Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Debit Puncak DAS Bengkenang Air Ndelengau Desa Ganjuh Kabupaten Bengkulu Selatan Menggunakan Pemodelan HEC-HMS Dengan Metode SCS Curve Number agustin, elfi agustin; Gunawan, Gusta Gunawan; Misliniyati, Rena Misliniyati; Amri, Khairul Amri; Besperi, Besperi Besperi
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 23, No 1 (2025)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v23i1.21738

Abstract

Desa Ganjuh merupakan salah satu kawasan dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengkenang Air Ndelengau Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu. Daerah ini berpotensi terjadi banjir saat curah hujan tinggi seperti yang dialami pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar dan waktu debit puncak yang tercermin melalui pemodelan hidrograf. Pemodelan hidrograf dilakukan berdasarkan metode SCS Curve Number dengan bantuan Program HEC-HMS (Hydrologic Engineering Centre-Hydrologic Modelling System). Data curah hujan yang digunakan adalah curah hujan dalam 15 tahun terakhir, mulai dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2023. Hasil penelitian ini dapat diperoleh debit puncak dengan kala ulang  2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, dan 50 tahun, berturut-turut adalah sebesar  180,4 m3/s; 232,4 m3/s; 249,8 m3/s; 266,9 m3/s; dan 277,3 m3/s. Waktu puncak terjadi pada sore hari dengan waktu simulasi selama 24 jam, awal simulasi terjadinya hujan pada pukul 18.00 tanggal 01 Januari 2023 dan akhir simulasi terjadinya hujan pada pukul 18.00 tanggal 02 Januari 2023. Penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengelolaan sumber daya air di DAS Bengkenang.
Studi Mikrozonasi Kerentanan Seismik dan Bangunan Bertingkat Menggunakan Metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) di Kabupaten Bengkulu Selatan Indri Novtrisa; Lindung Zalbuin Mase; Refrizon Refrizon; Rena Misliniyati; Khairul Amri; Arif Ismul Hadi; Darmawan Ikhlas Fadli
Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 21, No 3 (2024): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v21i3.19616

Abstract

Mikrozonasi seismik merupakan proses pemetaan untuk memprediksi respon tanah terhadap guncangan seismik yang dapat digunakan sebagai acuan mitigasi bencana dan pembangunan yang akan dilakukan di Kabupaten Bengkulu Selatan. Penelitian ini menggunakan data shapefile peta administrasi dan data mikrotremor sebanyak 69 titik. Data mikrotremor kemudian diolah menggunakan metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) untuk mendapatkan kurva HVSR. Pengolahan data ini menghasilkan nilai faktor amplifikasi ( ) pada rentang 1,17 – 4,07, nilai frekuensi natural ( ) antara 0,25 Hz – 14,40 Hz, indeks kerentanan seismik (Kg) antara 0,26 – 11,78,  dan nilai periode dominan ( ) antara 0,07 s – 3,86 s. Parameter ini selanjutnya digunakan untuk membuat peta sebaran yang akan memberikan gambaran mengenai distribusi spasialnya. Selain itu, potensi bangunan yang rentan terhadap bencana seismik dengan ketinggian 1 hingga 2 lantai teridentifikasi di Kecamatan Pino Raya dan Kecamatan Kota Manna, sedangkan bangunan dengan ketinggian 1 hingga 4 lantai berada di Kecamatan Pasar Manna.. Berdasarkan nilai-nilai parameter tersebut, dapat disimpulkan bahwa lokasi penelitian masuk ke dalam kategori zona rendah terhadap getaran gempa bumi. Hasil penelitian ini dapat digunakan dalam perencanaan mitigasi bencana, khususnya dalam upaya peningkatan ketahanan bangunan di wilayah yang diteliti.
Mikrozonasi Resistensi Tanah Berdasarkan Variasi Kecepatan Gelombang Geser di Kawasan Pesisir Kota Bengkulu Sulastri Febiana; Lindung Zalbuin Mase; Fepy Supriani; Rena Misliniyati; Khairul Amri
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 13 No. 02 (2025): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v13i02.516

Abstract

Kawasan pesisir Kota Bengkulu berada di lokasi strategis, tepatnya di pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia, sehingga menjadi daerah dengan risiko tinggi terhadap aktivitas gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta mikrozonasi sebagai representasi visual hasil analisis resistensi tanah berdasarkan nilai kecepatan gelombang geser (Vs). Metodologi yang digunakan meliputi pengumpulan data sekunder berupa data perlapisan tanah dan nilai kecepatan gelombang geser, perhitungan nilai Vs10, Vs20, Vs30, Vs40, dan Vs50, serta klasifikasi jenis tanah. Proses tersebut menghasilkan profil perlapisan tanah dan profil variasi kecepatan gelombang geser, peta sebaran Vs10, Vs20, Vs30, Vs40, Vs50, peta sebaran Kelas Situs tanah, dan peta sebaran Ground Amplification Factor (GAF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pesisir Kota Bengkulu memiliki resistensi tanah yang relatif sedang dikarenakan dominasi Kelas Situs tanah yaitu C (tanah keras, sangat padat, dan batuan lunak) dan D (tanah sedang). Hasil mikrozonasi resistensi tanah dapat secara konkret diintegrasikan ke dalam perancangan tata ruang melalui penetapan zona rawan gempa yang dijadikan acuan dalam penentuan jenis tata guna lahan, desain bangunan, dan standar teknis konstruksi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam upaya mitigasi bencana serta menjadi dasar perencanaan tata ruang, pengembangan wilayah, dan pembangunan infrastruktur yang lebih aman di kawasan pesisir Kota Bengkulu. Selain itu, diperlukan studi lanjutan untuk menganalisis kondisi bangunan secara lebih mendalam guna mengidentifikasi risiko spesifik terhadap prasarana yang ada, sehingga dapat dirancang strategi penguatan struktur yang tepat. Kata kunci: Mikrozonasi, Resistensi Tanah, Amplifikasi, Kecepatan Gelombang Geser (Vs), Kelas Situs
RESPONS SEISMIK DI KECAMATAN MUARA BANGKAHULU, KOTA BENGKULU MENGGUNAKAN KONSEP PERAMBATAN GELOMBANG Rena Misliniyati; Muhammad Farid; Khairul Amri; Lindung Zalbuin Mase; Fepy Supriani
Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil Vol. 13 No. 3 (2024): Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpensil.v13i3.45746

Abstract

The position of Bengkulu Province, which is flanked by the subduction zone between the Euro-Asian and Indian-Australian plates to the west, and the Sumatra Fault zone to the east, makes Bengkulu City one of the areas prone to earthquake disasters. Muara Bangkahulu District is one of the sub-districts in Bengkulu City. Muara Bangkahulu sub-district is an area that functions as a government centre, trade and service centre, and one of the education centres in Bengkulu City. This study aims to determine the ground response in the Muara Bangkahulu sub-district area during an earthquake. The wave propagation method used in this study is a one-dimensional equivalent of linear and nonlinear modelling that propagates earthquake waves from bedrock to surface. The results of this study are Peak Ground Acceleration (PGA), amplification factor, earthquake acceleration time history, and acceleration spectra response. The results of this analysis will be compared between equivalent linear and nonlinear values. The results of this study can also help us realise and further consider the value of seismic design in the Muara Bangkahulu sub-district area, mainly if a stronger earthquake occurs in the future.
ANALISIS PENGARUH PENAMPANG FONDASI TERHADAP DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN FONDASI TIANG PANCANG BANGUNAN SCADA Raihanah Naura Jinan; Rena Misliniyati; Khairul Amri; Muharram Nur Fikri; Fepy Supriani
Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpensil.v14i3.59178

Abstract

Bengkulu is an area with the potential risk of the Mentawai Pagai Megathrust subduction earthquake; it is necessary to evaluate the bearing capacity and foundation settlement of the building. This study aims to analyse the influence of variations in dimensions and cross-sectional shapes on the bearing capacity and foundation settlement of the Scada building using the Poulos and Davis method, the Reese and Wright method, the Luciano Decourt method, and the finite element method. Based on the results of the Standard Penetration Test (SPT), the influence of variations in shape, namely square and circular, with dimensions of 300 mm, 400 mm, and 500 mm, as well as depths of 7m, 9m, 11m, and 13m, affects the bearing capacity and foundation settlement. The analysis was conducted by comparing the bearing capacity and settlement of pile foundations in the Scada building using various methods. The analysis results show that the bearing capacity, deflection magnitude, and smallest settlement are below the permitted settlement limit, i.e., less than 10% of the foundation dimensions. The comparison between static and numerical methods, or the Bearing Capacity Ratio (BCR) approaching 1, is more efficient and safer to use. In this analysis, the BCR value closest to 1 was obtained for a 500 mm foundation using the Reese and Wright method at a depth of 9 m, yielding a bearing capacity of 312.04 tonnes for a single pile and 207.69 tonnes for a pile group.
Probabilistic Liquefaction Potential Mapping in South Lebong Based on PSHA-Derived PGA Diefi Deayuzeta; Lindung Zalbuin Mase; Fepy Supriani; Tri Bintang Pratitis; Rena Misliniyati; Khairul Amri
Engineering, MAthematics and Computer Science Journal (EMACS) Vol. 8 No. 1 (2026): EMACS
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/emacsjournal.v8i1.15761

Abstract

This study evaluates liquefaction potential in South Lebong Subdistrict, Lebong Regency, Bengkulu Province, which is located in an active tectonic region influenced by the Sumatra Fault system and dominated by alluvial deposits. A probabilistic approach using the Probabilistic Seismic Hazard Analysis method to determine Peak Ground Acceleration (PGA) values for 10% and 2% probabilities of exceedance in 50 years, representing moderate to extreme earthquake conditions. South Lebong District is dominated by PGA values greater than 0.8g, particularly under the 2% probability scenario, indicating relatively high seismic hazard in the study area. Under the 10% probability scenario, several locations still show PGA values ranging from 0.4g to 0.8 g. The obtained PGA values were subsequently used to evaluate liquefaction potential through calculations of the Cyclic Stress Ratio (CSR), Cyclic Resistance Ratio (CRR), and Factor of Safety (FS). Additionally, susceptibility was assessed using the Liquefaction Potential Index (LPI) method. The results indicate that higher PGA values under the 2% probability scenario increase seismic loading intensity and liquefaction susceptibility within the study area. Based on the LPI classification, liquefaction potential under the 10% probability scenario is generally categorized as low to moderate, whereas under the 2% probability scenario, several locations shift into the moderate to severe liquefaction category. These findings indicate that liquefaction susceptibility in the South Lebong District is strongly influenced by the interaction between earthquake loading intensity and local geotechnical conditions. Therefore, the results of this study can support earthquake hazard mitigation planning and the development of safer areas that are less vulnerable to liquefaction hazards.
Assessment of Soil Resistance Based on Variations in Shear Wave Velocity (Vs) in the Muara Bangkahulu Area, Bengkulu City Roky Suprandani; Lindung Zalbuin Mase; Fepy Supriani; Rena Misliniyati; Khairul Amri
Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 23, No 1 (2026): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v23i1.22575

Abstract

Kawasan Muara Bangkahulu merupakan kawasan yang rentan terhadap aktivitas seismik karena terletak di zona subduksi serta keberadaan patahan aktif Sumatera dan Mentawai. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan peta mikrozonasi berdasarkan variasi kecepatan gelombang geser (VS) pada kedalaman 10 hingga 50 m (VS10 s.d. VS50). Data yang digunakan adalah kecepatan gelombang geser (VS) hasil survei mikrotremor. Enam titik representatif dipilih berdasarkan persebaran permukiman dan fasilitas publik. Pengolahan data VS dilakukan untuk mendapatkan nilai VS10, VS20, VS30, VS40, VS50 kelas situs, dan nilai Ground Ampification factor (GAF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar titik penelitian tergolong kelas situs C (tanah keras, batuan lunak) dan D (tanah sedang) dengan rentang VS10, VS20, VS30, VS40, VS50   berkisar antara 290,3 - 534,7 m/s. Kawasan Muara Bangkahulu didominasi oleh nilai GAF sedang hingga tinggi berkisar antara 0,8 s.d. 2,0. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam memahami karakteristik tanah yang dinamis sebagai informasi penting untuk perencanaan tata ruang dan mitigasi risiko gempa bumi di kawasan Muara Bangkahulu.
ANALISIS PENURUNAN TANAH LUNAK TERHADAP PERKERASAN JALAN KAKU MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA (Studi Kasus: Jalan Srijaya Raya, Kota Palembang) Nurul Fadhilah; Lindung Zalbuin Mase; Hardiansyah Hardiansyah; Rena Misliniyati; Khairul Amri
Matriks Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v13i1.102203

Abstract

Rigid pavement is a commonly used pavement in soft subgrade conditions because it can anticipate soil subsidence in the transverse and longitudinal directions of the roadway as a result of uneven load distribution due to inhomogeneous soil. Road pavement that is passed by excessive loads will cause the road to experience soil subsidence which will also affect the soil layer below so that research on the problem is needed. This research uses the finite element method which aims to determine the vertical settlement of soil (Uy), the maximum settlement of 3650 days, and the safety factor (Msf) that occurs in soft soil layers against rigid pavement on Srijaya Raya road, Palembang City. The soil characteristics on Srijaya Raya Road are dominated by clay soil with low to medium plasticity which is dominantly soft so that it can cause significant road damage if maintenance is not carried out. Based on the research, it was found that the maximum subsidence value of the distributed load was at STA 0 + 806 at point BH-02 located at the Air Waru Bridge towards Indralaya, which was -0.04847 m with a safety factor of 1.650 and the maximum subsidence for 3650 days was at STA 2 + 103 at point BH-04 located at the Air Kenanga Bridge towards Palembang of -0.539 m.Keywords: finite element method; rigid pavement; safety factor; settlement.
STUDI RESISTENSI TANAH BERDASARKAN VARIASI KEDALAMAN KECEPATAN GELOMBANG GESER (Vs) DI KECAMATAN SELEBAR, KOTA BENGKULU Dedi Setiawan; Lindung Zalbuin Mase; Fepy Supriani; Rena Misliniyati; Khairul Amri
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i2.3075

Abstract

Kecamatan Selebar merupakan salah satu kecamatan di Kota Bengkulu yang memiliki beberapa infrastruktur vital. Kondisi geologi yang beragam dan aktivitas seismik yang masif menjadikan kawasan ini sebagai lokasi penting dalam studi geoteknik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kecepatan gelombang geser (Vs) terhadap resistensi tanah di Kecamatan Selebar berdasarkan parameter kecepatan gelombang geser rata-rata (Vs) pada kedalaman 10 hingga 50 m (Vs10, Vs20, Vs30, Vs40, dan Vs50), kelas situs dan Ground Amplification Factor (GAF). Penelitian ini menggunakan data sekunder dari perekaman mikrotremor sebanyak 40 titik yang kemudian dianalisis dan divisualisasikan dalam bentuk peta sebaran dua dimensi berbasis Geographic Information System (GIS). Interpolasi spasial dilakukan menggunakan metode Ordinary Kriging dengan Spherical Semivariogram Model dan Inverse Distance Weighting (IDW) untuk memperoleh distribusi sebaran yang lebih akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Vs10, Vs20, Vs30, Vs40, dan Vs50 di Kecamatan Selebar berkisar antara 100 hingga 1.100 m/s, dengan peningkatan kekakuan tanah seiring bertambahnya kedalaman. Kecamatan Selebar didominasi oleh kelas situs C, dengan beberapa zona B dan D, serta GAF antara 0.9 hingga 1,7. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai respons tanah dan dapat menjadi referensi dalam upaya mitigasi serta pertimbangan dalam perencanaan pembangunan infrastruktur tahan gempa di Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.
ANALISIS HIDRAULIK DAS AIR TETAP MENGGUNAKAN HEC-RAS UNTUK SISTEM PERINGATAN DINI BANJIR Satria Dimas Syaiful; Gusta Gunawan; Khairul Amri; Besperi; Rena Misliniyati
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2026
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v10i1.15298

Abstract

Banjir di Kabupaten Kaur sering terjadi akibat meluapnya Sungai Air Tetap yang tidak mampu menampung debit banjir pada saat curah hujan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit banjir rencana dan kapasitas sungai, serta menyusun dasar pengembangan Flood Early Warning System (FEWS). Metode yang digunakan untuk pemodelan hidrologi adalah Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu dan pemodelan hidrolika menggunakan HEC-RAS. Debit banjir yang dimodelkan adalah debit rencana untuk kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Hasil dari pemodelan hidrologi untuk masing-masing kala ulang tersebut sebagai berikut 69,057 m³/detik; 82,666 m³/detik; 89,110 m³/detik; 95,565 m³/detik, 99,480 m³/detik; 107,883 m³/detik. Hasil dari pemodelan hidrolika menunjukkan tinggi muka air luaran model melampaui tinggi tebing sungai kiri dan kanan dari hulu sampai hilir. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sungai Air Tetap sudah tidak mampu lagi menampung aliran air hujan yang jatuh pada DAS tersebut. Oleh karena itu keberadaan FEWS sudah merupakan sesuatu yang sangat penting dan mendesak untuk mitigasi bencana banjir.