Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Efektivitas Aplikasi Poc Pada Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Padi (Oryza Sativa L.) Yushi Mardiana
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 1 No. 3 (2021): Desember 2021
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.718 KB) | DOI: 10.55927/mudima.v1i3.57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC dan penggunaan beberapa varietas padi terhadap pertumbuhan dan produksi padi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2020 sampai April 2021 di lahan sawah Desa Kedungsari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan pemberian konsentrasi POC sebagai faktor pertama dan penggunaan varietas padi sebagai faktor kedua. Data dianalisis sidik ragam dengan uji F (ANOVA), jika terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan analisis uji BNT α 5%. Pemberian POC dan penggunaan macam varietas padi memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, bobot gabah kering dan bobot beras per plot. Kombinasi pemberian konsentrasi POC 0 ml/L dan penggunaan varietas Logawa menghasilkan bobot gabah kering dan bobot beras per plot tertinggi.
STABILITAS ANTOSIANIN DARI EKSTRAK BUAH MANGSI (Phyllanthus reticulatus poir) Titik Irawati; Yushi Mardiana
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.325 KB) | DOI: 10.32503/hijau.v3i2.275

Abstract

Tanaman mangsi (Phyllanthus reticulantus poir) merupakan famili euphorbiacea, buahnya berbentuk buni jika masak berwarna ungu kehitaman dan sedikit berasa asam. Pigmen berwarna ungu kehitaman tersebut diduga berasal dari senyawa antosianin. Antosianin adalah pigmen atau zat warna yang terkandung dalam buah, bunga, daun, batang dan akar suatu tanaman. Antosianin pada bagian-bagian tanaman dapat menghasilkan warna yang beragam, seperti orange, merah, magenta, ungu, dan biru, tergantung dari tingkat keasaman (pH) pada lokasi dimana pigmen itu berada. Senyawa antosianin dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami, namun perlu ditinjau lebih dalam mengenai tingkat kestabilan dari pigmen antosianin tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kestabilan antosianin terhadap suhu dan lama pemanasan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan faktor suhu pemanasan (70, 85, 100) dan lama pemanasan (30, 60, 90 Menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pigmen antosianin buah mangsi cukup stabil suhu 70°C dan lama pemanasan 30 menit
PENGARUH DOSIS PUPUK ORGANIK DAN PEMBERIAN PUPUK PELENGKAP CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica rapa var parachinensis L.) Imam Adif Baydhowi; Wasito Wasito; Yushi Mardiana
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v5i2.1366

Abstract

Sawi merupakan jenis sayuran yang digemari oleh sebagian masyarakat. Kebutuhan sawi di Indonesia mendorong petani mengusahakan lahan sawi agar menghasilkan tanaman sawi dengan kualitas dan kuantitas yang optimal, maka dari itu untuk meningktkan hasil produksi yang optimal dengan memaksimalkan pengolahan lahan serta penggunaan pupuk organik dan pupuk pelengkap cair. Penggunaan pupuk organik dapat memperbaiki struktur tanah, daya simpan air, serta meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah, sedangkan penggunaan pupuk pelengkap cair mampu mengaktifkan sel-sel yang rusak, merangsang pertumbuhan daun, batang, dan bunga. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh dan interaksi dosis pupuk organik dan pemberian pupuk pelengkap cair terhadap pertumbuhan dan produksitanaman sawi (Brassica junceaL.) varietas Tosakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2018 di lahan sawah Desa Gondang Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) dengan dua faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk organik (O) dengan tiga level, yaitu 30 ton/ha, 40 ton/ha, dan 50 ton/ha. Faktor kedua adalah dosis pupuk pelengkap cair (B) dengan tiga level, yaitu 2 ml/L, 4 ml/L, dan 6 ml/L. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan hasil, bahwa pengaruh pemberian dosisi pupuk organik dan pupuk pelengkap cair terjadi interaksi pada parameter pengamatan jumlah daun dan luas daun. Perlakuan tunggal pemberian dosis pupuk organik berpengaruh nyata pada parameter jumlah daun. Perlakuan tunggal pemberian dosis pupuk pelengkap cair berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, berat basah per tanaman, dan berat basah tanaman per petak.
Pengaruh Pemberian Pencahayaan dan Konsentrasi Sukrosa Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Umbi Mikro Kentang (Solanum Tuberosum L.) Yushi Mardiana; Sumarji
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 2 No. 6 (2022): June 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v2i6.583

Abstract

This study aims to determine the effect of the concentration of sucrose and lighting on the growth and production of potato micro tubers. This research was conducted at the Tissue Culture Biotechnology Laboratory of PT. BISI International Tbk. The treatments given were lighting settings in the incubation room and giving different concentrations of sucrose on basic media. This study used a completely randomized design method with 5 replications. Data were analyzed with Anova and further tested with BNJ. Observation results showed that bright light and a sucrose concentration of 80 g/L gave the best results on the growth of potato plantlets aged 14 to 70 days after planting. Observation of the number of micro tubers, weight of micro tubers, and diameter of micro tubers showed that the combination of dark light treatment and a sucrose concentration of 120 g/L resulted in the highest average value
PENGARUH PENGGUNAAN VARIETAS DAN MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN KULTUR IN VITRO BAWANG MERAH Mardiana, Yushi
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v9i1.4921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dari kultur invitro pada meristem bawang merah yang didapat dari tiga varietas Bauji, Thailand, Bima Brebes, pada empat media inisiasi. Penelitian ini diselesaikan di Laboratorium Bioteknologi Kultur Jaringan PT. BISI International Tbk. Metode penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap, dengan menggunakan 3 ulangan dan 12 perlakuan. Penghitungan data yang digunakan dalam pengamatan ini adalah ANOVA, dengan uji lanjut BNJ. Penelitian ini mengamati respon pertumbuhan tinggi dari hasil kultur meristem bawang merah. Penambahan arang aktif pada media MS mampu menghasilkan tingkat pertumbuhan yang lebih baik pada usia 18 hst (Bauji 17,03 mm, Bima Brebes 24,7 mm, Thailand 19.03 mm), dan diakhir pengamatan 21 hst (Bauji 17,97 mm, Bima Brebes 26,33 mm, Thailand 29,43 mm) dibandingkan media kontrol MS tanpa arang aktif pada usia 18 hst (Bauji 11,47 mm, Bima Brebes 13,30 mm, Thailand 8,37 mm) dan usia 21 hst (Bauji 12,90 mm, Bima Brebes 14,03 mm, Thailand 12,27 mm), pada media ½ MS penambahan arang aktif juga memberikan pertumbuhan eksplan yang lebih baik pada usia 18 hst (Bauji 15,87 mm, Bima Brebes 19,27 mm, Thailand 20,23 mm) dan usia 21 hst (Bauji 18,97 mm, Bima Brebes 20,77 mm, Thailand 22,80 mm) dibandingkan ½ MS tanpa arang aktif pada usia 18 hst (Bauji 8,37 mm, Bima Brebes 11,77 mm, Thailand 12 mm) dan usia 21 hst (Bauji 11,47 mm, Bima Brebes 13,23 mm, Thailand 14 mm).
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Siomak (Lactuca Sativa L.) Pada Variasi Media Tanam Dan Pupuk Urin Kelinci Mardiana, Yushi; Bayu Prasetyo, Ahmad; Rahmatika, Widyana
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol 25 No 1 (2025): JURNAL ILMIAH AGRINECA
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/afp.v25i1.4524

Abstract

Siomak is a type of lettuce plant that has a slightly different leaf shape from lettuce plants in general. This research aims to determine the interaction between planting media treatment and rabbit urine fertilizer concentration on the growth and yield of siomak plants. This research was carried out from April to May 2022 in Rejomulyo Village, Kras District, Kediri Regency, East Java Province. This research used a factorial completely randomized design (CRD) with two factors. The first factor is the planting medium (M), while the second factor is the concentration of rabbit urine fertilizer (K). The results of this research show that the M2K4 treatment combination (planting media ratio 2:1:3 + 40 ml/L urine fertilizer) is the treatment combination with the best results in the observation variables of number of leaves and wet weight per plant. The combination of M2K2 treatment (planting media ratio 2:1:3 +20 ml/L urine fertilizer) is the combination with the best results in increasing the root length of siomak plants. The single treatment of M2 planting media (planting media ratio 2:1:3) showed better results than the results of treatment M1 (planting media ratio 2:1:2) significantly in the observation variables of plant height, number of leaves, leaf area and root volume. . K4 treatment (urine fertilizer 40 ml/L) is the most effective and efficient concentration in increasing plant height and leaf area growth. The results of observing the root volume of the K5 treatment (50 ml/L urine fertilizer) showed the best results.
Pengaruh Skarifikasi dan Perendaman Giberelin Pada Perkecambahan Melon (Cucumis melo L.) : Melon, Skarifikasi, Giberellin Rahmatika, Widyana; Fitriyah, Nur; Imadudin, Alfian; Mardiana, Yushi
innofarm Vol 27 No 1 (2025): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v27i1.12345

Abstract

The aim of this research was to determine the effect of scarification, the effect of gibberellin soaking and to determine the interaction of the two treatments. The research was carried out on Jl. Diponegoro, Kayen Kidul, Kediri. With a height of 86 M above sea level. The research was carried out from July to October 2024. The research used a factorial Randomized Block Design consisting of 2 treatment factors with 8 treatment combinations and repeated 4 times. The first factor, scarification (F), consists of 2 types, F1 = Control (no treatment) and F2 = seed scarification. The second treatment factor, Gibberellin (G) consists of 4 levels, G1 = gibberellin 0 ppm, G2 = Gibberellin 20 ppm, G3 = Gibberellin 40 ppm and G4 = Gibberellin 40 ppm The parameters observed are the initial vegtative growth of melon, plant height (cm), and number of leaves (strands). The results of the research showed that there was an interaction between scarification treatment and gibberellin soaking on the parameters for observing plant height and number of leaves with the best treatment being F1G3.
The Respon Pertumbuhan Varietas Bibit Pepaya (Carica papaya L.) Pada Perlakuan Lama Perendaman Auksin Yang Berbeda: Respon Pertumbuhan Varietas Bibit Pepaya (Carica papaya L.) Pada Perlakuan Lama Perendaman Auksin Yang Berbeda Yushi Mardiana; Eka Putri Setyaningsih; Widyana Rahmatika
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol 26 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH AGRINECA
Publisher : JURNAL ILMIAH AGRINECA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/afp.v26i1.5539

Abstract

Papaya (Carica papaya L.) is an important horticultural crop, and seedling quality greatly determines its growth and productivity. The application of auxin through seed soaking is expected to enhance germination and seedling development. This study aimed to evaluate the effect of different papaya varieties and auxin soaking durations on germination and early seedling growth. The experiment was conducted from March to May 2025 in Pranggang Village, Kediri Regency, East Java, using a factorial randomized block design (RBD). The first factor was papaya variety (California and Bangkok), and the second factor was auxin soaking duration at four levels (6, 12, 18, and 24 hours). Ten treatment combinations were obtained, each replicated three times with six plants per replication. The results showed a significant interaction between papaya variety and auxin soaking duration. The best interaction was observed in the California variety soaked for 12 hours, producing an average of 15.53 leaves at 35 days after sowing (DAS). However, the Bangkok variety showed superior performance overall, with the highest values in most observed variables. Auxin soaking for 12 and 18 hours provided the most favorable effect on seedling growth, as indicated by the highest mean values across most parameters, except for germination rate. The Bangkok papaya variety demonstrated the best overall growth performance, while auxin soaking for 12–18 hours was the most effective treatment for enhancing seedling development. These findings provide practical insights for improving papaya seedling quality and optimizing early growth.
Pengaruh Macam Mulsa dan Varietas Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L.): Pengaruh Macam Mulsa dan Varietas Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L.) Laila Qurrotul A’yuni; Nunuk Helilusiatiningsih; Yushi Mardiana
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol 26 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH AGRINECA
Publisher : JURNAL ILMIAH AGRINECA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/afp.v26i1.5585

Abstract

Cabai merah keriting (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai tinggi, namun produktivitasnya masih terkendala oleh hama, penyakit, dan keterbatasan teknologi budidaya. Upaya peningkatan hasil dapat dilakukan melalui penggunaan mulsa dan pemilihan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan mulsa dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil cabai keriting. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–Juni 2025 di Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor, yaitu macam mulsa (M1: tanpa mulsa, M2: plastik hitam perak, M3: jerami) dan varietas (V1: Iggo Tavi, V2: Tangguh F1, V3: TM 999) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata antara macam mulsa dan varietas terhadap jumlah dan berat buah per plot. Dengan hasil tertinggi pada M2V1 (mulsa plastik hitam perak dan varietas Iggo Tavi), jumlah buah 223,00 dan berat buah 917,33 gram per plot (9,83 ton/ha). Secara tunggal, Mulsa jerami (M3) meningkatkan tinggi tanaman tertinggi pada 28 hst (33,27 cm) dan 35 hst (46,11 cm). Sementara itu, varietas memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter, dengan V1 (Iggo Tavi) menunjukkan hasil terbaik pada tinggi tanaman 21 hst (18,29 cm), 28 hst (36,93 cm), dan 35 hst (54,44 cm), diameter batang (4,88 mm), serta panjang buah (29,99 cm). Umur berbunga tercepat tercatat pada varietas V2 (Tangguh F1) yaitu 30,11 hst.
Uji Efektivitas Pemberian Trisodium Fosfat (TSP) Untuk Mengeliminasi Burkholderia glumae Penyebab Penyakit Busuk Bulir Bakteri Pada Benih Padi (Oryza sativa L.) Yushi Mardiana; Sugeng Priyanto
Innofarm : Jurnal Inovasi Petanian Vol 27 No 2 (2025): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v27i2.13124

Abstract

Burkholderia glumae infection in rice was first reported in Indonesia in 1987 in Tasikmalaya, West Java, and has since spread to several regions including Sumatra, Java, Bali, Lombok, and South Kalimantan. Seed treatment is one of the recommended methods to prevent and suppress seed-borne pathogens. This study aimed to evaluate the effectiveness of rice seed soaking with Trisodium Phosphate (TSP) solution in eliminating B. glumae using the ELISA method. In addition, physiological seed quality parameters, including germination rate, germination percentage, and seed storability, were also observed. The experiment was conducted from December 2024 to March 2025 in the laboratory and greenhouse of a private company in East Java at an altitude of approximately 220 m above sea level. The results revealed that TSP treatments at concentrations of 2 g/10 ml, 3 g/10 ml, and 4 g/10 ml successfully eliminated B. glumae after three months of storage. Among these, the 2 g/10 ml treatment produced the best performance, yielding higher germination rate and storability compared to 3 g/10 ml and 4 g/10 ml. Furthermore, seed germination and storability on blotter paper medium generally higher than those observed on sand medium. Keywords: Burkholderia glumae, rice seed treatment, trisodium phosphate (TSP), seed germination, seed vigor, seed storage viability