Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN SKALA USAHA MANDIRI MELALUI PETERNAKAN LELE DI KELURAHAN MALASOM SEBAGAI BENTUK IMPLEMENTASI MBKM Sirojjuddin Sirojjuddin; Rustamadji Rustamadji; Febrian Andi Hidayat; Nengsih Sri Wahyuni; Muh. Rifa’i; Dian Septy Andhini; La Musa; Robi Mambrasar
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2022): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang dilakukan didasarkan pada beberapa permasalahan mitra dalam hal ini kelurahan Malasom, diantaranya yaitu terdapat penumpukan sampah rumah tangga pada beberapa titik serta terdapat beberapa kelompok pembudidaya ikan lele yang gagal dikarenakan biaya pakan yang tidak seimbang dengan pendapatan hasilnya. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan pengolahan limbah/sampah organic menjadi maggot BSF dan pengembangan Azolla microphilla sebagai pakan ikan lele alternatif guna peningkatan skala usaha budidaya lele di Kelurahan Malasom. Sasaran program PkM ini adalah para pemuda kelompok pembudidaya lele di kelurahan malasom dengan permasalahan pada pakan ikan dan berdasarkan pertimbangan kepala kelurahan Malasom, ditetapkan kelompok budidaya yang ada di jalan perkutut kelurahan Malasom. Hasil yang didapatkan dari kegiatan PkM yang dilakukan yaitu pertama terkait penggunaan pakan pelet yang rendah hingga 25%, sedangkan 75% lainnya menggunakan pakan alternatif maggot BSF dan Azolla microphilla, serta pengurangan sampah melalui budidaya maggot BSF ini memberikan manfaat dari sisi sosial, ekonomi dan lingkungan. Secara sosial program ini telah mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga dalam pengelolaan sampah, peningkatan kemitraan yang dimiliki oleh pemuda jalan perkutut dengan warga sekitar dalam pengolahan sampah. Manfaat sosial lainnya adalah terbentuknya kohesi sosial unimuda sorong dalam sinergi pengelolaan dan pemanfaatan sampah organik. Dari sisi ekonomi, pengelolaan maggot dapat digunakan untuk menekan biaya penggunaan pakan lele konvesional yang membutuhkan biaya yang sangat tinggi. Dari sisi lingkungan, program ini telah mampu mengolah sampah organik dapur warga di kelurahan malasom.
Perikanan Distrik Kepulauan Ayau, Raja Ampat: Status Pengelolaan Perikanan Dengan Pendekatan Ekosistem (P3E) Pada Domain Sosial Ahmad Fahrizal; Mohamad Iksan Badarudin; Muhammad Arzad; Tagor Manurung; Fensca F Lahalo; Lanny Wattimena; Fretty Matahelumual; Hamzah Hamzah; Rustamadji Rustamadji; Munzir Munzir; Muhlis Hafel; Edy Fitriawan Syahadat; Lili Sapari; Hendra Poltak
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 13, No 2 (2022): Grouper : Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v13i2.118

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui status pengelolaan perikanan berbasis ekosistem (EAFM) pada domain sosial untuk komoditas perikanan karang di Distrik Kepulauan Ayau, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, observasi  dan wawancara. Hasil penelitian diperoleh bahwa dalam penelitian ini, untuk domain sosial meliputi indikator (1) partisipasi pemangku kepentingan bernilai 3/baik, (2) konflik perikanan bernilai 3/baik, dan (3) Pemanfaatan pengetahuan lokal dalam pengelolaan sumberdaya ikan (termasuk di dalamnya TEK/traditional ecological knowledge) bernilai 2,25 / cukup baik dengan rata-rata 2,42 atau cukup. Indikator yang perlu diprioritaskan untuk perbaikan dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan karena berstatus sedang hingga buruk yaitu konflik perikanan dan pemanfatan pengetahuan lokal untuk domain sosial. Selain itu, kami mengamati bahwa masyarakat pendekatan dalam pengelolaan lainnya adalah berbasis masyarakat yang dikenal dengan istilah sasi. Sasi  di kampung  Rutum  sangat  ditentukan  oleh  peran  tokoh  adat  pelaksana  sasi  yang  diakui  masyarakat  setempat  Pendekatan ”Sasi” sebagai  pendekatan berbasis Pemimpin kharismatik dan dikenal dengan Istilah ”Kepala Suku” memiliki  otoritas   mutlak  berdasarkan  warisan  garis keturunan dalam pengelolaan perikanan di tingkat lokal untuk memelihara ”Sasi” di Pulau Rutum. Akhirnya, kami menyimpulkan bahwa stasus pengelolaan perikanan di Distrik Kepulauan Ayau sebagai kepulauan terluar Indonesia berada pada kondisi cukup dengan Analisa bendera berwarna kuning dan nilai rerata 2.
PENGETAHUAN MENGENAI ANTIBIOTIKA DI KALANGAN MAHASISWA ILMU ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA Rizky Indah Pratiwi; Rustamadji Rustamadji; Aris Widayati
Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas (Journal of Pharmaceutical Sciences and Community) Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.639 KB) | DOI: 10.24071/jpsc.0091

Abstract

Abstract: Inappropriate use of antibiotics, both prescribed and non-prescribed, is a globalpublic health problem. In Indonesia, there is an increase of self-medication with antibiotics in thecommunity in the last decade. Health practitioners are the main source of information and adviceon self-medication with antibiotics in the community. Therefore, it is important to investigateknowledge of antibiotics among students of health sciences because they are candidates forfuture health practitioners. This study is an observational cross-sectional survey using avalidated questionnaire. Respondents were 150 students of health sciences faculties at GadjahMada University Yogyakarta who were selected using a non-random convenience samplingtechnique. Of the 150 respondents, 79%(119) were familiar with antibiotics. Only these data (n=119) were subsequently analysed. Overall, they had appropriate knowledge about efficacy ofantibiotics for bacterial infections and risks of antibiotic use, i.e. allergic reactions and antibioticresistance. However, their knowledge about efficacy of antibiotics for viral infections and the useof antibiotics immediately for fever were not appropriate. In general, 34% of respondents hadhigh level of knowledge about antibiotics, 54% in the moderate level and 12% in the low level.Keywords: knowledge of antibiotics, health sciences students