Nuryani Tri Rahayu
Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Veteran Bangun Nusantara

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : WIDYATAMA

Pembagian Peran Suami dan Isteri dalam Keluarga Perempuan Pelaku Usaha Rahayu, Nuryani Tri
WIDYATAMA Vol 19, No 2 (2010)
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembagian Peran Suami dan Isteri dalam Keluarga Perempuan Pelaku Usaha Nuryani Tri Rahayu Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Univet Bantara SukoharjoJl. S. Humardani No. 1 Sukoharjo 57521 Telp. (0271) 593156 Fax. 0271 591065e-mail nuryani_tr@yahoo.com Abstrak Penelitian ini pertujuan mendeskripkan pola pembagian peran domestik, publik, dan sosial kemasyarakatan antara suami dan isteri dalam keluarga perempuan anggota Jarpuk “Kartini” di Kabupaten Sukoharjo, reperesentasi sensitifitas dan bias gender dalam pembagian peran tersebut, serta persepsi dan sikap suami dan isteri terhadap pembagian peran dalam keluarga. Lokasi penelitian di Kabupaten Sukoharjo Provisnsi Jawa Tengah. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus terpancang berperspektif gender. Sumber data terdiri dari informan, tempat, peristiwa, dan dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, kuesioner, dan  dokumentasi. Teknik Sampling mengutamakan teknik purposive sampling. Pengembangan Validitas dicapai dengan teknik triangulasi sumber dan  triangulasi metode.  Data dianalisis dengan teknik analisis gender model kerangka analisis Harvard. Hasil analisis menyimpulkan bahwa : Pola pembagian peran dalam keluarga cenderung bias gender. Cara pembagian peran yang dilakukan mayoritas keluarga merupakan cara pembagian peran tradisional dimana isteri berperan domestik dan suami berperan public dengan alasan utama agar semua tugas selesai dan menghindari konflik rumah tangga. Representasi sensitifitas gender rendah. Bias gender dalam pembagian peran terjadi pada keluarga dengan karakteristik ekonomi dan pendidikan tinggi, sedang, ataupun rendah. Persepsi dan sikap suami dan isteri terhadap hal tersebut tidak sensitif gender.  Kata-kata kunci : Pembagian peran, Keluarga, Sensitifitas gender, Persepsi, Sikap.  
Pelaksanaan Fungsi Transmission of Values oleh Radio Siaran Swasta (Studi Kasus pada Radio Suara Slenk Sukoharjo) Rahayu, Nuryani Tri
WIDYATAMA Vol 22, No 1 (2013): WIDYATAMA
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi Radio Suara Slenk dalam menjalankan fungsi transmission of values (penyebaran nilai-nilai, menawarkan etika atau system  nilai tertentu) yaitu nilai-nilai yang berakar pada kebudayaan Jawa.  Hal ini karena banyak radio siaran yang dalam siarannya lebih memilih untuk memanfaatkan selera massa dengan mengeksploitasi selera rendah khalayak dan memanfaatkan budaya pop padahal radio memiliki kelebihan yang dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan berbagai fungsi sosialnya. Penelitian ini menggunakan strategi deskriptif kualitatif. Objek atau sasaran terarah pada satu karakteristik atau subjek yaitu strategi Radio Suara Slenk dalam menjalankan fungsi transmission of values (penyebaran nilai, menawarkan etika atau system  nilai tertentu). Lokasi penelitian di lembaga Radio Suara Slenk Sukoharjo. Teknik cuplikan dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, content analysis, dan  observasi dengan menggunakan instrument interview guide, coding sheets, dan panduan observasi. Data atau informasi utama digali dari pengelola Radio Suara Slenk, Pendengar radio suara slenk, dan Budayawan Jawa di Surakarta. Keabsahan informasi ditentukan dengan metode triangulasi sumber dan metode. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang terdiri reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Radio Suara Slenk memiliki komitmen yang tinggi dalam melaksanakan fungsi transmission of values dengan menetapkan diri sebagai radio budaya dan mewujudkannya melalui penetapan kebijakan program siaran sebesar 70% bernuansa budaya Jawa, mengadakan berbagai perlombaan kebudayaan Jawa, membentuk paguyuban pendengar dengan kegiatan bernuansa budaya Jawa, menyelenggarakan siaran wayang kulit secara rutin, menyusun menu program siaran berkaitan dengan budaya Jawa, menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa pengantar pada siarannya, melakukan seleksi terhadap lagu-lagu yang akan diputar, dan menggali umpan balik melalui siaran interaktif dan atau kegiatan kemasyarakatan secara off air. Radio Suara Slenk menjalankan fungsi tersebut secara konsisten sejak berdiri hingga sekarang. Kata kunci : Radio Siaran, Fungsi Sosial Media, Nilai-Nilai, Budaya Jawa.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Dengan Model Pembelajaran Matematika Realistik Di Sekolah Menengah Pertama Murwaningsih, Utami .; Rahayu, Nuryani Tri
WIDYATAMA Vol 21, No 2 (2012): WIDYATAMA
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Dengan Model Pembelajaran Matematika Realistik Di Sekolah Menengah Pertama Utami Murwaningsih1Nuryani Tri Rahayu2 1Program Studi Pendidikan Matematika FKIP2Program Studi Ilmu Komunikasi FISIPUniversitas Veteran Bangun Nusantara SukoharjoE-mail: ut_fatim@yahoo.co.id Abstrak Salah satu model pembelajaran yang selaras dengan proses pembelajaran yang dituntut Kurikulum 2006 adalah Pembelajaran Matematika Realistik (PMR). Melalui PMR, akan lebih mengakrabkan matematika dengan lingkungan siswa. Melalui pengaitan konsep-konsep/prinsip-prinsip matematika dengan pengalaman siswa sehari-hari, dapat menyebabkan siswa tidak mudah lupa terhadap konsep-konsep/prinsip-prinsip matematika yang ia pelajari.Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut. Tujuan jangka panjang: mengembangkan bahan ajar matematika dengan pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik yang meliputi: (1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, (2) Buku Siswa, (3) Lembar Kerja Siswa, (4) Buku Petunjuk Guru dan (5) Perangkat Tes Hasil Belajar  Siswa, pada materi Aljabar di kelas VII SMP sehingga kompetensi matematika siswa kelas VII SMP meningkat. Tujuan khusus tahun pertama: (1) Menetapkan dan mendefinisikan segala sesuatu yang diperlukan dalam pembelajaran, dengan menganalisis tujuan dan batasan materi pelajaran, (2) Merancang perangkat pembelajaran sehingga diperoleh prototipe (perangkat pembelajaran contoh yang meliputi (a) penyusunan tes beracuan patokan, (b) pemilihan media, (c) pemilihan format dan (d) perancangan awal). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (developmental research) Model 4-D (Four D Model) pada tahap pendefinisian dan perancangan. Pengumpulan data dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sukoharjo. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: (1) hasil pengembangan perangkat pembelajaran matematika realistik pada materi Aljabar di kelas VII SMP ini, berupa: (a) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (b) Buku Siswa, (c) Lembar Kerja Siswa (LKS), (d) Buku Petunjuk Guru (BPG) dan (e) Perangkat Tes Hasil Belajar Siswa, dan (2) hasil pengembangan instrumen penelitian pembelajaran matematika realistik pada materi Aljabar di kelas VII SMP ini berupa: (a) Lembar Penilaian Validator terhadap Perangkat Pembelajaran dan Instrumen Penelitian, (b) Lembar Angket Respon Guru terhadap Perangkat dan Pelaksanaan Pembelajaran, (c) Lembar Angket Respon Siswa terhadap Perangkat dan Pelaksanaan Pembelajaran, (d) Lembar Observasi Kemampuan Guru Mengelola Pembelajaran dan (e) Lembar Observasi Aktivitas Siswa Selama Mengikuti Proses Pembelajaran.Kata kunci: perangkat pembelajaran, pendekatan pembelajaran matematika realistik.
Teori Interaksi Simbolik dalam Kajian Komunikasi Rahayu, Nuryani Tri
WIDYATAMA Vol 19, No 1 (2010)
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori Interaksi Simbolik dalam Kajian Komunikasi Nuryani Tri Rahayu Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Univet Bantara Sukoharjo, Jl. Letjen S. Humardani No.1 Sukoharjo 57521, Telp. (0271) 593156, Fax. (0271) 591065 e-mail : nuryaniskh@yahoo.com Abstrak Komunikasi adalah pendukung utama eksistensi sistem sosial karena tanpa terjadinya komunikasi maka sekelompok orang yang berada dalam suatu wilayah tertentu tidak dapat disebut sebagai masyarakat. komunikasi juga menjadi sarana bagi manusia untuk memahami dan menginterpretasikan situasi sekelilingnya. Bagi para pakar dari tradisi interaksional, komunikasi dan makna adalah reralitas sosial yang nyata, dan penjelasan-penjelasan kognitif dipandang sebagai kurang penting. Makna diciptakan dan ditopang oleh interaksi dalam kelompok-kelompok sosial. Interaksi, mengukuhkan, memelihara, dan mengubah beberapa konvensi – peran, norma, aturan-aturan, dan makna – didalam suatu kelompok sosial atau budaya dan konvensi ini pada gilirannya mendefinisikan realitas atau budaya itu sendiri. Menurut teori interaksionisme simbolik, interaksi sosial penting sebagai sebuah  sarana ataupun sebagai sebuah penyebab tingkah laku manusia. Dalam interaksi simbolik terjadi penyajian gerak isyarat dan respon terhadap arti dari gerak isyarat tersebut. Pihak-pihak yang berinteraksi mengambil peran secara seimbang sehingga komunikasi dalam interaksi tersebut dapat berjalan efektif. Dalam interaksi simbolik orang menginterpretasikan masing-masing tindakan dan isyarat orang lain berdasarkan arti yang dihasilkan dari interpretasi tersebut. Pandangan ini kemudian diyakini oleh banyak teoretisi komunikasi sebagai pendekatan yang lebih tepat untuk mengkaji fenomena dan realitas komunikasi atau interaksi sosial dalam masyarakat. Kata-kata kunci : Interaksi simbolik, Komunikasi, Studi kualitatif