Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning Dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 Nasrullah; Elsa Rosalina; Muhammad Haris Naufal; Alya Shofa Faradila; Raisa Nur Tanziliana
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i3.1015

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan wawasan kepada guru disekolah menengah dkalimantan selatan khususnya di tanjung tabalong untuk memahami model pembelajaran blended learning secara komprehensif serta untuk memberikan pelatihan kepada mereka mendesain kelas bebasi blended learning yang sesuai dengan praktik yang berlandaskan pada teori yang dikemukakan oleh para ahli blended learning. Adapun Metode pelaksanaan yang ditawarkan untuk melaksanakan kegiatan ini ada tiga tahap yaitu persiapan. Tahap persiapan meliputi Penyusunan materi dan jadwal terkait pelatihan dengan tema “PKM Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning  dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 bagi Para Guru Sekolah Menengah di Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan “         Tahap pelaksanaan dilakukan selama satu kali pertemuan. Dalam pelaksanaan ini disampaikan informasi umum tentang PKM Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 bagi Para Guru Sekolah Menengah di Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Peserta diminta melakukan praktik untuk melakukan pembelajaran melalui pendekatan blended learning. Tahap evaluasi, pada akhir kegiatan dilaksanakan evaluasi terhadap proses pelatihan dan hasil pelatihan.
Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning Dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 Nasrullah; Elsa Rosalina; Muhammad Haris Naufal; Alya Shofa Faradila; Raisa Nur Tanziliana
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i3.1015

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan wawasan kepada guru disekolah menengah dkalimantan selatan khususnya di tanjung tabalong untuk memahami model pembelajaran blended learning secara komprehensif serta untuk memberikan pelatihan kepada mereka mendesain kelas bebasi blended learning yang sesuai dengan praktik yang berlandaskan pada teori yang dikemukakan oleh para ahli blended learning. Adapun Metode pelaksanaan yang ditawarkan untuk melaksanakan kegiatan ini ada tiga tahap yaitu persiapan. Tahap persiapan meliputi Penyusunan materi dan jadwal terkait pelatihan dengan tema “PKM Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning  dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 bagi Para Guru Sekolah Menengah di Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan “         Tahap pelaksanaan dilakukan selama satu kali pertemuan. Dalam pelaksanaan ini disampaikan informasi umum tentang PKM Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 bagi Para Guru Sekolah Menengah di Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Peserta diminta melakukan praktik untuk melakukan pembelajaran melalui pendekatan blended learning. Tahap evaluasi, pada akhir kegiatan dilaksanakan evaluasi terhadap proses pelatihan dan hasil pelatihan.
Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning Dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 Nasrullah; Elsa Rosalina; Muhammad Haris Naufal; Alya Shofa Faradila; Raisa Nur Tanziliana
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i3.1015

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan wawasan kepada guru disekolah menengah dkalimantan selatan khususnya di tanjung tabalong untuk memahami model pembelajaran blended learning secara komprehensif serta untuk memberikan pelatihan kepada mereka mendesain kelas bebasi blended learning yang sesuai dengan praktik yang berlandaskan pada teori yang dikemukakan oleh para ahli blended learning. Adapun Metode pelaksanaan yang ditawarkan untuk melaksanakan kegiatan ini ada tiga tahap yaitu persiapan. Tahap persiapan meliputi Penyusunan materi dan jadwal terkait pelatihan dengan tema “PKM Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning  dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 bagi Para Guru Sekolah Menengah di Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan “         Tahap pelaksanaan dilakukan selama satu kali pertemuan. Dalam pelaksanaan ini disampaikan informasi umum tentang PKM Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 bagi Para Guru Sekolah Menengah di Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Peserta diminta melakukan praktik untuk melakukan pembelajaran melalui pendekatan blended learning. Tahap evaluasi, pada akhir kegiatan dilaksanakan evaluasi terhadap proses pelatihan dan hasil pelatihan.
Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning Dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 Nasrullah; Elsa Rosalina; Muhammad Haris Naufal; Alya Shofa Faradila; Raisa Nur Tanziliana
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i3.1015

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan wawasan kepada guru disekolah menengah dkalimantan selatan khususnya di tanjung tabalong untuk memahami model pembelajaran blended learning secara komprehensif serta untuk memberikan pelatihan kepada mereka mendesain kelas bebasi blended learning yang sesuai dengan praktik yang berlandaskan pada teori yang dikemukakan oleh para ahli blended learning. Adapun Metode pelaksanaan yang ditawarkan untuk melaksanakan kegiatan ini ada tiga tahap yaitu persiapan. Tahap persiapan meliputi Penyusunan materi dan jadwal terkait pelatihan dengan tema “PKM Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning  dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 bagi Para Guru Sekolah Menengah di Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan “         Tahap pelaksanaan dilakukan selama satu kali pertemuan. Dalam pelaksanaan ini disampaikan informasi umum tentang PKM Permodelan Kegiatan Berbasis Blended Learning dalam Mengembangkan Otonomi Belajar di Masa Pandemi Covid-19 bagi Para Guru Sekolah Menengah di Tanjung Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Peserta diminta melakukan praktik untuk melakukan pembelajaran melalui pendekatan blended learning. Tahap evaluasi, pada akhir kegiatan dilaksanakan evaluasi terhadap proses pelatihan dan hasil pelatihan.
Implementasi Nilai-Nilai Etis dalam Program KKN-PPM UGM (Studi Kasus di Desa Wonocepokoayu, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur) Ridwan Ahmad Sukri; Muhammad Haris Naufal; Mohammad Rayhan Alfin Syahri
Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna Vol 1 No 1 (2023): Mei
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/parikesit.v1i1.7996

Abstract

This writing is a reflection on the activities of the community service program, namely the Community Service Program of Universitas Gadjah Mada in Wonocepokoayu Village, Senduro District, Lumajang Regency, East Java Province. The implementation of the KKN program in this village was successfully supported by the application of ethical values. The methods used in solving the problem are social mapping, field observations, information search, preparation of program plans and implementation, and periodic evaluations. Programs have been widely implemented to solve problems related to improving the level of welfare. Implementing ethical values is the main thing that determines the success of KKN activities in the view of the community. Programs that have been implemented to solve existing problems, which of course is strengthened by ethical practices: optimizing grafting of mangosteen plants, making maps of height and slope, socializing the importance of sanitary pens for livestock, identifying irrigation sources, socializing on saving from an early age, making land use maps, socializing goat health, infographics superior agricultural commodities, socialization of medicinal plants, Science Project, Improvement of nutrition, making livestock distribution maps, making internet content about village potential, socializing integrated marketing systems, making Village Profile videos, 38) Making video tutorials on making liquid fertilizer, making liquid organic fertilizer and too many others to mention one by one. An inseparable part of achieving the success of this Community Service Program is the application of ethical values by service participants in community life such as discipline, cooperation, honesty, openness, egalitarianism, respect for self and others, maintaining the goodwill of the campus community, simplicity. The result is better changes in society after the Community Service Program of UGM. In conclusion. There is synergy between skills, knowledge, and the application of ethical values to achieve success in Community Service Programs.
Blended Learning Approach For EFL In-Service Teachers In Constructing Smart Learning Environment: Innovation In Education Personalized For Self-Independent Learning Nasrullah, Nasrullah; Elsa Rosalina; Alya Shofa Faradila; Raisa Nur Tanziliana; Muhammad Haris Naufal
International Journal of Educational Research & Social Sciences Vol. 4 No. 1 (2023): February 2023
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijersc.v4i1.594

Abstract

It has been two years since Indonesia and other countries globally went through an abrupt change due to the pandemic covid 19 in educational delivery experiencing online learning to blended learning. To respond to the shift, practitioners and researchers conducted several studies on the implementation and effectiveness of blended learning in many subject areas, especially in the EFL context. However, it is still obscure find out the study which leads to the direct effect of how blended learning can create a smart learning environment as well as spur selfindependent learning. To fill this void, therefore, this study aims at investigating how EFL teachers harness blended learning to create a smart learning environment and self-independent learning for students. To get the data, researchers employed a mix-method approach by using a survey with 18 items and ten items for an open structured questionnaire, then analyzed the data by using descriptive and thematic analysis. The findings of this study reported that EFL Teachers perceived well that in blended learning, not only does the technology used as the instrument deliver materials but it also can be used to accelerate English proficiency by providing a richexposure milieu, cosy interactions and meaningful tasks while learning. In addition, this study implies that EFL teachers should always be inclusive toward the rapid changing of technology and willing to adjust regardless of the learners' diversity and ensure the learning autonomy for learners.