Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : JURNAL FLYWHEEL

Analisa Putaran Spindle dan Kedalaman Potong Terhadap Keausan Pahat Positive dan Negative Rhombic Insert Rahmadianto, Febi; Wilis Lestarining Basuki, Diah
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i2.697

Abstract

Proses permesinan yang dilakukan untuk membentuk material adalah proses pembubutan. Ada berbagai maalah yang ditimbulkan pada proses ini, salah satunya adalah keausan pahat yang digunakan untuk proses pembubutan. Hal ini dapat mempengaruhi baiay produksi dari suatu material atau objek. Penelitian ini dilakukan dengan experimental research, parameter yang digunakan adalah depth of cut yaitu 1,0 mm, 1,5 mm, 2,0 mm dan putaran spindle yaitu 1000 rpm, 1500 rpm, 2000 rpm , 2500 rpm. Variabel terkontrol adalah kecepatan pemakanan konstan 150 mm/menit dan material yang digunakan baja ringan. Untuk variable terikat digunakan keausan pahat dan kekasaran permukaan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa putaran spindle,dan depth of cut, berpengaruh terhadap keausan pahat hasil pembubutan baja ringan. Pada depth of cut yang rendah, yaitu 1,0 mm dan putaran spidle 1500 rpm akan dihasilkan nilai keausan yang rendah. Sedangkan untuk depth of cut paling besar yaitu 2,0 mm dan dengan putaran spindle 2000 rpm dihasilkan nilai keausan yang besar. nilai keausan tersebut meningkat seiring dengan peningkatan putaran spindle.
Penerapan Keselamaan Kerja Pada Bengkel Sepeda Motor Di Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing Malang Budijanto; Edy Susanto, Eko; Rahmadianto, Febi
JURNAL FLYWHEEL Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v9i2.705

Abstract

Dikeluarahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang masyarakat giat meningkatkan kesejahteraan perekonomiannya dengan mengoptimalkan bidang usahanya dan salah satunya mengadakan kegiatan pada bengkel sepeda motor. Dalam upaya meningkatkan dalam bidang pelayanan perbengkelan diperlukan upaya pelaksanaan manajemen yang profesional dan mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja yang optimal. Adanya penyuluhan dan pelatihan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja, kepada kelompok pemuda yang berusaha di bidang pebengkelan sepeda motor di daerah tersebut dan mendapat tanggapan dan dukungan sangat besar. Penyuluhan membahas tentang manfaat tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada bengkel sepeda motor. Pelatihan dilakukan dengan intensip dan terjadwal, hasilnya masyarakat mampu menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kerjanya.
Pengaruh Temperatur Pirolisis Terhadap Kinetik Rate Dan Volume Tar Pada Limbah Plastik Hermawan, Dadang; Hardianto, Andi; Rahmadianto, Febi
JURNAL FLYWHEEL Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v10i1.715

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap tar laju kinetik hasil limbah plastik. Proses penelitian dilakukan secara eksperimental dengan suhu 563 K, 623 K, 723 K, 773 K, 873K, 973 K dan 1073 K. Proses pirolisis dilakukan selama 2 jam dengan ukuran partikel plastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju kinetik meningkat dengan meningkatnya suhu. Nilai laju kinetik tertinggi dicapai pada 1073 K, dengan nilai laju kinetik adalah k = 23,60695 min-1. Persamaan laju kinetik yang dilakukan dalam makalah ini adalah k = 185,49 e-2779 / T. Dengan membalikkan persamaan laju kinetik menjadi volume, nilai laju kinetik makalah ini akurat.
Pengaruh Pengerolan Panas Terhadap Kerusakan Permukaan Rol Pada Proses Pembuatan Cooperrod Edy Susanto, Eko; Rahmadianto, Febi
JURNAL FLYWHEEL Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v10i2.745

Abstract

Salah satu kerusakan pada produk copperrod disebabkan kerusakan pada rol dan kerusakannya terdapat dipermukaannya. Kerusakan pada permukaan rol karena adanya retakretak halus akibat heat cracking. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kerusakan pada permukaan rol yang digunakan untuk pengerolan panas copperrod. Terjadinya kerusakan pada permukaan rol karena tingginya temperatur pada waktu reduksi pada proses pengerolan panas dan pengaruh sistem pendinginannya. Tidak meratanya pendinginan yang memakai soluble oil pada permukaan rol maka menyebabkan terjadinya tegangan yang tidak stabil pada permukaan dan akibatnya muncul retakan–retakan halus. Pada temperatur pengerolan 705 0C dan volume pendinginan 403,2 l/jam dengan tekanan 6 kg/cm2 , media pendingin memakai soluble oil dapat meningkatkan umur pakai rol nahan baja H13.
Optimalisasi Laju Pengeringan Pada Alat Pengering Pakaian Yang Tidak Terpengaruh Waktu Dan Cuaca Edy Susanto, Eko; Rahmadianto, Febi; Pohan , Gerald Adityo
JURNAL FLYWHEEL Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v12i2.4276

Abstract

Penggunaan energi matahari unruk proses pengeringan pakaian tidak dapat dihandalkan ketika musim hujan tiba.Dimana proses pengeringan menggunakan energi matahari. Penggunaan energi matahari unruk proses pengeringan pakaian tidak dapat dihandalkan dikarenakan Perubahan cuaca yang tidak menentu karena itu dibuatlah “Alat Pengering Pakaian”. Pembuatan alat pengering pakaian bertujuan untuk membantu proses pengeringan diwaktu cuaca tibak bagus. Alat pengering pakaian mempunyai dua fungsi yang berbeda yaitu alat pemanas dan lemari pemanas atau pengering pakian. Alat pemanas terdapat Hand Blower dengan kecepatan 6 Speed dengan tujuan agar pengguna dapat menyesuaikan kecepatan udara panas yang ingin dialirkan ke lemari pemanas untuk mendapatkan hasil yang efisien untuk mengeringkan pakaian, dan menggunakan panas kompor sebagai sumber energi panas. Temperature panas kompor 400 °C pada temperature ruangan 28°C, Kemudian didapatkan Temperatur udara panas yang masuk ke lemari pemanas atau pengering 53 – 72 °C pada kecepatan putaran blower yang digunakan. Dan temperature udara panas Hasil pengujian dari alat pengering pakaian didapat efisiensi pada ruang pengering yang terbesar pada kecepatan putaran blower 3000 Rpm sebesar 6,42 % dan efisiensi terkecil pada kecepatan putaran blower 9000 Rpm sebesar 0,38.
Pelatihan Meningkatkan Kualitas Pembuatan Stik Mie dari Bahan Bambu di Kota Malang Rahmadianto, Febi; Edy Susanto, Eko; Pohan, Gerald Adityo
JURNAL FLYWHEEL Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v12i2.4278

Abstract

Bahan baku bambu banyak digunakan di Indonesia sebagai stik bambu dan bambu mempunyai banyak jenis, jenis yang peneliti gunakan adalah jenis bambu betung, bambu hijau, dan bambu hitam, pemilihan bahan baku jenis bambu merupakan aspek penting guna untuk menghasilkan kualitas produk yang presisi dan layak untuk dipasarkan dengan bantuan mesin penyerut. Mesin penyerut merupakan mesin tepat guna dalam meningkatkan produksi stik bambu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen atau pengujian terhadap mesin penyerut dengan bahan baku bambu betung, bambu hijau dan bambu hitam sebagai bahan olahan kemudian dilakukan pengukuran diameter dengan jangka sorong dihitung rata-rata penyimpangan hasil penyerutan dengan standart diameter yang digunakan adalah diameter mata pisau 2,5mm, 3mm, 4mm, 5mm. Berdasarkan hasil pengujian mesin penyerut yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pada jenis bambu betung merupakan jenis bambu yang baik atau bambu yang sedikit terjadi penyimpangan dari hasil mesin penyerut yaitu pada diameter 2.50 mm adalah 0.06 mm, pada diameter 3 mm adalah 0.06, pada diameter 4 mm adalah 0.05 mm dan pada diameter 5 mm adalah 0.05 mm, sedangkan pada bambu hijau merupakan jenis bambu lunak sehingga hasil penyerutan tidak presisi atau banyak terjadi penyimpangan produk, sedangkan kepresisian yang dihasilkan mesin penyerut dengan jenis bambu hitam adalah sedang karena hasil kepresisian yang dihasilkan diatas kepresisian jenis bambu hijau dan dibawah tingkat kepresisian jenis bambu betung.
Analisa Perancangan Desalinasi Air Laut Dengan Variasi Filter Tempurung Kelapa Dan Variasi Temperatur Pemanasan Pratama, Adhi; Rahmadianto, Febi
JURNAL FLYWHEEL Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v12i2.4279

Abstract

Dalam penyusunan jurnal ini peneliti bermaksud untuk memberikan informasi tentang proses desalinasi air laut dengan variasi filter tempurung kelapa dan variasi temperatur pemanasan. Dengan proses desalinasi air laut dengan filter tempurung kelapa sangat menguntungkan karena mampu memberikan penurunan nilai TDS pada air laut dengan satuan PPM mg/l. Namun tidak hanya itu, desalinasi air laut sangat memberikan kontribusi untuk peningkatan nilai pH air laut untuk kelayakan minum. Dalam proses desalinasi dengan filter tempurung kelapa menggunakan 3 filter tempurung kelapa yang memiliki ketebalan, suhu dan holding waktu yang berbeda-beda. Dalam pengolahan data penelitian ini menggunakan metode taguchi. Selama proses pengujian ini batasannya adalah untuk mengetahui dampak filter tempurung kelapa terhadap nilai TDS dan pH. Maka dari itu peneliti sungguh mendapatkan temuan menakjubkan dimana filter tempurung kelapa ini mampu mengurangi zat yang terkandung dalam air laut melalui uji TDS. Sehingga penulis menyimpulkan bahwa tempurung kelapa sangat penting untuk proses desalinasi air laut dalam mengurangi kadar zat yang bisa saja berbahaya dalam air laut.
Analisis Variasi Diameter Pulley pada Mesin Hidrolik Pencetak Batu Bata terhadap Sifat Mekanik menggunakan Metode Taguchi Rahmadianto, Febi; Kurniawan , Arif; Pohan, Gerald Adityo; Febritasari, Rosadila; Pratama Nurida, Sixta
JURNAL FLYWHEEL Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v13i1.4745

Abstract

Batu bata merupakan salah satu material yang digunakan dalam konstruksi. Pemanfaatan teknologi dalam pengolahan batu bata sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas batu bata di tengah pesatnya peningkatan pembangunan di Indonesia. Efektivitas sistem teknologi akan mengalami penurunan seiring berjalannya waktu yang disebabkan oleh pulley yang bekerja pada mesin tersebut. Sehingga pemilihan diameter pulley merupakan kunci utama untuk menghasilkan batu bata yang optimal ditinjau dari putaran pompa, tekanan fluida dan kekuatan impact dari hasil pencetakan batu bata tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat mekanik mesin hidrolik terhadap beberapa variasi diameter pulley yang digunakan pada mesin pencetak batu bata. Analisis variasi diameter pulley ini dilakukan untuk mendapatkan kerja mesin yang tetap baik dan tidak melebihi jangkauan sistem kerja standartnya dan menghasilkan cetakan batu bata yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai putaran pompa terhadap variasi diameter pulley pompa 3, 5dan 7 inci masing-masing adalah 1400 rpm, 840 rpm dan 600 rpm, sedangkan nilai tekanan fulida yang diperoleh pada masing-masing variasi diameter pulley pompa adalah 300 psi, 150 psi dan 100 psi. Untuk nilai rata-rata kekuatan impact, masing-masing diperoleh sebesar 0,05297 J/mm2, 0,04809 J/mm2 dan 0,04715 J/mm2 dan hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa hasil analisis Metode Taguchi menggunakan karakteristik kualitas yaitu Larger the better yang artinya pencapaian karakteristik kualitas semakin besar semakin baik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi optimal hasil pencetakan batu dengan mesin hidrolik pencetak batu bata diperoleh pada puley pompa diameter 3 inci dengan waktu penekanan 10 detik, dan diameter pulley motor 3 inci dengan nilai putaran pompa mesin hidroliknya adalah 1400 rpm, tekanan fluida 300 psi dan rata-rata kekuatan impact sebesar 0,05297 J/mm2.
Sepeda Roda Tiga Tanpa Pedal Untuk Melatih Keseimbangan Dan Koordinasi Tubuh Pasien Pascastroke Febritasari, Rosadila; Rahmadianto, Febi; Pohan, Gerald Adityo; Sutrisno, Tito Arif; Lowu, Alfa Arkenxiou; Kurniawan, Dhoni; Adi S.N, I Kadek; Saputra, Yoga; Almafudin, Alvit; Korawan, Agus Dwi
JURNAL FLYWHEEL Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v14i2.5213

Abstract

Tidak semua alat rehabilitasi dapat digunakan oleh pasien pascastroke yang baru saja sembuh dari serangan stroke bahkan mereka belum dianjurkan menggunakan media rehabilitasi dan hanya melakukan terapi dengan gerakan-gerakan sederhana dikarenakan keseimbangan tubuh mereka belum baik, kurangnya koordinasi anggota gerak tubuh, memiliki kelemahan otot dan masih memerlukan alat bantu gerak seperti tongkat dan kursi roda. Tujuan dari penelitian adalah merancang sepeda roda tiga tanpa pedal yang didesain sesuai kebutuhan pasien pasca stroke untuk proses rehabilitasi. Metode yang dilakukan adalah membuat pemodelan tiga dimensi dan dilakukan simulasi secara numerik dengan metode elemen hingga. Hasil perancangan adalah sepeda ini dirancang dengan ground clearance 153 mm agar pasien pasca stroke mampu mengangkat kakinya. Pasien dapat mengendarai sepeda dengan mengayunkan kaki selayaknya berjalan untuk melatih anggota gerak bawah seperti paha, lutut, dan kaki. Hasil simulasi metode elemen hingga pada rangka sepeda menunjukkan bahwa terjadinya tegangan maksimum sebesar 38,806 Mpa pada daerah sambungan seat tube dan down tube serta deformasi maksimum terjadi pada daerah sadel yaitu 0.399 mm. Berdasarkan analisa ergonomis, sepeda ini memiliki kenyamanan dan mampu meminimalisir adanya risiko cidera baik saat dikendarai di jalan lurus maupun berbelok.
Perancangan Sepeda Roda Tiga Pasca Stroke Dengan Mekanisme Penggerak Elektrik Febritasari, Rosadila; Pohan, Gerald Adityo; Rahmadianto, Febi; Tito Arif Sutrisno
JURNAL FLYWHEEL Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v13i2.6048

Abstract

Konstruksi sepeda roda tiga memiliki keseimbangan yang baik dan dapat meminimalisir resiko terguling sehingga aman menjadi media rehabilitasi fisik bagi penderita stroke dan sangat berguna dalam memulihkan pergerakan motorik pada kaki dan mengurangi tekanan hidup penderita stroke. Namun, pada kondisi tertentu seperti di tanjakan dan kelelahan, penderita stroke tidak memiliki cukup tenaga untuk mengayuh sepeda ke rumah mereka. Oleh karena itu, perlu dirancang sebuah mekanisme penggerak elektrik (electric support) dengan motor listrik pada sepeda roda tiga konvensional dan dilengkapi dengan baterai untuk menyimpan sumber listrik, disamping dapat dikayuh secara manual. Dengan tujuan, penderita stroke dapat kembali pulang dengan menyalakan motor listrik yang membuat kayuhan menjadi lebih ringan terlebih lagi di jalan menanjak. Penelitian ini dilakukan dengan cara menentukan tenaga dorong yang diperlukan, merancang dan menyeleksi konsep mekanisme gerak sepeda elektrik, kemudian menganalisa kekuatan material pada rangka dan keergonomisan berkendara. Hasil yang didapat dari penelitian ini berupa rancangan sepeda roda tiga elektrik model delta dengan dimensi panjang sepeda 1.5 meter, jarak antara roda belakang adalah 0.66 meter, dan tinggi sepeda 1.1 meter. Mekanisme penggerak elektrik terdiri dari motor listrik 500W bertipe mid-drive dengan Pedal Assistance Sensor (PAS) dan baterai Lithium berkapasitas 48V-14Ah. Rancangan sepeda ini mampu menahan beban pengendara maksimal 100 kg, dan akan digunakan di jalan menanjak. Material rangka adalah AISI Alumunium 6061 dengan tegangan yang diijinkan sebesar 277.6±8.3 MPa. Hasil analisis kekuatan material menunjukkan tegangan kritis rangka sebesar 84.932 MPa terjadi pada daerah pertemuan pipa seat stay dan sandaran. Tegangan kritis yang terjadi lebih kecil daripada tegangan yang diijinkan sehingga dinyatakan aman.