Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemanfaatan Kertas Bekas, Serabut Kelapa (Socos nucifera) dan Kulit Singkong (Manihot utilissima) Untuk Pembuatan Kertas Daur Ulang Zurorotul Munashifah; Heru Subaris Kasjono; Bambang Suwerda
Jurnal Teknologi Kesehatan (Journal of Health Technology) Vol. 14 No. 2 (2018): September
Publisher : POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.652 KB) | DOI: 10.29238/jtk.v14i2.372

Abstract

Kalipoh Village, Ayah Discrit Kebumen, Regency is a waste-producing area such as waste paper, coconut fibre and cassava peels that have not been well managed. The impact of this waste can cause environmental health problems. These three types of waste have cellulose content that can be utilized to make recycled paper. This study aims to determine water absorption, tensile strength, and community acceptance with pre-experimental research design posttest only design analyzed descriptively. The results showed that the best water absorption strength and paper tensile strength were a variation of 1: 1: 2 with a yield of 76 mm and 2,683 N / mm. Whereas based on the result of physical test and public acceptance that recycle paper of variation I have a slightly coarse texture, the fibre is slightly visible and the pale; variation II has a coarse texture, visible fibre and pale colour, while variation III has a rather coarse texture, rather visible fibre and vibrant colour. The community also deeply appreciates the innovation of recycled paper making.
Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Melalui Ember Tumpuk (Komposter) di Dusun Belang, Magelang Dini May Fazatun Azizah; Muhammad Farhan Suswandi; Kirana Noor Azilia Prameswara; Dilla Sekar Ananda; Bambang Suwerda
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v2i1.257

Abstract

Sampah merupakan masalah serius di seluruh wilayah dunia ini, termasuk di Indonesia. Berbagai upaya untuk mengatasi kondisi “darurat sampah” tersebut memang telah dilakukan oleh Pemkot Magelang. Namun dalam pelaksanaan di lapangan masih banyak menghadapi kendala. Berdasarkan pelatihan yang pernah diikuti dan pengalaman di lapangan mengenai dampak penggunaan ember tumpuk dalam mengolah limbah organik membuat penulis tertarik untuk mempraktekkan kembali teknologi ini kepada masyarakat Dusun Belang. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, yaitu menggunakan metode ceramah dan praktik. Praktik pembuatan pupuk organik dengan metode ember tumpuk, sebagian dari kelompok Tani terampil dan mampu mempraktekkan pembuatan pupuk organik dengan maksimal. Hal ini mungkin dikarenakan pembuatan pupuk organik dengan metode ember tumpuk ini mudah dilakukan, selain itu bahan-bahan yang dibutuhkan juga mudah ditemukan di sekitar kita. Dari kegiatan pengabdian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1.) Limbah organik yang dikelola menjadi pupuk organik dengan menggunakan metode ember tumpuk dapat menghasilkan dua produk sekaligus, yaitu pupuk cair organik (lindi) dan pupuk padat (kompos). 2.) Tingginya tingkat partisipasi masyarakat khususnya kelompok Tani terhadap program pengabdian masyarakat tentang pelatihan pembuatan Ember Tumpuk dalam pengolahan limbah organik sehingga memberikan dampak yang positif bagi masyarakat khususnya kelompok Tani sehingga mampu mengolah sampah organik secara mandiri.
Sosialisasi Pembuatan Biopot Sebagai Upaya Pemanfaatan Sampah Organik dan Anorganik di Dusun Belang Kelurahan Soronalan Magelang Bunga Arya Permata Putri; Dini May Fazatun Azizah; Melinda Ayu Mareta; Muhammad Farhan Suswandi; Ibnu Rois; Bambang Suwerda
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v2i1.258

Abstract

Sosialisasi pembuatan biopot dilaksanakan pada Dusun Belang, Kalurahan Soronalan, Kecamatan Sawangan, Magelang. Dusun Belang yang terdiri dari 2 RT dan 1 RW dengan jumlah Kepala Keluarga yaitu 54. Pada Dusun Belang sampah merupakan salah satu masalah yang dihadapi. Dengan kondisi tersebut salah satu yang dapat dilakukan dalam pengelolaan sampah yaitu dengan pembuatan biopot. Pembuatan biopot dapat mengurangi sampah organik dan anorganik yang dihasilkan oleh warga Dusun Belang. Pembuatan biopot memanfaatkan sampah anorganik yaitu ember bekas atau galon bekas, sedangkan sampah organik dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pupuk organik. Biopot dapat menghasilkan pupuk organik. Sosialisasi yang dilaksanakan pada Dusun Belang dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan praktek langsung pembuatan biopot. Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam satu kali pertamuan dengan waktu 2 jam. Sosialisasi pembuatan biopot ini berjalan dengan lancar yang diikuti oleh anggota kelompok tani Dusun Belang.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penyuluhan dan Pembuatan Larvitrap Sebagai Upaya Peningkatan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Dusun Polaman Sidiq Fajariyanto; Fadhilah Noviera Abadi; Aulia Syahda Khairunnisa; Levina Mutiara Alfarel; Nazwa Salsabilla; Bambang Suwerda; Yamtana Yamtana
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v4i2.1520

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang berkaitan erat dengan keberadaan vektor nyamuk Aedes aegypti. Salah satu indikator keberhasilan pengendalian vektor adalah Angka Bebas Jentik (ABJ). Upaya peningkatan ABJ memerlukan keterlibatan aktif masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader melalui penyuluhan serta praktik pembuatan larvitrap sebagai upaya pengendalian jentik di Dusun Polaman. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan evaluasi pretest–posttest terhadap delapan kader yang dipilih secara purposive. Kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan penyuluhan, praktik pembuatan larvitrap, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 62,6 meningkat menjadi 85,9 pada posttest, dengan persentase peningkatan sebesar 37,52%. Seluruh peserta mengalami peningkatan pengetahuan setelah intervensi. Pendekatan yang mengombinasikan penyuluhan dan praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader terkait pencegahan DBD dan pengendalian jentik. Meskipun pengukuran ABJ secara kuantitatif belum dilakukan, peningkatan kapasitas kader diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan ABJ secara berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui edukasi partisipatif dan inovasi sederhana seperti larvitrap dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung pengendalian vektor berbasis masyarakat.