Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Knowledges Of Fertilized Women About The Visual Inspection Of Acetic Acid Deswita Deswita
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 9 No 1 (2020): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v9i1.243

Abstract

AbstractCervical Cancer or Uterine Carcinoma Cervicis, is the most malignant tumor andis most often found in women. Acetic Acid Visual Inspection Examination (IVA) isan examination for cervical cancer examination. Indragiri Hulu Regency is thehighest positive IVA district, at 17.85%, from the number of women aged 30-50years who are positive suffering from cervical cancer. The purpose of this studywas to study the description of the knowledge of women of fertile age (WUS)about the inspection of visual acetate acid inspection (IVA) in Sungai Air PutihVillage, Indragiri Hulu Regency. The research design used descriptive design. Thesampling technique used was purposive sampling and random sampling with atotal of 94 respondents. Data collection techniques by submitting questionnairesto married women of childbearing age (WUS) in Sungai Air Putih Village SungaiLalaPuskesmas Work Area in Indragiri Hulu Regency starting from 2-7 August2018. Requesting research: finding inspection) less 63 WUS (67 %), enough 28WUS (30%), and good 3 WUS (3%).
PENINGKATAN KEMANDIRIAN SUAMI PASANGAN BARU MENIKAH DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Deswita Deswita; Yulianto Yulianto; Ardenny Ardenny; Nur Aulia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Inpress Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.54142

Abstract

Stunting merupakan isu kesehatan masyarakat prioritas nasional yang berdampak signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.. Salah satu faktor risiko terjadinya stunting adalah kurang optimalnya persiapan kehamilan, termasuk rendahnya pengetahuan dan keterlibatan suami dalam mendukung kesehatan ibu sejak masa pra-kehamilan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan peran suami pasangan baru menikah dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tanah Datar, Kabupaten Indragiri Hulu, yang merupakan salah satu wilayah lokus stunting. Metode pengabdian dilakukan melalui edukasi sebanyak dua kali pertemuan kepada 43 orang suami pasangan baru menikah dan pasangan belum memiliki anak, menggunakan metode ceramah, diskusi, curah pendapat, serta media infokus dan modul edukasi. Materi yang diberikan meliputi konsep stunting, persiapan kehamilan, kebutuhan ibu hamil, serta peran dan strategi intervensi suami selama masa kehamilan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman suami terkait peran dan tanggung jawab dalam mempersiapkan kehamilan istri, baik dari aspek fisik, psikologis, maupun dukungan terhadap pemeriksaan antenatal. Sebagian besar peserta mampu menjelaskan kembali langkah-langkah pencegahan stunting yang harus dilakukan sejak masa pra-kehamilan. Kegiatan ini penting sebagai upaya promotif dan preventif dalam pencegahan stunting melalui penguatan peran keluarga, khususnya suami, sejak awal siklus kehidupan.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM PENGENDALIAN HIPERTENSI DI DESA TANAH DATAR KABUPATEN INDRAGIRI HULU RIAU Deswita Deswita; Yulianto Yulianto; Nur Aulia; Kustiasih Lestari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Inpress Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.54144

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik di tingkat global maupun nasional. Pengendalian hipertensi memerlukan keterlibatan aktif keluarga sebagai unit terdekat penderita, terutama dalam mendukung perubahan gaya hidup dan kepatuhan pengobatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian keluarga dalam pengendalian hipertensi di Desa Tanah Datar, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Kegiatan dilaksanakan melalui dua kali pertemuan dengan melibatkan 42 keluarga yang memiliki anggota keluarga penderita hipertensi. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan melalui ceramah, diskusi, dan curah pendapat, dengan media presentasi dan modul pengendalian hipertensi. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar hipertensi, komplikasi, perawatan hipertensi dalam keluarga, serta lima tugas keluarga dalam pengendalian hipertensi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemandirian keluarga dalam pengendalian hipertensi, ditandai dengan kemampuan keluarga menjelaskan dan menerapkan upaya pengaturan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, pemantauan kepatuhan minum obat, serta pemberian dukungan psikososial untuk mencegah stres. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis keluarga efektif dalam meningkatkan kemandirian keluarga dalam pengendalian hipertensi dan berpotensi mendukung upaya pencegahan komplikasi hipertensi secara berkelanjutan.