Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

EFEKTIVITAS E-GOVERNMENT SIAP PEMKOT PROBOLINGGO DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI KANTOR KECAMATAN WONOASIH Veronica Sri Astuti; Andhi Nur Rahmadi; Dinda Sandy
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 12: Mei 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.446 KB)

Abstract

In an effort to implement the Presidential Instruction regarding the rules for implementing online attendance by employees to the fullest, the Probolinggo City Government made Mayor Regulation No. 18 of 2021 concerning Amendments to Mayor Regulation No. 120 of 2017 concerning the implementation of Civil Servants' Working Days and Hours in the Probolinggo City Government that the implementation of this day and working hours using an electronic attendance list filling system using a finger machine in the form of a fingerPrint/face scan or using SIAP Mobile in the form of a facial scan using an Android-based cellphone. These policy regulations are implemented by various sectoral agencies in the City of Probolinggo. Including the Wonoasih District Office, Probolinggo City. The Probolinggo City Government decided to use an online presence application in an effort to improve employee performance during the COVID-19 pandemic with an application called "SIAP PROBOLINGGO PEMKOT". The purpose of this study was to determine the effectiveness of the application at the Wonoasih District Office. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. The results of this study indicate that the application is quite effective in an effort to improve employee performance at the Woanoasih District Office. Although there are some employees who are still lacking in time discipline in the presence in the SIAP Mobile application.
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN TUNAI PEDAGANG KAKI LIMA DAN WARUNG (BTPKLW) KOTA PROBOLINGGO DI MASA PANDEMI COVID-19 Veronica Sri Astuti; Nourma Ulva Kumala Devi; Rangga Dzulkarnain
Jurnal AKTUAL Vol 20, No 2 (2022): Jurnal AKTUAL
Publisher : STIE Trisna Negara OKU Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47232/aktual.v20i2.241

Abstract

Pandemi Covid-19 membuat keadaan di Indonesia semaki terpuruk. Perekonomian yang melonjak turun drastis, angka kematian semakin naik. keterbatasan mobilitas masyarakat membuat roda kehidupan manusia pada umumnya terhenti, terutama bagi para pedagang kaki lima yang merupakan golongan Pekerja yang melibatkan pertemuan pembeli dan penjual dalam proses transaksi jual beli. Akibat peraturan pemerintah dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dalam menekan angka kematian dari Covid-19 membuat para PKL terhimpit pemasukan ekonominya. Mengetahui adanya efek ekonomi yang menurun dan merugikan dikalangan pedagang, maka presiden memberikan perintah langsung kepada Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia  untuk membagikan bantuan yang di khususkan pada para pedagang kaki lima dan warung. Program bantuan Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung diselenggarakan oleh Polres Kota Probolinggo yang menargetkan pemberian nominal dana senilai 1.2 juta untuk para pedagang kaki lima dan warung. Peneliti ingin meneliti dari aspek implementasi dalam proses penyelenggaraan BTPKLW ini apakah sudah terealisasikan dengan benar dengan menggunakan teori Van Horn dan Meter dalam 6 indikasi yaitu 1) Standar Kebijakan, 2). Sumber daya, 3). Karakter Organisasi, 4). Komunikasi, 5). Sikap Pelaksana dan 6). Lingkungan Sosial, Ekonomi dan Politik. 
Pengenalan Program Dekranasda Kota Probolinggo Sebagai Mitra Pemerintah Kota Probolinggo Dalam Pengembangan Pengrajin Berdaya Veronica Sri Astuti Nawangsih; Nurul Jannah Lailatul Fitria
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2022): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v4i3.44199

Abstract

Economic development in Indonesia is concerned with the creative industry. The concept of UMKM/IKM in the creative industry is a suitable combination for Indonesia in the era of globalization. MSMEs/IKMs prioritize production with local materials or local potentials. The implementation of the creative industry by MSMEs/IKM needs support from the government. So that the government cooperates with Dekranasda partners who have tasks that are relevant to the creative industry. As in Probolinggo City, the Probolinggo City Government cooperates with the Probolinggo City Dekranasda partner. Various programs are implemented to support the creative industry, such as the latest program from the Dekranasda of Probolinggo City. The program is the Dekranasda Outlet and the Great UMIK Application in Supporting the Creative Industry. However, not much is known about the Probolinggo City Dekranasda and its programs. So that the service team carried out service activities for FISIP UPM students, especially those who were concerned with entrepreneurship. The goal is to introduce the Probolinggo City Dekranasda and its programs as well as provide insight and direction for students to get directly involved in the creative industry. This service activity is held in the form of empowerment with pre-test activities, lectures accompanied by discussions, post-tests, and distribution of post-activity e-books. This activity can achieve indicators of success as indicated by the comparison of the results of the pre-test and post-test. Partners who initially did not understand, did not know, and were not interested turned into understanding, more familiar, and interested.Keywords: Dekranasda; Partner Program; Craftsman; Empowered. ABSTRAKPembangunan perekonomian di Indonesia konsen dengan industri kreatif. Konsep UMKM/IKM pada industri kreatif menjadi perpaduan yang sesuai untuk Indonesia di era globalisasi. UMKM/IKM mengutamakan produksi dengan bahan lokal atau potensi khas daerah. Pelaksanaan industri kreatif oleh UMKM/IKM perlu dukungan dari pemerintah. Sehingga pemerintah menggandeng mitra Dekranasda yang memiliki tugas yang relevan dengan industri kreatif. Seperti di Kota Probolinggo, Pemerintah Kota Probolinggo bekerjasama dengan mitra Dekranasda Kota Probolinggo. Berbagai program dilaksanakan untuk mendukung industri kreatif seperti program terbaru Dekranasda Kota Probolinggo. Program tersebut adalah Gerai Dekranasda dan Aplikasi UMIK Hebat Dalam Mendukung Industri Kreatif. Akan tetapi masih belum banyak mengetahui Dekranasda Kota Probolinggo dan programnya. Sehingga tim pengabdian melakukan kegiatan pengabdian untuk mahasiswa FISIP UPM, khususnya yang konsen pada kewirausahaan. Tujuannya untuk mengenalkan Dekranasda Kota Probolinggo dan programnya serta memberikan wawasan dan araha untuk mahasiswa terjun langsung pada industri kreatif. Kegiatan pengabdian ini diselenggarakan dengan bentuk pemberdayaan dengan kegiatan pre-test, ceramah disertai diskusi, post test, dan pembagiaan e-book pasca kegiatan. Kegiatan ini dapat mencapai indikator keberhasilan yang ditunjukkan dengan perbandingan hasil pre-test dan post-test. Mitra yang awalnya tidak paham, tidak mengenal, dan tidak tertarik berubah menjadi paham, lebih mengenal, dan tertarik.Kata Kunci: Dekranasda; Program Mitra; Pengrajin; Berdaya.
PERAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DALAM PENGELOLAAN INSTALASI AIR BERSIH UNTUK MASYARAKAT DESA JETAK KECAMATAN SUKAPURA KABUPATEN PROBOLINGGO Veronica Sri Astuti Nawangsih; Ach Noor Busthomi; Avita Khoirunnafiyah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasari oleh fenomena tentang kurangnya air bersih yang ada di Desa Jetak hal ini pula Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Dalam Pengelolaan Instalasi Air Bersih Untuk Masyarakat Desa Jetak Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu penopang kebutuhan air bersih untuk kehidupan seehari-hari masyarakat di Desa Jetak tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk Untuk mendeskripsikan dan menganalisis Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Dalam Pengelolaan Instalasi Air Bersih Untuk Masyarakat Desa Jetak Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo, untuk mengetahui dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Dalam Pengelolaan Instalasi Air Bersih Untuk Masyarakat Desa Jetak Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo. Adapun fokus kajian dalam penelitian ini adalah Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Dalam Pengelolaan Instalasi Air Bersih Untuk Masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, sumber data yaitu melalui kata-kata/perbuatan, sumber tertulis, foto dan data statistic. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi yang kemudian data di analisis dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan fokus penelitian menggunakan teori peran Soekanto (2012), Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2015 Tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Dalam Pengelolaan Instalasi Air Bersih Untuk Masyarakat Desa Jetak Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo berhasil serta berjalan lancar dan sangat baik.
EPIC Model Dalam Penyebaran Informasi Melalui Media Sosial Untuk Peningkatan Citra Pemerintah Kota Probolinggo Nurul Jannah Lailatul Fitria; Veronica Sri Astuti Nawangsih
Journal of Governance Innovation Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/jogiv.v5i1.2315

Abstract

Peraturan Menteri PAN Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penggunaan Media Sosial Bagi Instansi Pemerintah. Penerapan regulasi merupakan bentuk komitmen untuk membuka layanan informasi publik. Keterbukaan informasi publik juga dapat meningkatkan citra pemerintah. Pemerintah Kota Probolinggo juga menerapkan informasi publik dengan memanfaatkan media sosial salah satunya menggunakan Instagram dengan nama akun @probolinggoimpressive. Sehingga peneliti melakukan penelitian tentang efektivitas penggunaan media sosial Instagram oleh Pemerintah Kota Probolinggo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan Model EPIC. Populasi dan sampel penelitian adalah followers akun Instagram @probolinggoimpressive yang berjumlah 100 responden. Variabel pengukuran dengan empati, persuasi, dampak, dan komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan Model EPIC tentang optimalisasi media sosial oleh Pemerintah mendapat bobot 4.291 yang artinya penggunaan media sosial Instagram oleh Pemerintah Kota Probolinggo dengan nama akun @probolinggoimpressive sebagai media penyebaran informasi kepada masyarakat adalah efektif. Divisi Humas selaku pengelola @probolinggoimpressive telah menjalankan tugas dengan baik yaitu membagikan informasi berupa foto, video, caption, dan live streaming. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan citra Pemerintah Kota Probolinggo dalam penerapan media sosial Instagram.
STRATEGI INSPEKTORAT PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO DALAM MEREALISASIKAN INOVASI KLINIK SULTAN (KLINIK KONSULTASI DAN PENGADUAN) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PENGAWASAN APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) Veronica Sri Astuti; Husni Mubaroq; Ega Fitri Qur’aini
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 2: Juli 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i2.6167

Abstract

E-sultan was born from a demand for an increase in the quality of supervision to utilize information technology. The use of information technology is intended to increase effectiveness and efficiency in the field of supervision. All State Civil Apparatus (ASN) in Probolinggo City are required to access applications to facilitate their work. With this application all information from each State Civil Apparatus (ASN) will be stored properly. The problem that is considered the most significant in implementing the E-Sultan application is the ability of human resources and technology which sometimes is still unable to handle simple problems. This application is used by the State Civil Apparatus (ASN) in Probolinggo City to make it easier to consult filing. The purpose of this study is to find out how the Inspectorate's strategy is in realizing E-sultan innovation as an effort to improve the quality of supervision of the Probolinggo Municipal Government's State Civil Apparatus (ASN). case study at the City Inspectorate of Probolinggo. This research was carried out at the Inspectorate of the City of Probolinggo and this type of research used descriptive qualitative. Data collection was carried out through field research which included observation, interviews, and documentation. The resource persons in this study consisted of all ASNs at the Inspectorate and several OPD in Probolinggo City. The results of the research are that we can analyze the Inspectorate strategy that has been widely used by Probolinggo City Civil Servants. The focus point of the research is the Probolinggo City Government Inspectorate Strategy in Realizing the Sultan's Clinical Innovation (Consultation and Complaint Clinic) as an Effort to Improve the Quality of State Civil Apparatus (ASN) Supervision.
Partai Politik Dalam Perspektif Regulasi Dan Implementasi Keterwakilan Perempuan (Studi Pada Partai PKB, PDI-P, GOLKAR Kota Probolinggo) Veronica Sri Astuti Nawangsih; Husni Mubaraq; Binti Nasikhatul Ummatin
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol 1 No 4 (2023): Juli : Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v1i4.273

Abstract

Political parties as a forum that accommodates and distributes people's aspirations are an important component in the advancement of gender equality in Indonesia, as we know that gender issues are many unresolved problems, women's involvement in political participation in parties has become one of the the key to successful implementation of gender in Indonesia.
INOVASI PRODUK PERTANIAN BERBASIS PENGETAHUAN LOKAL Nourma Ulva Kumala Devi; Veronica Sri Astuti N.; Imam Sucahyo
Jurnal Kebijakan Publik Vol 14, No 4 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkp.v14i4.8351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa optimalisasi ide Smart Economy yang digagas oleh petani lokal melalui program Pusat Pengembangan Agen Hayati (PPAH) berbasis pengetahuan lokal didalam mengelola dan memanfaatkan potensi lokal dibidang pertanian. Pengembangan Smart Economy melalui program PPAH berupaya mengolah sumberdaya lokal dari limbah ternak kambing menjadi pupuk kompos hayati melalui inovasi petani lokal menggunakan bahan dekomposer alami. Inovasi pengolahan pupuk kompos tersebut dengan mengembangbiakan spora mikoriza menggunakan limbah ternak kambing melalui proses fermentasi alami. Dari hasil fermentasi tersebut menghasilkan pupuk kompos hayati yang mengandung nutrisi tinggi untuk membantu proses pertumbuhan tanaman baik dari serangan penyakit maupun dari kondisi kemarau. Kompos hayati juga membantu mengembalikan kesuburan unsur hara dalam tanah. Pengembangan budidaya kompos hayati merupakan inisiatif dari anggota kelompok tani untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia yang hargannya cukup tinggi serta mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Disamping itu, juga menghasilkan kualitas tanaman yang baik dan signifikan.  Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan analisis data Creswell dengan teori SWOT melalui pendekatan Local Economic Resources Development (LERD) sebagai alternatif pengembangan berbasis pada kearifan lokal. Hasil penelitian ini adalah wujud mengoptimalkan ide Smart Economy yang berbasis pengetahuan lokal di dalam mengembangkan potensi SDA dan SDM dalam rangka menciptakan peluang usaha bagi kelompok tani serta masyarakat sekitar dari faktor Kekuatan, Peluang, Kelemahan, hingga Ancaman melalui pendekatan (LERD) mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan dan peningkatan ekonomi masyaraat lokal disektor pertanian.
IMPLEMENTASI PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN BANTUAN OPERASIONAL DAERAH KOTA PROBOLINGGO Lailatul Qodariyah; Veronica Sri Astuti; Eko Yudianto
AS-SIYASAH : Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2023): (November) As Siyasah - Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : UPT Publikasi Dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/as.v8i2.11473

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui penyelenggaraan dan peningkatkan mutu pendidikan di daerah pemerintah Kota Probolinggo dengan memberikan Bantuan Operasional Sekolah (BOSDA) sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Sekolah penerima BOSDA adalah Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Swasta, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan Swasta, dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri dan Swasta. Selain itu peneliti ingin mengetahui implementasi kebijakan BOSDA di Kota Probolinggo terutama terhadap SD berbasis swasta. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menjelaskan fokus dari penelitian ini yang artinya menggambarkan suatu keadaan dengan pendekatan kualitatif atau penelitian yang lebih sesuai dengan mengecek kondisi pada objek penelitiannya. Sedangkan analisis data menggunakan teori George C. Edward III dengan variabel yaitu 1) Komunikasi yang menggunakan penyampaian pesan yang jelas agar tidak terjadi kesalahpahaman tentang subtansi kebijakan dan di perkuat dalam Perwali Kota. 2) Sumber Daya merupakan pendukung sebuah pelaksana kebijakan dengan menggunakan sumber daya manusia, informasi, kewenangan serta fasilitas-fasilitas sebagai indikator mengimplementasikan suatu kebijakan. 3) Disposisi para pelaksana menjadi hal yang mempengaruhi suatu kebijakan dengan menggunakan sikap persepsi, kewenangan, pemahaman, dan komitmen sebagai tolak ukur dalam menerapkan suatu kebijakan, 4) Struktur Birokrasi dikerjakan dengan menggunakan suatu Standard Operating Procedures (SOPs) yang mana hal tersebut bisa membatasi atau juga bisa membuat implementasi yang dilaksanakan memiliki batas pada pelaksanaannya. Hasil menunjukkan BOSDA ini membantu meningkatkan kualitas pendidikan Kota Probolinggo secara perlahan karena tidak banyak yang dapat dilakukan oleh sekolah penerima BOSDA dengan anggaran yang minimal tersebut. Para pelaksana kebijakan ini atau sekolah lebih fokus menggunakan BOSDA pada honor pengajar karena untuk fasilitas dan kebutuhan belajar mengajar lebih banyak menggunakan BOS reguler.
IMPLEMENTASI PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN BANTUAN OPERASIONAL DAERAH KOTA PROBOLINGGO Lailatul Qodariyah; Veronica Sri Astuti; Eko Yudianto
AS-SIYASAH : Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2023): (November) As Siyasah - Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : UPT Publikasi Dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/as.v8i2.11473

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui penyelenggaraan dan peningkatkan mutu pendidikan di daerah pemerintah Kota Probolinggo dengan memberikan Bantuan Operasional Sekolah (BOSDA) sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Sekolah penerima BOSDA adalah Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Swasta, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan Swasta, dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri dan Swasta. Selain itu peneliti ingin mengetahui implementasi kebijakan BOSDA di Kota Probolinggo terutama terhadap SD berbasis swasta. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menjelaskan fokus dari penelitian ini yang artinya menggambarkan suatu keadaan dengan pendekatan kualitatif atau penelitian yang lebih sesuai dengan mengecek kondisi pada objek penelitiannya. Sedangkan analisis data menggunakan teori George C. Edward III dengan variabel yaitu 1) Komunikasi yang menggunakan penyampaian pesan yang jelas agar tidak terjadi kesalahpahaman tentang subtansi kebijakan dan di perkuat dalam Perwali Kota. 2) Sumber Daya merupakan pendukung sebuah pelaksana kebijakan dengan menggunakan sumber daya manusia, informasi, kewenangan serta fasilitas-fasilitas sebagai indikator mengimplementasikan suatu kebijakan. 3) Disposisi para pelaksana menjadi hal yang mempengaruhi suatu kebijakan dengan menggunakan sikap persepsi, kewenangan, pemahaman, dan komitmen sebagai tolak ukur dalam menerapkan suatu kebijakan, 4) Struktur Birokrasi dikerjakan dengan menggunakan suatu Standard Operating Procedures (SOPs) yang mana hal tersebut bisa membatasi atau juga bisa membuat implementasi yang dilaksanakan memiliki batas pada pelaksanaannya. Hasil menunjukkan BOSDA ini membantu meningkatkan kualitas pendidikan Kota Probolinggo secara perlahan karena tidak banyak yang dapat dilakukan oleh sekolah penerima BOSDA dengan anggaran yang minimal tersebut. Para pelaksana kebijakan ini atau sekolah lebih fokus menggunakan BOSDA pada honor pengajar karena untuk fasilitas dan kebutuhan belajar mengajar lebih banyak menggunakan BOS reguler.