Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Klasterisasi Kesesuaian Lahan Kayu Putih Kabupaten Cilacap dengan Metode K-Means Ratih Hafsarah Maharrani; Prih Diantono Abda'u; Hety Dwi Hastuti
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No 3
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v8i3.59305

Abstract

Banyaknya lahan kayu putih yang belum dimanfaatkan secara maksimal seperti penanaman dengan sistem tumpang sari, kurangnya pemahaman mengenai faktor penghambat dalam pertumbuhan tanaman kayu putih, dan kurangnya pengetahuan mengenai pemanfaatan potensi lahan yang optimal merupakan penyebab rendahnya produktifitas kayu putih di Indonesia. Klasterisasi menggunakan algoritma K-Means dalam pengelompokan lahan ke dalam cluster yang potensial berdasar faktor pendukung pertumbuhan hama rayap tanah merupakan tujuan dalam penelitian yang dilakukan. Proses cluster dilakukan menggunakan parameter tanaman tumpang sari, tipe tanah, suhu, kelembaban, dan curah hujan. Dalam metode K-Means, data yang memiliki karakteristik yang sama dalam satu kelompok dan memiliki karakteristik yang berbeda dengan kelompok lain akan dikelompokan dalam satu cluster. Clustering akan mengupayakan untuk mencapai tingkat minimal variasi antar data yang ada dalam suatu cluster. Pada penelitian yang dilakukan menggunakan 2 cluster dan didapatkan hasil sebanyak 13,56% (16 lahan) yang sangat berpotensi dan 86,44% (112 lahan) yang tidak berpotensi adanya hama rayap. Hasil pengujian terhadap cluster K-Means menggunakan indeks Davies Bouldin dan didapat nilai sebesar 0,055. Dari penelitian ini diharapkan sebagai bahan masukan dengan harapan secara ekologis dapat meningkatkan tingkat keberhasilan yang lebih baik saat melakukan budidaya tanaman kayuputih.
Optimalisasi Platform Digital: Studi Kasus Perancangan Website Profil Berfitur Virtual Tour 360° untuk Meningkatkan Digital Exposure Desa Widarapayung Wetan Andesita Prihantara; Riyadi Purwanto; Dwi Novia Prasetyanti; Rostika Listyaningrum; Cahya Vikasari; Nur Wahyu Rahadi; Prih Diantono Abda'u
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i6.10044

Abstract

Abstrak - Permasalahan utama yang dihadapi Desa Wisata Widarapayung adalah rendahnya digital exposure (paparan digital) yang berimbas pada terbatasnya daya tarik bagi wisatawan domestik. Meskipun memiliki potensi wisata pantai yang indah dan pengelolaan yang baik, strategi promosi yang ada belum mengoptimalkan platform digital yang imersif dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan mengatasi kesenjangan tersebut melalui pengembangan sebuah website profil desa yang mengintegrasikan fitur Virtual Tour 360°. Metode pengembangan sistem menggunakan pendekatan Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang terdiri atas tahap konseptual, perancangan, pengumpulan materi, pembuatan, pengujian, dan distribusi. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah website fungsional yang berhasil memetakan seluruh area wisata utama ke dalam pengalaman visual Virtual Tour 360°. Implementasi sistem ini memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan digital exposure dan daya tarik visual destinasi, yang ditunjukkan dengan respons positif dari pengelola wisata dan pengunjung website selama uji coba. Sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai media promosi yang inovatif, tetapi juga menjadi model yang dapat diadopsi oleh desa wisata lainnya untuk memperkuat kehadiran mereka di dunia digital.Kata kunci: Digital Exposure; Virtual Tour 360°; Website Profil Desa; Desa Wisata; MDLC; Abstract - The main problem faced by Widarapayung Tourism Village is low digital exposure, which limits its appeal to domestic tourists. Despite its beautiful beach tourism potential and good management, existing promotional strategies have not optimized immersive and easily accessible digital platforms. This study aims to address this gap by developing a village profile website that integrates a 360° Virtual Tour feature. The system development method uses the Multimedia Development Life Cycle (MDLC) approach, which consists of conceptualization, design, material collection, creation, testing, and distribution stages. The result of this research is a functional website that successfully maps all major tourist areas into a 360° Virtual Tour visual experience. The implementation of this system provides significant benefits in increasing the digital exposure and visual appeal of the destination, as demonstrated by the positive responses from tourism managers and website visitors during the trial period. This system not only functions as an innovative promotional medium, but also serves as a model that can be adopted by other tourist villages to strengthen their presence in the digital world.Keywords : Digital Exposure; 360° Virtual Tour; Village Profile Website; Tourism Village; MDLC;