Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Persepsi Pelajar terhadap Benteng Moraya Sebagai Atraksi Wisata Sejarah – Budaya di Tondano, Provinsi Sulawesi Utara Jemmy Rudolf Pangemanan; Dianne O. Rondonuwu; Benny Irwan Towoliu
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 3, No 3 (2021): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) April
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1181.024 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v3i3.509

Abstract

In the current historical and cultural tourism, the district government has excavated various remnants of the Moraya fortress that has been buried for three centuries around the coast of Lake Tondano as a historical witness of the Tondano people's battle against the Dutch colonial. This very interesting tourist attraction is seen from the enthusiasm of local residents and local residents visiting the location. But the recognition of residents, especially school children, many are not satisfied after they visited the tour. The purpose of this research is to examine the Students' Perception of Tourism Objects of Fort Moraya Tondano, As Historical - Cultural Tourism. The analytical method used is qualitative and quantitative (mix method). The research instruments used were questionnaire, observation and documentation. Likert scale is used to categorize each question in the form of scoring to facilitate answers to respondents' ratings. The analysis used is descriptive using tables and percentages. The results of the 13 indicators that were asked there were seven indicators answered with positive agreement, and the rest were hesitant (neutral). Managers need to evaluate the historical-cultural tourist attraction of Fort Moraya.
Pelatihan Peran Waiter Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pelayanan Di Restoran Danau Bulilin Kabupaten Minahasa Tenggara Diane Tangian; Dianne O. Rondonuwu; Altje E. Tuwaidan
JURNAL UMBANUA Vol 2 No 2 (2022): JURNAL UMBANUA POLITEKNIK NEGERI MANADO
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Bulilin berada di bagian tengah dari pemukiman masyarakat Desa Kali dan Desa Betelen Satu. Ciri khas Wisata kuliner Danau Bulilin adalah ikan mujai bakar rica. Setiap restoran yang ada menawarkan menu tersebut. Hal ini ditunjang dengan keberadaan masyarakat sekitar yang mengembangkan tambak ikan mujar di danau tersebut. Tipe restoran yang ada di Danau Bulilin adalah family type restaurant. Suatu restoran sederhana yang menghidngkan makanan dan minuman dengan harga tidak mahal, terutama disediakan untuk tamu-tamu keluarga maupun rombongan. Permasalahan yang terjadi adalah masyarakat yang terlibat dalam usaha kuliner di Danau Bulilin kurang memahami cara pelayanan yang baik. Hal ini akan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan, dan secara otomatis akan berdampak pada keberlanjutan wisata kuliner Danau Bulilin. Berdasarkan masalah tersebut di atas, solusi yang ditawarkan adalah memberikan pelatihan tentang kriteria seorang waiter, memberikan pelatihan tentang prosedur pelayanan, dan memberikan pelatihan tentang tahapan operasional restoran.
Pelatihan Pembuatan Paket Wisata bagi Pengelola Wisata di Desa Budo, Propinsi Sulawesi Utara Dianne O. Rondonuwu; Dimas E. Permana; Mikhael C. S. Mangolo; Silvana Wewengkang; Merryany T. Bawole; Vesty Like Sambeka; Margresye D. Rompas; Meiske M. Sangian; Seska M.H. Mengko; Fonny Sangari; Pearl Loesye Wenas; Benny Irwan Towoliu
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/553cky28

Abstract

Desa Budo merupakan salah satu di Propinsi Sulawesi Utara, yang pertama kali mendapatkan Anugerah Desa Wisat Indonesia Tahun 2022. Dalam pengembangannya sejak tahun 2015, desa ini didampingi oleh Politeknik Negeri Manado, sejak awal berdiri dan pernah mendapatkan pendanaan khususnya ekonomi pada masyarakat pesisir dari ILO Indoenesia. Perjalanannya waktu, salah satu kelemahan desa ini adalah Pengelolaan Paket Wisata. Begitu banyak potensi alam dan social-budaya yang bisa dijadikan sebagai Atraksi Wisata, naming karena faktor keterbatasan Pendidikan khususnya bidang Pariwisata, sehingga desa ini lemah dalam pembuatan paket wisata. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah membekali pengelola wisata desa dengan melatih pembuatan paket wisata. Adapun metode yang digunakan melalui tiga tahapan kegiatan yaitu pembukaan atau peng-awalan; tehnik idetifikasi wisata, kegiatan utama: perencanaan dan praktik perhitungan paket wisata, dan penutup atau evaluasi (feedback-serta rencana paket wisata. Jumlah peserta sebanyak 20 orang yang terdiri dari perwakilan unsur stakeholder wisata desa.  Hasil yang diharapkan adalah peserta mampu menghasilkan 20 rencana paket wisata yang akan menjadi andalan dari Desa wisata Budo.