Muhammad Riadi Harimuswarah
Mahasiswa Program Doktor Program Studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup Pascasarjana UNM

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Laboratorium Klinik terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2019 Dewi Arisanti; Muh Rifo Rianto; Muh Riadi Harimuswarah
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 1: JUNE 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.551 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v10i1.1667

Abstract

Kualitas pelayanan yang di berikan kepada pasien digambarkan sebagai suatu pernyataan tentang sikap, hubungan yang menghasilkan antara ekspektasi pasien dengan kinerja pelayanan yang diberikan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aspek kualitas pelayanan (Reliability, Responsiveness, Empathy, Assurance dan Tangible) dengan Kepuasan Pasien pada Laboratorium di RSUD Labuang Baji Makassar. Metode penelitian adalah survei analitik, dengan teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisis data menggunakan uji regresi linier berganda .Hasil penelitian dengan sampel sebanyak 50 sampel dan keseluruhan variabel bebas dan terikat sebanyak 6 variabel.,menujukkan nilai F-hitung yang diperoleh pada model regresi linier lebih besar daripada f-tabel, nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 menujukkan signifikansi yang lebih kecil daripada 0,05. Sehingga secara keseluruhan menujukkan bahwa variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat, sedangkan hasil bahwa nilai uji t-hitung untuk masing-masing variabel bebas, yaitu Tangibles sebesar 0,117, Reliability sebesar -0,106, Responsivenes sebesar -0,099, Assurance sesebar 0,723, dan Emphaty sebesar 0,379,diperoleh t_tabel sebesar 1,680. Sehingga nilai t_hitung yang diperoleh menunjukkan pada model regresi berganda lebih besar daripada t_tabel. memiliki nilai signifikansi masing-masing lebih kecil daripada 0,05, berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat, yaitu kepuasan .Adapun kesimpulan penelitian ini adalah Tangibels, reliability, responsiveness, assurance and empathy secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien rawat jalan RSUD Labuang Baji Makassar.
RENCANA SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KAWASAN REGIONAL MAMMINASATA PROVINSI SULAWESI SELATAN Harimuswarah, Muhammad Riadi; Agustang, Andi; Pertiwi, Nurlita
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (April)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v8i2.2834

Abstract

Sistem Penyediaan Air Minum Daerah Mamminasata mencakup 4 wilayah administratif, yaitu Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa (wilayah Sungguminasa), dan Kabupaten Takalar. Sistem Penyediaan Air Minum Daerah ini akan memberikan pelayanan air minum kepada 400.000 orang melalui 80.000 sambungan rumah, tersebar di 48.000 sambungan rumah di Makassar, 10.400 sambungan rumah di Maros, 16.000 sambungan rumah di Gowa, dan 5.600 sambungan rumah di Takalar. Hal ini akan meningkatkan pelayanan sebesar 16% untuk Kota Makassar, 22,7% untuk Kabupaten Maros, 6,8% untuk Kabupaten Gowa dan 9,4% untuk Kabupaten Takalar. Instalasi Pengolahan Air dengan kapasitas 1.000 liter/detik dibangun di lokasi Somba Opu. baku udara 1,100 liter/detik dari Bendungan Bili-Bili disalurkan menggunakan pipa transmisi eksisting yang saat ini mensuplai air ke IPA Somba OPU 1 yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar untuk pelayanan air minum Kota Makassar serta beberapa IPA lain untuk pelayanan di Kabupaten Gowa. Total kapasitas pengambilan dan pengaliran air baku melalui pipa transmisi adalah 3.300 liter/detik. Air curah dari IPA disalurkan ke 10 offtake untuk pelayanan 4 kabupaten/kota di wilayah Mamminasata dengan pemompaan melalui Jaringan Distribusi Utama (JDU) air curah sepanjang ± 67,7 kilometer. Selanjutnya offtaker (4 kabupaten/kota) menerima air curah dengan membangun reservoir di titik offtake masing-masing sesuai kebutuhan hasil perhitungan dan mendistribusikannya kepada pelanggan umum.