Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Tantangan Mendidik Generasi Milenial Muslim di Era Revolusi Industri 4.0 Sofia Gussevi; Nur Aeni Muhfi
Paedagogie: Jurnal Pendidikan dan studi Islam Vol. 2 No. 01 (2021): Paedagogie: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Muttaqien Publishing, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.326 KB) | DOI: 10.52593/pdg.02.1.05

Abstract

Revolusi Industri 4.0 adalah bagaimana teknologi seperti kecerdasan buatan dan internet memengaruhi kehidupan manusia. Teknologi, khususnya internet, memiliki banyak dampak positif tetapi juga dapat merugikan penggunanya jika "tidak pintar" dalam menggunakannya, termasuk dalam hal pendidikan. Keluarga memiliki fungsi yang luas, dan semuanya berhubungan. Misalnya pada bagian agama, dalam fungsi ini keluarga berperan memberikan pengalaman dan pendidikan spiritual kepada anggota keluarga, bagaimana keluarga mengajarkan nilai-nilai yang sejalan dengan ajaran Islam untuk dijadikan sebagai sikap hidup. Keluarga juga mempunyai fungsi pendidikan, sebagai interaksi dalam lingkungan keluarga, orang tua dapat mendidik dan membimbing anaknya dengan baik, dengan kata lain, teladan orang tua menjadi pendidikan yang strategis dalam mengarahkan sikap anak karena perilaku yang baik yang dicontohkan oleh orang tua akan menjadi tolak ukur untuk a anak dalam berbuat baik. Pendidikan dalam keluarga harus berorientasi pada masa depan, artinya pendidikan yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya lebih kepada persiapan praktis agar anak dapat menghadapi jaman yang akan dialaminya di masa depan, seperti yang tertuang dalam hadits: “Ketahuilah bahwa kelak anak-anak anda kelak akan mengalami usia yang berbeda dari masa sekarang. “Seringkali orang tua membandingkan kehidupan mereka di masa lalu untuk membuat sebuah“ standar nilai ”yang harus diterapkan pada anak mereka, meskipun Nabi memperingatkan tentang hal ini dalam hadits. Teknologi khususnya internet yang semakin maju di era sekarang ini menjadi salah satu tantangan dalam mendidik generasi milenial muslim. Penanaman nilai-nilai dalam Alquran diharapkan mampu mengatasi tantangan tersebut. Membekali anak-anak dengan penanaman nilai-nilai agama sejak dini, diharapkan teknologi tidak mempengaruhi generasi milenial muslim, namun sebaliknya generasi milenial muslim dapat menundukkan dan memanfaatkan teknologi.
Peran Wanita Karir dalam Pendidikan Anak Siti Masitoh; Sofia Gussevi; Imam Tabroni
Paedagogie: Jurnal Pendidikan dan studi Islam Vol. 2 No. 02 (2021): Paedagogie: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Muttaqien Publishing, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.673 KB) | DOI: 10.52593/pdg.02.2.04

Abstract

The background of the problem: The working mother / career woman first meets the economic needs of the family, the two wives have a bachelor's degree to develop knowledge, the third can share time. The importance of this research is to know and analyze how the role of women according to their nature, Islamic views of housewives career outside the home and the role of career women in children's education. The research method uses qualitative where the data primary and secondary obtained through interviews, observation and documentation. Respondents were female teachers at SDIT Al Bina Purwakarta. The results showed that career women / teachers of SDIT Al Bina can help families in the field of economy / money income. Carry out his nature fitroh properly and correctly. Carry out its functions as a housewife, wife and teacher well, and can raise children at home properly. Can practice science, can pursue a career as a professional teacher and can play a dual role as a mother Wife and Teacher. Keywords: Career woman, Al Bina SDIT teacher
Sosialisasi dan Pendampingan Manajemen Konflik dalam Rumah Tangga Isteri yang Bekerja di Perum Citra Permata Sakinah Purwakarta Sofia Gussevi
Sivitas : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal SIVITAS | Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Muttaqien Publishing Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STAI DR. KH.EZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.013 KB) | DOI: 10.52593/svs.01.1.01

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi dari data Pengadilan Agama kabupaten Purwakarta tekait tingginya kasus gugatan cerai yang dilakukan isteri kepada suaminya, dan hal ini terjadi mayoritas pada isteri yang bekerja di luar rumah baik itu di kantor pemerintaham, swasta atau pabrik. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi tentang manajemen konflik dalam keluarga dengan melakukan pendampingan terhadap beberapa keluarga di Perum Citra Permata Sakinah, Purwakarta. Hasil dari kegiatan ini diperoleh bahwa telah terjadi disharmonisasi keluarga berupa berkurangnya komunikasi pasangan yang diakibatkan perbedaan pandangan, faktor ekonomi, dan kecemburuan sosial. Adapun upaya yang telah dilakukan dalam kegiatan ini adalah berupa musyawarah antar pasangan dengan melibatkan pihak ketiga dalam hal ini adalah orangtua.
Sosialisasi dan Pendampingan Dampak Peran Ganda Buruh Perempuan terhadap Kehidupan Rumah Tangga di Desa Bunder Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta Sofia Gussevi; Azi Ahmad Tadjudin; Fika Tantri Amaliah
Sivitas : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal SIVITAS | Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Muttaqien Publishing Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STAI DR. KH.EZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.103 KB) | DOI: 10.52593/svs.01.2.02

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi dari hasil observasi penulis mengenai banyaknya ibu rumah tangga yang menjadi buruh pabrik untuk memenuhi ekonomi keluarga di desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Tentunya peran ganda buruh perempuan ini akan berdampak terhadap kehidupan rumah tangga mereka. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi tentang dampak peran ganda perempuan terhadap kehidupan rumah tangga dan upaya keluarga buruh perempuan untuk mengatasi dampak peran ganda tersebut dengan melakukan pendampingan terhadap beberapa keluarga di desa Bunder Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta. Hasil dari kegiatan ini diperoleh bahwa peran ganda buruh perempuan dapat menimbulkan dampak positif dan negatif terhadap kehidupan rumah tangga,  di antaranya yaitu : (1) Dampak positif : menambah penghasilan dan terbangun rasa saling pengertian antar anggota keluarga; (2) Dampak negatif : waktu untuk berkumpul dengan keluarga terbatas dan adanya beban kerja ganda yang ditanggung oleh buruh perempuan. Upaya yang dilakukan keluarga buruh perempuan dalam mengatasi dampak dari peran gandanya yaitu : (1) manajemen waktu yang baik dan (2) memberikan motivasi pada diri sendiri dan suami selalu menyemangati isteri.
Kegiatan Meronce untuk Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini pada Kelompok A Di KB at-Taufiq Desa Cihanjawar Chintia Pebriyanti Chintia; Sofia Gussevi
Sivitas : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal SIVITAS | Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Muttaqien Publishing Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STAI DR. KH.EZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52593/svs.03.2.05

Abstract

Community Service Lecture (KPM) is one of the dharma activities at STAI DR. KH. EZ. Muttaqien Purwakarta. This KPM activity is a service activity carried out by final semester students to the community. In this KPM, a program is implemented, namely "Improving Children's Fine Motor Skills through Meronce". The aspect of early childhood motor physical development is one of the aspects that must be developed. Every aspect of development in a child must be considered, one of which is the development of motor aspects. The importance of AUD fine motor skills for children is to train the flexibility and coordination of the finger and hand muscles to carry out activities such as cutting, drawing, groping, and weaving. In this service, the method used is Participation Action Research (PAR). In this activity to improve the fine motor skills of early childhood, it was carried out at KB at-Taufiq Cihanjawar Purwakarta Village. The subjects in this study were group A students aged 4-5 years which totaled 13 students, consisting of 6 female students and 7 male students. The purpose of this study is to improve children's fine motor skills through meronce. With meronce activities for the development of fine motor abilities have increased. So it can be concluded that after a meronce activity is held to improve children's fine motor skills, the fine motor ability has increased.
Pergeseran Konsep Perwalian Anak Dalam Perkembangan Hukum Keluarga Di Indonesia Wahyudi; Muhammad Husni Abdulah Pakarti; Diana Farid; Husain; Sofia Gussevi
An-Nisa: Journal of Islamic Family Law Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Cendekia Gagayunan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63142/an-nisa.v1i4.46

Abstract

Perwalian anak merupakan salah satu isu penting dalam hukum keluarga yang terus berkembang sesuai dengan dinamika sosial, budaya, dan hukum di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran konsep perwalian anak dalam konteks hukum keluarga di Indonesia, dengan menyoroti pengaruh perubahan regulasi, perkembangan yurisprudensi, dan adaptasi terhadap norma-norma internasional. Metode penelitian yang digunakan adalah metode normatif dengan pendekatan perbandingan hukum serta analisis dokumen hukum seperti undang-undang, putusan pengadilan, dan konvensi internasional terkait perlindungan hak anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep perwalian anak telah mengalami perubahan signifikan, terutama terkait dengan penekanan pada prinsip kepentingan terbaik bagi anak (the best interest of the child). Pergeseran ini terlihat dalam pengaturan hak perwalian yang lebih inklusif, mempertimbangkan hak dan kewajiban kedua orang tua pasca perceraian, serta memberikan ruang bagi intervensi negara dalam kondisi tertentu. Namun, implementasi perubahan ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk kurangnya kesadaran hukum masyarakat dan kesenjangan antara norma hukum dan praktik di lapangan. Penelitian ini memberikan rekomendasi agar regulasi perwalian anak di Indonesia terus disempurnakan dengan mengadopsi pendekatan berbasis hak anak serta memperkuat peran lembaga terkait untuk memastikan pelaksanaan hukum yang adil dan efektif.
Comparison of Regulations and Implications of Polygamy in the Islamic Legal System, Continental European Law, and Anglo-Saxon Law Sofia Gussevi; Dianra Dzulhijah; Firman Hidayatullah; Ujang Abidin
International Journal of Nusantara Islam Vol 14 No 2 (2026): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v14i2.54603

Abstract

This study analyzes the regulation of polygamy from the perspectives of Islamic law, Continental European (civil law), and Anglo-Saxon (common law) legal systems, while examining the social and legal implications arising from their different approaches. Using a normative legal method with a comparative juridical approach, the research analyzes primary and secondary legal sources, including the Qur’an, statutory regulations, court decisions, scholarly journals, and comparative family law literature. The study covers Muslim-majority countries (Indonesia, Malaysia, Tunisia, and Pakistan) and Western jurisdictions (France, Germany, the United Kingdom, and the United States). The findings show that polygamy regulations are shaped by each country’s legal culture, ideological orientation, and social values. Islamic legal systems generally permit polygamy under strict conditions through judicial supervision and administrative controls, whereas civil law and common law systems uphold monogamy as the fundamental principle of family law. These contrasting legal frameworks generate significant social and legal challenges, particularly for minority and immigrant communities practicing polygamy in Western countries, highlighting tensions between religious norms, state law, and human rights in the context of globalization and transnational mobility. The study recommends more adaptive and inclusive legal approaches that strengthen legal protection for women and children while accommodating diverse socio-religious contexts. It contributes to comparative family law by demonstrating that polygamy regulation extends beyond legal doctrine and reflects the dynamic interaction of religion, culture, the state, and human rights in contemporary global society.
Reconstructing Indonesian Family Law through Local Wisdom-Mediated Dispute Resolution: Advancing Restorative Justice in Household Conflicts Sofia Gussevi; Dulnasir Dulnasir; Khoir Affandi
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v6i1.54457

Abstract

Domestic conflict resolution in Indonesia relies heavily on formal litigation, often leading to divorce and fractured social bonds—contradicting Pancasila's emphasis on deliberation, family harmony, and societal peace. This study analyzes local wisdom's role in developing restorative justice-oriented mediation models and reconstructing family law to better align with Indonesia's socio-cultural context. Employing a juridical-sociological approach, it qualitatively examines Supreme Court Regulation No. 1/2016 on court mediation and regional customary practices. Findings reveal local wisdom-based mediation's potential to foster reconciliation, restore relationships, and achieve moral equilibrium. Thus, family law reconstruction is essential: legally recognize customary mediation, integrate traditional leaders into pretrial processes, and enact culturally adaptive regulations—advancing progressive law rooted in national values.
Comparison of Regulations and Implications of Polygamy in the Islamic Legal System, Continental European Law, and Anglo-Saxon Law Sofia Gussevi; Dianra Dzulhijah; Firman Hidayatullah; Ujang Abidin
International Journal of Nusantara Islam Vol 14 No 2 (2026): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v14i2.54603

Abstract

This study analyzes the regulation of polygamy from the perspectives of Islamic law, Continental European (civil law), and Anglo-Saxon (common law) legal systems, while examining the social and legal implications arising from their different approaches. Using a normative legal method with a comparative juridical approach, the research analyzes primary and secondary legal sources, including the Qur’an, statutory regulations, court decisions, scholarly journals, and comparative family law literature. The study covers Muslim-majority countries (Indonesia, Malaysia, Tunisia, and Pakistan) and Western jurisdictions (France, Germany, the United Kingdom, and the United States). The findings show that polygamy regulations are shaped by each country’s legal culture, ideological orientation, and social values. Islamic legal systems generally permit polygamy under strict conditions through judicial supervision and administrative controls, whereas civil law and common law systems uphold monogamy as the fundamental principle of family law. These contrasting legal frameworks generate significant social and legal challenges, particularly for minority and immigrant communities practicing polygamy in Western countries, highlighting tensions between religious norms, state law, and human rights in the context of globalization and transnational mobility. The study recommends more adaptive and inclusive legal approaches that strengthen legal protection for women and children while accommodating diverse socio-religious contexts. It contributes to comparative family law by demonstrating that polygamy regulation extends beyond legal doctrine and reflects the dynamic interaction of religion, culture, the state, and human rights in contemporary global society.
Manajemen Konflik dalam Rumah Tangga Isteri yang Bekerja Sofia Gussevi
Muttaqien Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies
Publisher : Muttaqien Publishing, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat (P3M) STAI DR. KH.EZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52593/mtq.01.1.04

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil observasi awal penulis yaitu gugatan cerai oleh isteri kepada suaminya mendominasi kasus perceraian yang terjadi di Pengadilan Agama Purwakarta. Ini terjadi pada mayoritas isteri yang be-kerja di luar rumah. Berbeda dengan hal itu, di Perum Citra Permata Sakinah banyak isteri yang bekerja di luar rumah seperti di kantor pemerintahan, swasta, pabrik dan lainnya yang terikat dengan waktu yang sudah ditentukan. Walaupun mereka terikat dengan waktu tertentu, bahkan isteri yang bekerja di pabrik yang terikat dengan tiga sift yaitu sift pagi, siang dan malam tetapi mereka tidak mengalami permasalahan yang berarti, apalagi sampai kepada perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konflik yang terjadi dalam rumah tangga isteri yang bekerja dan untuk mengetahui manajemen konflik yang diterapkan dalam rumah tangga isteri yang bekerja tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Berdasarkan analisis hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk konflik yang terjadi dalam rumah tangga isteri yang bekerja Perum Citra Permata Sakinah berupa perdebat-an/pertengkaran dan tidak saling tegur sapa dengan pasangan. Konflik yang terjadi dalam rumah tangga tersebut disebabkan antara lain karena perbedaan pendapat, kecemburuan pasangan, keadaan ekonomi rumah tangga serta faktor eksternal: pihak ketiga, orang tua serta lingkungan. Selanjutnya konflik yang terjadi dalam rumah tangga tersebut dapat mendatangkan dampak negatif antara lain terhambatnya komunikasi antar pihak yang berkonflik,  terganggunya kerjasama dalam rumah tangga, serta timbulnya rasa ketidak-puasan dalam berumah tangga. Selain itu juga dapat berdampak positif di antaranya memandang bahwa konflik merupakan nikmat dari Allah SWT., penyesuaian diri dengan lingkungan rumah tangga, lebih berhati-hati dalam bertindak di kemudian hari, serta sebagai langkah intropeksi diri dalam rumah tangga. Selanjutnya manajemen konflik yang diterapkan isteri yang bekerja yaitu dengan cara pendekatan terhadap hal yang melatarbelakangi konflik ter-sebut, bermusyawarah mencari solusi baik dengan pasangan maupun melibat-kan pihak ketiga misalnya orang tua, berdiam diri mengintrospeksi kesalahan sendiri yang mengakibatkan konflik tersebut muncul, serta saling pengertian terhadap kebiasaan dari masing-masing pasangan. Dengan demikian, gaya manajemen konflik yang diterapkan yaitu gaya kolaborasi.