Pranata Pranata
Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU Pranata Pranata
Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu Vol 10 No 2 (2019): PENDIDIKAN DAN BUDAYA HINDU
Publisher : Jurusan Dharma Acarya STAHN-TP Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/ba.v10i2.365

Abstract

Seorang guru agama Hindu agar mampu menciptakan siswa yang berahlak mulia, memiliki pengetahuan dan sikap yang agamis, mampu mempraktekannya dalam berkehidupan bermasyarakat. Terwujudnya guru agama Hindu yang mampu menerapkan manajemen pembelajaran meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengevaluasian kegiatan yang berkaitan proses membelajarkan siswa. Guru agama Hindu perannya merencanakan pembelajaran, menyusun dan merancang perencanaan pembelajaran dengan baik dan tepat sasaran, membuat rumusan tujuan yang ingin capai, mampu menyusun materi dan membuat bahan pelajaran, menerapkan alat dan media yang tersedia, serta menentukan cara mengevaluasi. Perannya sebagai pengorganisasian pembelajaran mempunyai tugas untuk merancang dan berkreativitas mencari, mencipta, membuat sumber belajar dan digunakan dalam metode atau strategi pembelajaran. Perannya sebagai pelaksanaan pembelajaran mampu menjalankan dan melaksanakan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Mampu menelaah keadaan siswa baik fisik dan Psikis siswa, menerapkan strategi dan metode pembelajaran dengan situasi dan kondisi tertentu, serta mampu menerapkan evaluasi yang baik dan benar sebagai umpan balik. Perannya sebagai mengevaluasi pembelajarannya, sehingga dapat mengetahui hasil belajar siswa agama Hindu yang sebenarnya, menjadi acuan mengetahui berhasil dan belum berhasilnya pembelajaran. Efek yang diharapkan bahwa guru agama Hindu mampu menganalisis system pembelajaran yang nantinya digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
PERANAN GURU AGAMA HINDU DALAM MENANAMKAN ASPEK AFEKTIF, KOGNITIF DAN PSIKOMOTORIK PADA PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SMPN SATU ATAP TEWEH BARU KABUPATEN BARITO UTARA Pranata Pranata
Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu Vol 11 No 1 (2020): Pendidikan Agama dan Budaya Hindu
Publisher : Jurusan Dharma Acarya STAHN-TP Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/ba.v11i1.452

Abstract

SMPN Satu Atap ini memiliki jumlah siswa beragama Hindu cukup banyak akan menjadi tantangan bagi guru agama Hindu untuk menerapkan kriteria dalam pelaksanaan aspek Kognitif, Aspek Afektif dan aspek Psikomotorik siswa, karena untuk menjalankan ketiga aspek tersebut haruslah didukung oleh faktor lain didalam pendidikan, seperti sarana dan prasarana dan kemampuan dasar mengajar yang dimiliki oleh seorang guru. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Peranan guru agama Hindu dalam Penanaman Aspek Afektif, Kognitif dan Psikomotorik Dalam Pembelajaran pendidikan Agama Hindu di SMPN SATU ATAP Teweh Baru Kabupaten Barito Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian ini akan mendeskripsikan mengenai data yang dikumpulkan secara alamiah. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi maupun wawancara dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru agama Hindu serta siswa-siswa agama Hindu. Penanaman aspek Kognitif sudah berjalan sesuai kurikulum. Masih menggunakan metode tradisional, kegiatan untuk mengingat kembali materi yang sudah disampaikan didalam kelas, berupa menyebutkan, menjelaskan atau menyampaikan, mampu memberikan contoh atau mampu mempraktekkan didalam kelas atau di dalam kehidupan sehari-hari. Soal ulangan berupa soal tertulis dengan rata-rata soal seperti sebutkan, menjelaskan, berikan contoh, masih hanya pada taraf tingkat rendah berupa pengetahuan dan pemahaman saja, belum menyentuh kepada tingkat yang lebih tinggi seperti sintesis atau evaluasi. Penanaman aspek Afektif disimpulkan bahwa mengarahkan siswa untuk gemar membaca buku dan melakukan kerjasama, Pemberian respon di kelas maupun di luar kelas, menekankan kepada siswa melalui nasehat, disilipi didalam materi pelajaran agar anak didik menjadi sopan santun dalam pergaulan, bentuk pengalaman yang ditekankan berupa salaman dan mencium tangan guru sebelum masuk kelas, sebelum kegiatan pembelajaran, diwajibkan untuk berdoa besama yang dipimpin oleh siswa. Menggelola dan membangun sistem nilai dengan mewajibkan kepada anak didik aktif dalam pelaksanaan basarah rutin dibalai basarah, mempersiapkan sarana dan prasarana basarah, melantunkan kidung Kandayu,melantunkan Manggaru Sangku Tambak Raja, bisa melafalkan Puja Tri Sandya. Penanaman aspek Psikomotorik melakukan praktek yang bertujuan untuk di tiru atau dipraktekkan oleh siswa-siswanya. Sehingga untuk aspek manifulasi, aspek pengalamiahan dan aspek artikulasi masih belum dilaksanakan oleh guru, sehingga apa yang didapat siswa masih terbatas pada aspek ketrampilan dasar saja.
Implementasi Manajemen Pembelajaran Era Revolusi Industri 4.0 Di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya I Putu Widyanto; Ni Putu Eka Merliana; Pranata Pranata
Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Vol 6, No 1 (2020): Jurnal SMaRT Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.777 KB) | DOI: 10.18784/smart.v6i1.981

Abstract

Bergulirnya revolusi industry 4.0. memberikan beberapa tantangan antara lain hilangnya beberapa pekerjaan dan memunculkan pekerjaan baru, sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya sebagai Lembaga pendidikan tinggi keagamaan diharapkan menghasilkan lulusan kreatif, berkarakter, kompeten dan inovatif yang hanya dapat dilakukan melalui penciptaan kondisi pembelajaran kondusif yang didukung oleh manajemen pembelajaran. Tujuan penelitian dapat menghasilkan sebuah sintesa mengenai bagaimana manajemen pembelajaran di IAHN-TP Palangka Raya pada era revolusi industry 4.0 memenuhi kualifikasi kemampuan lulusan yang dapat bersaing dan berkompetensi. Pendekatan penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif (descriptive research). Penelitian dilaksanakan di IAHN-TP Palangka Raya. Peneliti mengumpulkan berbagai informasi dari pendidik dan peserta didik yang melaksanakan pembelajaran menggunakan prinsip manajemen pembelajaran. Teknik pengambilan data dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan kompetensi yang ada di era revolusi industri 4.0 terdapat adanya inovasi dan sejumlah terobosan yang dihasilkan oleh dosen dalam meningkatkan mutu pembelajaran dalam bentuk pengembangan kurikulum serta penggunaan Teknologi Informasi Komunikasi dalam melakukan beberapa pendekatan dan strategi pembelajaran. Semua proses inovasi dan terobosan dalam proses pembelajaran didukung adanya kemampuan pendidik dalam melaksanakan prinsip-pribsip manajemen pembelajaran yang baik.
Manajemen Inovasi dalam Penerapan Deep Learning pada Kurikulum Sekolah Dasar Natalia, Krisma; Pranata, Pranata
Auladuna: Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 7 No 01 (2025): APRIL
Publisher : Program Studi PGMI, Universitas Al Falah As Sunniyah Kencong Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/ad.v7i01.2471

Abstract

This article aims to analyze the role of innovation management in the implementation of deep learning in the primary school curriculum through a literature review. The study examines relevant national and international literature, covering the concepts of deep learning, implementation challenges, and the integration of innovation management within the context of the Kurikulum Merdeka. The findings indicate that the successful implementation of deep learning is strongly influenced by teacher readiness, instructional leadership of school principals, curriculum innovation, professional development of teachers, collaboration among stakeholders, as well as the availability of resources and consistent policy support. Teachers with an open mindset toward innovation, digital literacy, and collaborative skills are able to implement meaningful and reflective learning. Furthermore, the integration of simple technology and the utilization of local resources support adaptive learning practices despite limited facilities. Based on these findings, this article recommends strategies to strengthen innovation management through transformational leadership, the establishment of teacher learning communities, digital technology integration, and cross-stakeholder synergy to enhance deep learning implementation in primary schools. This study contributes by emphasizing innovation management as a key factor in creating a systematic, adaptive, and sustainable learning ecosystem.