Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENILAIAN KUALITAS AIR SUNGAI KLASAMAN Hendrik Pristianto; Yusnita La Goa; Angga Saputra
Teknika Vol 13, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.71 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v13i1.1048

Abstract

Sungai Klasaman terletak di Distrik Sorong Timur Kota Sorong, dan melewati 2 kelurahan yaitu Klawuyuk dan Klawalu. Jumlah penduduk kedua kelurahan tersebut pada tahun 2016 mencapai 18.008 jiwa. Peningkatan jumlah penduduk dan peningkatan kegiatan ekonomi pada Sungai Klasaman menyebabkan buangan limbah yang membuat peningkatan pencemaran air. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui status mutu dan baku mutu kelas pada sungai dan pengaruh tata ruang bantaran sungai. Analisa yang digunakan adalah metode STORET dan pemetaan menggunakan software Arghis 10.3. Hasil penelitian adalah baku mutu kelas air Sungai Klasaman bagian hulu memenuhi baku mutu kelas II, III, dan IV, status mutu air cemar sedang (-12), pada daerah tengah sungai memenuhi baku mutu kelas III dan IV, status mutu air cemar sedang (-18) sedangkan kondisi hilir memenuhi baku mutu kelas IV, status mutu air cemar sedang (-21). Pencemaran air Sungai Klasaman adalah dari limbah rumah tangga, limbah industri perumahan, dan sampah organik maupun anorganik.
Introduksi Rumput Unggul dan Intensifikasi Sapi Bali di Kampung Wonosari Kabupaten Sorong Yusup Sopian; Achmad Guntur; Yusnita La Goa
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2022): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Wonosari terletak di distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai sebagai petani dan buruh harian. Minimnya kepemilikan lahan setiap keluarga menjadikan penghasilan dari sektor pertanian masih dirasakan kurang oleh masyarakat. Diluar pekerjaan utama, mayoritas warga memiliki ternak berupa ayam kampung dan sapi sebagai usaha sampingan, mayoritas dijadikan sebagai tabungan untuk dijual ketika dibutuhkan. Hal ini terbukti dari hasil diskusi dengan kepala kampung yang menyatakan bahwa banyak warganya yang kehilangan pekerjaan dan menjual ternak yang dimilikinya saat pandemi Covid-19 berlangsung. Kepemilikan ternak yang dipelihara dengan cara diumbar memiliki masalah keterbatasan pakan dan mengganggu kebun warga yang lain. Akibatnya produksinya cukup rendah. Sementara itu, kondisi jalan yang rusak dan jarak pasar yang jauh cukup menyulitkan warga dalam memenuhi kebutuhan pangan harian. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan mitra maka program yang ditawarkan berupa introduksi rumput unggul, pelatihan pembuatan pakan silase, penanaman sayuran dalam polybag dan pembuatan kandangsapi percontohan. Metode pelaksanaan program kemitraan masyarakat yang dilakukan menggunakan pendekatan partisipatif dan aksi yang melibatkan masyarakat serta aparat pemerintahan. Hasil yang telah dicapai pada kegiatan ini berupa peningkatan pengetahuan warga dalam pemanfaatan rumput unggul dan pakan silase bagi ternak selain itu terjadi peningkatan pengetahuan mitra dalam pembuatan kandang sapi yang ideal, pembuatan instalasi biogas, dan penanaman sayuran dalam polybag
Analisis Indeks Pencemaran Air Laut dengan Parameter Logam Cu dan Pb di Kawasan Wisata Raja Ampat Papua Barat Muhammad Taufiq Thahir; Yusnita Lagoa
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 2 No 2 (2018): November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.445 KB) | DOI: 10.30862/jsai-fpik-unipa.2018.Vol.2.No.2.53

Abstract

Research has been conducted on the analysis of seawater pollution index in the Raja Ampat tourism park of Papua Barat by using Cu and Pb concentration as parameters. The research aims to produce information on water conditions in Raja Ampat. Those information can ensure the sustainability of this area in the future. AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) instrument was used to perform water samples analysis. Samples taken from five locations, namely Sapokren, Saleo, Waiwo, Waisai Harbour and Waisai Fish Harbour, which were respectively marked with area I, II, III, IV and V. For Cu parameter; area I was found, which was 0.62 mg/L which had exceeded the quality standard, while area II, III, IV, and V were not existed Cu. Furthermore for Pb; the concentration of heavy metals founded in four locations, area I, II, III and IV; 2,99 mg/L, 1,76 mg/L, 1,27 mg/L and 0,23 mg/L respectively. Other while area V was not found Pb concentration. All quality standard data were entered into the pollution index equation in accordance with the guidelines of KepmenLH No. 115 of 2003. The data showed that only one area was still in the good category, area V, the remaining area I, II, III and IV were included in the category of metal contaminated areas of Cu and Pb with varied levels of pollution beginning at low, middle to high.
HIDROPONIK SEBAGAI SOLUSI KEBUTUHAN PANGAN DI KAMPUNG MAIBO, DISTRIK AIMAS, KABUPATEN SORONG yusnita La Goa; Barselina Rumboi; Elton Mendy Simon; Muthmainnah Ely
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2023): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalabdimasa.v6i1.2637

Abstract

Desa Maibo merupakan salah satu desa di Papua Barat yang terletak di Kecamatan Aimas, Kabupaten Sorong. Desa Maibo merupakan desa yang terletak di daerah pesisir pantai yang dikelilingi oleh hutan mangrove yang lahannya tidak cocok untuk tempat bercocok tanam untuk menghasilkan sayuran. Nabati adalah istilah umum untuk bahan pangan nabati yang berkadar air tinggi dan dapat dikonsumsi setelah diolah atau dalam keadaan. Hidroponik adalah sistem bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, melainkan menggunakan air sebagai media pengganti tanah dengan mengutamakan kebutuhan nutrisi tanaman. Hidroponik secara harfiah berarti hidro = air, dan phonic = kerja, sehingga secara umum berarti suatu sistem budidaya pertanian tanpa menggunakan tanah melainkan menggunakan air yang mengandung larutan nutrisi. Tujuannya agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangannya secara kreatif dan juga dapat menjadi salah satu pilihan mata pencaharian masyarakat. Kata kunci : Hidroponik, Maibo, ketahanan pangan
PKM Peningkatan Produktifitas Kambing Melalui Teknologi Pakan Serasi dan Optimalisasi Limbah Peternakan Di Kelompok Ternak Al. Jauhar, Sorong, Papua Barat Latifah Latifah; Yusup Sopian; Yusnita La Goa; Eva Maya Sari; Sitti Hadija Samual; Muh. Andika Prasetia
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2023): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalabdimasa.v6i1.3617

Abstract

Al. Jauhar group is located in Warmon Kokoda, Aimas District, Sorong Regency, West Papua. This group has 31 goats. The maintenance system carried out by this group is the cut and curry system. Goat farmers do not know how to provide good feed for their goats. The breeders still provide makeshift feed without paying attention to the nutritional needs of the goats. This causes the productivity of goats is not optimal. They are also unfamiliar with the provision of suitable feed with a specific average daily gain (ADG) target and feed formulations to improve the quality of goat feed. Another problem faced by Al. Jauhar is goat waste. Manure waste is left unmanaged, causing the cage to smell like ammonia. To overcome partner problems, the programs offered are in the form of training in providing compatible feed, solid waste treatment, and processing of goat livestock liquid waste. Implementing the community partnership program uses a participatory approach and action involving the community and government officials. The results achieved in this activity are increasing residents' knowledge in the provision of a suitable feed, processing solid waste, and processing goat livestock liquid waste.