Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Heuristic

EVALUASI MUTU MIE BASAH DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG PORANG DAN KARAGENAN SEBAGAI PENGENYAL ALAMI Sihmawati, Rini Rahayu; Dwi Agustiyah Rosida, Dwi Agustiyah Rosida Dwi Agustiyah Rosida; Panjaitan, Tiurma Wiliana Susanti
Heuristic Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/he.v16i1.2485

Abstract

Mie merupakan produk pangan yang terbuat dari tepung terigu dan  disukai masyarakat serta telah menjadi salah satu  pangan alternatif pengganti nasi di Indonesia. Porang  merupakan  tanaman lokal Indonesia yang kaya akan  pati dan karbohidrat sehingga dapat dijadikan bahan baku pangan pokok sebagai tepung yang dapat dikembangkan sebagai bahan baku substitusi tepung terigu, dan dapat digunakan sebagai bahan dasar mie. Sementara itu  karagenan merupakan senyawa hidrokoloid yang diekstraksi dari rumput laut merah jenis Eucheuma cottonii yang  berperan penting sebagai stabilisator (pengatur keseimbangan), bahan pengental, pembentuk gel, pengemulsi dan lainnya sehingga karagenan yang ditambahkan kedalam produk mi akan meghasilkan produk yang lebih lentur dan tidak mudah patah. Perlakuan yang dilakukan yaitu kombinasi antara tepung porang dan tepung karagenan dengan perbandingan  P1K1 : 60%  : 2% : 38%  (tepung terigu:  karagenan:tepung porang), P2K2 : 60% : 4%: 36% (tepung terigu :  karagenan: tepung porang), P3K3 : 60% : 6% : 34% (tepung terigu :  karagenan: tepung porang), P4K4 : 60% : 8%: 32% (tepung porang : tepung karagenan: tepung terigu). Hasil penelitian menunjukan bahwa  perlakuan P4K4  lebih disukai panelis untuk parameter tektur,aroma dan rasa. Sedamgkan untuk para,meter warna, panelis cenderung memberikan penilaian yang sama untuk semua perlakuan.Kata Kunci : Mie, Subsitusi, Porang, Karagenan, Pengenyal alami
KARAKTERISASI BAKSO KERING KAYA PROTEIN DARI “MARINE BEEF” DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG SUWEG Widodo, Richardus; Susanti Panjaitan, Tiurma Wiliana; Yuwono, Istantyo
Heuristic Vol 12 No 02 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/he.v12i02.631

Abstract

Marine beef is a meat product that has been fat dissolved so that the protein is a major part of the product. Marine beef dry form solid and hydrophilic, has a different performance from the base ingredients, but still contains nutrients according to the characteristics of the original. Weakness marine beef products is shaped in the form of flour so it does not allow for direct consumption. Suweg addition of flour mixture and emulsifier in the manufacturing process can serve as a regulator of the water content, hardness and adhesion to produce a final product that is more compact and high taste. This study aims to determine how optimal levels suweg flour and Na-CMC can be added to marine beef in order to obtain dry products based marine beef with the physical properties, the speed of rehydration and sensory properties that aroma, flavor and texture is good and acceptable to consumers. Treatment of dry meatballs are rich in protein from marine beef with the addition of flour suweg 15% and 1% Na-CMC is the best treatment with the shortest rehidrated pace with time 130 seconds at a temperature of boiling water and the scent of the most preferred by the panelists organoleptic test.Key word: marine beef, protein rich meatballs, suweg, Na-CMC