Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Rancang Bangun Mesin Pencacah Rumput Bagi Peternak Sapi Di Kecamatan Jiken Kabupaten Blora Korawan Agus; Sarjono Sarjono; Ali Achmadi; Ratna Dwi Rahayu; M. Slamet Riyadi; Mudjijanto Mudjijanto; Bambang Supranoto; Drajat Indah Mawarni; Muksan Junaidi; Rosadila Febritasari
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.746 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i2.4888

Abstract

Mesin pencacah rumput adalah mesin yang digunakan untuk memotong-motong rumput menjadi kecil-kecil, rumput yang di cacah biasanya adalah rumput berbatang besar dan panjang.  Pembuatan mesin diawali dengan gambar desain, terdiri dari kerangka, saringan, mesin penggerak, transmisi sabuk-V, bantalan, poros, pisau pencacah, dan tutup. Proses pembuatan dilakukan per bagian, dilanjutkan dengan proses perakitan menjadi mesin, proses selanjutnya adalah uji coba dan penyempurnaan. Serah terima dilakukan di lokasi mitra, yaitu peternak sapi, hasilnya sudah memenuhi seperti yang diinginkan.
Perancangan Sepeda Roda Tiga Pasca Stroke Dengan Mekanisme Penggerak Elektrik Rosadila Febritasari; Gerald Adityo Pohan; Febi Rahmadianto; Tito Arif Sutrisno; Ajiman Budi Mardika; Achamd Alphafill Ibrahimy Yusuf; Agung Rusdi Wibowo; Subur Sujatmiko; Mohammad Rahma Dhani
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol. 7 No. 1 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v7i1.7552

Abstract

Konstruksi sepeda roda tiga memiliki keseimbangan yang baik dan dapat meminimalisir resiko terguling sehingga aman menjadi media rehabilitasi fisik bagi penderita stroke dan sangat berguna dalam memulihkan pergerakan motorik pada kaki dan mengurangi tekanan hidup penderita stroke. Namun, pada kondisi tertentu seperti di tanjakan dan kelelahan, penderita stroke tidak memiliki cukup tenaga untuk mengayuh sepeda ke rumah mereka. Oleh karena itu, perlu dirancang sebuah mekanisme penggerak elektrik (electric support) dengan motor listrik pada sepeda roda tiga konvensional dan dilengkapi dengan baterai untuk menyimpan sumber listrik, disamping dapat dikayuh secara manual. Dengan tujuan, penderita stroke dapat kembali pulang dengan menyalakan motor listrik yang membuat kayuhan menjadi lebih ringan terlebih lagi di jalan menanjak. Penelitian ini dilakukan dengan cara menentukan tenaga dorong yang diperlukan, merancang dan menyeleksi konsep mekanisme gerak sepeda elektrik, kemudian menganalisa kekuatan material pada rangka dan keergonomisan berkendara. Hasil yang didapat dari penelitian ini berupa rancangan sepeda roda tiga elektrik model delta dengan dimensi panjang sepeda 1.5 meter, jarak antara roda belakang adalah 0.66 meter, dan tinggi sepeda 1.1 meter. Mekanisme penggerak elektrik terdiri dari motor listrik 500W bertipe mid-drive dengan Pedal Assistance Sensor (PAS) dan baterai Lithium berkapasitas 48V-14Ah. Rancangan sepeda ini mampu menahan beban pengendara maksimal 100 kg, dan akan digunakan di jalan menanjak. Material rangka adalah AISI Alumunium 6061 dengan tegangan yang diijinkan sebesar 277.6±8.3 MPa. Hasil analisis kekuatan material menunjukkan tegangan kritis rangka sebesar 84.932 MPa terjadi pada daerah pertemuan pipa seat stay dan sandaran. Tegangan kritis yang terjadi lebih kecil daripada tegangan yang diijinkan sehingga dinyatakan aman.
Analisa Pengaruh Variasi Penambahan Fly Ash Terhadap Kekuatan Impact Pada Material Komposit Resin Polyester Berpenguat Serat Kulit Jagung Tito Arif Sutrisno; Nanang Dwi Cahyono; Komang Astana Widi; Febi Rahmadianto; Rosadila Febritasari; Gerald Adityo Pohan
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol. 7 No. 1 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v7i1.7553

Abstract

Komposit adalah suatu jenis paduan material yang dikembangkan berbagai macam aplikasi. Keunggulan bahan polimer dibandingkan dengan keramik dan logam adalah mudah dibentuk sesuai aplikasi yang dibutuhkan. Bahan polimer juga memiliki kekurangan yaitu kurang baik apabila diaplikasikasikan pada suhu dan beban tinggi. Adanya kekurangan tersebut perlu ditambahkan material lain untuk memperbaiki sifat material polimer. Resin polyester memiliki sifat diantaranya kaku dan rapuh, perlu adanya pengembangan untuk meningkatkan sifat mekanik dengan menambahkan serat kulit jagung. Penggunaan partikel fly ash memiliki fungsi untuk meningkatkan ketangguhan komposit dalam menahan beban kejut. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan variasi 0, 5, 10, 15 % fly ash. Untuk memperoleh data dilakukan pengujian impact dan foto makro. Berdasarkan data yang telah dianalisa, rata-rata harga impact secara berturut-turut 0,0450 J/mm2, 0,0543 J/mm2, 0,0600 J/mm2, dan 0,0411 J/mm2. Spesimen terbaik pada penambahan 10% fly ash dengan harga impact sebesar 0,0600 J/mm2. Hal ini dikarenakan kandungan kimia didalam fly ash membuat material komposit menjadi tangguh dalam menahan beban impact. Foto makro patahan spesimen mengalami patahan getas. Pada variasi 15% mengalami penurunan harga impact dikarenakan terdapat porositas yang membuat ketangguhan komposit menurun.
Analisa Pengaruh Panjang Muffler Pada Mesin 4 Tak Berkapasitas 125cc Terhadap Karakteristik Daya dan Torsi Mesin Menggunakan Pengujian Dyno dan Komputasi Fluida Dinamis Rosadila Febritasari; Achmad Alphafill Ibrahimy Yusuf; Tito Arif Sutrisno; I Komang Astana Widi; Agus Dwi Korawan
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol. 7 No. 1 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v7i1.7687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa daya dan torsi mesin terhadap variasi panjang muffler yaitu muffler 1 bersekat dengan panjang body 54 cm dan diameter inlet 21 mm, muffler 2 tanpa sekat (free flow) dengan panjang body 48 cm dan muffler 3 free flow dengan panjang body 38 cm, diameter inlet kedua muffler adalah 51 mm. Tujuan variasi panjang muffler adalah untuk mengetahui karakteristik daya dan torsi berdasarkan fenomena backpressure. Muffler diuji pada sepeda motor 4 langkah 125 cc dengan dynotest dan komputasi aliran fluida di saluran buang disimulasikan terhadap kecepatan dan backpressure. Pengujian dynotest menunjukkan semakin panjang muffler maka nilai daya dan torsi yang dihasilkan semakin rendah. Pada putaran mesin 7000 rpm, daya muffler 1 sebesar 10,3 HP, muffler 2 dan 3 sebesar 10,5 HP dan 10,77 HP. Pada putaran mesin 6000 rpm, torsi muffler 1 sebesar 11,15 Nm, muffler 2 dan 3 sebesar 11,37 Nm dan 11,52 Nm. Analisa CFD menunjukkan semakin panjang muffler maka tekanan gas buang semakin rendah dan kecepatan gas buang meningkat. Kecepatan aliran gas buang yang meningkat secara signifikan pada outlet dapat menyebabkan pressure drop sehingga menimbulkan backpressure. Muffler 3 direkomendasikan sebagai alternatif untuk meningkatkan performa motor berdasarkan daya dan torsi puncak yang dihasilkan mesin.
Rancang Bangun Mesin Pencacah Rumput Bagi Peternak Sapi Di Kecamatan Jiken Kabupaten Blora Korawan Agus; Sarjono Sarjono; Ali Achmadi; Ratna Dwi Rahayu; M. Slamet Riyadi; Mudjijanto Mudjijanto; Bambang Supranoto; Drajat Indah Mawarni; Muksan Junaidi; Rosadila Febritasari
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i2.4888

Abstract

Mesin pencacah rumput adalah mesin yang digunakan untuk memotong-motong rumput menjadi kecil-kecil, rumput yang di cacah biasanya adalah rumput berbatang besar dan panjang.  Pembuatan mesin diawali dengan gambar desain, terdiri dari kerangka, saringan, mesin penggerak, transmisi sabuk-V, bantalan, poros, pisau pencacah, dan tutup. Proses pembuatan dilakukan per bagian, dilanjutkan dengan proses perakitan menjadi mesin, proses selanjutnya adalah uji coba dan penyempurnaan. Serah terima dilakukan di lokasi mitra, yaitu peternak sapi, hasilnya sudah memenuhi seperti yang diinginkan.
Rancang Bangun Alat Pencekam pada Universal Testing Machine untuk Pengujian Geser Material Komposit Sutrisno, Tito Arif; Febritasari, Rosadila; Kurniawan, Arif; Mahendra, Bima; Annisa, Deya Aulia; Wiraguna, Gede Eka; Siswanto, Heru Adi; Abrori, Nurul
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 2 (2023): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i2.2849

Abstract

Pengujian geser dilakukan untuk mengetahui kekuatan geser suatu material baik material logam maupun komposit dengan cara mengukur tegangan geser maksimum yang dapat dipertahankan sebelum material pecah. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat alat pencekam spesimen komposit, yaitu jig and fixture di dalam mesin pengujian yaitu Universal Testing Machine (UTM). Penelitian ini dilakukan dengan cara memodifikasi Jig and fixture sesuai dengan karakteristik dari material komposit, kemudian dipabrikasi dan dilakukan uji coba menggunakan spesimen material komposit. Pembuatan jig and fixture dari material Baja ST42 melalui proses frais dan bubut. Komponen penyusun jig and fixture terdiri dari fixed grip, moving grip, adjustable jaw, base plat, rail, penopang poros, dan poros. Dimensi jig and fixture adalah panjang 157 mm, lebar 70 mm, dan tinggi 160 mm. Alat ini dipasangkan pada mesin UTM dan diuji coba menggunakan material komposit yang digerakkan dengan tenaga hidrolik. Spesifikasi material komposit adalah serat fiberglass dan resin polyester dengan standar ASTM D5379-98. Spesimen memiliki dimensi 76mm 20mm 12mm dan terdapat takik ditengah-tengah sebesar 900 dengan kedalaman 4 mm. Hasil pengujian dari alat ini adalah rata-rata nilai kekuatan geser tidak jauh berbeda dari 35,42 Mpa/mm2 dengan tingkat keyakinan 95%. Jig and fixture sudah sesuai dengan UTM dan setelah diuji coba tidak mengalami kendala sehingga layak digunakan.
Karakteristik Nilai Kalor dan Laju Pembakaran Briket Biomassa dengan Variasi Komposisi Ampas Tebu dan Kulit Singkong Pohan, Gerald Adityo; Rahmadianto, Febi; Febritasari, Rosadila; Kurniawan, Arif; Menui, Felix Firman Putra; Lowu, Alfa Arkenxiou; Kurniawan, Dhoni; Adi, I Kadek; Saputra, Yoga
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 13, No 1 (2024): TURBO : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v13i1.3142

Abstract

Bekas limbah dari proses pemrosesan tebu dan kulit singkong merupakan sumber yang berpotensi dimanfaatkan. Menggunakan bahan-bahan ini untuk menciptakan briket adalah solusi cerdas dalam memproduksi bahan bakar alternatif. Batu bara dan minyak, dua sumber energi utama saat ini, semakin menipis cadangannya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mencari sumber energi terbarukan, seperti briket, yang dapat diperbarui secara berkelanjutan. Penelitian yang dilakukan menggunakan ampas tebu dan kulit singkong sebagai bahan baku, yang diikat dengan tepung tapioka dalam tiga rasio berbeda: 70/55/15, 60/60/15, dan 55/70/15 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor terendah ditemukan pada komposisi briket 60/60/15 dengan hasil 3.75 kal/gr, sementara laju pembakaran tertinggi dicapai oleh komposisi 70/55/15 dengan hasil 4.67 kal/gr. Laju pembakaran terendah diukur pada komposisi 70/55/15 dengan hasil 7.63 gram/menit, sedangkan laju pembakaran tertinggi tercatat pada komposisi 55/70/15 dengan hasil 8.06 gram/menit. Kandungan air paling rendah terdapat pada komposisi 70/55/15 dengan hasil 14.6%, sementara kadar air pembakaran tertinggi terdapat pada komposisi 60/60/15 dengan hasil 30.5%.
Analisis Variasi Diameter Pulley pada Mesin Hidrolik Pencetak Batu Bata terhadap Sifat Mekanik menggunakan Metode Taguchi Rahmadianto, Febi; Kurniawan , Arif; Pohan, Gerald Adityo; Febritasari, Rosadila; Pratama Nurida, Sixta
JURNAL FLYWHEEL Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v13i1.4745

Abstract

Batu bata merupakan salah satu material yang digunakan dalam konstruksi. Pemanfaatan teknologi dalam pengolahan batu bata sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas batu bata di tengah pesatnya peningkatan pembangunan di Indonesia. Efektivitas sistem teknologi akan mengalami penurunan seiring berjalannya waktu yang disebabkan oleh pulley yang bekerja pada mesin tersebut. Sehingga pemilihan diameter pulley merupakan kunci utama untuk menghasilkan batu bata yang optimal ditinjau dari putaran pompa, tekanan fluida dan kekuatan impact dari hasil pencetakan batu bata tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat mekanik mesin hidrolik terhadap beberapa variasi diameter pulley yang digunakan pada mesin pencetak batu bata. Analisis variasi diameter pulley ini dilakukan untuk mendapatkan kerja mesin yang tetap baik dan tidak melebihi jangkauan sistem kerja standartnya dan menghasilkan cetakan batu bata yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai putaran pompa terhadap variasi diameter pulley pompa 3, 5dan 7 inci masing-masing adalah 1400 rpm, 840 rpm dan 600 rpm, sedangkan nilai tekanan fulida yang diperoleh pada masing-masing variasi diameter pulley pompa adalah 300 psi, 150 psi dan 100 psi. Untuk nilai rata-rata kekuatan impact, masing-masing diperoleh sebesar 0,05297 J/mm2, 0,04809 J/mm2 dan 0,04715 J/mm2 dan hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa hasil analisis Metode Taguchi menggunakan karakteristik kualitas yaitu Larger the better yang artinya pencapaian karakteristik kualitas semakin besar semakin baik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi optimal hasil pencetakan batu dengan mesin hidrolik pencetak batu bata diperoleh pada puley pompa diameter 3 inci dengan waktu penekanan 10 detik, dan diameter pulley motor 3 inci dengan nilai putaran pompa mesin hidroliknya adalah 1400 rpm, tekanan fluida 300 psi dan rata-rata kekuatan impact sebesar 0,05297 J/mm2.
Sepeda Roda Tiga Tanpa Pedal Untuk Melatih Keseimbangan Dan Koordinasi Tubuh Pasien Pascastroke Febritasari, Rosadila; Rahmadianto, Febi; Pohan, Gerald Adityo; Sutrisno, Tito Arif; Lowu, Alfa Arkenxiou; Kurniawan, Dhoni; Adi S.N, I Kadek; Saputra, Yoga; Almafudin, Alvit; Korawan, Agus Dwi
JURNAL FLYWHEEL Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v14i2.5213

Abstract

Tidak semua alat rehabilitasi dapat digunakan oleh pasien pascastroke yang baru saja sembuh dari serangan stroke bahkan mereka belum dianjurkan menggunakan media rehabilitasi dan hanya melakukan terapi dengan gerakan-gerakan sederhana dikarenakan keseimbangan tubuh mereka belum baik, kurangnya koordinasi anggota gerak tubuh, memiliki kelemahan otot dan masih memerlukan alat bantu gerak seperti tongkat dan kursi roda. Tujuan dari penelitian adalah merancang sepeda roda tiga tanpa pedal yang didesain sesuai kebutuhan pasien pasca stroke untuk proses rehabilitasi. Metode yang dilakukan adalah membuat pemodelan tiga dimensi dan dilakukan simulasi secara numerik dengan metode elemen hingga. Hasil perancangan adalah sepeda ini dirancang dengan ground clearance 153 mm agar pasien pasca stroke mampu mengangkat kakinya. Pasien dapat mengendarai sepeda dengan mengayunkan kaki selayaknya berjalan untuk melatih anggota gerak bawah seperti paha, lutut, dan kaki. Hasil simulasi metode elemen hingga pada rangka sepeda menunjukkan bahwa terjadinya tegangan maksimum sebesar 38,806 Mpa pada daerah sambungan seat tube dan down tube serta deformasi maksimum terjadi pada daerah sadel yaitu 0.399 mm. Berdasarkan analisa ergonomis, sepeda ini memiliki kenyamanan dan mampu meminimalisir adanya risiko cidera baik saat dikendarai di jalan lurus maupun berbelok.
Perancangan Sepeda Roda Tiga Pasca Stroke Dengan Mekanisme Penggerak Elektrik Febritasari, Rosadila; Pohan, Gerald Adityo; Rahmadianto, Febi; Tito Arif Sutrisno
JURNAL FLYWHEEL Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v13i2.6048

Abstract

Konstruksi sepeda roda tiga memiliki keseimbangan yang baik dan dapat meminimalisir resiko terguling sehingga aman menjadi media rehabilitasi fisik bagi penderita stroke dan sangat berguna dalam memulihkan pergerakan motorik pada kaki dan mengurangi tekanan hidup penderita stroke. Namun, pada kondisi tertentu seperti di tanjakan dan kelelahan, penderita stroke tidak memiliki cukup tenaga untuk mengayuh sepeda ke rumah mereka. Oleh karena itu, perlu dirancang sebuah mekanisme penggerak elektrik (electric support) dengan motor listrik pada sepeda roda tiga konvensional dan dilengkapi dengan baterai untuk menyimpan sumber listrik, disamping dapat dikayuh secara manual. Dengan tujuan, penderita stroke dapat kembali pulang dengan menyalakan motor listrik yang membuat kayuhan menjadi lebih ringan terlebih lagi di jalan menanjak. Penelitian ini dilakukan dengan cara menentukan tenaga dorong yang diperlukan, merancang dan menyeleksi konsep mekanisme gerak sepeda elektrik, kemudian menganalisa kekuatan material pada rangka dan keergonomisan berkendara. Hasil yang didapat dari penelitian ini berupa rancangan sepeda roda tiga elektrik model delta dengan dimensi panjang sepeda 1.5 meter, jarak antara roda belakang adalah 0.66 meter, dan tinggi sepeda 1.1 meter. Mekanisme penggerak elektrik terdiri dari motor listrik 500W bertipe mid-drive dengan Pedal Assistance Sensor (PAS) dan baterai Lithium berkapasitas 48V-14Ah. Rancangan sepeda ini mampu menahan beban pengendara maksimal 100 kg, dan akan digunakan di jalan menanjak. Material rangka adalah AISI Alumunium 6061 dengan tegangan yang diijinkan sebesar 277.6±8.3 MPa. Hasil analisis kekuatan material menunjukkan tegangan kritis rangka sebesar 84.932 MPa terjadi pada daerah pertemuan pipa seat stay dan sandaran. Tegangan kritis yang terjadi lebih kecil daripada tegangan yang diijinkan sehingga dinyatakan aman.