Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH FAKTOR DEMOGRAFIS TERHADAP INTENSITAS MENONTON PROGRAM BERITA TVONE DIKALANGAN MASYARAKAT KECAMATAN PEKANBARU KOTA Putri, Marissa; ", Rumyeni
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 1, No 2 (2014): WISUDA OKTOBER 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demographic factors consist of age, gender, level of education, occupationand income level is one of factor that is easily measured to see the pattern ofaudience watching television. Persons age affects the availability of leisure time andthe choice of media content. Likewise income level person, education and higherprofessional occupations also result in option of different content, that is moreinformational content or content that is further supported by the values of thedominant culture and education. The purpose of this research to know influence ofdemographic factors to the intensity on watching news program in TVOne. Thisresearch used Dennis McQuail’s Audience Composition Theory.It’s a quantitative research with explanatory type. The populations in thisresearch are 100 samples citizens of Pekanbaru Kota subdistrict which is determinedby using Slovin formula. The Accidental Sampling is used on research’s sampling,with Multiple Linear Regression data analysis.Hypothesis test shows that each of age, gender, level of education, occupationand income level variable influence the intensity on watching news program with asignificance value less than 0.05, this means that Ho is refused and Ha is acceptedbut income variable not influence with value more than 0,05 this means that Ho isaccepted. And demographic factors simultaneously influent the intensity on watcingnews program with significant value on 0.000 or less than 0.05, this means that Ho isrefused and Ha is accepted. The result shows that respondents intensity on watchingnews program in TVOne is high until very high and there is effect of demographicfactors with intensity on watching news program. This research also shows thatrespondents, age 30 years old or more, male, senior high school until high leveleducation, formal worker and middle-high income have high level intensity onwatching news program in TVOne.Keywords : Demographic factors,Watching intensity, News program, TVOne
GAMBARAN KEWARGANEGARAAN EKOLOGIS Marissa Putri; Cecilia Tiara Putri; Fifian Prahayuningtyas; Petsuien Thalitakum Gontha Umboh; Raja Oloan Tumanggor
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.161

Abstract

Tanggung jawab adalah salah satu aspek terpenting yang harus dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Dengan adanya rasa tanggung jawab, masyarakat dapat bersatu untuk berupaya mengubah sesuatu yang lebih baik lagi dari bangsa ini. Salah satu yang dapat diubah saat ini adalah kondisi ekologi DKI Jakarta yang sedang berada pada fase berbahaya. Saat ini Indonesia, khususnya DKI Jakarta, sedang mengalami kerusakan lingkungan. Hal tersebut perlu adanya kesadaran masyarakat untuk bertanggung jawab memulihkan keadaan DKI Jakarta yang rusak menjadi lebih baik lagi. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif metode deskriptif dengan mengumpulkan 2 subyek yang berdomisili DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara dengan tujuan untuk mengetahui gambaran tanggung jawab kewarganegaraan terhadap ekologi di DKI Jakarta. Hasil dari wawancara tersebut menunjukkan bahwa kedua subyek telah sama-sama memiliki aspek kesadaran serta rasa kecintaan atau kesukaan akan lingkungan sekitar. Meski begitu, masih terdapat kelemahan dalam diri masing-masing subyek dalam aspek keberanian.
HUBUNGAN BODY CITRA DENGAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA WANITA DEWASA AWAL YANG TIDAK MEMILIKI PACAR Marissa Putri; Debora Basaria
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.220

Abstract

Penelitian ini peneliti buat untuk melihat dan mengetahui bagaimana citra tubuh berkorelasi dengan subjective well-being pada perempuan dewasa awal yang sekarang ini sedang tidak berpacaran. Body image sendiri adalah cara pandang individu terhadap dirinya sendiri mengenai penampilan fisik dirinya. Peneliti menerapkan kriteria pada subyek adalah perempuan dewasa awal dengan rentang umur 20 hingga 40 tahun dengan mengumpulkan partisipan sebanyak 350 orang. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan non-probability sampling. Saat pengambilan data dimulai, peneliti menyebarkan data dengan menggunakan purposive sampling dengan metode snowball. Dari hasil perhitungan korelasi di setiap dimensi body image, didapatkan hasil hasil semua dimensi memiliki hubungan dengan subjective well-being dengan rincian dimana dimensi (1) r=0.506 dan p=0.000< 0.01 yang artinya berhubungan yang positif dan signifikan, (2) r=0.042 dan p= 0.430> 0.01 yang berarti berhubungan tetapi tidak terlalu kuat, (3) r=0.458 dan p=0.000< 0.01 artinya berhubungan positif dan signifikan, (4) r=0.430 dan p=0.000< 0.01 yang berarti berhubungan secara positif dan signifikan, (5) r=0.038 dan p=0.000 < 0.01 yang artinya berhubungan positif, (6) r=0.505 dan p= 0.000 < 0.01, berhubungan positif, (7) r=-0.015 dan p=0.773> 0.01, berhubungan tetapi berbanding terbalik, (8) r=0.617 dan p=0.000< 0.01, berhubungan positif, (9) r=0.200 dan p=0.0000.01, berhubungan berbanding terbalik.
PENCEGAHAN ANEMIA DENGAN MENGURANGI KONSUMSI TEH DI DESA LHOK BEUTONG Ibrahim, Khairani Nurul; Maulina, Melza; Putri, Marissa; Dini, Laili Ahad
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/7w0yd027

Abstract

Stunting masih menjadi tantangan serius dalam hal kesehatan masyarakat di daerah pedesaan, termasuk Desa Paguyuban. Layanan masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi stunting dengan mendistribusikan susu kedelai dan brosur informatif tentang gizi yang tepat dan perawatan anak. Metodologi yang digunakan adalah dengan melibatkan langsung masyarakat melalui kunjungan dari rumah ke rumah dan sesi kelompok untuk memastikan jangkauan yang luas. Hasilnya menunjukkan peningkatan kesadaran di antara para ibu tentang pentingnya gizi seimbang untuk anak-anak mereka. Distribusi susu kedelai, yang kaya akan protein dan nutrisi penting, melengkapi kebutuhan makanan anak-anak yang berisiko mengalami stunting. Masyarakat menunjukkan penerimaan yang positif terhadap program ini, dengan banyak peserta menyatakan komitmen untuk meningkatkan pola makan anak-anak mereka. Keberhasilan intervensi ini menyoroti efektivitas menggabungkan dukungan gizi dengan inisiatif pendidikan dalam upaya pencegahan stunting.
GAMBARAN KEWARGANEGARAAN EKOLOGIS Marissa Putri; Cecilia Tiara Putri; Fifian Prahayuningtyas; Petsuien Thalitakum Gontha Umboh; Raja Oloan Tumanggor
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.161

Abstract

Tanggung jawab adalah salah satu aspek terpenting yang harus dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Dengan adanya rasa tanggung jawab, masyarakat dapat bersatu untuk berupaya mengubah sesuatu yang lebih baik lagi dari bangsa ini. Salah satu yang dapat diubah saat ini adalah kondisi ekologi DKI Jakarta yang sedang berada pada fase berbahaya. Saat ini Indonesia, khususnya DKI Jakarta, sedang mengalami kerusakan lingkungan. Hal tersebut perlu adanya kesadaran masyarakat untuk bertanggung jawab memulihkan keadaan DKI Jakarta yang rusak menjadi lebih baik lagi. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif metode deskriptif dengan mengumpulkan 2 subyek yang berdomisili DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara dengan tujuan untuk mengetahui gambaran tanggung jawab kewarganegaraan terhadap ekologi di DKI Jakarta. Hasil dari wawancara tersebut menunjukkan bahwa kedua subyek telah sama-sama memiliki aspek kesadaran serta rasa kecintaan atau kesukaan akan lingkungan sekitar. Meski begitu, masih terdapat kelemahan dalam diri masing-masing subyek dalam aspek keberanian.
HUBUNGAN BODY CITRA DENGAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA WANITA DEWASA AWAL YANG TIDAK MEMILIKI PACAR Marissa Putri; Debora Basaria
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.220

Abstract

Penelitian ini peneliti buat untuk melihat dan mengetahui bagaimana citra tubuh berkorelasi dengan subjective well-being pada perempuan dewasa awal yang sekarang ini sedang tidak berpacaran. Body image sendiri adalah cara pandang individu terhadap dirinya sendiri mengenai penampilan fisik dirinya. Peneliti menerapkan kriteria pada subyek adalah perempuan dewasa awal dengan rentang umur 20 hingga 40 tahun dengan mengumpulkan partisipan sebanyak 350 orang. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan non-probability sampling. Saat pengambilan data dimulai, peneliti menyebarkan data dengan menggunakan purposive sampling dengan metode snowball. Dari hasil perhitungan korelasi di setiap dimensi body image, didapatkan hasil hasil semua dimensi memiliki hubungan dengan subjective well-being dengan rincian dimana dimensi (1) r=0.506 dan p=0.000< 0.01 yang artinya berhubungan yang positif dan signifikan, (2) r=0.042 dan p= 0.430> 0.01 yang berarti berhubungan tetapi tidak terlalu kuat, (3) r=0.458 dan p=0.000< 0.01 artinya berhubungan positif dan signifikan, (4) r=0.430 dan p=0.000< 0.01 yang berarti berhubungan secara positif dan signifikan, (5) r=0.038 dan p=0.000 < 0.01 yang artinya berhubungan positif, (6) r=0.505 dan p= 0.000 < 0.01, berhubungan positif, (7) r=-0.015 dan p=0.773> 0.01, berhubungan tetapi berbanding terbalik, (8) r=0.617 dan p=0.000< 0.01, berhubungan positif, (9) r=0.200 dan p=0.0000.01, berhubungan berbanding terbalik.
PENERAPAN PELATIHAN PENINGKATAN KEPERCAYAAN DIRI PADA ANAK-ANAK MIDDLE CHILDHOOD DI PANTI ASUHAN X Putri, Marissa; Prahayuningtyas, Fifian; Basaria, Debora
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i3.26146

Abstract

Kepercayaan diri adalah salah satu aspek terpenting dalam hidup untuk menjalankan kehidupan sehari-hari. Kepercayaan merupakan suatu aspek yang harus dimiliki semua orang. Sejak anak berusia dini, mereka harus dilatih untuk mengenal tentang pribadi mereka dan cara menumbuhkan rasa percaya diri dalam diri mereka. Saat ini banyak ditemukan anak-anak yang sudah merasa dirinya tidak mampu dalam hal yang sebenarnya mereka ingin kuasai tetapi karena mereka minim akan pengetahuan tentang kepercayaan diri, jadi anak-anak merasa insecure untuk menunjukkan kelebihan mereka sendiri. ​​Kegiatan MBKM ini bertujuan untuk menerapkan pelatihan yang dapat meningkatkan kepercayaan diri anak-anak yang berada di Panti Asuhan X dari kelas 1 hingga 6 SD yang melibatkan 11 anak perempuan. Sebelum dilakukan pelatihan terlebih dahulu diberikan pre-test yang mengukur kepercayaan diri anak dengan alat ukur Self Confidence dari Karunta (2019). Hasil pre-test menunjukkan tingkat kepercayaan diri anak di Panti Asuhan X adalah berada pada kategori sedang dengan rata-rata 80,44. Setelah dilihat dari hasil test, penulis mendapati bahwa dimensi kemandirian pada variabel Self Confidence memiliki rata-rata rendah. Oleh karena itu sebagai bagian dari kegiatan MBKM, penulis dan tim memberikan pelatihan dalam bentuk psikoedukasi berupa seminar dan berbagai macam kegiatan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian. Kemudian penulis melakukan post-test dan didapatkan hasil tingkat kepercayaan diri anak di Panti Asuhan X mengalami peningkatan yaitu berada pada kategori sedang dengan rata-rata 82,44. Dengan kata lain kegiatan pelatihan bermanfaat membantu meningkatkan kepercayaan diri anak Panti Asuhan X.