Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Strategi Pemasaran (Pameran, Personal Selling, dan Iklan Media Online) dalam Mendorong Penjualan Properti di Palm One Residence Siti Khabibah; Rudeva Juniawaty; Hamzah Robbani
JUDICIOUS Vol 2 No 2 (2021): Judicious
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/jdc.v2i2.220

Abstract

Kepemilikan rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi setiap konsumen yang masih belum memiliki rumah sedangkan bagi yang sudah memiliki kepemilikan rumah melalui program Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) menjadi alasan untuk berinvestasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor  internal dan eksternal perumahan Palm One Residence serta menganalisis strategi pemasaran yang digunakan diantaranya pameran, personal selling dan iklan media online. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis  Matris SWOT  dengan perhitungan IFAS dan EFAS (IE). Berdasarkan hasil uji analisis SWOT dan IE menggambarkan kondisi Palm One Residence saat ini sangat baik karena memiliki kekuatan yang dapat dimanfaatkan untuk merebut peluang yang menguntungkan dengan strategi grow and build dan memperkuat promosi melalui iklan media online dan personal selling.
Manajemen Pajak sebagai Upaya untuk Efisiensi Pajak Perusahaan (Studi Kasus pada PT SMH Indonesia) Rudeva Juniawaty; Kanaria Herwati; Indra Suyahya
JUDICIOUS Vol 2 No 1 (2021): Judicious
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/jdc.v2i1.301

Abstract

Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kombinasi (mixed method). Setelah dilakukan perhitungan menggunakan metode yang dipergunakan perusahaan (metode net), metode gross dan metode gross up, dapat disimpulkan sebagai berikut metode net dan gross memiliki besar PPh Pasal 21 yang sama, namun terdapat perbedaan dimana dengan metode net pegawai menerima penghasilan tanpa dipotong pajak sedangkan dengan metode gross pegawai dipotong PPh Pasal 21. Sedangkan dengan metode gross up PPh Pasal 21 yang dibayarkan oleh perusahaan lebih besar jika dibandingkan dengan metode net dan metode gross.Biaya yang telah dikeluarkan dengan perhitungan metode net tidak dapat dibiayakan oleh perusahaan dan harus dilakukan koreksi fiscal, hal ini tentu akan membuat PPh Badan menjadi lebih besar.Sedangkan dengan metode gross up PPh Pasal 21 yang dibayarkan oleh perusahaan yang merupakan tunjangan pajak bagi pegawai, dapat dibiayakan oleh perusahaan dan hal ini dapat menjadi efisiensi bagi perusahaan karena PPh Badan yang menjadi lebih kecil. Peneliti menyarankan PT SMH Indonesia untuk merubah metode pemotongan PPh Pasal 21 pada tahun selanjutnya, dari metode net menjadi metode gross up agar PPh Pasal 21 yang telah dibayarkan oleh perusahaan dapat dibiayakan.
Tax Planning PPh Pasal 21 sebagai Upaya Efisiensi Pajak Perusahaan Rudeva Juniawaty
Sosio e-Kons Vol 10, No 3 (2018): Sosio e-Kons
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.885 KB) | DOI: 10.30998/sosioekons.v10i3.2843

Abstract

ABSTRAK Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman secara mendalam mengenai beberapa metode pemotongan PPh Pasal 21 dan dapat memilih metode mana yang dirasa tepat dan efisien bagi perusahaan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui bahan pelatihan, artikel jurnal dan didukung pula dengan kajian pustaka. Menghindari pajak adalah merupakan cara yang ilegal yang hanya akan mengundang masalah dan mengancam kelangsungan hidup perusahaan.  Salah satu upaya dari WP yang tidak melanggar aturan adalah Tax Planning yang tepat agar perusahaan membayar pajak dengan efisien. Terdapat 4 metode dalam pemotongan PPh Pasal 21 yaitu metode nett, gross, gross up dan mixed. Hasil penelitian adalah penerapan metode gross up pada perusahaan yang dikenakan pajak non final merupakan metode yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk melakukan efisiensi pajak dengan cara yang legal yang tidak melanggar peraturan perundang – undangan. Kata Kunci: Perencanaan pajak, PPh Pasal 21, efisiensi pajak perusahaan ABSTRACTThe main purpose of this study is to provide in – depth understanding some method of cutting withloding income taxes article 21 and can choose which method is considered appropriate and efficient for the company. This research is using descriptions qualitative research method. Data were collected through training materials, journal articles and supported by literature review. Avoiding taxes is an illegal way that will only invite problems and sustain the company’s survival. One of the efforts of taxpayers who do not break the rules is the right tax planning for the company to pay taxes efficiently. There are four methods in the withholding income taxes article 21 namely nett method, gross, gross up and mixed. Result for this research is applying gross up methods for company that are subject to non final income tax is a method to carry out tax efficiency with a legal manner that does not violate the legislation. Keywords:  tax planning, income taxes article 21, the efficiency of corporate tax
Wanita Kawin Memilih Terpisah (MT) dalam Status Perpajakan di Indonesia Rudeva Juniawaty
Sosio e-Kons Vol 9, No 2 (2017): Sosio e-Kons
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.67 KB) | DOI: 10.30998/sosioekons.v9i2.1948

Abstract

ABSTRACTCan’t be denied that tax is the biggest revenue source one for the state used to execute routine tasks and development. Without the tax, most of the activities of the state will be difficult to implement properly. The biggest tax revenue comes from income taxes and income taxes directly related to an individual taxpayer both employee and nonemployee are tax income article 21. One subject from the income taxes article 21 is an individual taxpayer woman. When a single woman work, usually the company where the woman works will make taxpayer identification number or the woman made by herself because she wanted to implement properly her taxation obligations. But there will be different rules when a woman has been married. By the rules a married woman who does not live alone or do not have separate property agreement, rights and obligations of taxation combined with tax obligations of her husband. Although at practice, there are many married women who do not have a separate property agreement but implement their own taxation obligations. Through this article, the author would like to explain the tax rules that apply to a married woman and the impact if a married woman who has a taxpayer identification number which differs from her husband and implements rights and obligation as a taxpayer herself.Keywords: Tax Income Article 21, Individual Taxpayer Woman, Choose SeparateABSTRAKTidak dapat dipungkiri bahwa pajak merupakan salah satu sumber pendapatan terbesar bagi negara yang digunakan untuk menjalankan tugas rutin dan pembangunan. Tanpa pajak, sebagian besar kegiatan negara akan sulit untuk dapat dilaksanakan dengan baik. Penerimaan pajak yang terbesar salah satunya adalah Pajak Penghasilan (PPh) dan PPh yang berkaitan langsung dengan WPOP baik karyawan maupun nonkaryawan adalah PPh Pasal 21. Salah satu subjek dari PPh Pasal 21 adalah WPOP wanita. Pada saat seorang wanita belum menikah (TK) bekerja, biasanya perusahaan tempat wanita tersebut bekerja akan membuatkan NPWP atau wanita tersebut membuat NPWP sendiri karena ingin melaksanakan kewajiban perpajakannya dengan baik. Namun akan menjadi berbeda aturan ketika seorang wanita telah berstatus kawin. Secara aturan wanita kawin yang tidak hidup terpisah atau tidak melakukan perjanjian pisah harta, hak dan kewajiban perpajakannya digabungkan dengan kewajiban perpajakan suaminya. Walaupun pada praktiknya, masih terdapat banyak wanita kawin yang tidak memiliki perjanjian pisah harta, namun melaksanakan kewajiban perpajakannya sendiri. Melalui artikel ini, Penulis ingin memaparkan aturan perpajakan yang berlaku bagi wanita kawin dan dampaknya jika wanita kawin tersebut memiliki NPWP yang berbeda dengan suami dan menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri (MT).Keywords : PPh 21, WPOP Wanita, MT (Memilih Terpisah)
Perhitungan Harga Pokok Produksi dalam Penentuan Harga Jual pada PT Grafika Mardi Yuana Maria Anastasia Veronica; Rudeva Juniawaty; Hamzah Robbani
FOCUS Vol 2 No 2 (2021): FOCUS: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/fcs.v2i2.364

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara perhitungan harga pokok produksi dalam menetapkan harga jual dengan metode full costing pada produk PT Grafika Mardi Yuana. Metode penelitian ini menggunakan dua metode penelitian yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif atau biasa disebut dengan metode kombinasi yang mana metode ini mengumpulkan dan mengolah data. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data Model Spradley. Setelah peneliti mengolah data, maka diperoleh harga jual produk buku WHY dan buku Things & Thoughts I Drew When I Was Bored yang di mana terdapat perbedaan perhitungan harga pokok produksi menurut metode perusahaan dengan metode full costing. Menurut hasil penelitian menyimpulkan metode full costing lebih menguntungkan bagi PT Grafika Mardi Yuana karena akan membebankan semua biaya-biaya yang memengaruhi proses produksi, sehingga menghasilkan harga pokok produksi yang tepat.
Analisis Break Even Point pada Waralaba Sabana Fried Chicken Outlet Jatirahayu, Bekasi Siti Juriah; Rudeva Juniawaty
LITERATUS Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Literatus
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/lit.v2i2.86

Abstract

This research was conducted with the aim of knowing the level of sales that must be maintained so as not to experience a loss and knowing the minimum number of sales that must be achieved at the planned profit target. The method used in this research is a quantitative method, namely the collection of data such as cost data, income data and sales data, classifying costs and then calculating the break-even point and the rupiah break-even point. Data were collected through interviews. The result of the research is that Sabana Jatirahayu Outlet can experience a return on investment if it is able to sell 4,922 pieces of chicken meat in one month, at the sale of chicken, for example 5,000 pieces of chicken meat, Sabana Jatirahayu outlet has benefited because fixed costs have been covered by the previous sale of 4,922 pieces of chicken. BEP will occur when the sales figure has reached Rp. 49,223,535 after passing the amount, for example in the figure of Rp. 50,000,000, - then the Sabana Jatirahayu outlet is said to be a return on investment so that subsequent sales can generate profits within 140 days (4 months).
Analisis Pengembangan Bisnis melalui Pendekatan Business Model Canvas pada Pabrik Tahu Mbah Ran (Tukiran) Achmad Biki; Rudeva Juniawaty
FOCUS Vol 3 No 2 (2022): FOCUS: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/fcs.v3i2.857

Abstract

The aim of the research is to analysis business development strategy with a Business Canvas Model at Mbah Ran’s (Tukiran) tofu factory. This research is use mix method with descriptive approach. The populations and the samples of this research are owner, emlpoyees, consumens and also the activities of the Mbah Ran’s tofu factory. Miles & Huberman’s Model will become the data technique analysis to process qualitative data and for the quantitave analysis researchers use SWOT methods. The results of this research are Mbah Ran’s (Tukiran) tofu factory has implemented business model concept which is already fullfill the requirements of the nine elements in Business Model Canvas. But in daily routines there are eight elements that must be evaluated for the development. The calculation results of Mbah Ran’s (Tukiran) tofu factory is in III quadrant of SWOT analysis, the opportunity of Mbah Ran’s (Tukiran) tofu factory is huge but in other side there is also an internal constraints. Based on the result of SWOT analysis, researchers make a right strategy that applied to Business Model Canvas.