Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Healthy Journal

ANALISIS BIAYA DAN PENDAPATAN PEMBUATAN KERIPIK PISANG DI DESA LEGOKHUNI KECAMATAN WANAYASA KABUPATEN PURWAKARTA Wini Fetia Wardhiani; Yanti Apriyanti
AKURAT | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA Vol. 10 No. 1 (2019): AKURAT Edisi Januari-April 2019 | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA
Publisher : Fakultas Ekonomi UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.453 KB)

Abstract

Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam usaha pembuatan keripik pisang khususnya dalam analisa finansialnya, sehingga masih banyak pengrajin pembuat keripik pisang yang menjalankan usaha tersebut secara tidak serius, hanya sebagai usaha sampingan/ tambahan.. Hal tersebut di atas telah mendorong peneliti untuk meneliti tentang usaha pembuatan keripik pisang dengan tujuan : 1) Untuk mengetahui biaya yang dikeluarkan dalam melaksanakan kegiatan usaha pembuatan keripik pisang, dan 2) Untuk mengetahui pendapatan dari usaha pembuatan keripik pisang di Desa Legokhuni Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta. Pemilihan Desa Legokhuni karena memiliki potensi pengembangan usaha pembuatan keripik pisang, selain ketersedian bahan baku pisang yang cukup melimpah, Desa Legokhuni memiliki potensi pengembangan usaha pembuatan keripik pisang, seperti memiliki akses dekat dengan lokasi pasar dan jalur transportasi yang lancar. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kasus. Analisis usaha pembuatan keripik pisang di Desa Legokhuni Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta dilakukan melalui pengamatan dan wawancara. Sedangkan untuk mengetahui keuntungan usaha pembuatan keripik pisang dianalisis melalui : analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan, serta analisis R/C Ratio, dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Rata-rata besarnya biaya produksi usaha pembuatan keripik pisang yang harus dikeluarkan oleh petani responden yaitu Rp. 37.422.178,- biaya tersebut merupakan biaya tetap Rp. 539.511,- dan biaya variabel Rp. 36.882.667,-. ; 2) Rata-rata besarnya penerimaan yang diperoleh petani responden yaitu Rp.48.000.000,-dan pendapatan sebesar Rp. 10.577.822,-. ; 3) Hasil analisis R/C Ratio usaha pembuatan keripik pisang ternyata menguntungkan dengan R/C Ratio sebesar 1,28. ; 4) Hasil analisis BEP menunjukkan bahwa usaha pembuatan keripik pisang menguntungkan, dengan BEP Rupiah sebesar Rp. 10.260.000,- dan BEP Unit 342 Kg. Hal tersebut dikarenakan harga penjualan dan jumlah produksi lebih dari BEP. However, due to limited knowledge and skills in the community, especially the business of making banana chips in financial analysis, there are many craftsmen makers of banana chips that run the business is not serious, just as a sideline / extra. For that reason, the need for guidance on the financial analysis of the cost of making banana chips. The foregoing has prompted researchers to examine the farming of banana chips in order : 1) To determine the costs incurred in conducting the business of making banana chips in the Village LegokhuniWanayasa District of Purwakarta, and 2) To determine the income of the business of making banana chips Legokhuni Village District of PurwakartaWanayasa. Village elections have the potential development of farming Legokhuni banana chips, in addition to the availability of raw materials are relatively abundant banana, Legokhuni village farm development potential banana chips, such as having close access to the market location and transportation lines smoothly. The data used in this study consisted of primary and secondary data. The research method used in the study is a survey method. Analysis of chips banana farm in the village of Legokhuni District of PurwakartaWanayasa done through observation and interviews in order to obtain a descriptive picture. As for knowing the advantages of farming banana chips were analyzed through: analysis of cost, revenue, and income, R / C ratio, and BEP. The results showed that: 1) Average size of farm production costs banana chips to be incurred by the farmer respondents Rp. 37.422.178,- the cost is a flat fee of Rp. 539.511,- and variable costs Rp. 36.882.667,-. 2) The average amount of revenue that the respondent farmers are Rp.48.000.000,- and revenue of Rp. 10.577.822,-. 3) The results of the analysis of the R / C ratio turns profitable farming banana chips with RC ratio of 1,28. 4) BEP analysis results showed that farming profitable banana chips, with BEP Rp rupiah. 10.260.000,- and BEP Unit 342 Kg. That is because the price of banana chips farm sales greater than the value of the Rupiah BEP and production more than BEP Unit
ANALISIS BIAYA USAHATANI PEMBIBITAN SENGON LAUT DI DESA SALEM KECAMATAN PONDOKSALAM KABUPATEN PURWAKARTA WINI FETIA WARDHIANI; SURAHMAN
AKURAT | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA Vol. 10 No. 2 (2019): AKURAT Edisi Mei-Agustus 2019 | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA
Publisher : Fakultas Ekonomi UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.139 KB)

Abstract

Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam usahatani pembibitan sengon laut (Albizia falcataria L) khususnya dalam analisa finansialnya, sehingga masih banyak petani pembibitan sengon laut (Albizia falcataria L) yang belum mengetahui untung atau rugi serta layak atau tidak kegiatan usahataninya secara ekonomis. Hal tersebut di atas telah mendorong peneliti untuk meneliti tentang usahatani pembibitan sengon laut (Albizia falcataria L) dengan tujuan : 1) Untuk mengetahui biaya yang dikeluarkan dalam melaksanakan kegiatan usaha pembibitan dan 2) Untuk mengetahui pendapatan dari usaha pembibitan di Desa Salem Kecamatan Pondoksalam Kabupaten Purwakarta. Pemilihan Desa Salem karena memiliki potensi pengembangan usahatani hutan rakyat, selain ketersedian bahan , Desa Salem memiliki potensi pengembangan usaha pembibitan sengon laut, seperti memiliki potensi alam (lingkungan hidup) yang memenuhi syarat tumbuh tanaman sengon laut dan jalur transportasi yang lancar. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey. Analisis usaha pembibitan sengon laut di Desa Salem Kecamatan Pondoksalam Kabupaten Purwakarta dilakukan melalui pengamatan dan wawancara. Sedangkan untuk mengetahui keuntungan usahatani pembibitan sengon laut (Albizia falcataria L) dianalisis melalui : analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan, serta analisis R/C Ratio, dan BEP. Gnostic limitation and society skill in Farming Breeding Sengon Goes Out To Sea (Albizia falcataria L) notably morphological deep financial its, so is still a lot of Breeding Sengon's Farmer Goes Out To Sea (Albizia falcataria L) one that no has known to benefit or loss and reasonably or not usahataninya's activity economically. Aforesaid thing have pushed researcher to analyze about Farming Breeding Sengon Goes Out To Sea (Albizia falcataria L) with aim: 1 ) To know expenses which aresued in perform pembibitan's business activity and 2) To know revenue of breeding effort at Silvan Salem Pondoksalam's district Purwakarta's Regency. Salem's Silvan elect because have usahatani's development potency people forest, besides ketersedian material, Salem's village have effort development potency breeding Sengon Goes Out To Sea, as have nature potency (environment) one that measure up sengon's plant growing goes out to sea and smooth transportation band. Data that is utilized in this research consisting of primary and secondary data. Observational method that is utilized in research is methodic case study with methode survey. Analisis is breeding Sengon's effort goes out to sea at Salem's Village Pondoksalam's district Purwakarta's Regency is done through watch and interview. Meanwhile to know gain Farming Breeding Sengon Goes Out To Sea (Albizia falcataria L) analisys passes through: analisis is cost, acceptance, and income, and analisis R/C Ratio, and BEP.
ANALISIS KEUNTUNGAN USAHATANI MAGGOT BSF DI P4S AL – MUKHLIS KECAMATAN BANJARAN KABUPATEN BANDUNG Wini Fetia Wardhiani; Lily Sumarti; Hanna Arizky Nursaputri
AKURAT | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA Vol. 13 No. 03 (2022): AKURAT Edisi September-Desember 2022 | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA
Publisher : Fakultas Ekonomi UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu 1. Mengetahui bagaimana pengolahan sampah organik di P4S Al-Mukhlis Banjaran dengan menggunakan maggot BSF, 2. Mengetahui berapa biaya produksi yang diperlukan dalam usahatani maggot BSF, 3. Mengetahui berapa keuntungan yang akan didapat dalam usahatani maggot BSF itu. Penelitian ini dilakukan sejak bulan Februari hingga Maret 2021 yang berlokasi di P4S Al-Mukhlis Banjaran. P4S Al-Mukhlis Banjaran merupakan salah satu lembaga yang memiliki proses pengolahan sampah organik secara mandiri dengan memiliki 2 metode, yang salah satunya adalah dengan metode teknik budidaya maggot BSF. Metode pengolahan sampah menggunakan teknik budidaya maggot BSF ini disebut dengan teknik biokonversi, dimana pada teknik ini proses pengolahan sampah dilakukan dengan organisme hidup berupa larva serangga yang bernama maggot BSF (Black Soldier Fly). Namun, P4S Al-Mukhlis Banjaran belum memperluas budidaya maggot BSF untuk bisa menambah pemasukkan bagi lembaganya. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengetahui dan membahas keuntungan dalam usahatani maggot BSF ini. Desain penelitian yang dilakukan yaitu secara deskriptif kuantitatif dengan penarikan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, dokumentasi, wawancara, dan quisoner. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa hasil panen budidaya maggot BSF pada lahan 8 x 5 m2 ini selama 1 tahun akan menghasilkan pendapatan sebanyak Rp. 45.741.600,00 dengan besar R/C ratio yang telah dihitung yaitu sebesar 1,70. Dimana hasil tersebut menyatakan bahwa usahatani maggot BSF yang ada di P4S Al-Mukhlis Banjaran ini akan menguntungkan jika produk turunan dari hasil budidaya maggot BSF ini dijual ke konsumen secara langsung