group discussions for instrument validation. The sample consisted of 100 active students selected through purposive sampling, and the data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). The structural model evaluation shows that Sharia Financial Literacy does not have a significant influence on students' paylater usage decisions (p = 0.129), indicating that theological understanding is often secondary to practical considerations. Conversely, Self-Control has a positive and significant direct effect on usage decisions (p = 0.000), showing that students with strong self-control do not avoid paylater but utilize it in a planned, measured, and responsible manner to manage short-term cash flow. Furthermore, Self-Control does not act as a moderating variable in the relationship between Sharia Financial Literacy and paylater decisions (p = 0.413), as both factors operate independently. In conclusion, individual financial decisions in the fintech ecosystem are heavily driven by psychological behavioral discipline rather than normative religious literacy or its interactive combination.
Pengaruh Penerapan E-Filing Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Pada KPP Pratama Garut Lina Nurlaela
Jurnal Wahana Akuntansi Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Wahana Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwa.v2i2.348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Penerapan Sistem EFilling terhadap Kepatuhan Wajib Pajak pada KPP Pratama Garut. Data penelitian ini diperoleh dari kuesioner (Primer) yang dibagikan kepada Wajib Pajak yang terdaftar di KPP Pratama Garut dengan metode sampling incidental. Populasi penelitian ini adalah Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar sebagai Wajib Pajak di KPP Pratama Garut. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 100 responden. Kuesioner di uji validitas dan uji reliabilitas sebelum penelitian. Uji hipotesis yang digunakan adalah regresi linier sederhana, uji R2 dan uji statistik t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan E-filing berpengaruh positif terhadap Kepatuhan Wajib Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kabupaten Garut. Besarnya pengaruh Penerapan E-filing terhadap Kepatuhan Wajib Pajak adalah 7,3%.
Pengaruh Self Assessment System dan Sanksi Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak pada KPP Pratama Garut Lina Nurlaela
Jurnal Wahana Akuntansi Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Wahana Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwa.v3i1.350

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Self Assessment System, Sanksi Perpajakan dan Kepatuhan Wajib Pajak pada KPP Pratama Garut. Serta untuk mengetahui pengaruh Self Assessment System dan Sanksi Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak di KPP Pratama Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Garut dengan sampel sebanyak 100 responden. Teknik Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Sedangkan teknik pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan alat bantu pengolahan data SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Self Assessment System di KPP Pratama Garut baik, Sanksi Perpajakan di KPP Pratama Garut baik dan Kepatuhan Wajib Pajak di KPP Pratama Garut juga menunjukkan hasil yang baik. Self Assessement System dan Sanksi Perpajakan berpengaruh signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak di KPP Pratama Garut. Dengan tingkat pengaruh Self Assessment System dan Sanksi Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak sebesar 76,4%, sedangkan sisanya sebesar 23,6% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. Kata kunci: Self Assessment System, Sanksi Perpajakan dan Kepatuhan Wajib Pajak
Analisis Proses Pemungutan Pajak Hotel di Kabupaten Garut Lina Yuliana; Muslim Alkautsar; Lina Nurlaela
Jurnal Wahana Akuntansi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Wahana Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwa.v6i2.1730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur yang dilaksanakan dalam pemungutan pajak hotel dan untuk mengetahui hambatan dalam pemungutan pajak hotel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan jenis data kualitatif. Konsep penelitian yang digunakan yaitu 4 informan dari pihak BAPENDA dengan fokus penelitian pada proses pemungutan. Sumber data yang digunakan adalah sumber primer dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan reduksidata, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi.Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa prosedur pemungutan yang dilaksanakan telah sesuai dengan UU No 28 Tahun 2009, namun tetap ada hambatan yang disebabkan oleh wajib pajak itu sendiri yaitu kurangnya kesadaran baik dalam pendaftaran, pelaporan maupun pembayaran, kurangnya pemahaman dan ketidakjujuran dalam melaporkan omzet.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kredit Macet pada PD. BPR Garut Siti Berlian Herlina; Mochamad Romdhon; Lina Nurlaela
Jurnal Wahana Akuntansi Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Wahana Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwa.v4i1.2080

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kredit macet pada PD. BPR Garut. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan melalui wawancara dan studi dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kredit macet pada PD. BPR Garut adalah faktor eksternal yang terdiri dari lingkungan usaha debitur, terjadinya musibah dan persaingan antar lembaga keuangan yang tidak sehat. Faktor internal tidak mempengaruhi kredit macet karena kebijakan perkreditan sudah menunjang, sistem dan prosedur kredit sudah berjalan efektif, tidak adanya penyimpangan dalam pemberian dan pengawasan kredit, adanya itikad baik dari pemilik, pengurus dan pegawai bank terhadap debitur.
Analisis Penerapan PSAK 24 terhadap Imbalan Kerja Jangka pada PT. Campina Ice Cream Industry TBK Fakhri Rizki Fadhlurrahman; Muslim Alkautsar; Lina Nurlaela
Jurnal Wahana Akuntansi Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Wahana Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwa.v7i1.3144

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat memahami dan menganalisis penerapan PSAK 24 pada karyawan jangka pendek. keuntungan dari PT.Campina Ice Cream Industry Tbk.Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu laporan tahunan PT. Campina Ice Cream Industry Tbk pada tahun 2020. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan penelitian kepustakaan dan penelitian dokumenter guna memperoleh data yang akurat. Teknik pengolahan data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengakuan pengukuran dan pengungkapan imbalan kerja jangka pendek pada PT. Campina Ice Cream Industry Tbk telah mematuhi PSAK No. 24 terhadap imbalan kerja jangka pendek dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan mengenai perbandingan PSAK 24 dan SAK EP khususnya imbalan kerja jangka pendek. Dalam penelitian ini penulis fokus pada PSAK 24 sesuai dengan judul penelitian. Untuk cuti berbayar PT. Campina Ice Cream Industry Tbk mengaku terbagi dalam dua kategori, yakni Cuti Akumulasi dan Cuti Tidak Akumulasi. Untuk bagi hasil dan bonus, perusahaan mempunyai kewajiban konstruktif atau hukum untuk membayar bonus tersebut dan terdapat praktik pemberian bonus tersebut di masa lalu. Hal ini terlihat dari hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengakuan dan pengukuran serta pengungkapan imbalan kerja jangka pendek pada PT. Campina Ice Cream Industry Tbk.
Analisis Laju Pertumbuhan Penerimaan Pajak Restoran dan Hotel di Kabupaten Garut Geva Natasya; Muslim Alkautsar; Lina Nurlaela
Jurnal Wahana Akuntansi Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Wahana Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwa.v7i2.3146

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui laju pertumbuhan penerimaan pajak, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. mempengaruhi perubahan laju pertumbuhan penerimaan pajak, dan mengetahui upaya yang dilakukan Dinas Pendapatan Daerah dengan fokus pada dua objek pajak daerah yaitu pajak restoran, dan pajak hotel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan kualitatif Pendekatan Sumber data penelitian diperoleh dari Data Sasaran dan Realisasi Penerimaan Pajak Hotel dan Restoran (Sekunder).Teknik pengumpulan data menggunakan penelitian kepustakaan (Library Research), dokumentasi, dan wawancara.Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi, display , dan penarikan kesimpulan. Alat analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pertumbuhan penerimaan pajak selama 5 tahun dari tahun 2017-2021 dan rata-rata tingkat pertumbuhan pajak restoran dan pajak hotel berada pada kisaran kriteria tidak berhasil. Hal ini diperkuat dengan analisis SWOT, rumusan strategi yang dihasilkan dari analisis tersebut adalah terdapat hal-hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan yaitu dengan meningkatkan dan mempertahankan pengelolaan pajak restoran dan hotel, meningkatkan kerjasama dengan lembaga atau swasta. pihak, dan membentuk program intensifikasi dan ekstensifikasi. Faktor yang menghambat penerimaan pajak daerah adalah pandemi COVID-19, pendataan wajib pajak yang tidak merata, dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak yang terutang. Upaya yang dilakukan Bapenda adalah dengan menambah petugas baru dan memberikan bimbingan teknis kepada pemungut pajak yang bertugas melakukan pendataan, pemeriksaan, dan pemungutan pajak. Serta memberikan kebijakan relaksasi selama 3 bulan untuk meringankan pengusaha baik hotel maupun restoran di masa pandemi, serta melakukan penegasan hukum dan sanksi.
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Tidak Tercapai Target Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Peby Nuruldiani; Lina Nurlaela; Uu Suparman
Jurnal Wahana Akuntansi Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Wahana Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwa.v8i1.3147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab tidak tercapainya target penerimaan pajak bumi dan bangunan di Desa Sirnasari Kecamatan Samarang Kabupaten Garut. Fenomena yang muncul adalah tidak terbayarnya SPPT, kesadaran dan kepatuhan wajib pajak, lemahnya fiskus, wajib pajak lupa membayar pajak karena sibuk bekerja, dan situasi daerah sasaran pajak.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti dituntut untuk menganalisis bagaimana dan mengapa permasalahan berkembang dengan cara mewawancarai informan, melakukan prosedur pengumpulan data lain, atau mengecek sumbernya agar wawancara lebih fokus dan tepat sasaran.Berdasarkan hasil penelitian, faktor-faktor penyebab tidak tercapainya target penerimaan pajak bumi dan bangunan di Desa Sirnasari Kecamatan Samarang Kabupaten Garut yaitu: (1) resistensi aktif yaitu adanya upaya mengabaikan pembayaran PBB ketika ditagih dengan alasan sibuk bekerja. (2) Resistensi pasif yaitu keadaan perekonomian wajib pajak yang lebih mementingkan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, tingkat pendidikan yang kurang, masyarakat kurang memahami bahwa PBB mempunyai kontribusi yang sangat besar, kerangka kurang pendampingan dari Bappenda. (3) Faktor lain selain yang tercantum dalam buku siti resmi: Kurangnya kesadaran dan kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak tepat waktu karena menunggu ditagih, Lemahnya petugas pajak yaitu hanya 1 orang yang bekerja di bidang PBB, pemerintah terhambat dalam pendistribusian SPPT karena jarak tempuh yang jauh sehingga pendistribusiannya tertunda karena jarak yang jauh.
Efektivitas Pajak Hiburan di Kabupaten Garut Mukhsin Abdul Gopur; Marti Dewi Ungkari; Lina Nurlaela
Jurnal Wahana Akuntansi Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Wahana Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwa.v9i1.43528

Abstract

This study aims to determine the level of effectiveness of entertainment tax collection in Garut Regency. This research was conducted at the Regional Revenue Agency of Garut Regency. The research method used is a qualitative method with a descriptive approach, the source of the data needed in this study is primary data. This data was obtained directly from the Bapenda Garut Regency. Data analysis techniques used in this research are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the effectiveness of the entertainment tax in Garut Regency as a whole when referring to the criteria that have been set based on Kepmendagri No. 690.900.327 in 1996, it can be concluded that the effectiveness of entertainment tax revenue in Garut Regency from 2016-2020 in the criteria is very effective with an average effectiveness level of 106.25%. This shows that the government of Garut Regency has been able to carry out entertainment tax collection very effectively. Where the entertainment tax collection system uses a self-assessment system, while the entertainment tax collection procedure in Garut Regency starts from reporting, payment to billing.