Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : ABDIMAS KOSALA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

PEMBERDAYAAN DAN PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN BALITA STUNTING DI DESA LES TEJAKULA BULELENG BALI Ni Gusti Kompiang Sriasih; Asep Arifin Senjaya; Ni Ketut Ratmini; I Made Mertha; A.A. Nanak Antarini; I Komang Agusjaya Mataram; Luh Ade Wilan Krisna
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v4i1.374

Abstract

Stunting dapat menyebabkan berbagai masalah jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satu strategi penanganannya yaitu memanfaatkan posyandu sebagai upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat dalam pelayanan yang berfokus pada ibu hamil dan balita. Hasil studi di Desa Les 12% dari 67 kepala keluarga sasaran balita memiliki risiko stunting, 88% dari 67 kepala keluarga sasaran ibu balita memiliki pengetahuan kurang tentang stunting. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan kader dalam memberikan layanan kepada masyarakat melalui Pemberdayaan dan Pendampingan Kader Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Balita Stunting. Metode: Pengabdian dilaksanakan bulan April-November 2024. Jumlah kader 45 orang. Kegiatan diawali dengan pengisian daftar hadir, pembukaan, pemberian informed concent, pengisian pretest, pemaparan materi, simulasi, dan diskusi. Setelah pemaparan materi, tim pengabdi melakukan simulasi pengukuran berat badan dan tinggi badan anak serta penatalaksanaan pencegahan stunting, selanjutnya dilakukan evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian masyarakat: sebagian besar kader kategori usia muda berumur 23-44 tahun (86,7%) dan 13,3% paruh baya berumur > 44-52 tahun. Kader perempuan 95,6% dan 4,4 % laki-laki. Seluruh kader bekerja, hampir setengahnya berkebun (44,4%). Semua kader berpendidikan menengah (SMA 100%). Hasil pretest mean pengetahuan 14,33, sikap 1,8 dan keterampilan 7,69. Hasil posttest mean pengetahuan 20,00, sikap 4,00 dan keterampilan 10,00.  Kesimpulan bahwa pengetahuan, sikap dan keterampilan kader meningkat setelah pemberdayaan dan pendampingan kader tentang upaya pencegahan Balita stunting menggunakan media booklet di  Desa Les Tejakula Buleleng Bali. Kata kunci: balita; kader; pemberdayaan; pendampingan; pencegahan; stunting Stunting can cause various short-term and long-term problems. One of the handling strategies is to utilize Posyandu as a community-based health effort in services that focus on pregnant women and toddlers. The results of the study in Les Village were that 12% of the 67 heads of families targeted by toddlers were at risk of stunting, 88% of the 67 heads of families targeted by mothers of toddlers had less knowledge about stunting. The aim of community service is to improve the knowledge, attitudes and skills of cadres in providing services to the community through Empowering and Mentoring Health Cadres in Efforts to Prevent Stunting in Toddlers. The service will be carried out in April-November 2024. The number of cadres is 45 people. The activity begins with filling in the attendance list, opening, giving informed consent, completing the pretest, presenting material, simulations and discussions. After presenting the material, the service team carried out a simulation of measuring the child's weight and height as well as managing stunting prevention, then carried out an evaluation of the activities. Community service results: most of the cadres in the young age category were aged 23-44 years (86.7%) and 13.3% of middle-aged aged > 44-52 years. 95.6% female cadres and 4.4% male. All cadres work, almost half of them garden (44.4%). All cadres have secondary education (100% high school). The pretest results mean knowledge 14.33, attitude 1.8 and skills 7.69. Posttest results mean knowledge 20.00, attitude 4.00 and skills 10.00.  The conclusion is that the knowledge, attitudes and skills of cadres increased after empowering and mentoring cadres regarding efforts to prevent toddler stunting using booklet media in Les Tejakula Village, Buleleng, Bali. Keywords: cadre; empowering; mentoring; prevention; stunting; todler
UPAYA MENINGKATKAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF MELALUI BIMBINGAN DAN LATIHAN AKUPRESUR PADA IBU HAMIL Darmapatni, Made Widhi Gunapria; Ni Gusti Kompiang Sriasih; Asep Arifin Senjaya
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v4i1.375

Abstract

Air Susu Ibu merupakan makanan penting bagi bayi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan seorang ibu menyusui, secara internal maupun eksternal. keberhasilan menyusui seorang ibu perlu dukungan dari berbagai pihak, yaitu dari suami, keluarga, teman, masyarakat dan pemerintah. Untuk meningkatkan pemahaman tentang ASI Eksklusif, ibu hamil diberikan buku saku tentang akupresur pada ibu hamil dalam pemberian ASI Eksklusif untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan. Adapun Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengetahui Perbedaan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Hamil Sebelum dan Setelah Mendapatkan Bimbingan dan Latihan Akupresur Terkait Pemberian ASI Eksklusif. Lokasi Pengabdian Masyarakat Kelas Hamil di wilayah UPTD. Puskesmas Blahbatuh 1 Gianyar Bali, pada bulan Maret-September 2024. Pencapaian positif rank terbanyak yaitu 34 orang dengan rata rata rank 21.10. Terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi secara bermakna (p 0,000). Pencapaian positif rank terbanyak yaitu 39 orang dengan rata rata rank 20.97. Terdapat perbedaan keterampilan sebelum dan sesudah edukasi secara bermakna (p 0,000). Analisis juga menunjukkan perbedaan pengetahuan dan keterampilan yang signifikan sebelum dan sesudah edukasi p 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa bimbingan dan latihan akupresur, efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sasaran. Kesimpulan terdapat perbedaaan yang signifikan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah Mendapatkan Bimbingan dan Latihan Akupresur dalam Pemberian ASI Eksklusif. Kata kunci: akupresur; asi eksklusif; ibu hamil Mother's milk is an important food for babies. There are several factors that influence the success of a breastfeeding mother, internally and externally. A mother's success in breastfeeding requires support from various parties, namely from her husband, family, friends, community and government. To increase understanding about exclusive breastfeeding, pregnant women are given a pocket book about acupressure for pregnant women during exclusive breastfeeding to improve understanding and skills. The aim of this community service is to find out the differences in knowledge and skills of pregnant women before and after pregnancy Guidance and Acupressure Exercises Regarding Exclusive Breastfeeding. Location of Pregnant Class Community Service in the primary health care Blahbatuh 1 Gianyar Bali Health Center, in March-September 2024. Achievements positive rank largest number is 34 people on average rank 21.10. There is a significant difference in knowledge before and after education (p 0.000). The highest number of positive rank achievers was 39 people on average rank 20.97. There are significant differences in attitudes before and after education (p 0.000). The analysis also shows significant differences in knowledge and skills before and after education p 0,000. This shows that acupressure guidance and training is effective in increasing target knowledge and skills. Conclusion: There is a significant difference in the knowledge of pregnant women before and after receiving guidance and acupressure training in exclusive breastfeeding. Keywords: acupressure; exclusive breastfeeding; pregnant women
A Promosi Skrining Remaja, Pranikah dan Prakonsepsi di Desa Kelandis dan Desa Tegal Harum, Kota Denpasar Rahyani, Ni Komang Yuni; Ni Wayan Ariyani; Ni Nyoman Suindri; Gusti Ayu Tirtawati; Asep Arifin Senjaya; Regina Tedjasulaksana; Made Dwi Mahayati; Gusti Kompiang Sriasih; Desak Ketut Ayu Ardani
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v5i1.439

Abstract

Program skrining remaja, pranikah, dan prakonsepsi merupakan program prioritas di fasilitas pelayanan kesehatan primer, karena dampaknya yang signifikan dalam mempersiapkan generasi yang sehat dan terencana. Layanan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Indonesia, hanya 31% yang aktif. Pengetahuan kelompok sasaran tentang upaya dan program skrining pranikah dan prakonsepsi masih terbatas. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada remaja dan wanita usia subur (PUS) tentang skrining remaja, upaya pranikah, dan prakonsepsi di Posyandu di Banjar Kelandis dan Kelurahan Tegal Harum, Kota Denpasar. Kelompok sasaran adalah remaja dan wanita usia subur yang hadir selama kegiatan Posyandu dan bersedia mengikuti edukasi yang diberikan oleh petugas layanan masyarakat dan pemegang program remaja di puskesmas. Jumlah sasaran yang dilibatkan adalah 35 remaja berusia 10-22 tahun, dan 13 pasangan usia subur. Kegiatan edukasi berlangsung selama 30 menit dan dilanjutkan dengan sesi diskusi/tanya jawab dan posttest menggunakan kuesioner sebanyak 20 pertanyaan. Kegiatan edukasi berlangsung dua kali, pada tanggal 24 Agustus dan 5 September 2025. Edukasi menggunakan media berupa video, flipchart dan leaflet yang dibagikan saat kegiatan posyandu. Edukasi diberikan oleh mahasiswa kebidanan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan pemeriksaan umum berupa pengukuran tinggi badan, berat badan dan tekanan darah (TD). Rata-rata sasaran tinggi badan adalah 156,7 cm, berat badan 50,04 kg, dan usia 18 tahun. Kegiatan edukasi bersifat aktif dan interaktif, dengan skor pengetahuan rata-rata = 14,75 dengan skor minimal = 6 dan skor maksimal = 20. Rekomendasi yang ditawarkan adalah melakukan kegiatan secara berkesinambungan dan kerjasama antar tim, kegiatan di dalam gedung puskesmas dan tatap muka. Kata kunci: promosi, remaja, pranikah, prakonsepsi, skrining Adolescent, premarital, and preconception screening are priority programs in primary health care facilities, due to their significant impact on preparing a healthy and planned generation.Of the Youth Care Health Services (PKPR) in Indonesia, only 31% are active. Target group knowledge about premarital and preconception screening efforts and programs is still limited. The purpose of the community service is to provide education to adolescents and women of childbearing age (PUS) about adolescent screening, premarital and preconception efforts at the Integrated Integrated Health Post (Posyandu) in Banjar Kelandis and Tegal Harum Village, Denpasar City. The target groups are adolescents and women of childbearing age who are present during the Integrated Health Post (Posyandu) activities and are willing to participate in the education provided by the community service providers and youth program holders at the community health center. The number of targets involved is 35 adolescents aged 10-22 years old, and 13 couples of childbearing age. The educational activity lasted for 30 minutes and was continued with a discussion/question and answer session and a posttest using a 20-question questionnaire. The educational activity took place twice, on August 24 and September 5, 2025. Education used media in the form of videos, flipcharts and leaflets distributed during the integrated health post activities. Education was provided by midwifery students using lecture methods, discussions and general examinations in the form of measuring height, weight and blood pressure (BP). The average target of height was 156.7 cm, weight was 50.04 kg, and age was 18 years. The educational activity was active and interactive, the average knowledge score = 14.75 with a minimum score = 6 and a maximum score = 20. The recommendations offered are to carry out activities continuously and in collaboration between teams, activities in the health center building and face to face. Keywords: adolescent, preconception, premarital, promotion, screening