p-Index From 2021 - 2026
0.888
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agrotek Tropika
Kuswanta Futas Hidayat
Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EFIKASI HERBISIDA PARAKUAT DIKLORIDA TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA DAN TANAMAN SERTA HASIL KEDELAI (Glycine max L. Merr) Gangga Prastita Sari; Herry Susanto; Kuswanta Futas Hidayat; Hidayat Pujisiswanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v8i3.4543

Abstract

Keberadaan gulma pada lahan budidaya tanaman kedelai menyebabkan terjadinya penurunan mutu dan produksi.  Oleh karena itu diperlukan suatu tindakan pengelolaan yaitu pengendalian gulma. Salah satu metode pengendalian gulma adalah secara kimiawi menggunakan herbisida.  Herbisida yang digunakan dalam penelitian ini adalah herbisida parakuat diklorida. Herbisida tersebut bersifat kontak sehingga diharapkan cepat dalam mengendalikan gulma. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis herbisida parakuat diklorida yang efektif dalam mengendalikan gulma pada lahan budidaya tanaman kedelai, mengetahui apakah terjadi perubahan komposisi gulma akibat aplikasi herbisida parakuat diklorida, serta mengetahui apakah terjadi fitotoksisitas dan penghambatan pertumbuhan serta hasil tanaman kedelai akibat aplikasi herbisida parakuat diklorida. Penelitian dilakukan di lahan petani Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan dan Laboratorium Gulma Fakultas Pertanian Universitas Lampung mulai bulan Februari hingga Mei 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan dan enam perlakuan yaitu herbisida parakuat diklorida dosis 405 g/ha, 540 g/ha, 675 g/ha, 810 g/ha , penyiangan manual, dan kontrol.  Homogenitas ragam data diuji dengan uji Bartlett, additivitas data diuji dengan uji Tukey, dan perbedaan nilai tengah diuji dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5 %.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Herbisida parakuat diklorida dosis 405–810 g/ha efektif  mengendalikan gulma total, gulma golongan daun lebar, gulma golongan rumput serta gulma dominan (Croton hirtus, Mimosa invisa, Rottboellia exaltata, dan Synedrella nodiflora)di areal tanaman kedelai hingga 6 MSA. Herbisida parakuat diklorida menyebabkan perubahan komposisi gulma antara 29-49 % pada 3 MSA dan 23-38 % pada 6 MSA. Aplikasi herbisida parakuat diklorida dosis 405 – 810 g/ha menyebabkan fitotoksisitas dalam skala ringan dengan rentang toksisitas  5–20 %, dosis 405–810 g/ha tidak menghambat pertumbuhan dan produksi kedelai lebih rendah pada perlakuan herbisida dosis 405 – 675 g/ha.
PENGARUH TINDAKAN KONSERVASI TANAH DAN APLIKASI PUPUK ORGANONITROFOS TERHADAP KEHILANGAN UNSUR HARA DAN BAHAN ORGANIK PADA FASE GENERATIF PERTANAMAN SINGKONG (Manihot esculenta Crantz.) DI LABORATORIUM LAPANG TERPADU FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG Libero Tri Buana; Irwan Sukri Banuwa; Kuswanta Futas Hidayat; Afandi Afandi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i1.4787

Abstract

 Konservasi tanah adalah penempatan tiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah dan memperlakukannya dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah.  Secara umum tujuan konservasi tanah adalah meningkatkan produktivitas lahan dan melakukan upaya pencegahan kerusakan tanah akibat erosi.  Penelitian ini dilaksanakan pada Mei 2018 sampai Juli 2018 di Laboratorium Lapang Terpadu dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tindakan konservasi tanah terhadap besarnya kehilangan unsur hara dan bahan organik pada lahan pertanaman singkong.  Rancangan yang digunakan dakam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan dua faktor perlakuan yaitu cara penanaman dengan guludan dan aplikasi pupuk organonitrofos dengan empat kali ulangan.  Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa aplikasi pupuk organonitrofos tidak berpengaruh nyata terhadap kehilangan N-total, P-tersedia, K-dd dan C-organik, sedangkan antara penerapan tindakan konservasi tanah dan aplikasi pupuk organonitrofos tidak ada interaksi.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PAKCOY (Brassica rapa L.) PADA BEBERAPA TARAF PEMBERIAN AIR YANG DIKONTROL SECARA PRESISI MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ARDUINO Desi Anjarwati; Agus Karyanto; Kuswanta Futas Hidayat; Purba Sanjaya
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i3.6303

Abstract

Pertanian 4.0 diharapkan dapat mengoptimalkan hasil pertanian dan memudahkan petani dalam budidaya pakcoy. Pemanfaatan teknologi IOT (Internet of Thing) berupa alat penyiraman otomatis dengan memonitoring kadar kelembapan tanah dapat mengefesiensikan penggunaan air serta memudahkan petani dalam pengairan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan tanaman dan produksi pakcoy (Brassica rapa L.) pada beberapa taraf pemberian air yang dikontrol secara presisi menggunakan mikrokontroler arduino. Penelitiani dilakukani di Laboratoriumi Lapangani Terpadu, Fakultasi Pertanian, Universitasi Lampungi padai bulani November 2021 – Maret 2022. Rancangani yangi digunakani yaitu Rancangani Acaki Kelompoki (RAK) dengan perlakuan satu faktor yaitu kadar air kapasitas lapang dengan presentase 20%-40% (P1), 40%-60% (P2), 60%-80% (P3) dan 80%-100% (P4) dengan pengulangan 4 kali dalam satuan percobaan. Variabel pengamatan meliputi tinggii tanaman, jumlahi daun, tingkat kehijauan daun, boboti segari tanaman, bobot segar akar, panjang akar dan jumlah stomata daun. Datai hasili penelitiani diujii homogenitasnyai dengani uji Bartlett dan keaditifannya dengan uji Tukey, selanjutnya diuji dengan analisis ragam. Pengaruh rata-rata perlakuani dapat dilihat dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian memperoleh penerapan kadar air 80%-100% dengan menggunaan mikrokontroler arduino memperoleh hasil terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi pakcoy di setiap variabel pengaatan. Hal ini disebabkan proses transpirasi, penyerapan unsur hara dan fotosintesis dapat berjalan dengan baik. Selaini itui alati ini idapat mengefesiensikan penggunaan air dalam budidaya pakcoy.
RESPONS TANAMAN KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L.) TERHADAP APLIKASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR (FMA) DAN DOSIS BAHAN ORGANIK YANG BERBEDA PADA TANAH ULTISOLS Kuswanta Futas Hidayat; Husna Husna; Maria Viva Rini
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i2.7255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons tanaman kacang hijau terhadap aplikasi FMA, mengetahui respons tanaman kacang hijau terhadap aplikasi bahan organik dengan dosis berbeda, dan mengetahui apakah respons tanaman kacang hijau terhadap aplikasi FMA ditentukan oleh dosis bahan organik. Percobaan dilakukan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan Laboratorium Produksi Perkebunan Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari bulan Agustus hingga November 2018. Rancangan perlakuan disusun secara faktorial (2x5) dalam rancangan kelompok teracak sempurna (RKTS) dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah aplikasi FMA yang terdiri dari dua taraf yaitu tanpa FMA (M0) dan dengan FMA (M1). Faktor kedua adalah dosis bahan organik yang terdiri dari lima taraf yaitu B0 (0 ton/ha), B1 (5 ton/ha), B2 (10 ton/ha), B3 (15 ton/ha), dan B4 (20 ton/ha). Homogenitas ragam antarperlakuan diuji dengan uji Bartlett dan kemenambahan data diuji dengan uji Tukey. Jika asumsi terpenuhi yaitu ragam antarperlakuan homogen dan data bersifat menambah maka data dianalisis ragam. Pemisahan nilai tengah diuji dengan uji polinomial ortogonal pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi FMA meningkatkan pertumbuhan dan produksi kacang hijau lebih tinggi melalui peningkatan tinggi tanaman, jumlah cabang, bobot akar segar, bobot tajuk kering, bobot akar kering, jumlah bintil, jumlah bintil efektif, serapan P, bobot 50 butir biji, bobot biji per tanaman, dan persentase infeksi akar; aplikasi bahan organik hingga dosis 20 ton/ha mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi kacang hijau melalui variabel tinggi tanaman, jumlah cabang, bobot tajuk segar, bobot akar segar, jumlah bintil, jumlah bintil efektif, serapan P, bobot 50 butir biji, dan bobot biji per tanaman; dan respons tanaman kacang hijau terhadap aplikasi FMA tidak ditentukan oleh dosis bahan organik.
APLIKASI BAHAN PEMBENAH TANAH DAN PEMUPUKAN NPK TERHADAP KETERSEDIAAN DAN SERAPAN HARA FOSFOR PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI TANAH ULTISOL Bayu Hendarto; Hery Novpriansyah; Liska Mutiara Septiana; Kuswanta Futas Hidayat; Sri Yusnaini
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.8934

Abstract

Ketersediaan hara Fosfor (P) pada lahan tanam menjadi salah satu masalah produktivitas jagung di Indonesia. Pembenah tanah seperti Biochar dan Pupuk Kandang merupakan solusi dalam meningkatkan ketersediaan dan serapan hara P, selain itu pemupukan NPK dapat meningkatkan produksi jagung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi bahan pembenah tanah dan pemupukan NPK terhadap ketersediaan serta serapan hara fosfor pada tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan dari bulan Desember 2022 sampai September 2023, di LTPD Unila dan Laboratorium Kimia Tanah FP Unila. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor, faktor pertama yaitu kombinasi pembenah tanah: B0 = Tanpa Pembenah Tanah; B1 = Biochar Sekam + Pupuk Kandang 10 Mg ha-1; B2 = Biochar Tongkol Jagung + Pupuk Kandang 10 Mg ha-1; B3 = Biochar Batang Singkong + Pupuk Kandang 10 Mg ha-1; faktor kedua yaitu dosis pemupukan dengan 3 perlakuan : P0 = Tanpa NPK; P1 = ½ Dosis NPK; P2 = 1 Dosis NPK, diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlett dan aditivitas data diuji dengan uji Tukey. Jika asumsi terpenuhi maka dilakukan uji lanjut Polinomial Ortogonal Kontras. Hasil penelitian menunjukkan seluruh perlakuan pembenah tanah nyata meningkatkan P-tersedia tanah serta Serapan P dibandingkan Kontrol. Sedangkan dosis pemupukan NPK tidak berpengaruh terhadap P-tersedia tanah namun meningkatkan serapan P.