Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Media Pembelajaran Dalam Perspektif Al Quran ( Kajian Surah an Nahal Ayat 78) Rahimi
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 9 No 2 (2022): Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/ikhtibar.v9i2.4507

Abstract

Abstract Media is something that can produce information and can process it systematically without having to be restated. The media is derived from Latin which means intermediary. This meaning can be said to be a communication tool used to carry information from source to receiver. The position of the learning media by them is that the learning media process is a communication process and it takes place in a system, so the learning media occupies an important position as one of the components of the learning system. Al-Qur'anul Karim is the greatest miracle of Islam and its miracles are always strengthening knowledge, He was sent down by Allah to His Messenger, Muhammad SAW to get people from dark to light and guide them to a straight path. And also whoever reads it becomes a worship for him.
Teori Sosial Kognitif Albert Bandura dan Relevansi TerhadapĀ  Pendidikan Islam Rahimi; Azhari, Muhammad; Jailani, Jailani
Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya InovasiĀ Guru Vol. 2 No. 2 (2025): ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/arini.v2i2.404

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji relevansi Teori Sosial Kognitif Albert Bandura dengan pendidikan Islam melalui pendekatan kepustakaan yang bersifat deskriptif-analitis. Kajian menunjukkan bahwa konsep reciprocal determinism dan self-regulation, yang menekankan interaksi antara faktor personal, lingkungan, dan perilaku, memiliki kesesuaian dengan prinsip uswatun hasanah dalam Islam yang menempatkan keteladanan sebagai instrumen utama pembentukan akhlak dan karakter peserta didik. Namun demikian, terdapat perbedaan fundamental antara keduanya, sebab teori Bandura berakar pada paradigma empiris yang fungsional sementara pendidikan Islam bertumpu pada wahyu yang transendental dengan tujuan akhir membentuk insan kamil. Karena itu, teori Bandura dapat digunakan sebagai instrumen pedagogis yang mendukung praktik pendidikan Islam, tetapi tidak dapat menggantikan kerangka epistemologisnya. Implikasi praktis penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru Pendidikan Agama Islam tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan hidup yang merefleksikan nilai-nilai Rasulullah SAW dengan memadukan kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan spiritual, terutama dalam menghadapi tantangan model keteladanan di era digital.