Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGATASAN KESEPIAN PADA WARAKAWURI DI USIA LANJUT Rifa Rahmawati; Ira Puspitawati
Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia seringkali merasakan kesepian dalam hidupnya dikarenakan banyak hal. Kesepian dirasakan karena ketiadaan figur kasih sayang yang intim dari anak dan ketiadaan figur kasih sayang yang intim dari suami setelah suami subjek meninggal. Kesepian yang dirasakan seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari penderita. Untuk itulah dibutuhkan pengatasan yang berguna dalam mengatasi kesepian yang sedang dirasakan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengatasan kesepian yang dilakukan oleh warakawuri di masa usia lanjut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian sejumlah tiga orang warakawuri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepian emosi, kesepian sementara, dan kesepian situasional adalah jenis kesepian yang biasa dirasakan oleh ketiga subjek penelitian. Adapun pengatasan kesepian yang biasa dilakukan oleh ketiga subjek penelitian adalah kesedihan pasif, pengingkaran, aktif isolasi, jaringan dukungan sosial, dan pengatasan mental. Pengatasan kesepian yang dilakukan ketiga subjek penelitian ternyata cukup dapat membantu mereka menghadapi kesepian yang tengah mereka rasakan.
HUBUNGAN ANTARA SELF COMPASSION DAN RESILIENSI PADA PEREMPUAN DEWASA AWAL YANG BERCERAI Permatasari, Shafira; Puspitawati, Ira; Fuad, Afmi
Arjwa: Jurnal Psikologi Vol 2, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/arjwa.2023.v2i4.9583

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji hubungan antara self compassion dan resiliensi pada perempuan dewasa awal berusia 20-40 tahun yang telah bercerai dan belum menikah kembali. Adapun sampel pada penelitian ini berjumlah 51 sampel. Teknik pengumpulan sampel yang digunakan dengan tehnik snowball sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan bantuan analisis data yang dilakukan dengan SPSS for windows 22 melalui teknik korelasi bivariat dari Pearson. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah diujikan kepada 51 responden perempuan dewasa awal yang bercerai dapat diketahui bahwa tidak ada hubungan antara self compassion dan resiliensi dengan taraf signifikan sebesar 0.353 (ρ > 0.05). Hal ini berarti hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ditolak, atau dapat dikatakan bahwa tidak ada hubungan antara self compassion dan resiliensi pada perempuan dewasa awal berusia 20-40 tahun yang telah bercerai hidup dan belum menikah kembali. Selain itu, berdasarkan analisis deskriptif, diketahui bahwa variabel self compassion berada pada kategori sedang dan resiliensi pada kategori tinggi.
PARENTING SELF EFFICACY PADA IBU BEKERJA DENGAN ANAK USIA BALITA Wahyu, Tiara Nurulita; Puspitawati, Ira; Fuad, Afmi
Arjwa: Jurnal Psikologi Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/arjwa.2024.v3i3.11366

Abstract

Bekerja merupakan suatu kebutuhan yang harus terpenuhi oleh seorang suami untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun, seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman atas tekanan ekonomi yang semakin mendesak, seorang istri harus turun tangan dalam membantu perekonomian keluarga karena penghasilan yang dihasilkan oleh suami tidak dapat mencukupi. Bagi keluarga dengan anak usia dini, ibu bekerja memiliki peran yang sangat kompleks dikarenakan pengasuhan anak usia dini dititikberatkan pada ibu. Penelitian ini bertujuan agar seorang ibu tetap dapat melakukan parenting self efficacy pada anak usia balita agar tetap dapat melakukan perannya sebagai seorang ibu untuk memenuhi kebutuhan secara psikologis anak- anak usia balita. Penelitian ini dilakukan untuk menggali data secara deskriptif. Penelitian ini mengadaptasi dan memodifikasi skala SEPTI (Self efficacy for parenting task index) dengan jumlah 36 item dari Coleman dan Karraker (2000). Berdasarkan analisis deskriptif statistic dengan responden 105 ibu yang bekerja dan memiliki anak usia balita, menunjukkan perhitungan mean empiric yang sangat tinggi artinya responden penelitian ini memiliki kemampuan dalam menjalankan pengasuhan anak balita ditengah kesibukannya dalam menjalani pekerjaan.
The midwife said “It’s okay” – a qualitative study on the causes of delayed retinoblastoma treatment Darajati, Irene Titin; Sulistyoningrum, Evy; Wardhani, Yulia; Supriyati, Endah; Maharani, Erika; Kurniawati, Herlin Fitriana; Panggabean, Andre Stefanus; Aulia, Afkar; Muttaqqin, Habib Zahar Zaki; Puspitawati, Ira; Supriyati, Supriyati
BKM Public Health and Community Medicine Vol 41 No 08 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v41i08.18401

Abstract

Purpose: Retinoblastoma is the most common primary intraocular tumour in children. Its prognosis varies depending on the stage of diagnosis. However, in developing countries such as Indonesia, retinoblastoma still has a poor prognosis as most patients present at advanced stages. This research aims to explore the factors influencing the delay in patients with retinoblastoma reaching referral health facilities from the perspective of their families. Methods: A qualitative study using a phenomenological approach was conducted to gather family perspectives through in-depth interviews via WhatsApp calls. Each interview lasted 20-25 minutes and included families of retinoblastoma patients who had visited the eye clinic at Sardjito General Hospital at a late hour. “Late” was defined as tumour spread beyond the eyeball (intraorbital, spread to the optic nerve, or intracranial spread) or involvement of more than one eye. Audio was transcribed verbatim using a mobile phone voice recorder, and open coding was performed using Open Code 4.02 software to identify meaning units, codes, and categories. Triangulation and peer debriefing were used to ensure validity and trustworthiness. Results: Several categories emerged, including reasons for seeking help, trust in medical professionals, family compassion, and challenges in health facilities. Challenges in health facilities, particularly diagnostic capabilities, communication, and education about eye tumours, along with negative emotions like denial from families, contributed to delays in seeking treatment for retinoblastoma patients. Conclusion: Family compassion plays a positive role in encouraging families to seek medical help. However, challenges in health facilities, particularly in diagnosis, communication, and education about eye tumors, as well as family denial, contribute to the delays in retinoblastoma patients reaching referral health facilities.
Hubungan Harga Diri dan Kesejahteraan Psikologis pada Dewasa Awal yang Menganggur Larasati, Nadila; Puspitawati, Ira; Tesniwati, Rini
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2348

Abstract

Harga diri merupakan bentuk pemahaman seseorang mengenai diri sendiri dan lingkungan hidupnya, sehingga individu mampu beradaptasi terhadap lingkungan sosial serta mampu membawa diri dalam berbagai situasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris mengenai hubungan anatara harga diri dan kesejahteraan psikologis pada dewasa awal yang menganggur. Pada penelitian ini menggunakan skala harga diri yang disusun oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek harga diri dari Hatherton dan Polivy (1991) dan skala kesejahteraan psikologis berdasarkan dimensi-dimensi menurut Ryff (1989). Penelitian ini menggunakan 100 responden yang diperoleh dengan menggunakan teknik non-probability sampling, yaitu purposive sampling. Analisis data menggunakan teknik korelasi pearson product moment, apabila telah memenuhi uji asumsi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat hubungan antara harga diri dan kesejahteraan psikologis pada dewasa awal yang menganggur dengan nilai oefisien korelasi sebesar 0,851 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,01) dengan taraf keeratan sangat erat.