Alat Permainan Edukatif (APE) yang digunakan oleh guru, mulai dari APE yang sengaja dibuat sendiri ataupun APE yang dibeli di toko-toko. Namun, APE tersebut, ada beberapa yang belum sesuai penggunaannya. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui sebatas mana pemahaman para guru sebagai konsumen APE, baik dari penggunaannya maupun dari cara pemilihan APE tersebut, berapa keping puzzle yang digunakan untuk anak usia 4 tahun, berbahan dasar apa balok yang cocok digunakan untuk anak usia 2 tahun, serta bahan dasar APE yang sudah dibeli apakah aman digunakan untuk anak. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada guru-guru Taman Kanak-kanak di Desa Werdhi Agung mengenai penggunaan Alat Permainan Edukatif untuk mengembangkan motorik anak melalui sosialisasi ini, guru dapat memilih APE dengan lebih selektif lagi. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan ceramah mengenai pemilihan APE untuk anak sesuai kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan. Hasil Pengabdian PKM adalah Pada pertemuan sosialisasi ini tim menjelaskan bahan yang cocok untuk dijadikan bahan dasar pembuatan APE. Misalnya balok berbahan dasar kayu tidak cocok jika digunakan untuk anak usia 2-4 tahun, hal itu disebabkan anak usia tersebut belum bisa mengontrol atas apa yang dilakukan. Kemungkinan yang bisa terjadi adalah anak akan memukulkan balok tersebut kepada temannya yang lain, jadi balok berbahan dasar busa atau karet cocok untuk anak usia 2-4 tahun. Untuk balok yang berbahan dasar kayu hanya cocok digunakan untuk anak usia 5-6 tahun. Kemudian, untuk alat permainan puzzle. Untuk anak usia 2-4 tahun digunakan puzzle berbahan dasar busa atau kardus yang sudh dilaminating dengan potongan berjumlah 9 keping saja. Ukuran yang digunakan juga ukuran yang besar. Untuk anak usia 5-6 tahun bisa menggunakan puzzle berbahan dasar kayu dengan potongan berjumlah 12 keping. Untuk anak usia 5-6 tahun ukurannya sudah boleh menggunakan ukuran keeping yang kecil