Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sosialisasi Poligami Menurut Hukum Islam di Indonesia (Tinjauan Hukum Islam dan UU no 1 tahun 1974) Alang Sidek; Riyan Juliantoro
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2020): JURNAL ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam hukum Islam ada kebolehan untuk melakukan praktek poligami, namun terdapat syarat mutlak yang harus dipenuhi bagi suami. Adapun persyaratan mutlak tersebut adalah kebolehan menikah hanya pada 4 orang istri dan dapat berlaku adil terhadap setiap istri-istrinya. Persyaratan berlaku adil tidak bisa dilakukanoleh seorang suami, maka suami diwajibkan hanya untuk menikahi satu orang istri saja. DI Indonesia ketentuan tentang poligami telah diatur dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, dan sebagai bentuk respon yang positif untuk mengatur seorang suami yang ingin menikah lebih dari satu orang. Ketentuan yang di buat bertujuan untuk meminimalisir ketidak adilan dari pihak suami terhadap istri-istri. Syariah Islam yang tertuang dalam Alquran dan Hadits wajib di Imani sebagai way of life demi terciptanya keluarga yang sakinah, mawadah dan rahmah.
TRADISI DALAM MODERNISASI PENDIDIKAN ISLAM INDONESIA Indra Syahputra; Muhammad Aidil Nur; Alang Sidek; Imron Bima Saputra
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i7.9336

Abstract

Tradisi dalam modernisasi Pendidikan Islam di Indonesia merupakan kajian yang sangat menarik mengingat Pendidikan Islam Indonesia terus berevolusi menyesuaikan dengan tuntutan zaman. Kajian ini menggunakan metode peneloitian kualitatif studi Pustaka, dimana penulis mengumpulkan sumber datanya dari berbagai literatur baik literatur klasik maupun kontemprer. Adapun hasil penelitian ini adalah bahwa Islam tradisional adalah gerakan yang didedikasikan untuk membangkitkan kembali tradisi Islam sebagai realitas spiritual dalam menghadapi perubahan ke arah kontemporer, bahwa indikasi atau ciri lembaga pendidikan Islam yang dikategorikan modern itu adalah: Pertama, dimasukkannya mata pelajaran umum ke madrasah. Kedua, penerapan system klasikal dengan segala kaitannya. Ketiga, ditata dan dikelola administrasi sekolah dengan tetap berpegang pada prinsip manajemen pendidikan. Keempat, lahirnya lembaga pendidikan Islam baru yang diberi nama madrasah. Kelima, diterapkannya beberapa mengajar selain metode yang lazim dilakukan di pesantren, seperti sorogan dan wetonan. Dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia, tarik menarik antara upaya mempertahankan tradisi dengan modernisasi itu sangat jelas terjadi sebagaimana misalnya di pesantren
Eksistensi Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Dalam Memberikan Pendampingan Hukum Kepada Masyarakat Di Pengadilan Agama Lubuk Pakam Nia; Muhammad Saleh; Alang Sidek
Journal Smart Law Vol. 3 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the existence of the Legal Aid Post (Posbakum) at the Lubuk Pakam Religious Court in providing legal assistance to the underprivileged. As an effort to address this issue, the state has enacted regulations guaranteeing legal assistance, including Law Number 16 of 2011 concerning Legal Aid and Supreme Court Regulation Number 1 of 2014 concerning Legal Services for the Underprivileged. The background of the study is based on the public's low understanding of legalprocedures and limited access to legal services. The purpose of the study is to analyze the Posbakum service mechanism, the perceptions of service recipients, and supporting and inhibiting factors in its implementation. The method used is qualitative research with a descriptive approach. Data were obtained through observation, interviews with service recipients and Posbakum officers, and documentation from the Religious Court. Analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that Posbakum plays an important role in preparing lawsuits, legal consultations, and providing legal information. The community considers the existence of Posbakum very helpful, despite obstacles such as lack of socialization, limited facilities, and minimal legal understanding. The main supporting factors are the existence of regulations, state budget, and cooperation with legal aid institutions
Analisis Hukum Pencatatan Perkawinan Kewarganegaraan Yang Berbeda (Studi Kasus Kua Tanjung Pura) Era Fazira; Alang Sidek
Journal Smart Law Vol. 4 No. 1 (2025): September
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the legal regulations and implementation of marriage registration between citizens of different nationalities, as well as the obstacles encountered in practice, in order to provide legal certainty for the parties involved, particularly at the Religious Affairs Office (KUA) of Tanjung Pura District. Marriages between citizens of different nationalities are a consequence of increased population mobility and cross-border interactions in the era of globalization, which raise legal issues related to the validity of marriage, administrative order, citizenship status, and the protection of the rights of husbands, wives, and children. This study uses a normative-empirical legal research type with a descriptive-analytical method. The approaches used include legislative, conceptual, and sociological approaches. Data was obtained through a literature study of laws and regulations governing marriage, citizenship, and population administration, as well as empirical data through interviews with the Head of the KUA, Marriage Registrar, spouses of different nationalities, and community leaders, as well as documentation related to marriage registration. The results of the study show that the registration of marriages between citizens of different nationalities requires more detailed special administrative requirements, especially regarding citizenship documents and letters of no impediment to marriage from the foreign national's country of origin. Legal regulations in Indonesia have basically provided a clear legal basis and protection for the parties. The implementation of marriage registration between citizens of different nationalities at the Tanjung Pura KUA is generally in accordance with applicable regulations, but there are still administrative obstacles and limitations in public understanding, so that efforts are needed to raise awareness and improve services in order to achieve optimal legal certainty.