Karmila Sinen
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengenalan Kebersihan Lingkungan Melalui Fasilitas Bank Sampah Di Distrik Moswaren Kabupaten Sorong Selatan Nurul Alia Ulfa; Karmila Sinen
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2020): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebersihan lingkungan mempunyai peranan yang sangat penting dan tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Menjaga kebersihan lingkungan sama artinya menciptakan lingkungan yang sehat, bebas dari kotoran, seperti debu, sampah dan bau yang tidak sedap. Sampah merupakan hasil dari aktivitas manusia. Keberadaannya tidak dapat dihindari dan harus dikelola dengan baik karena pengelolaan sampah yang tidak saniter dapat mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan hidup dan gangguan pada kesehatan manusia. Bank sampah merupakan kegiatan bersifat social engineering yang mengajarkan masyarakat untuk memilah sampah serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah secara bijak. Kegiatan sosialisasi dan pembuatan bank sampah yang dilaksanakan di Distrik Moswaren Kabuptan Sorong Selatan yang dilaksanakan kurang lebih 30 hari bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu dengan adanya bank sampah juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
PENGEMBANGAN PARIWISATA RUMAH ETNIK PAPUA, DI KABUPATEN SORONG BERBASIS KEARIFAN LOKAL Asyifa Rahmawati; Karmila Sinen
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.1592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategis pengembangan wisata Rumah Etnik Papua di Kabupaten Sorong dengan mengedepankan kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan mengandalkan sumber skunder seperti jurnal ilmiah, buku, serta dokumen kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Rumah Etnik Papua yang didirikan sejak tahun 2021, telah menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan yang ada di Aimas. Dengan menampilkan berbagai macam rumah adat yang ada di Papua, seni, kuliner, serta tarian papua yang telah meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan menjadi lebih dari 13.000 orang. Selain itu, wisata rumah etnik juga menyediakan homestay untuk para wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menginap. Rumah Etnik juga menyediakan penyewaan pakaian adat Papua bagi wisatawan yang ingin berfoto. Melalui pendekatan berbasis kearifan lokal, destinasi ini memanfaatkan bahan bangunan alami serta mengedepankan nilai tradisional masyarakat Papua. Selain memperkuat pelestarian budaya, pengembangan ini juga berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat lokal melalui penciptaan lapangan pekerjaan dan peluang usaha. Namun, tantangan utama masih terhadap pada aspek promosi digital yang belum optimal dan keterbatasan sumber daya manusia di bidang pemasaran online. integritas nilai-nilai kearifan lokal dalam pengelolaan wisata terbukti efektif dalam mendukung pelestarian budaya serta pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan di Aimas, Kabupaten Sorong.
FILOSOFI BAKAR BATU SEBAGAI MODEL KEBERSAMAN BUDAYA LOKAL DALAM KERANGKA MANAJEMEN KOTA YANG AMAN Jhafira Salsabilla; Karmila Sinen; Fadil Indra Santoso
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.1964

Abstract

Filosofi bakar batu merupakan tradisi masyarakat Papua yang mengandung nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan keamanan sosial. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi implikasi filosofi bakar batu terhadap pemikiran urban dalam konteks manajemen kota yang aman,dalam berbasis kearifan lokal dengan fokus pada Desa wamena. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi bakar batu dapat diterapkan dalam strategi manajemen kota melalui peningkatan solidaritas sosial, partisipasi masyarakat, dan penguatan identitas budaya sebagai upaya menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih aman dan harmonis. Bakar batu berperan sebagai sarana untuk menghasilkan sumber daya yang tersedia. Ini sangat penting karena tantangan perkotaan dewasa ini biasanya berasal dari kurangnya kohesi sosial dan ketimpangan dalam hubungan antarwarga. Tradisi ini dalam konteks modern menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat bertahan di tengah perubahan sosial, bahkan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kota. Oleh karena itu, integrasi nilai budaya lokal dalam kebijakan perkotaan perlu didorong sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan berbasis komunitas.
PENANAMAN MANGROVE DAN PELESTARIAN BIOTA LAUT SEBAGAI RESTORASI LINGKUNGAN MASYARAKAT DI KAMPUNG ARAR KABUPATEN SORONG PAPUA BARAT DAYA Karmila Sinen; Risnawati; Hayudi; Nurul Alia Ulfa; Nurinaya
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v2i1.1927

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menginisiasi dan memperkuat upaya restorasi lingkungan pesisir melalui program penanaman mangrove dan pelestarian biota laut di Kampung Arar, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Wilayah pesisir Kampung Arar mengalami tekanan ekologis akibat penurunan tutupan mangrove, aktivitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, serta berkurangnya keanekaragaman biota laut. Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan ini melibatkan masyarakat lokal, pemerintah kampung, kelompok pemuda, serta lembaga mitra dalam proses edukasi, pendampingan, dan implementasi aksi konservasi. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove dan biota laut, pelatihan teknik penanaman dan perawatan mangrove, pendataan biota laut lokal, serta penetapan area perlindungan pesisir berbasis kearifan lokal. Kegiatan lapangan difokuskan pada penanaman ribuan bibit mangrove di area yang mengalami abrasi dan rehabilitasi habitat laut melalui edukasi konservasi terumbu karang serta penguatan praktik perikanan berkelanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir, adanya peningkatan tutupan vegetasi mangrove di lokasi sasaran, serta terbentuknya komitmen masyarakat dalam menjaga biota laut melalui pembentukan kelompok penjaga lingkungan kampung. Program ini memberikan dampak positif terhadap pemulihan ekosistem pesisir, pengurangan risiko abrasi, serta mendukung keberlanjutan sumber daya laut bagi masyarakat Kampung Arar. Kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaboratif restorasi lingkungan berbasis komunitas yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya di Papua Barat Daya.