Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI AKAD DANA SIMPAN PINJAM PEREMPUAN PADA PRODUK MURABAHAH DAN WAKALAH UNIT PENGELOLAAN KEGIATAN (UPK) DI DUSUN SETALIK Nia
Lunggi Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Lunggi Journal: Literasi Unggulan Ilmiah Multidisipliner
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dana Simpan Pinjam kelompok Perempuan (SPP) pada unit pengelola kegiatan di Kecamatan Sejangkung dan Untuk mengetahui faktor-faktor penghambat dan pendukung akad dana simpan pinjam perempuan (SPP) pada unit pengelola kegiatan (UPK) di kecamatan sejangkung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian field research. Data yang digunakan berupa data primer yang didapatkan dari hasil wawancara dengan ketua UPK dan data sekunder dapat berupa data jumlah kelompok, dan data nasabah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data peneliti menggunakan reduksi data dan display data. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi dan member chek. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa akad yang diterapkan di simpan pinjam perempuan di Sejangkung ada dua yaitu akad murabahah dan wakalah. penerapan akad murabahah di simpan pinjam perempuan akad jual beli jadi sekarang upk menitipkan uang untuk dibelikan barang oleh orang kelompok simpan pinjam perempuan dengan dasar murabahah itu melewati rencana anggaran belanjakan oleh nasabah, seangkan Penerapan akad wakalah di simpan pinjam perempuan dengan mewakilkan kepada ke pengurus kelompok. Dalam pengelolaannya yang menjadi faktor penghambat adalah kurangnya pemehaman masyarakat terhadap sistem syariah, sedangkan faktor pendukungnya adalah bagi orang yang paham dengan sistem syariah tersebut akan ada rasa takut dengan larang-larangan yang ada pada aturan syariah dan konsekuensinya dan bukan dunia saja akhirat pun juga dengan kita mengucapkan bismillah berarti kita sudah melepaskan dunia dan akhirat kita dan segalanya harus di tanggung.
Creating Masjid Miniature from Ice Cream Sticks: An Islamic STEAM Learning to increase Students Creativity in Pandan Jaya Guidance Studio, Malaysia Ridha, Zaifatur; Usmaidar, Usmaidar; Alqadri, Muamar; Nurmisdaramayani; Viada, Maya; Nia
International Journal of Islamic Thought and Humanities Vol. 4 No. 1 (2025): International Journal of Islamic Thought and Humanities
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/ijith.v4i1.376

Abstract

Activities at the Pandan Jaya guidance studio show that motor skills can positively influence children's creativity. Good motor skills can improve children's cognitive abilities, which ultimately support the development of students at the Pandan Jaya guidance studio and impact cognitive development and improved learning outcomes. This study examines the effectiveness of the Islamic STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) Learning approach in improving students' creativity and motor skills by making miniature mosques from ice cream sticks at the Pandan Jaya Guidance Studio, Malaysia. Creativity and motor skills are two important aspects in children's development that are interrelated and support the learning process holistically. This study uses a descriptive qualitative approach with a participatory method. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation of students directly involved in practical activities. The study's findings indicate a strong connection between students' involvement in creative activities and the development of their motor skills. Students who actively participated in art and physical activities were observed to have better body coordination and demonstrated more innovative thinking patterns. The observations also revealed that an interactive and spiritually enriched learning environment enhanced the Islamic STEAM approach's effectiveness in supporting cognitive and non-cognitive development. Based on these findings, this study recommends the integration of Islamic value-based STEAM learning into the children's educational curriculum, both in formal and non-formal settings.
Eksistensi Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Dalam Memberikan Pendampingan Hukum Kepada Masyarakat Di Pengadilan Agama Lubuk Pakam Nia; Muhammad Saleh; Alang Sidek
Journal Smart Law Vol. 3 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the existence of the Legal Aid Post (Posbakum) at the Lubuk Pakam Religious Court in providing legal assistance to the underprivileged. As an effort to address this issue, the state has enacted regulations guaranteeing legal assistance, including Law Number 16 of 2011 concerning Legal Aid and Supreme Court Regulation Number 1 of 2014 concerning Legal Services for the Underprivileged. The background of the study is based on the public's low understanding of legalprocedures and limited access to legal services. The purpose of the study is to analyze the Posbakum service mechanism, the perceptions of service recipients, and supporting and inhibiting factors in its implementation. The method used is qualitative research with a descriptive approach. Data were obtained through observation, interviews with service recipients and Posbakum officers, and documentation from the Religious Court. Analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that Posbakum plays an important role in preparing lawsuits, legal consultations, and providing legal information. The community considers the existence of Posbakum very helpful, despite obstacles such as lack of socialization, limited facilities, and minimal legal understanding. The main supporting factors are the existence of regulations, state budget, and cooperation with legal aid institutions