Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL PERSPEKTIF ADMINISTRASI DAN BISNIS

ANALISIS KEPUASAN MAHASISWA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LAYANAN PENDIDIKAN DI POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK Marsela Diaz; Syarifah Novieyana; Samuel Dendy Krisandi
JURNAL PERSPEKTIF ADMINISTRASI DAN BISNIS Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.968 KB) | DOI: 10.38062/jpab.v2i1.13

Abstract

Penelitian ini mengukur tingkat kepuasan mahasiswa atas layanan pendidikan yang disediakan di Politeknik Negeri Pontianak dengan menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) untuk mengukur tingkat kepuasan mahasiswa. Kualitas layanan ditanyakan dalam penelitian ini menggunakan lima dimensi kualitas layanan yang dikembangkan oleh Parasuraman dkk yaitu Reliability (Keandalan), Responsiveness (Daya Tanggap), Assurance (Jaminan), Tangibles (Bukti Langsung) dan Emphaty (Empati). Kuesioner dalam penelitian ini terdiri dari 75 butir pertanyaan yang mewakili lima dimensi kualitas layanan. Responden penelitian ini sebanyak 468 mahasiswa yang tersebar dari delapan Jurusan yang ada di Politeknik Negeri Pontianak. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa secara keseluruhan tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan pendidikan di Politeknik Negeri Pontianak sebesar 78,50 dan masuk dalam kategori PUAS. Selanjutkan berdasarkan hasil pengukuran tingkat kepuasan mahasiswa berdasarkan lima dimensi kualitas layanan tersebut, dimensi Tangible mendapatkan nilai kepuasan paling rendah sebesar 73,49, dimensi Assurance mendapatkan nilai yang tertinggi sebesar 81.19. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa tingkat kepuasan mahasiswa yang paling rendah terdapat pada indikator kejelasan pemberian informasi pelayanan akademik, kelengkapan fasilitas olahraga dan layanan internet di kampus. Perlunya peningkatan kualitas layanan pendidikan diantaranya melakukan peningkatan kualitas dengan menambah fasilitas yang dibutuhkan oleh mahasiswa, memperbaiki layanan informasi akademik, meningkatkan akses internet dilingkungan kampus, serta menambah koleksi buku perpustakaan di Politeknik Negeri Pontianak.
ANALISIS DETERMINAN GOOD GOVERNANCE TERHADAP SUSTAINABLE DEVELOPMENT DENGAN PENDEKATAN PARTIAL LEAST SQUARES–STRUCTURAL EQUATION MODELING: STUDI KASUS DPRD KOTA PONTIANAK Ade M. Yuardani; Samuel Dendy Krisandi; Grace Kelly H.P.S
JURNAL PERSPEKTIF ADMINISTRASI DAN BISNIS Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.416 KB) | DOI: 10.38062/jpab.v2i2.23

Abstract

Pemerintah adalah lembaga yang sah berdasarkan hukum yang berhak dan berkewajiban untuk melakukan pengawasan, mengatur, melindungi, dan menegakkan peraturan peraturan yang sudah disepakati bersama berdasarkan dasar dasar kehidupan, dan untuk kepentingan bersama dimana masyarakat berada. Oleh karena itu untuk mencapai pembangunan sosial ekonomi yang berkelanjutan, terdapat prinsip dari good governance yang digunakan sebagai acuan dan ukuran untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development). Tujuan dari penelitian ini untuk menilai dan menganalisa seberapa jauh prinsip good governance sudah terlaksana untuk mencapai tata kelola yang berkelanjutan di DPRD Kota Pontianak. Metode yang digunakan adalah Principal Component Analysis (PCA) digunakan untuk mengurangi dimensi data melalui analisa variance yang dilakukan dengan PCA dengan membentuk cluster untuk tiap variance yang dimiliki oleh data. Penelitian ini menghasilkan bahwa Sustainability di dalam prosedur sistem good governance yang ada di DPRD Kota Pontianak dapat dicapai melalui efektifitas dan efisiensi dimana hal ini berdampak pada kesejahteraan. Hal ini di dasarkan jika kualitas atau outcome dari SDM yang ada itu baik. Kualitas SDM disini sangat di perlukan dan sangat penting dalam menunjang keberlangsungan sistem good governance yang berkelanjutan.