Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : POLYGLOT

PERAN DOSEN PEMBIMBING SEBAGAI PEMIMPIN YANG MELAYANI DALAM PEMBIMBINGAN TUGAS AKHIR MAHASISWA PROGRAM SARJANA [THE ROLE OF SUPERVISOR AS A SERVANT LEADER IN THE FINAL PROJECT SUPERVISION OF UNDERGRADUATE STUDENTS] Neneng Andriani; Budi Wibawanta
Polyglot Vol 16, No 2 (2020): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v16i2.1927

Abstract

The final project is a graduation requirement for undergraduate students to obtain their bachelor’s degree. The final project is carried out by students  under the direction of their supervisors. One of the indicators of a supervisor’s success in the final project supervision is that students are able to complete the final project in one semester. The supervisor is expected to be able to carry out his role by imitating Jesus Christ, in accordance with the vision and mission of Universitas Pelita Harapan as a Christian institution which prioritizes faith in Christ. This research aims to understand the role of the supervisor as a servant leader in the final project supervision. This is important in order to see how he conforms to the role and also can be used as a reference to improve the performance of the final project supervisor. A qualitative research method in a study case was used in this research to generate an in-depth understanding. Research subjects were six lecturers who participated in structured interviews and 36 student respondents who gave responses through questionnaires. Based on the results of the analysis, the supervisors in the Faculty of Psychology have carried out their role as servant leaders in their students’ final project supervision and supporting their students in completing their final projects in one semester.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Tugas akhir merupakan syarat kelulusan bagi mahasiswa program sarjana untuk mendapatkan gelar sarjana strata satu. Proses pengerjaan tugas akhir dilakukan oleh mahasiswa di bawah arahan dosen pembimbing, di mana salah satu indikator keberhasilan dosen pembimbing dalam proses pembimbingan tugas akhir adalah mahasiswa mampu menyelesaikan tugas akhir dalam satu semester. Dosen pembimbing diharapkan dapat menjalankan perannya dengan meneladani Yesus Kristus, sesuai dengan visi dan misi Universitas Pelita Harapan sebagai sebuah institusi Kristen yang mengedepankan iman kepada Kristus. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peran dosen pembimbing sebagai pemimpin yang melayani dalam menjalankan proses bimbingan tugas akhir. Hal ini penting untuk mengetahui kesesuaian peranan dosen pembimbing dan dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan kinerja dosen pembimbing tugas akhir. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus untuk mendapatkan deskripsi secara mendalam. Subjek penelitian adalah enam orang narasumber dosen dengan melakukan wawancara terstruktur dan 36 responden mahasiswa yang memberikan tanggapan melalui kuesioner. Berdasarkan hasil analisis, dosen pembimbing di Fakultas Psikologi UPH telah menjalankan perannya sebagai pemimpin yang melayani dalam pembimbingan tugas akhir mahasiswa dengan baik dan mendukung mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir dalam satu semester.
Hubungan Kompetensi Kepribadian Mahasiswa Guru dengan Motivasi Berprestasi Siswa [Relationship between Student Teacher’s Personality Competence and Student’s Motivation of Achievement] Budi Wibawanta; Novemelia Purba
Polyglot Vol 13, No 1 (2017): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v13i1.344

Abstract

The role of teachers is not merely transferring knowledge, but also developing student character. In the field, students tend to do only the minimum necessary to pass. The objectives of this study were to determine if there was a correlation between student-teacher personality competence and student motivation, specifically their achievement motivation. The level of the significance of the correlation was also investigated. This research was a quantitative research correlational design with a 0.05 level of significance. Spearman Rank correlation coefficient test and SPSS program were used to analyze the data. The population of this research was 88 students, while the samples taken were 22 students by using purposive sampling technique. The results of this research confirmed that there was a positive correlation between student-teacher personality competence and students achievement motivation. Furthermore, the correlation between student-teacher personality competence and students achievement motivation was significant.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Peran guru bukan hanya sekadar mentransfer ilmu, melainkan juga mendidik karakter siswa. Di lapangan, siswa menunjukkan bahwa mereka hanya mengejar Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) di dalam kelas untuk lulus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara kompetensi kepribadian mahasiswa guru yang sedang praktik mengajar dengan motivasi berprestasi siswa serta mengetahui signifikansi hubungannya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif desain korelasional dengan taraf signifikansi 0.05. Uji koefisien korelasi Spearman Rank dan program SPSS digunakan untuk menganalisis data. Jumlah populasi penelitian ini adalah 88 siswa, sementara sampel yang diambil sebanyak 22 siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kompetensi kepribadian mahasiswa guru dengan motivasi berprestasi siswa. Hubungan kompetensi kepribadian mahasiswa guru dengan motivasi berprestasi siswa ini dinyatakan signifikan.  
TEACHER’S COMPETENCIES PROFILE IN DIGITAL TECHNOLOGY ERA: SPIRITUAL FORMATION AND BIBLICAL COMMUNITY Chrismastianto, Imanuel Adhitya Wulanata; Wibawanta, Budi; Mumu, Billy; Sitepu, Debora Stefany; Milenia, Marisa
Polyglot Vol 18, No 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v18i2.5742

Abstract

 Christian education aims to bring students to have relationships and growth based on Christian Faith. For building this relationship and growing faith, teacher’s competencies are needed in implementing teaching and learning that is based on the Biblical Christian Worldview. During this digital technology era, Christian teachers are required to have competence for developing their Spiritual Formation and Biblical Community. This study aims to analyze the teacher's competencies to enhance spiritual formation and develop biblical community. The research was conducted by distributing a survey to 61 respondents at Christian private school Tangerang. Data from respondents was collected through an online questionnaire via Google form and analyzed data with descriptive qualitatively. The results on each aspect of Spiritual Formation (SF) and Biblical Community (BC) suggest that respondents have achieved an average score of 4.1 (good category) or has met the teacher competency profile criteria as expected. Nevertheless, there needs to be a relevant follow-up to improve teacher competence in the digital technology era in the aspect of Spiritual Formation and Biblical Community through professional development or similar training.Bahasa Indonesia Abstrak Natur pendidikan Kristen bertujuan untuk membawa peserta didik mengalami relasi dan pertumbuhan yang berlandaskan Iman Kristiani. Dalam membangun relasi dan pertumbuhan iman tersebut, dibutuhkan peran dan kompetensi guru Kristen dalam mengimplementasikan pengajaran yang sesuai dengan Biblical Christian Worldview (BCW). Pada era digital saat ini, guru Kristen dituntut untuk memiliki kompetensi dalam meningkatkan Spiritual Formation (pertumbuhan rohani peserta didik) dan Biblical Community (komunitas yang memiliki relasi dengan berwawasan Kristen Alkitabiah). Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis seberapa besar kompetensi guru dalam meningkatkan pertumbuhan rohani dan membangun komunitas yang berlandaskan prinsip Alkitabiah. Penelitian dilakukan dengan membagikan survei kepada guru di salah satu sekolah swasta Kristen Tangerang dengan responden sebanyak 61 orang. Data dari responden dikumpulkan melalui kuesioner online (google form) dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pada masing-masing aspek Spiritual Formation (SF) dan Biblical Community (BC), responden telah mencapai rata-rata angka 4,1 (kategori baik) atau telah memenuhi kriteria profil kompetensi guru sesuai yang diharapkan. Kendati demikian, perlu ada tindak lanjut yang relevan guna meningkatkan kompetensi guru di era digital dalam aspek Spritual Formation dan Biblical Community melalui pengembangan profesional ataupun pelatihan sejenis. 
TEACHER’S COMPETENCIES PROFILE IN DIGITAL TECHNOLOGY ERA: SPIRITUAL FORMATION AND BIBLICAL COMMUNITY Chrismastianto, Imanuel Adhitya Wulanata; Wibawanta, Budi; Mumu, Billy; Sitepu, Debora Stefany; Milenia, Marisa
Polyglot Vol 18 No 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v18i2.5742

Abstract

 Christian education aims to bring students to have relationships and growth based on Christian Faith. For building this relationship and growing faith, teacher’s competencies are needed in implementing teaching and learning that is based on the Biblical Christian Worldview. During this digital technology era, Christian teachers are required to have competence for developing their Spiritual Formation and Biblical Community. This study aims to analyze the teacher's competencies to enhance spiritual formation and develop biblical community. The research was conducted by distributing a survey to 61 respondents at Christian private school Tangerang. Data from respondents was collected through an online questionnaire via Google form and analyzed data with descriptive qualitatively. The results on each aspect of Spiritual Formation (SF) and Biblical Community (BC) suggest that respondents have achieved an average score of 4.1 (good category) or has met the teacher competency profile criteria as expected. Nevertheless, there needs to be a relevant follow-up to improve teacher competence in the digital technology era in the aspect of Spiritual Formation and Biblical Community through professional development or similar training.Bahasa Indonesia Abstrak Natur pendidikan Kristen bertujuan untuk membawa peserta didik mengalami relasi dan pertumbuhan yang berlandaskan Iman Kristiani. Dalam membangun relasi dan pertumbuhan iman tersebut, dibutuhkan peran dan kompetensi guru Kristen dalam mengimplementasikan pengajaran yang sesuai dengan Biblical Christian Worldview (BCW). Pada era digital saat ini, guru Kristen dituntut untuk memiliki kompetensi dalam meningkatkan Spiritual Formation (pertumbuhan rohani peserta didik) dan Biblical Community (komunitas yang memiliki relasi dengan berwawasan Kristen Alkitabiah). Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis seberapa besar kompetensi guru dalam meningkatkan pertumbuhan rohani dan membangun komunitas yang berlandaskan prinsip Alkitabiah. Penelitian dilakukan dengan membagikan survei kepada guru di salah satu sekolah swasta Kristen Tangerang dengan responden sebanyak 61 orang. Data dari responden dikumpulkan melalui kuesioner online (google form) dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pada masing-masing aspek Spiritual Formation (SF) dan Biblical Community (BC), responden telah mencapai rata-rata angka 4,1 (kategori baik) atau telah memenuhi kriteria profil kompetensi guru sesuai yang diharapkan. Kendati demikian, perlu ada tindak lanjut yang relevan guna meningkatkan kompetensi guru di era digital dalam aspek Spritual Formation dan Biblical Community melalui pengembangan profesional ataupun pelatihan sejenis.