This Author published in this journals
All Journal J-CEKI
Nisa Setiawati
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika Ikhtilaf Ulama Terhadap Tradisi Tahlil: Analisis Pro Kontra dalam Perspektif Syariat dan Budaya M. Aqva Wibiyana F.; Safhira Rajibah; Nabila Putri Rahmadhani; Tajrian Akasyah; Nisa Setiawati; Muhamad Parhan
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.15040

Abstract

Tradisi tahlil merupakan praktik keagamaan yang telah mengakar dalam masyarakat Muslim Indonesia, namun tetap menjadi perdebatan dalam wacana keilmuan Islam. Sebagian ulama menilai tahlilan sebagai amaliah yang dibolehkan dan bermanfaat secara sosial, sedangkan sebagian lainnya menolak karena tidak memiliki dasar nash yang eksplisit dalam ibadah mahdhah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika ikhtilaf ulama terhadap tradisi tahlil dalam perspektif syariat dan budaya. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, melalui penelusuran kitab klasik, artikel jurnal, prosiding, dan repositori akademik periode 2015–2025. Analisis dilakukan menggunakan content analysis dan triangulasi sumber untuk membandingkan argumen syariat dan dimensi kultural. Hasil penelitian menunjukkan tiga kecenderungan utama, yaitu kelompok pro-tahlil yang menganggap tahlilan sebagai bid‘ah hasanah dan sarana memperkuat ukhuwah, kelompok kontra-tahlil yang menolak praktik tersebut karena tiadanya dalil tekstual, serta kelompok moderat yang menerima tahlil melalui pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah. Temuan ini menegaskan bahwa ikhtilaf bersifat ijtihadiyah dan merepresentasikan harmonisasi antara syariat dan budaya Islam Nusantara. Rekomendasi penelitian selanjutnya adalah kajian empiris di lapangan untuk melihat pengaruh sosial tahlil dalam kehidupan masyarakat Muslim modern.