Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Dasar Kepuasan Kerja: Sebuah Tinjauan Teori Nabila Putri Rahmadhani; Yeyen Priyanti
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.884 KB) | DOI: 10.61930/jebmak.v1i1.7

Abstract

Kepuasan kerja merupakan sesuatu yang sangat didambakan baik pekerja maupun pemberi kerja. Bahkan menjadi sasaran penting dalam Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Artikel ini membahas tentang Konsep Dasar Kepuasan Kerja; Sebuah Tinjauan Teori dengan tujuan untuk mengetahui dan memahami Konsep Dasar Kepuasan Kerja di lihat dari berbagai teori. Artikel ini menggunakan metode kualitatif berbasis pada data kepustakaan (library research) yang diperoleh dari buku, jurnal, artikel ilmiah lainnya. Selanjutnya data di uji validitas dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasilnya adalah bahwa kepuasan kerja merupakan sebentuk rasa senang terhadap apa yang telah dikerjakannya, namun kepuasan kerja bersifat subjektif. Kepuasan antara individu satu dengan individu lainnya cenderung berbeda, karena setiap individu mempunyai kriteria kepuasan tersendiri dalam mengukur tingkat kepuasan hidupnya. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja di antaranya kondisi kerja/lingkungan kerja, peraturan atau budaya organisasi serta karakteristik organisasi, kompensasi yang memuaskan, efisiensi kerja dan partner kerja.
Dinamika Ikhtilaf Ulama Terhadap Tradisi Tahlil: Analisis Pro Kontra dalam Perspektif Syariat dan Budaya M. Aqva Wibiyana F.; Safhira Rajibah; Nabila Putri Rahmadhani; Tajrian Akasyah; Nisa Setiawati; Muhamad Parhan
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.15040

Abstract

Tradisi tahlil merupakan praktik keagamaan yang telah mengakar dalam masyarakat Muslim Indonesia, namun tetap menjadi perdebatan dalam wacana keilmuan Islam. Sebagian ulama menilai tahlilan sebagai amaliah yang dibolehkan dan bermanfaat secara sosial, sedangkan sebagian lainnya menolak karena tidak memiliki dasar nash yang eksplisit dalam ibadah mahdhah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika ikhtilaf ulama terhadap tradisi tahlil dalam perspektif syariat dan budaya. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, melalui penelusuran kitab klasik, artikel jurnal, prosiding, dan repositori akademik periode 2015–2025. Analisis dilakukan menggunakan content analysis dan triangulasi sumber untuk membandingkan argumen syariat dan dimensi kultural. Hasil penelitian menunjukkan tiga kecenderungan utama, yaitu kelompok pro-tahlil yang menganggap tahlilan sebagai bid‘ah hasanah dan sarana memperkuat ukhuwah, kelompok kontra-tahlil yang menolak praktik tersebut karena tiadanya dalil tekstual, serta kelompok moderat yang menerima tahlil melalui pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah. Temuan ini menegaskan bahwa ikhtilaf bersifat ijtihadiyah dan merepresentasikan harmonisasi antara syariat dan budaya Islam Nusantara. Rekomendasi penelitian selanjutnya adalah kajian empiris di lapangan untuk melihat pengaruh sosial tahlil dalam kehidupan masyarakat Muslim modern.