Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN KESIAPAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI KELAS XI SMA NEGERI 8 BULUKUMBA Sitti Asmah
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jupe.v6i1.2338

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk : (i) Mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan hasil belajar biologi, (ii) Mengetahui hubungan kesiapan belajar dengan hasil belajar biologi, (iii) mengetahui hubungan kecerdasan emosional dan kesiapan belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar biologi siswa kelas XI SMA Negeri 8 Bulukumba. Penelitian ini merupakan penelitian Ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA sebanyak 140 siswa. Teknik pengambilan sampel Proportional Random Sampling dengan besaran sampel 100 siswa. Teknik Pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji korelasi dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (i) terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar biologi. Koefisien korelasi sebesar 0,586 dan nilai signifikan sebesar 0,339, (ii) Terdapat hubungan yng signifikan antara kesiapan belajar dengan hasil belajar biologi. Koefisien korelasi sebesar 0,463 dan nilai siginifikansi sebesar 0,215, dan (iii) terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasa emosional dan kesiapan belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar biologi. Koefisien korelasi sebesar 0,641 dan nilai signifikansi sebesar 0,354.
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN CONCEPT SENTENCE DAN QUANTUM TEACHINGDI TINJAU DARI HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA SISWA SMA NEGERI 25 BONE Ayu Ashari; Erwing Erwing; Sitti Asmah
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.17635

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan model pembelajaran Concept Sentence dan Quantum Teaching di tinjau dari hasil belajar siswa. Dengan demikian penelitian ini digunakan karena siswa mengalami penurunan nilai yang diakibatkan dari pergaulan bebas, semangat belajar yang kurang kondusif dan kurang menyenangkan, sehingga peneliti berasumsi menggunakan kedua model pembelajaran tersebut sebagai penelitian. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi eksperimental bentuk Posttest-Only Control Design yang melibatkan kelas XI IPA 2 dengan penerapan model Concept Sentence dan kelas XI IPA 3 dengan penerapan model Quantum Teaching, jumlah sampel sebanyak 51 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah instrument tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda sejumlah 20 nomor dan untuk teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis infernsial. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari kedua kelas eksperimen tersebut melalui analisis data deskriptif diperoleh rata-rata hasil belajar siswa mengunakan model Concept Sentence yaitu 77,88 sedangkan rata-rata hasil belajar siswa dengan menerapkan model Quantum Teaching yaitu 81,92. Hasil analisis data inferensial menunjukkan bahwa taraf signifikasi yang diperoleh (0,044 < 0,05). Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbandingan yaitu model Quantum Teaching lebih baik dibanding model Concept Sentence ditinjau dari hasil belajar biologi siswa.Abstract:  This research aims to determine the comparison Concept Sentence and Quantum Teaching learning models in terms of student learning outcomes. Thus, this research was used because students experienced a decline in grades resulting from promiscuity, less conducive learning enthusiasm and less fun, so the researcher assumed to use these two learning models as research. The type of research used was Quasi-experimental in the form of Posttest-Only Control Design involving class XI IPA 2 with application of the Concept Sentence model and class The data collection technique used is a learning outcomes test instrument in the form of a multiple choice number of 20 numbers and the data analysis technique uses descriptive analysis and inferential analysis. Based on the research results obtained from the two experimental classes through descriptive data analysis, the average student learning outcome using the Concept Sentence model was 77.88, while the average student learning outcome using the Quantum Teaching model was 81.92. The results of inferential data analysis show that the level of significance obtained is (0.044 < 0.05). It can be concluded that there’s a comparison, namely that the Quantum Teaching model is better than the Concept Sentence model in terms of students' biology learning outcomes.
Persepsi Guru dan Siswa dalam Pemanfaatan Daur Ulang Sampah sebagai Media Pembelajaran di SMP 5 Anggeraja Nurhelmi Prayunda; Sitti Asmah; Sri Wahyuni
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6304

Abstract

The recycling process to be used as a learning medium is one of the efforts in waste processing. The aim of this research is to find out the types of learning media that can be made from waste or used goods and to find out the perceptions of teachers and students of SMP 5 Anggeraja, Enrekang Regency regarding the use of recycled waste as a learning media. This research was carried out at SMP 5 Anggeraja, Enrekang Regency using descriptive qualitative research using the interview method as a research instrument. The subjects in this research were 15 teachers and students of SMP 5 Anggeraja, Enrekang Regency, with 1 science subject teacher and 14 class IX students. Overall, functional learning media from used goods that can be used in science learning activities in schools are Chromosome, DNA and Enzyme media.
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Berbasis Outdoor Learning terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 25 Bone Nurul Shafira; Sitti Asmah; Erwing Erwing
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 3 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i3.5633

Abstract

Education is a very important part of a nation, especially a nation that is developing its human resources so that they can follow a more advanced civilization with various technological advances that are increasingly advanced. Education is a place where teachers, who act as the main educators in the classroom, provide knowledge to students to influence changes in behavior, knowledge, and abilities. This study aims to prove the influence of the Outdoor Learning-Based Discovery Learning model on the Learning Motivation of Class X MIPA SMA NEGERI 25 BONE. The research used is quantitative research with the type of Pre-Experimental Design research with the type of One Group Pre-test and Post-test Design. The research sample is class X.1 with a total of 29 students. The data collection techniques used in this study were the provision of Pre and Post questionnaires, student learning motivation, and documentation. According to the data analysis that has been carried out using SPSS (Statistical Package for the Social Science) for windows 23 as a data management tool which shows that the normality test on the Shapiro-Wilk results shows that the Pretest (sig) values > (0.05) or (0.100) > (0.05) and Postest (sig) > (0.05) or (0.093) > (0.05) are normally distributed. After the normality test is carried out, then a homogeneity test is carried out to find out whether the data from the population is homogeneous or not, stating the probability (0.80) > (0.05) so that it can be concluded that the homogeneous population is accepted.
Pemanfaatan Pekarangan Sebagai Warung Hidup dalam Mendukung Kemandirian Pangan Keluarga Andi Sitti Halimah; Sitti Asmah
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21446

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan keluarga dalam memanfaatkan pekarangan rumah sebagai warung hidup (living gardens) guna meningkatkan kemandirian pangan keluarga. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yaitu: (1) sosialisasi dan diskusi interaktif untuk memperkenalkan konsep dan manfaat warung hidup, (2) penyuluhan teknik budidaya hortikultura, (3) praktik langsung penanaman di pekarangan, serta (4) pendampingan dan monitoring secara berkala untuk memastikan pertumbuhan tanaman dan mengatasi kendala budidaya. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test, sedangkan hasil praktis diukur menggunakan indikator partisipasi, penerapan, dan hasil produksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 54,3 meningkat menjadi 87,1 pada post-test, atau meningkat sebesar 60%. Selain itu, 90% peserta berhasil memanfaatkan pekarangan untuk menanam, dan 105% melebihi target panen minimal dua kali selama periode program. Keberagaman tanaman yang dibudidayakan mencapai 140% dari target, sehingga memberikan sumber pangan yang lebih bervariasi dan bergizi bagi keluarga. Temuan ini membuktikan bahwa konsep warung hidup efektif mendukung kemandirian pangan keluarga dan memiliki potensi besar untuk direplikasi di wilayah lain sebagai strategi ketahanan pangan berbasis komunitas yang berkelanjutan. 
Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Learning Berbasis Lesson Study terhadap Keterampilan Komunikasi Siswa Kelas X di SMAN 3 Bone Swellmy Swellmy; Sri Wahyuni; Sitti Asmah
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i4.3510

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya keterampilan komunikasi siswa dalam memahami konsep biologi akibat penggunaan model atau metode konversional yang kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Inquiry Learning berbasisLesson Study terhadap keterampilan komunikasi siswa kelas X di SMAN 3 Bone. Penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Pre-Experimental Design dan tipe One Group Pretest-Posttest Design digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian adalah kelas X.9 dengan jumlah responden sebanyak 34 partisipan dilibatkan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang terapkan yaitu pemberian Pra dan Pasca angket keterampilan komunikasi siswa bersama dengan dokumentasi. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan SPSS Versi 23. Berdasarkan hasil penelitian, data memiliki distribusi normal dan bersifat homogen. Oleh karena itu, pengujian hipotesis dilakukan dengan memperlihatkan sig (0,000) < 0,05, maka hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Ini berarti bahwa dampak penggunaan model pembelajaran Inquiry Learning berbasis Lesson Study berpengaruh signifikan terhadap keterampilan komunikasi siswa. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi oleh para pendidik dalam meningkatkan keterampilan siswa dalam proses pembelajaran.
PENGARUH MODEL SOCIO-SCIENTIFIC ISSUE (SSI) BERBASIS LITERASI SAINS TERHADAP COMMUNICATION SKILL SISWA KELAS XI SMA Ika Paradina Kusma; Sitti Asmah; Sri Wahyuni
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.13958

Abstract

Communication skills are essential 21st-century competencies, yet many students still demonstrate limited ability to communicate scientific ideas because biology instruction has not fully encouraged discussion, argumentation, and evidence-based communication. Although the Socio-Scientific Issues (SSI) learning model has been widely investigated for improving scientific literacy, critical thinking, and argumentation, studies examining the effectiveness of science literacy-based SSI in enhancing senior high school students' communication skills remain limited. This study aimed to examine the effect of the science literacy-based SSI learning model on the communication skills of eleventh-grade students at SMA Negeri 15 Bone. A quantitative approach with a quasi-experimental design using a Nonequivalent Control Group Design was employed. The sample consisted of 66 students selected through purposive sampling. Data were collected using communication skills questionnaires, observation sheets, and documentation, and analyzed through descriptive and inferential statistics. Since the data were not normally distributed, the hypothesis was tested using the Mann–Whitney U test. The findings revealed that the science literacy-based SSI learning model had a significant positive effect on students' communication skills. These findings provide empirical evidence that integrating SSI with scientific literacy effectively promotes communication skills as a key competency for 21st-century learning. ABSTRAK Keterampilan komunikasi merupakan salah satu kompetensi abad ke-21 yang masih tergolong rendah karena pembelajaran biologi belum sepenuhnya mendorong siswa untuk berdiskusi, berargumentasi, dan mengomunikasikan gagasan secara ilmiah. Meskipun model Socio-Scientific Issue (SSI) telah banyak dikaji dalam meningkatkan literasi sains, berpikir kritis, dan argumentasi, penelitian yang secara khusus menguji efektivitas SSI berbasis literasi sains terhadap keterampilan komunikasi siswa SMA masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh model pembelajaran Socio-Scientific Issue (SSI) berbasis literasi sains terhadap keterampilan komunikasi siswa kelas XI SMA Negeri 15 Bone. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel berjumlah 66 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi angket keterampilan komunikasi, lembar observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model SSI berbasis literasi sains berpengaruh signifikan terhadap keterampilan komunikasi siswa. Temuan ini memberikan bukti empiris bahwa integrasi SSI dan literasi sains efektif mendukung pengembangan keterampilan komunikasi sebagai kompetensi penting abad ke-21.