Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Efektifitas Kerja Mesin Roll Pencetak Lembaran Sheet Karet Menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE) Naqasya asyrori sidabutar; Golfrid Gultom; Dejoi Irfian Situngkir; Fransnazoan Sitorus
Journal of Industrial Engineering and Technology Vol. 6 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu metode pengukuran kinerja dan efektifitas mesin yang digunakan adalah Overal Equipment Effectivennes (OEE). Metode pengukuran ini terdiri dari tiga faktor utama yang saling berhubungan yaitu Availability (ketersediaan), Performance (kemampuan), dan Quality (kualitas). Metode ini merupakan bagian utama dari sistem pemeliharaan yaitu Total Productive Maintenance (TPM). Untuk itu perlu dilakukan perhitungan terhadap nilai Overall Equipment Effectivennes (OEE) untuk mengetahui kinerja mesin penggilingan sheet tersebut dan menganalisis faktor faktor penyebab ketidakefektifan mesin yang mungkin yang terjadi. Dalam rangka pengumpulan data dan juga waktu untuk menganalisa dari tahap pertama sampai tahap selesai, maka dilaksanakanlah metode-metode kerja antara lain yaitu, Metode Tinjauan Pustaka dan Metode Studi Lapangan Berdasarkan pengamatan dan pengolahan data yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa nilai efektivitas mesin roll sheeter tahun 2023 menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) yaitu nilai Availability 89%, nilai Performance ratio 95% dan nilai Quality rate 99%, sehingga nilai OEE yang dihasilkan adalah 83%. Nilai OEE rendah karena nilai availability tidak mencapai standar yaitu 90%. Nilai OEE yang diperoleh tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM) yaitu 85%
Comparison of Annealing and Normalizing Cooling in Ferrous Metal Melting to Make Baffle Plates on Strength and Hardness Values Using the Three-Point Bending Method and Rockwell Hardness Fransnazoan Sitorus; Muhammad Firmansyah; Dejoi Irfian Situngkir; Emil Salim P Siregar; Nuzuli Fitriadi
Jurnal Inotera Vol. 11 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : LPPM Politeknik Aceh Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31572/inotera.Vol11.Iss1.2026.ID661

Abstract

Metal casting is one of the forming processes widely used in the manufacture of industrial components, including baffle plates installed in babcock and wilcox type boilers, due to its high flexibility and reliability. The study aims to compare the effects of annealing and normalizing heat treatment processes on the strength and hardness of cast metal baffle plates. The annealing process involves heating the material to a certain temperature followed by slow cooling, while the normalizing process uses air cooling at a controlled rate. The hardness of a material must be known, especially for materials undergoing construction during operation, while the flexural strength represents the maximum bending stress that the material can withstand under external loads without deformation. Hardness was measured using the rockwell hardness method, and flexural strength was tested using the three-point bending method. The results showed that the average flexural strength of the annealed specimens was 59 kgf/mm², which was lower than that of the normalized specimens at 66 kgf/mm². In addition, the average hardness of the normalized specimens reached 113.66 HRC, slightly higher than that of the annealed specimens at 108.22 HRC. These findings indicate that the normalizing process increases the flexural strength and hardness more effectively than the annealing process.
Pengaruh Keausan Roller Akibat Gaya Gesek Terhadap Kualitas Pelipatan Kaleng Pada Mesin Seamer Di PT ABC Nadjwah Aulia Putri Faidiah Nasution; Fransnazoan Sitorus; Anna Angela Sitinjak; Jefry Simalango; Emil Salim P Siregar
Jurnal Fisika dan Studi Pengetahuan Alam Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus : Jurnal Fisika dan Studi Pengetahuan Alam
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jfsp.v1i2.1111

Abstract

Roller pada mesin seamer merupakan komponen utama yang berfungsi membentuk lipatan ganda (double seam) antara badan dan tutup kaleng. Selama proses produksi berlangsung, roller mengalami gaya gesek yang menyebabkan keausan sehingga berpotensi menurunkan kualitas pelipatan dan kekedapan kaleng. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya gesek terhadap tingkat keausan roller serta mengetahui dampak keausan tersebut terhadap kualitas pelipatan kaleng pada mesin seamer di PT. ABC. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja perkakas DIN 1.2379 sebagai material roller. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen melalui pengujian keausan menggunakan Pin on Disc Wear Machine dan pengujian kekerasan menggunakan Vickers Hardness Tester. Parameter pengujian meliputi waktu pengujian 5, 10, dan 15 menit dengan putaran 500 rpm dan beban 2,95 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume keausan meningkat seiring bertambahnya waktu pengujian, yaitu sebesar 14,34 mm³, 21,51 mm³, dan 28,68 mm³. Sebaliknya, laju keausan mengalami penurunan dari 0,048 mm³/s menjadi 0,036 mm³/s dan 0,031 mm³/s akibat terjadinya proses running-in. Nilai kekerasan material roller berada pada kisaran 1.255,56–1.324,99 HV yang menunjukkan ketahanan material terhadap deformasi dan abrasi relatif tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gaya gesek berpengaruh terhadap peningkatan volume keausan roller, sedangkan tingginya kekerasan material mampu memperlambat laju keausan. Keausan roller yang semakin besar menyebabkan kualitas double seam menurun sehingga meningkatkan risiko cacat pelipatan dan kebocoran kaleng. Oleh karena itu, pemeriksaan dan penggantian roller secara berkala diperlukan untuk menjaga kualitas proses penyegelan.