Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The The Correlation between Parenting and Stunting in Pematang Reba Subdistrict, in the Working Area of the Pekan Heran Public Health Center, Indragiri Hulu Regency Alice Rosy; Yulianto Yulianto
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 10 No 2 (2021): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v10i2.310

Abstract

Stunting is a condition of failure of growth in children caused by chronic malnutrition, especially in the first 1000 days of life so that the child is too short for their age, the condition of stunting only appears after the child is 2 years old. Stunting occurs due to chronic malnutrition caused by poverty and improper parenting, resulting in underdeveloped cognitive abilities, prone to illness, and low competitiveness so that they can be trapped in poverty. Several factors are related to the case of stunting, such as parental characteristics, namely education, employment, income and parenting manners. This research is a quantitative study with a cross sectional approach, with a total sample of 70 people. This study aims to determine the relationship between maternal parenting and the case of stunting in children in the working area of Pekan Heran Public Health Center, Rengat Barat District, Indragiri Hulu Regency. Based on the statistical test, the results of the study showed that there was a significant relationship between the case of stunting and parenting with a p value of 0.003, and of the 70 respondents, the largest proportion of parenting was democratic parenting as many as 46 respondents (75.7%), and there were 11 stunted children (15.7%).
PENINGKATAN KEMANDIRIAN SUAMI PASANGAN BARU MENIKAH DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Deswita Deswita; Yulianto Yulianto; Ardenny Ardenny; Nur Aulia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Inpress Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.54142

Abstract

Stunting merupakan isu kesehatan masyarakat prioritas nasional yang berdampak signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.. Salah satu faktor risiko terjadinya stunting adalah kurang optimalnya persiapan kehamilan, termasuk rendahnya pengetahuan dan keterlibatan suami dalam mendukung kesehatan ibu sejak masa pra-kehamilan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan peran suami pasangan baru menikah dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tanah Datar, Kabupaten Indragiri Hulu, yang merupakan salah satu wilayah lokus stunting. Metode pengabdian dilakukan melalui edukasi sebanyak dua kali pertemuan kepada 43 orang suami pasangan baru menikah dan pasangan belum memiliki anak, menggunakan metode ceramah, diskusi, curah pendapat, serta media infokus dan modul edukasi. Materi yang diberikan meliputi konsep stunting, persiapan kehamilan, kebutuhan ibu hamil, serta peran dan strategi intervensi suami selama masa kehamilan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman suami terkait peran dan tanggung jawab dalam mempersiapkan kehamilan istri, baik dari aspek fisik, psikologis, maupun dukungan terhadap pemeriksaan antenatal. Sebagian besar peserta mampu menjelaskan kembali langkah-langkah pencegahan stunting yang harus dilakukan sejak masa pra-kehamilan. Kegiatan ini penting sebagai upaya promotif dan preventif dalam pencegahan stunting melalui penguatan peran keluarga, khususnya suami, sejak awal siklus kehidupan.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM PENGENDALIAN HIPERTENSI DI DESA TANAH DATAR KABUPATEN INDRAGIRI HULU RIAU Deswita Deswita; Yulianto Yulianto; Nur Aulia; Kustiasih Lestari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Inpress Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.54144

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik di tingkat global maupun nasional. Pengendalian hipertensi memerlukan keterlibatan aktif keluarga sebagai unit terdekat penderita, terutama dalam mendukung perubahan gaya hidup dan kepatuhan pengobatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian keluarga dalam pengendalian hipertensi di Desa Tanah Datar, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Kegiatan dilaksanakan melalui dua kali pertemuan dengan melibatkan 42 keluarga yang memiliki anggota keluarga penderita hipertensi. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan melalui ceramah, diskusi, dan curah pendapat, dengan media presentasi dan modul pengendalian hipertensi. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar hipertensi, komplikasi, perawatan hipertensi dalam keluarga, serta lima tugas keluarga dalam pengendalian hipertensi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemandirian keluarga dalam pengendalian hipertensi, ditandai dengan kemampuan keluarga menjelaskan dan menerapkan upaya pengaturan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, pemantauan kepatuhan minum obat, serta pemberian dukungan psikososial untuk mencegah stres. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis keluarga efektif dalam meningkatkan kemandirian keluarga dalam pengendalian hipertensi dan berpotensi mendukung upaya pencegahan komplikasi hipertensi secara berkelanjutan.