Fransiskus G. Mado
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN TENTANG PERSONAL HYGIENE SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DIARE DAN KECACINGAN DI SEKOLAH DASAR INPRES TUADALE KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG Deviarbi Sakke Tira; Anna H. Talahatu; Fransiskus G. Mado
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 1 No. 2 (2020): Volume 1 Nomor 2 Edisi Oktober 2020
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hygiene (kebersihan) perorangan pada anak merupakan hal yang sesungguhnya perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak karena perilaku hygiene perorangan yang buruk dapat memberikan dampak negatif pada kualitas kehidupan selanjutnya, yang tidak hanya dalam bentuk dampak fisik tapi juga dampak psikososial kehidupan anak. Sekolah merupakan perpanjangan tangan keluarga dalam meletakkan dasar perilaku, termasuk perilaku kesehatan pada anak. Sekolah Dasar (SD), terkhususnya, menjadi pintu masuk perbaikan pengetahuan, sikap, dan perilaku hygiene perorangan di masyarakat. Anak SD adalah kelompok yang berada dalam taraf pertumbuhan dan perkembangan sehingga sangat peka untuk menerima perubahan dan mudah untuk dibimbing, diarahkan, dan ditanamkan kebiasaan yang baik, termasuk kebiasaan hygiene perorangan. Oleh karenanya, peningkatan pengetahuan anak SD mengenai hygiene perorangan dan akibatnya terhadap kesehatan jika tidak dilakukan dengan baik sangat perlu dilakukan untuk men cegah dan meningkatkan kesehatan anak sekolah. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan di SD Inpres Tuadale Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang pada bulan Agustus 2019. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pemantauan, dan evaluasi tim. Kegiatan yang dilakukan berupa pemberian edukasi (diseminasi informasi kesehatan) mengenai perilaku hygiene perorangan dan akibat hygiene perorangan yang buruk terhadap kesehatan, misalnya penyakit Diare dan Kecacingan. Hasil yang diperoleh adalah terjadinya peningkatan pengetahuan siswa/i terlihat dari kemampuan menjawab dengan benar berbagai point penting dari materi penyuluhan yang telah disampaikan, yang meliputi pengertian, jenis, cara dan manfaat serta dampak negatif dari tidak melakukan hygiene perorangan berdasarkan perbandingan jawaban siswa sebelum dan sesudah penyuluhan dan juga pada saat kegiatan evaluasi.
GAMBARAN MINAT DAN PENGGUNAAN ANTREAN ONLINE APLIKASI MOBILE JKN PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS SIKUMANA Keren Mawar Sharon Lomu Nifu; Dominirsep O. Dodo; Tasalina Y. P. Gustam; Fransiskus G. Mado
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.61688

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan mendorong pemanfaatan fitur antrean online aplikasi Mobile JKN untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan akses. Namun, pemanfaatannya di Puskesmas Sikumana masih didominasi antrean manual. Selain itu, bukti empiris mengenai pengalaman layanan digital kesehatan di Nusa Tenggara Timur masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menggambarkan minat dan penggunaan antrean online Mobile JKN pada pasien rawat jalan di Puskesmas Sikumana Kota Kupang melalui integrasi TAM, UTAUT, TPB, dan ECT. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Sebanyak sepuluh informan dipilih secara purposive dan diwawancarai hingga saturasi data. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis secara tematik deduktif menggunakan structural coding berdasarkan keempat teori. Hasil menunjukkan bahwa antrean online memberikan pengalaman positif terutama pada proses pendaftaran melalui penyederhanaan proses, kemudahan akses, kepastian nomor antrean, fleksibilitas waktu, dan kenyamanan. Sebagian besar informan menilai fitur mudah digunakan, didukung perangkat dan akses internet, serta memperoleh bantuan keluarga maupun petugas. Namun, penggunaan belum sepenuhnya mandiri dan konsisten, terutama pada informan pralansia yang masih memerlukan bantuan keluarga dan dapat kembali menggunakan antrean manual. Secara keseluruhan, pengalaman penggunaan cenderung positif dan mendukung kepuasan serta niat menggunakan kembali. Antrean online memberikan nilai tambah terutama pada proses pendaftaran, tetapi masih memerlukan dukungan pengguna dan peningkatan keandalan sistem.