Herry Susanto
Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFIKASI HERBISIDA PARAKUAT DIKLORIDA TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA DAN TANAMAN SERTA HASIL KEDELAI (Glycine max L. Merr) Gangga Prastita Sari; Herry Susanto; Kuswanta Futas Hidayat; Hidayat Pujisiswanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v8i3.4543

Abstract

Keberadaan gulma pada lahan budidaya tanaman kedelai menyebabkan terjadinya penurunan mutu dan produksi.  Oleh karena itu diperlukan suatu tindakan pengelolaan yaitu pengendalian gulma. Salah satu metode pengendalian gulma adalah secara kimiawi menggunakan herbisida.  Herbisida yang digunakan dalam penelitian ini adalah herbisida parakuat diklorida. Herbisida tersebut bersifat kontak sehingga diharapkan cepat dalam mengendalikan gulma. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis herbisida parakuat diklorida yang efektif dalam mengendalikan gulma pada lahan budidaya tanaman kedelai, mengetahui apakah terjadi perubahan komposisi gulma akibat aplikasi herbisida parakuat diklorida, serta mengetahui apakah terjadi fitotoksisitas dan penghambatan pertumbuhan serta hasil tanaman kedelai akibat aplikasi herbisida parakuat diklorida. Penelitian dilakukan di lahan petani Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan dan Laboratorium Gulma Fakultas Pertanian Universitas Lampung mulai bulan Februari hingga Mei 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan dan enam perlakuan yaitu herbisida parakuat diklorida dosis 405 g/ha, 540 g/ha, 675 g/ha, 810 g/ha , penyiangan manual, dan kontrol.  Homogenitas ragam data diuji dengan uji Bartlett, additivitas data diuji dengan uji Tukey, dan perbedaan nilai tengah diuji dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5 %.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Herbisida parakuat diklorida dosis 405–810 g/ha efektif  mengendalikan gulma total, gulma golongan daun lebar, gulma golongan rumput serta gulma dominan (Croton hirtus, Mimosa invisa, Rottboellia exaltata, dan Synedrella nodiflora)di areal tanaman kedelai hingga 6 MSA. Herbisida parakuat diklorida menyebabkan perubahan komposisi gulma antara 29-49 % pada 3 MSA dan 23-38 % pada 6 MSA. Aplikasi herbisida parakuat diklorida dosis 405 – 810 g/ha menyebabkan fitotoksisitas dalam skala ringan dengan rentang toksisitas  5–20 %, dosis 405–810 g/ha tidak menghambat pertumbuhan dan produksi kedelai lebih rendah pada perlakuan herbisida dosis 405 – 675 g/ha.
EFIKASI HERBISIDA AMONIUM GLUFOSINAT UNTUK PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) MENGHASILKAN Hidayat Pujisiswanto; Herry Susanto; Sugiatno Sugiatno; Rizki Ardian Saputra
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i2.5965

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas herbisida amonium glufosinat dalam mengendalikan gulma diperkebunan kelapa sawit menghasilkan, dan mengetahui perubahan komposisi gulma akibat aplikasi herbisida amonium glufosinat. Penelitian dilaksanakan di lahan kelapa sawit milik petani di Desa Pancasila, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan dan Laboratorium Gulma Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Gedong Meneng, Bandar Lampung mulai bulan Januari sampai dengan April 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan dan 6 perlakuan yaitu taraf dosis amonium glufosinat (300, 400, 500, dan 600 g ha-1), penyiangan mekanis, dan tanpa pengendalian (kontrol). Homogenitas ragam data diuji dengan uji Barlett, uji additivitas data diuji dengan menggunakan uji Tukey, jika asumsi terpenuhi data dianalisis ragam dan perbedaan nilai tengah perlakuan diuji dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Herbisida amonium glufosinat 300 – 600 g ha-1 efektif dalam mengendalikan gulma total, gulma golongan rumput, gulma daun lebar dan gulma dominan (Axonopus compressus, dan Praxelis clematidea) sampai 12 MSA, sedangkan gulma dominan Asystasyia gangetica pada dosis 300 g ha-1 hanya mampu mengendalikan sampai 8 MSA. Herbisida amonium glufosinat 300 – 600 g ha-1 mengakibatkan terjadinya perubahan komposisi gulma dominan Asystasia gangetica dan Praxelis clematidea menjadi Synedrella nodilfora dan Commelina diffusa pada 4 dan 8 MSA serta Asystasia gangetica menjadi Commelina diffusa pada 12 MSA.