Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

TEACHING-21ST CENTURY LEARNING-MEDIA INNOVATION FOR EFL TEACHING AND LEARNING: PRE-SERVICE TEACHERS PERSPECTIVE Asmi Rusmanayanti; Nasrullah
Getsempena English Education Journal Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : English Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/geej.v7i2.1199

Abstract

Nowadays, EFL teachers are benefited by the abundance of technological resources that enable them to provide learners with sufficient comprehensible input. Yet, not all of them are literate to the available supported devices neither in the form of webs nor other internet applications. Therefore, this study aims at describing a view toward a trend of ICT use as learning resources both in a form of web and internet based applications used by pre-service teachers.This research employed mix-method research by using an open-ended questionnaire and interview with 24 pre-service teachers as participants who study in English department, Lambung Mangkurat University. The finding of this study revealed that even there are several pre-service teachers who encountered problems when using the available applications, nevertheless, most of them have a positive perspective on ICT use in teaching and learning activities. Moreover, it is found that mostly MALL (Mobile Assisted Language Learning) applications have familiar to be used during the learning time especially out of the class rather than CALL applications.
Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning Dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 Nasrullah; Elsa Rosalina; Muhammad Haris Naufal; Alya Shofa Faradila; Raisa Nur Tanziliana
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i3.1015

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan wawasan kepada guru disekolah menengah dkalimantan selatan khususnya di tanjung tabalong untuk memahami model pembelajaran blended learning secara komprehensif serta untuk memberikan pelatihan kepada mereka mendesain kelas bebasi blended learning yang sesuai dengan praktik yang berlandaskan pada teori yang dikemukakan oleh para ahli blended learning. Adapun Metode pelaksanaan yang ditawarkan untuk melaksanakan kegiatan ini ada tiga tahap yaitu persiapan. Tahap persiapan meliputi Penyusunan materi dan jadwal terkait pelatihan dengan tema “PKM Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning  dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 bagi Para Guru Sekolah Menengah di Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan “         Tahap pelaksanaan dilakukan selama satu kali pertemuan. Dalam pelaksanaan ini disampaikan informasi umum tentang PKM Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 bagi Para Guru Sekolah Menengah di Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Peserta diminta melakukan praktik untuk melakukan pembelajaran melalui pendekatan blended learning. Tahap evaluasi, pada akhir kegiatan dilaksanakan evaluasi terhadap proses pelatihan dan hasil pelatihan.
Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning Dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 Nasrullah; Elsa Rosalina; Muhammad Haris Naufal; Alya Shofa Faradila; Raisa Nur Tanziliana
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i3.1015

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan wawasan kepada guru disekolah menengah dkalimantan selatan khususnya di tanjung tabalong untuk memahami model pembelajaran blended learning secara komprehensif serta untuk memberikan pelatihan kepada mereka mendesain kelas bebasi blended learning yang sesuai dengan praktik yang berlandaskan pada teori yang dikemukakan oleh para ahli blended learning. Adapun Metode pelaksanaan yang ditawarkan untuk melaksanakan kegiatan ini ada tiga tahap yaitu persiapan. Tahap persiapan meliputi Penyusunan materi dan jadwal terkait pelatihan dengan tema “PKM Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning  dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 bagi Para Guru Sekolah Menengah di Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan “         Tahap pelaksanaan dilakukan selama satu kali pertemuan. Dalam pelaksanaan ini disampaikan informasi umum tentang PKM Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 bagi Para Guru Sekolah Menengah di Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Peserta diminta melakukan praktik untuk melakukan pembelajaran melalui pendekatan blended learning. Tahap evaluasi, pada akhir kegiatan dilaksanakan evaluasi terhadap proses pelatihan dan hasil pelatihan.
Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning Dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 Nasrullah; Elsa Rosalina; Muhammad Haris Naufal; Alya Shofa Faradila; Raisa Nur Tanziliana
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i3.1015

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan wawasan kepada guru disekolah menengah dkalimantan selatan khususnya di tanjung tabalong untuk memahami model pembelajaran blended learning secara komprehensif serta untuk memberikan pelatihan kepada mereka mendesain kelas bebasi blended learning yang sesuai dengan praktik yang berlandaskan pada teori yang dikemukakan oleh para ahli blended learning. Adapun Metode pelaksanaan yang ditawarkan untuk melaksanakan kegiatan ini ada tiga tahap yaitu persiapan. Tahap persiapan meliputi Penyusunan materi dan jadwal terkait pelatihan dengan tema “PKM Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning  dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 bagi Para Guru Sekolah Menengah di Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan “         Tahap pelaksanaan dilakukan selama satu kali pertemuan. Dalam pelaksanaan ini disampaikan informasi umum tentang PKM Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 bagi Para Guru Sekolah Menengah di Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Peserta diminta melakukan praktik untuk melakukan pembelajaran melalui pendekatan blended learning. Tahap evaluasi, pada akhir kegiatan dilaksanakan evaluasi terhadap proses pelatihan dan hasil pelatihan.
Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning Dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 Nasrullah; Elsa Rosalina; Muhammad Haris Naufal; Alya Shofa Faradila; Raisa Nur Tanziliana
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i3.1015

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan wawasan kepada guru disekolah menengah dkalimantan selatan khususnya di tanjung tabalong untuk memahami model pembelajaran blended learning secara komprehensif serta untuk memberikan pelatihan kepada mereka mendesain kelas bebasi blended learning yang sesuai dengan praktik yang berlandaskan pada teori yang dikemukakan oleh para ahli blended learning. Adapun Metode pelaksanaan yang ditawarkan untuk melaksanakan kegiatan ini ada tiga tahap yaitu persiapan. Tahap persiapan meliputi Penyusunan materi dan jadwal terkait pelatihan dengan tema “PKM Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning  dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 bagi Para Guru Sekolah Menengah di Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan “         Tahap pelaksanaan dilakukan selama satu kali pertemuan. Dalam pelaksanaan ini disampaikan informasi umum tentang PKM Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 bagi Para Guru Sekolah Menengah di Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Peserta diminta melakukan praktik untuk melakukan pembelajaran melalui pendekatan blended learning. Tahap evaluasi, pada akhir kegiatan dilaksanakan evaluasi terhadap proses pelatihan dan hasil pelatihan.
Multilingual Communication and Intercultural Adaptation Among Indonesian Diaspora Students in Davao Lumban Arofah; Rochgiyanti; Syahlan Mattiro; Laila Azkia; Nasrullah; Alfisyah; Yuli Apriati; Muhammad Barto Maulana Irsyad Baso
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v11i2.6885

Abstract

This study examines multilingual communication practices and intercultural adaptation among Indonesian diaspora students at Sekolah Indonesia Davao (SID), a government-sponsored Indonesian school in Davao City, Mindanao, Philippines. Grounded in intercultural communication theory,  specifically Gudykunst and Kim’s (2003) cross-cultural adaptation model, Ting-Toomey’s (1999) face-negotiation theory, and Deardorff’s (2006) intercultural competence framework,  the study investigates how SID students deploy multilingual communication repertoires as strategies for intercultural adaptation and identity negotiation in a complex four-language ecology (Indonesian, English, Filipino, and Bisaya). Using a descriptive quantitative design with supplementary qualitative analysis, data were collected from ten purposively selected students (grades 9–12) through a validated 27-item bilingual questionnaire. Results reveal that (1) 90% of respondents engage in multilingual communication switching, with a trilingual Indonesian–English–Filipino/Bisaya pattern dominating (60%), reflecting achieved intercultural communicative competence rather than linguistic deficiency; (2) habit is the primary communication motivation (70%), indicating that multilingual switching has been internalized as an unmarked communicative norm; (3) a polyglossic communication structure pertains, with Indonesian dominating formal institutional contexts and mixed codes functioning as the face-affirming, solidarity-building register of informal interaction; (4) 60% of respondents demonstrate high metalinguistic awareness of their communication practices; and (5) all respondents affirm that multilingual communication competence contributes positively to intercultural adaptation in Davao. Beyond individual switching, the study identifies an emergent community-level communication code,  a shared trilingual variety functioning simultaneously as a diasporic identity marker. These findings contribute to interdisciplinary communication science by demonstrating that multilingual communication practices in diaspora school communities constitute sophisticated intercultural competence strategies, and carry direct implications for intercultural communication-informed language education policy in overseas Indonesian schools (SILN).