Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh tinggi batang bawah dan macam varietas pada sambung pucuk terhadap persentase tumbuh tanaman kelengkeng (Dimocarpus longan L.) Nunuk Helilusiatiningsih; Belinda Adeana; Fajar Setyawan
Agrovigor Vol 14, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i2.9196

Abstract

Tanaman Kelengkeng (Dimocarpus longan L. ) digemari masyarakat Indonesia karena mudah dibudidayakan dan rasa buah manis , mengandung kadar air tinggi serta memiliki nilai gizi yang baik. Penelitian bertujuan mempelajari pengaruh tinggi batang bawah dan macam varietas pada sambung pucuk terhadap persentase tumbuh kelengkeng. Metode Penelitian menggunakan Rancangan Perlakuan Acak Kelompok dengan 2 jenis perlakuan yaitu Tinggi batang bawah ada 3 level 15 cm, 20 cm, 25 cm) dan Macam Varietas (new kristal, diamond river, matalada). Parameter yang diukur adalah jumlah tunas, jumlah daun, panjang batang, persentase keberhasilan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tinggi batang bawah T3 yang panjangnya 25 cm memepangaruhi perkembangan 8 minggu  jumlah daun 33, 22 helai, jumlah tunas 4,35,  panjang batang 8,35 cm dan persentase pertumbuhan kelengkeng  sebesar 79 % yang paling baik. Perlakuan macam varietas tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter dan  tidak terjadi interaksi antara tinggi batang bawah dan macam varietas  pada sambung pucuk terhadap persentase tumbuh kelengkeng.
WILLINGNESS TO PAY TEH HERBAL TAKOKAK MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA KEDIRI Heru Setiyadi; Nunuk Helilusiatiningsih
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 18 No 1 (2021): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v18i1.1245

Abstract

Konsumen mulai beralih menggunakan produk herbal yang terbukti mempunyai khasiat untuk tubuh bagi yang mengonsumsinya, termasuk minuman herbal. Salah satu jenis minuman herbal dengan keunggulan manfaat kesehatan adalah Teh Herbal Takokak yang berasal dari pengolahan buah takokak. Pada masa pandemi Covid- 19 seperti saat ini, tentunya teh herbal takokak bisa menjadi alternatif konsumen dalam mengoonsumsi minuman dengan orientasi kesehatan karena bisa meningkatkan imunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai willingness to pay (WTP) terhadap Teh Herbal Takokak serta mengetahui hubungan karakteristik responden dengan WTP Teh Herbal Takokak pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Kediri. Penelitian ini dilaksanakan pada September hingga Desember 2020 di Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan populasi yaitu seluruh penduduk Kota Kediri dengan usia 30 tahun ke atas dengan sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Untuk mengetahui nilai WTP Teh Herbal Takokak pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Kediri menggunakan pendekatan Contingent Valuation Method (CVM) yang menanyakan langsung kepada responden mengenai nilai kesediaan membayar (harga) Teh Herbal Takokak di Kota Kediri. Sedangkan analisis hubungan karakteristik responden dengan kesediaan membayar WTP Teh Herbal Takokak pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Kediri menggunakan metode uji Chi-Square dengan SPSS. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa 1) nilai rataan WTP responden Teh Herbal Takokak sebesar Rp31.150 per 80 gram dan responden yang mempunyai WTP Teh Herbal Takokak sebesar 72 responden (72%) dengan harga lebih dari sama dengan Rp30.000,00 per 80 gram; 2) karakteristik responden yang mempunyai hubungan siginifikan terhadap WTP Teh Herbal Takokak adalah status usia, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, status pekerjaan, dan status pengetahuan.
Pemberdayaan UMKM Dan Mentoring Teknologi Produk Olahan Nanas Di Desa Babadan Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri Nunuk Helilusiatiningsih; Endro Puji Astoko; Nastiti Winahyu; Rizky Arief Shobirin; Titik Irawati
Jurnal ABDIRAJA Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v5i1.1525

Abstract

Tanaman nanas tumbuh subur dan merupakan sentra produksi di Kecamatan Ngancar, yang terdiri 4 desa yaitu Babadan, Besali, Jagul, Kunjang Kabupaten Kediri. Permasalahan yang ada yaitu pemasaran buah dalam bentuk segardan belum dikenal teknologi pasca panen dan pengolahan nanas menjadi produk yang awet disimpan. Tujuan kegiatan untuk coaching dan mentoring teknologi pengolahan nanas kepada kelompok PKK mandiri Desa Babadan Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Metode Pelaksanaan yaitu Pembinaan dan sosialisasi tentang pentingnya ilmu teknologi pasca panen olahan buah nanas menjadi produk yang disukai konsumen dan dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat petani nanas juga. .Waktu Pelaksanaan selama 4 hari mulai tanggal 18 Agustus sampai 21 Agustus 2021 di Balai Desa Babadan , Kec. Ngancar Kediri diikuti .peserta 20 orang. Hasil kegiatan yang dicapai adalah target jangka pendek yaitu petani mempelajari dan memahami ilmu teknologi pasca panen dan olahan buah nanas segar menjadi sari buah nanas, selai nanas, dodol nanas. Target jangka panjang adalah menjalin koordinasi dan kemitraan petani dengan pemangku kepentingan terkait seperti akademisi, pihak pemerintah dan swasta. Dapat terbentuk model ekonomi bisnis UMKM berkelanjutan skala nasional.
OPTIMASI PENGOLAHAN TEH HERBAL POKAK (SOLANUM TORVUM) METODE RESPON PERMUKAAN (RESPONSE SURFACE METHODHOLOGY- BOX BEHNKEN DESIGN) Nunuk Helilusiatiningsih; Titik Irawati
Journal of Food Technology and Agroindustry Vol 3 No 2 (2021): Journal of Food Technology and Agroindustry
Publisher : Journal of Food Technology and Agroindustry dipublikasikan oleh Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jfta.v3i2.1326

Abstract

Pokak eggplant (Solanum torvum), which is spread throughout Indonesia, was a useful herbal medicine. The use of pokak eggplant, which had another name, eggplant or takokak, had not been widely marketed in supermarkets or traditional markets. Raw materials were classified as wild because they have not been widely cultivated, so new innovation technology was needed to process pokak eggplant fruit into herbal teas that were economically beneficial and health and long lasting. The research objective was to determine the optimization of the processing of pokak eggplant fruit into herbal tea products. The research method used the response surface (Response Surface Methodology Box Behind Desaint). There are 4 stages of processing pokak eggplant herbal tea including curing, fermentation, temperature and drying time. The observed parameters of treatment response included 4 components of phytochemical compounds analyzed, namely antioxidant activity (% DPPH absorption), total phenol content, tannin content, and flavonoid levels. The results showed that the optimal processing conditions were obtained in the processing of pokak herbal tea on curing for 4.8 days at room temperature, fermentation for 6 hours 18 minutes and a vacuum drying temperature of 49.95oC and a drying time of 14 hours. Pokak herbal tea produced under the optimum process conditions of verification results had antioxidant activity (% DPPH inbibition), total phenol content, tannins and flavonoids respectively 85.77%, 65.50 mg / g, 1.95 mg / g and 4, 48 mg /g.
ANALISA SENYAWA BIOAKTIF ANTIOKSIDAN DAN ZAT GIZI TERHADAP BUAH TERUNG POKAK (Solanum torvum) SEBAGAI BAHAN PANGAN FUNGSIONAL Nunuk Helilusiatiningsih; Edy Soenyoto Soenyoto
BUANA SAINS Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.264 KB) | DOI: 10.33366/bs.v20i1.1892

Abstract

Solanum torvum has potential as a functional food ingredient because it contains bioactive antioxidant compounds which are quite high and are proven as herbal medicines in China and are a popular food in Florida, Alabama, West India, Malaysia, Thailand, Mexico, Central America, South America, Brazil. The study aims to analyze the components of bioactive antioxidant compounds and nutrients in qualitative and quantitative methods and functional groups in fresh Solanum torvum. The research method used phytochemical screening, quantitative tests, chemical identification with LCMS, FTIR, AAS. The results of phytochemical screening studies, the Solanum torvum contains few alkaloids, while it contains a great number of saponins, steroids, glycosides. The quantitative test showed that the fruit contains 36.31 mg /g phenol, 0.62 mg/g tannin content, 2.76 mg/g flavonoid content and antioxidant activity (% DPPH inhibition) of 84.55%, 82.77% water content, 1.63% ash content, 2.73% fat content,  9.78% protein, 3.69% carbohydrates, 3.77% vitamin C, 0.97% phosphorus, 0.13% potassium, Ca 36.64 ppm, Mg 79.1 ppm, Fe 2.34 ppm. Chemical tests with LCMS contain 13 types of components namely (1) chlorogenic acid, (2) 4-O-caffeoylquinic, (3) 3-O-caffeoylquinic, (4) 4-O-caffeoylquinic, (5) 3-O-feruloylquinic acid, (6) 5-O-feruloylquinic acid, (7) 3-O-dicaffeoylquinic acid, (8) 4-O-dicaffeoylquinic acid, (9) 3-5-O-dicaffeoylquinic acid, (10) 3-O -feruloylquinic acid, (11) 5-O-feruloquinic acid, (12) putative dicaffeoylquiniacid, (13) putativedicaffeoylquinic acid. The functional groups of Solanum torvum have seven types namely phenol (OH), Alkane (C-H), Alkene (C = C), aromatic ring, Nitro (NO2), Amine and Amide (C-N), Alcohol (C-O). Thus, fresh Solanum torvum contains potential antioxidant compounds and nutrients that function for health and functional food.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKTRAK METANOL DAN AIR TEH HERBAL POKAK ( Solanum torvum ) TERHADAP ANTIBAKTERI PATOGEN Nunuk Helilusiatiningsih
BUANA SAINS Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/bs.v20i2.2237

Abstract

Pokak (Solanum torvum) can thrive in Indonesia and had high phytochemical and antioxidant compounds. The aim of this study was to analyze the effect of antioxidant compounds on herbal tea products, namely methanol extract of pokak herbal tea and water extract of pokak herbal tea on the inhibition of the growth of pathogenic bacteria. The herbal tea processing method uses surface response. The measured parameters were the total phenol content, tannins, flavonoids, and antioxidant activity (% DPPH Imbibition) and test for pathogenic bacteria inhibition zone using the disc method. The results showed that the best treatment was pokak green tea water extract containing 93.81% antioxidant activity (% DPPH inhibition), total phenol 55.20 mgGAE/g, tannin content 1.70 mgTAE/g, flavonoid levels 1.78 mgQAE/g. Analysis of pokak green tea water extract at a concentration of 100% had an inhibitory power against pathogenic bacteria E coli 20 mm, 20 mm MRSA, 20 ml Salmonella typhi, 19 mm Streptococcus pneumonia. Pokak green tea water extract can be used as a drink that functions for health in inhibiting the growth of pathogenic bacteria.
PENGARUH DOSIS PUPUK NPK PONSKA DAN PUPUK ORGANIK SEMANGGI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS ( Zea mays saccaharata L) VARIETAS TALENT Mochammad Saiful Anam; Pamuji Setyo Utama; Nunuk Helilusiatiningsih
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v5i2.1021

Abstract

Jagung manis merupakan komoditas yang potensi di Indonesia karena rasanya manis dan mudah ditanam serta mengandung komponen gizi yang tinggi. Budidaya jagung manis memiliki peluang bisnis yang menguntungkan jika diupayakan secara efektif dan efisien. Penelitian bertujuan untuk mempelajari dan mengevaluasi pengaruh interaksi perlakuan dosis pupuk NPK Ponska dan pupuk organik semanggi terhadap pertumbhan dan produksi jagung manis ( Zea mays saccaharata L) varietas Talenta. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok secara faktorial yang diulang 3 kali. Faktor ke 1 adalah dosis pupuk NPK ponska dengan 3 level yaitu 100 kg/Ha, 200 kg/Ha, 300 kg/Ha. Faktor yang ke 2 adalah dosis pupuk semanggi dengan 3 level yaiu 200kg/Ha, 250 kg/Ha, 300 kg/Ha. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi terhadap kombinasi perlakuan dosis pupuk NPK Ponska dan pupuk organik semanggi terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis varietas Talenta. Pada perlakuan tunggal pupuk organik semanggi dengan dosis 300 kg/Ha terdapat pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman dan jumah daun pada umur tanam 25, 32, dan 39 hst serta berpengaruh nyata pada panjang tongkol dan berat tongkol umur 72 hst. Pada perlakuan tunggal dosis pupuk NPK Ponska tidak ada pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis varietas Talenta.
Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Kapasitas Usaha Klasterisasi Pengolahan Buah Nanas Menjadi Sari Buah dan Selai Nanas Imam Habibi; Titik Irawati; Nunuk Helilusiatiningsih; Edy Soenyoto
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 2 (2021): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v6i2.5624

Abstract

Pineapple was a potential commodity in Kediri Regency, favored because of its sweet taste mixed with acid which contains nutrients and antioxidants. The community service activity involves Faculty of Agriculture UNISKA in collaboration with the Pineapple Farmer Group and PT. PNM Kediri Branch. The purpose of the activity was identifying problems with pineapple farmers through survey activities, solving problems through training activities. Pineapple processing in Kediri district was not yet fully implemented. Still maintaining sales in fresh form so it was necessary to add value to the product. The training was held in September 2019. The tools and materials used were a set of cooking utensils and pineapple fruit. The expected output of activities was in the form of a cluster map of pineapple plant farmers in Kediri district and product diversification from pineapple plants. The results obtained were that farmers can produce fruit juice, pineapple jam and pineapple business assistance.
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK CAIR ORGANIK D.I GROW DAN VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA (Brassica leraceae L. BOTRYTIS) Nunuk Helilusiatiningsih; Imam Subkhi; Eva Pebriana
Agrika Vol 16, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v16i1.3709

Abstract

  ABSTRAKKubis bunga merupakan sayuran yang digemari masyarakat, karena  rasanya lezat, mengandung antioksidan dan bergizi tinggi. Konsumsi kubis bunga di Indonesia meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2018 permintaan kubis mencapai 1.45 kg/kapita/tahun yang setara dengan  384 250 ton. Sementara itu produksi kubis bunga pada tahun 2018 mencapai 152 122 ton  dan pada tahun 2019 mencapai 183 816 ton. Produksi kubis bunga yang ada belum mampu mencukupi permintaan. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi di antaranya adalah dengan pemupukan. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh interaksi pupuk cair D.I. Grow dan macam varietas terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga.  Penelitian  dilaksanakan  di Dusun Tawangrejo Desa Mukuh Kecamatan Kayenkidul Kabupaten Kediri, dengan tinggi tanah 111 dpl, jenis tanah Regosol, pH tanah 5.5-6.0.  Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang  diulang  3 kali. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk organik cair D.I Grow dengan empat level yaitu (D0=tanpa perlakuan konsentrasi  pupuk cair;  D1= 2.5 ml/l; D2=5.0 ml/l dan D3=7.5ml/l). Faktor kedua adalah varietas kubis bunga (V1=Varietas Kusuma, V2=Cauliflower Spring 46, danV3=PM 126). Hasil  penelitian  adalah terdapat interaksi antara pemberian pupuk cair D.I. Grow  dan varietas kubis bunga. Kombinasi perlakuan D3V2 memberikan pertumbuhan dan hasil kubis bunga yang paling baik.    ABSTRACTCauliflower is a vegetables that is liked by the community, because it tastes delicious, contains antioxidants and highly nutritious. Consumption of flower cabbage in Indonesia is increasing each year. In 2018 the demand for cabbage reached 1.45 kg/capita/year which is equivalent to 384 250 tons. Meanwhile, flower cabbage production in 2018 reached 152 122 tons and in 2019 it reached 183 816 tons. The existing production of flower cabbage has not been able to meet the demand. One of the efforts to increase production is fertilizer application. This study aims to study the effect of the interaction of D.I. Grow liquid fertilizer  and kinds of varieties on the growth and yield of cauliflower. The research was carried out in Tawangrejo Dusun, Mukuh Village, Kayenkidul District, Kediri Regency, with the altitude of 111 above sea level, soil type Regosol, soil pH 5.5-6.0. The experiment was conducted using a factorial Randomized Block Design  which was repeated 3 times. The first factor is the concentration of liquid organic fertilizer D.I Grow with four levels, namely (D0=without liquid fertilizer concentration treatment; D1=2.5 ml/l; D2=5.0 ml/l and D3=7.5ml/l). The second factor was the cauliflower variety (V1=Kusuma variety, V2=Cauliflower Spring 46, and V3=PM 126). The result of the research is that there is an interaction between the application of liquid fertilizer D.I. Grow and cauliflower varieties. The combination of D3V2 treatment gave the best growth and yield of cauliflower.  
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Kacang Panjang Varietas Dewi dengan Aplikasi Jumlah Benih Dan Jarak Tanam nunuk helilusiatiningsih; Rofikatussholikhah Rofikatussholikhah; Nur Fitriyah
AGRITROP Vol 20, No 1 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v20i1.7237

Abstract

Tanaman kacang panjang memilik senyawa kadar gizi dan serat yang baik.  Permasalahannya produktivitas menurun  sejak tahun 2019. Percobaan bertujuan  menganalisis terjadinya  interaksi yang ada  antara jarak tanam dan pemberian jumlah benih per lubang tanamannya  terhadap produksi  kacang panjang varietas Dewi. Metode penelitian secara  faktorial (RAK)  dari dua faktor : Faktor I  jarak tanam (J) yang terdiri dari 3 taraf : J1 = 50 cm x 30 cm, J2 = 50 cm x 40 cm, J3 = 50 cm x 50cm. Faktor II  jumlah benih (B) 3 taraf : B1 = 1 benih, B2 = 2 benih, B3 = 3 benih. diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan   bahwa kombinasi perlakuan terdapat adanya  interaksi secara nyata di antara jarak tanamnya  dan jumlah biji per lubangnya  pada  pengamatan jumlah buah per tanaman  umur 45,48,51,54 dan 57 hari setelah tanan adapun diperoleh  hasil yang terbaik yakni J1B1 (jarak 50 cm x 30 cm dan jumlah biji per lubang satu biji).