Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Peran Kepolisian Terhadap Anak Berhadapan Dengan Hukum Dalam Tindak Pidana (Studi Kasus di Satreskrim Polres Rokan Hilir) Rizki Ananda; Syarifuddin Syarifuddin; Susilawati Susilawati
Jurnal Hukum dan Kemasyarakatan Al-Hikmah Vol 4, No 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Fakultas Hukum universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jhah.v4i3.7990

Abstract

Aspek Hukum Tindak Pidana Kecelakaan Lalulintas Yang Mengakibatkan Kematian (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor: 920 K/Pid/2019) Muhammad Fadhil Wibisana; Syarifuddin Syarifuddin; Muhammad Arif Sahlepi
Jurnal Hukum dan Kemasyarakatan Al-Hikmah Vol 4, No 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Fakultas Hukum universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jhah.v4i3.7991

Abstract

Peran Mediator Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Utara Dalam Penyelesaian Diskriminasi Dan Penelantaran Anak Akibat Perceraian Orangtua Syarifuddin Syarifuddin; Ida Nadhirah
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 5, No 3 (2023): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), February
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.3 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v5i3.1598

Abstract

The purpose of this study was to determine the role of mediators in resolving parental conflicts which result in children becoming victims of discrimination and neglect as a result of divorce. This type of research is normative juridical through the approach of statutory regulations, as well as legal principles. The nature of this research is analytical descriptive, namely describing the problems that occur next, discussed and analyzed. Sources of data obtained from secondary data through government publications / websites and data collection tools are carried out through documents or data from the Office of Women's Empowerment and Child Protection of North Sumatra Province, the data analysis used is qualitative analysis. The role of the mediator is to prioritize the rights interests of the child over the interests of the parents. In the mediation process, the role of the mediator is as a formality for the parties to be able to proceed to the legal process in order to convict one of the parties. In addition, the mediator cannot force the parties to carry out or enforce the court's decision due to the parties' perception that the authority to execute court decisions including child custody lies in the court, and not in the Office of Women's Empowerment and Child Protection of North Sumatra Province. The mediator's efforts provide education to the parties that mediation is a tool in law enforcement in the police.
PENGARUH PENDEKATAN DIGITAL PARTISIPATIF DALAM PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK BERBASIS NILAI-NILAI KARAKTER Syarifuddin Syarifuddin; Danial Syah
Journal of Education Technology and Civic Literacy (JET CIVIL) Vol 6, No 2 (2026): Edisi April
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jetcivil.v6i2.13729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan digital partisipatif (Platform Aspirasi Rakyat dan Hak Anak-Perlindungan Perempuan dan Anak) terhadap peningkatan perlindungan perempuan dan anak berbasis nilai-nilai karakter di Kabupaten Langkat. Platform ini merupakan platform digital partisipatif yang dirancang untuk mengintegrasikan pelaporan kasus kekerasan, pendampingan berbasis komunitas, dan penguatan nilai-nilai karakter pelindung sebagai strategi komprehensif perlindungan perempuan dan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei kausalitas, dilaksanakan pada Semester 5 Tahun Akademik 2026.1. Populasi penelitian adalah kader PKK, fasilitator desa, tenaga pendidik, dan tokoh masyarakat yang terlibat dalam program perlindungan perempuan dan anak di lima kecamatan di Kabupaten Langkat, berjumlah 418 orang. Sampel sebanyak 204 responden dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstandar berskala Likert 5 poin yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan digital partisipatif berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan perlindungan perempuan dan anak (beta = 0,697; t = 8,914; p < 0,001), dengan kontribusi variansi sebesar 48,6% (R2 = 0,486). Nilai-nilai karakter terbukti berperan sebagai mediator yang signifikan antara pendekatan digital partisipatif dan efektivitas perlindungan (beta mediasi = 0,312; p < 0,01). Temuan ini menegaskan bahwa integrasi teknologi digital dengan penguatan nilai-nilai karakter merupakan strategi yang efektif dalam membangun ekosistem perlindungan perempuan dan anak yang partisipatif, responsif, dan berkelanjutan di tingkat desa.
Efektivitas Pelaksanaan Pembinaan Narapidana dan Peran Balai Pemasyarakatan dalam Mewujudkan Tujuan Sistem Pemasyarakatan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan Fitri Hizria Ramadahni Aulia; Febrianti Siregar; Nazwa Aulia Cahyanti; Syarifuddin Syarifuddin
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11444

Abstract

Sistem pemasyarakatan di Indonesia mengalami perkembangan paradigma dari pendekatan pembalasan (retributive justice) menuju pendekatan rehabilitatif, reintegratif, dan restoratif yang menempatkan narapidana sebagai subjek pembinaan. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan menegaskan bahwa keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan pembinaan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), tetapi juga oleh peran Balai Pemasyarakatan (Bapas) dalam melaksanakan pembimbingan, pendampingan, dan pengawasan terhadap klien pemasyarakatan. Namun demikian, pelaksanaan sistem pemasyarakatan masih menghadapi berbagai kendala, seperti overkapasitas Lapas, keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang belum memadai, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam mendukung reintegrasi sosial mantan narapidana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh melalui studi kepustakaan (library research). Analisis dilakukan secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hukum pembinaan narapidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 telah mengedepankan pendekatan rehabilitatif dan reintegratif melalui pembinaan kepribadian dan kemandirian yang disesuaikan dengan asesmen risiko dan kebutuhan warga binaan. Selain itu, Bapas memiliki peran strategis dalam melaksanakan penelitian kemasyarakatan, pembimbingan, pendampingan, dan pengawasan terhadap klien pemasyarakatan guna mendukung proses reintegrasi sosial serta mencegah terjadinya residivisme, sinergi antara Lapas dan Bapas masih menghadapi berbagai hambatan, seperti kurang optimalnya koordinasi antar lembaga, keterbatasan jumlah petugas, minimnya sarana pendukung, serta masih kuatnya stigma masyarakat terhadap mantan narapidana. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi, dan keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung keberhasilan sistem pemasyarakatan. elaksanaan pembinaan narapidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 telah memberikan landasan hukum yang lebih komprehensif dalam mewujudkan tujuan pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada reintegrasi sosial.
PENGARUH PENDEKATAN DIGITAL PARTISIPATIF DALAM PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK BERBASIS NILAI-NILAI KARAKTER Syarifuddin Syarifuddin; Danial Syah
Journal of Education Technology and Civic Literacy (JET CIVIL) Vol 6, No 2 (2026): Edisi April
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jetcivil.v6i2.13729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan digital partisipatif (Platform Aspirasi Rakyat dan Hak Anak-Perlindungan Perempuan dan Anak) terhadap peningkatan perlindungan perempuan dan anak berbasis nilai-nilai karakter di Kabupaten Langkat. Platform ini merupakan platform digital partisipatif yang dirancang untuk mengintegrasikan pelaporan kasus kekerasan, pendampingan berbasis komunitas, dan penguatan nilai-nilai karakter pelindung sebagai strategi komprehensif perlindungan perempuan dan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei kausalitas, dilaksanakan pada Semester 5 Tahun Akademik 2026.1. Populasi penelitian adalah kader PKK, fasilitator desa, tenaga pendidik, dan tokoh masyarakat yang terlibat dalam program perlindungan perempuan dan anak di lima kecamatan di Kabupaten Langkat, berjumlah 418 orang. Sampel sebanyak 204 responden dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstandar berskala Likert 5 poin yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan digital partisipatif berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan perlindungan perempuan dan anak (beta = 0,697; t = 8,914; p < 0,001), dengan kontribusi variansi sebesar 48,6% (R2 = 0,486). Nilai-nilai karakter terbukti berperan sebagai mediator yang signifikan antara pendekatan digital partisipatif dan efektivitas perlindungan (beta mediasi = 0,312; p < 0,01). Temuan ini menegaskan bahwa integrasi teknologi digital dengan penguatan nilai-nilai karakter merupakan strategi yang efektif dalam membangun ekosistem perlindungan perempuan dan anak yang partisipatif, responsif, dan berkelanjutan di tingkat desa.
Efektivitas Implementasi UU Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual Dalam Perlindungan Korban Raisya Muchlisa; Nabilla Achmely; Jea Ananta; Maharani Salsabila Sitorus; Muhammad Eldrin Syahri; Syarifuddin Syarifuddin
Jurnal Hukum dan Kemasyarakatan Al-Hikmah Vol 7, No 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jhah.v7i1.13603

Abstract

Pertanggungjawaban Pidana Ibu Kandung Atas Pembiaran Kekerasan Anak Najwa Salsabila; Mhd Ansori Lubis; Syarifuddin Syarifuddin
Jurnal Hukum dan Kemasyarakatan Al-Hikmah Vol 7, No 2 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jhah.v7i2.13787

Abstract

Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Tindak Pidana Penganiayaan Berat Menggunakan Senjata Tajam (Studi Putusan Nomor 70/Pid.B/2025/PN.Skl) Desy Pardilawati; Panca Sarjana Putra; Syarifuddin Syarifuddin
Jurnal Hukum dan Kemasyarakatan Al-Hikmah Vol 7, No 2 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jhah.v7i2.13705

Abstract

Peran Polresta Deliserdang Dalam Menanggulangi Tindak Pidana Kekerasan Fisik Yang Dilakukan Oleh Orang Tua Terhadap Anak Khairiyah Husna Siketang; Susilawati Susilawati; Syarifuddin Syarifuddin
Jurnal Hukum dan Kemasyarakatan Al-Hikmah Vol 7, No 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jhah.v7i1.13618

Abstract