Putri Yanuarita Sutikno
Universitas Negeri Semarang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengembangan Perangkat Pembelajaran SD dengan Model Problem Based Learning (PBL) Bervisi Science, Environment, Technology, and Society (SETS) Berbantuan MIRACAST Novi Setyasto; Putri Yanuarita Sutikno
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 4 No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v4n1.p18-24

Abstract

Pemberlakuan Permendikbud No. 22 tahun 2016 tentang Standar Proses memberikan konsekuensi adanya pergeseran paradigma pengajaran ke pembelajaran, penggunaan pendekatan scientific, dan tematik sehingga perlu diterapkan pembelajaran berbasis masalah serta guru diharuskan memiliki literasi teknologi. Namun kenyataan di lapangan berbeda. Berdasarkan hasil studi pendahuluan dilakukan di beberapa SD Gugus Drupadi Gunungpati Semarang, ditemukan perangkat pembelajaran yang digunakan masih belum sesuai dengan standar proses dan dalam pelaksanaan pembelajaran guru masih jarang menggunakan media pembelajaran dengan teknologi modern mengakibatkan peserta didik kurang aktif dan hasil belajar kurang maksimal. Solusi yang diterapkan adalah dengan pengembangan perangkat pembelajaran model PBL bervisi SETS berbantuan Miracast. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan mengacu model 4-D dari Thiagarajan tetapi dibatasi pada tahap develop. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan perangkat pembelajaran yang valid, efektif, dan praktis (applicable) serta sesuai standar proses. Subjek uji coba adalah 42 peserta didik kelas IV SDN Sadeng 02, dan 03. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, pengamatan, angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil validasi tiga orang ahli terhadap perangkat pembelajaran telah memenuhi kriteria valid. Perangkat pembelajaran efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang ditunjukkan dengan hasil uji N-gain didapat nilai gain <g> sebesar 0,48 dalam kategori sedang dan peningkatan rata-rata nilai hasil belajar dari pretest 56 menjadi 77 pada saat posttest. Hasil pengamatan aktivitas peserta didik menunjukkan rata-rata skor 33 berada pada ketegori sangat tinggi. Kepraktisan perangkat pembelajaran terlihat dari respons sangat positif yang diberikan guru dan peserta didik terhadap perangkat pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut, diketahui perangkat pembelajaran sudah memenuhi kriteria valid, efektif, dan praktis.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran SD dengan Model Problem Based Learning (PBL) Bervisi Science, Environment, Technology, and Society (SETS) Berbantuan MIRACAST Novi Setyasto; Putri Yanuarita Sutikno
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 4 No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.12 KB) | DOI: 10.26740/jp.v4n1.p18-24

Abstract

Pemberlakuan Permendikbud No. 22 tahun 2016 tentang Standar Proses memberikan konsekuensi adanya pergeseran paradigma pengajaran ke pembelajaran, penggunaan pendekatan scientific, dan tematik sehingga perlu diterapkan pembelajaran berbasis masalah serta guru diharuskan memiliki literasi teknologi. Namun kenyataan di lapangan berbeda. Berdasarkan hasil studi pendahuluan dilakukan di beberapa SD Gugus Drupadi Gunungpati Semarang, ditemukan perangkat pembelajaran yang digunakan masih belum sesuai dengan standar proses dan dalam pelaksanaan pembelajaran guru masih jarang menggunakan media pembelajaran dengan teknologi modern mengakibatkan peserta didik kurang aktif dan hasil belajar kurang maksimal. Solusi yang diterapkan adalah dengan pengembangan perangkat pembelajaran model PBL bervisi SETS berbantuan Miracast. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan mengacu model 4-D dari Thiagarajan tetapi dibatasi pada tahap develop. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan perangkat pembelajaran yang valid, efektif, dan praktis (applicable) serta sesuai standar proses. Subjek uji coba adalah 42 peserta didik kelas IV SDN Sadeng 02, dan 03. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, pengamatan, angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil validasi tiga orang ahli terhadap perangkat pembelajaran telah memenuhi kriteria valid. Perangkat pembelajaran efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang ditunjukkan dengan hasil uji N-gain didapat nilai gain <g> sebesar 0,48 dalam kategori sedang dan peningkatan rata-rata nilai hasil belajar dari pretest 56 menjadi 77 pada saat posttest. Hasil pengamatan aktivitas peserta didik menunjukkan rata-rata skor 33 berada pada ketegori sangat tinggi. Kepraktisan perangkat pembelajaran terlihat dari respons sangat positif yang diberikan guru dan peserta didik terhadap perangkat pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut, diketahui perangkat pembelajaran sudah memenuhi kriteria valid, efektif, dan praktis.
Development of “M-Learning MELODIKA” to Improve the Skills of Elementary School Students in Playing the Pianika Putri Yanuarita Sutikno; Muhammad Jazuli; Udi Utomo; Sunarto Sunarto
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. This study was based on the lack of skills of fourth graders SDN Proyonanggan 10 Batang. This study aimed to develop, access feasibility and effectiveness of m-learning melodika, and also to describe the results of psychomotor-learning using m-learning melodika in the fourth grade at SDN Proyonanggan 10 Batang. This type of study is reasearch and development (R&D) with ADDIE model. The sample in this study is 5 fourth grade students of SDN Proyonanggan 10 which represents the total population of 32 students. Data collection techniques were implemented with tests, observations, interviews, questionnaires, and ducumentation. Data analysis techniques includes product data analysis, normality test, t-test and n-gain test. Assesment by material expert and media expert of 96.47% and 100%. Teacher and student responses of 96% and 100%. T-test, sig value 0,00 < 0.05and t counts larger than t table which is 18.500 > 2.776. N-gain test amounts to 0.74 with high criteria. Conclution of this study is the media “M-Learning Melodika” that is worthy to use in both pianika playing materials and effective for improving the pianika playing skills of 4th grade students.
TREN DAN ARAH PENELITIAN PEMBELAJARAN BAHASA DI SEKOLAH DASAR PADA ERA DIGITAL: KAJIAN LITERATUR Evika Widya Puspita; Putri Yanuarita Sutikno; Haryadi; Bernadus Wahyudi Joko Santoso
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35235

Abstract

This study aims to analyze the trends, directions, theories, approaches, methods, and research gaps in language learning research at the elementary school level in the digital era. The study employed a literature review method by systematically examining national and international journal articles published between 2020 and 2025 that focus on language learning, educational technology, and digital innovation in primary education. The findings indicate that recent research trends emphasize the implementation of innovative, technology-integrated learning models such as Problem-Based Learning (PBL), Game-Based Learning (GBL), Blended Learning, and Project-Based Learning, which have been shown to enhance students’ literacy, motivation, and communication skills. Theoretical foundations commonly used include constructivism, connectivism, and social-cognitive learning theories, with dominant research approaches being Research and Development (R&D) and quasi-experimental designs. The review identifies several research gaps, including the limited integration of artificial intelligence, digital learning analytics, and long-term evaluations of technology-based language learning effectiveness in elementary education. This review provides a comprehensive overview of the future research directions, highlighting the importance of integrating innovative pedagogical approaches and digital technology to foster relevant and meaningful language learning in the 21st century.
Intensitas Pembelajaran Seni Musik melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Rebana di Madrasah Ibtidaiyah Nailissa&#039;adah; Eka Titi Andaryani; Putri Yanuarita Sutikno
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4200

Abstract

Music art is one of the subjects of art in Elementary School, Madrasah Ibtidaiyah and equivalent. The limited allocation of time for art subjects which is only 2 hours of lessons per week makes the space narrower for students who want to explore and hone their talents. This study aims to provide an overview of the implementation of extracurricular tambourine activities as one of the forums that accommodate students who want to increase their creativity in the field of religious music arts. The method in this study is descriptive qualitative. The data collection techniques used are observation, interviews and literature studies. The results of this study are that extracurricular tambourine activities in Madrasah Ibtidaiyah are a solution to the lack of time to explore the study of music arts subjects in classroom learning activities. Students who have an interest and tend to have musical intelligence are directed to participate in extracurricular tambourine activities. This activity has a positive value in developing the potential talents and interests of students in the field of music arts, especially Islamic music arts. In addition, this extracurricular activity supports music arts learning in Madrasah Ibtidaiyah.