Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tradisi Keulamaan saparuddin rambe
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 6 No 1 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/ikhtibar.v6i1.602

Abstract

Hamzah Fansuri merupakan seorang tokoh tasawuf terkemuka Nusantara yang menganut tasawuf falsafi. Selain sebagai seorang sufi ia juga dikenal dengan seorang sastrawan, sehingga ajarannya banyak yang sampaikan dalam bentuk bait-bait puisi sastra. Ia mengikuti tasawuf yang dirintis oleh Syeikh Abd al-Qadir al-Jailani dengan tarekat Qadiriyah. Dalam bidang fikih, Hamzah Fansuri mengikuti Mazhab Syafi’i. Hamzah Fansuri dianggap sebagai pemikir dan pengembang paham wihdat al-wujud, hulul, dan ittihad. Karya-karya Syekh Hamzah Fansuri terbilang cukup banyak. Diduga sebagian dari karya tulis Hamzah Fansuri dan Syamsuddin al-Sumaterani menjadi korban pembakaran pada waktu para pengikut keduanya mengalami hukuman bunuh, dan buku-buku yang mereka miliki dibakar di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Pembunuhan keduanya dan pembakaran karya tulis mereka terjadi pada tahun 1637 M., yaitu tahun pertama dari kekuasaan Sultan Iskandar Tsani (1637-1641 M.), karena mereka tidak mau mengubah pendirian paham wahdat al-wujud-nya kendati Sultan telah berulangkali menyuruh keduanya untuk bertobat. Kata wujûd dalam paham wahdat al wujud terutama dan lebih khusus digunakan oleh Ibn al-‘Arabi untuk menyebut wujud Tuhan. satu- satunya wujud adalah wujud Tuhan; tidak ada wujud selain wujud-Nya.
Proses Pembelajaran dan Asesmen yang Efektif Ali Ramatni; Fivie Anjely; Didik Cahyono; Saparuddin Rambe; Muwafiqus Shobri
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i4.2687

Abstract

Effective learning is learning that can successfully achieve a learning goal from students in accordance with what is expected by educators or teachers. An effective learning model is a learning model that includes four dimensions, namely: (1) Quality or quality of a learning, (2) adequate and relevant level of learning, (3) reward or reward or the provision of gifts from students to students, and (4) time, efficient classroom management also affects learning effectiveness. While effective assessment is a process to determine the achievement of students towards learning that has been carried out thoroughly. The assessment cycle can run effectively if the assessment is carried out continuously, through day-to-day assessment and periodic assessment. Day-to-day assessment can be done as an insert in the learning process; observation, discussion, Q&A and analyzing student work. While this periodic assessment is an assessment that is carried out periodically.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM PENDIDIKAN: TINJAUAN LITERATUR Ilham Kamaruddin; Ertati Suarni; Saparuddin Rambe; Bayu Purbha Sakti Sakti; Reza Saeful Rachman; Pahar Kurniadi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.22138

Abstract

Artikel ini merupakan tinjauan literatur tentang penerapan model pembelajaran berbasis proyek dalam konteks pendidikan. Model ini menawarkan pendekatan yang aktif, berpusat pada siswa, dan berfokus pada pembelajaran melalui pengalaman praktis dan proyek-proyek nyata. Dalam artikel ini, kami menjelaskan konsep dasar dari model pembelajaran berbasis proyek, mengidentifikasi manfaat utama yang diperoleh oleh siswa dalam bentuk pengembangan keterampilan praktis, pemahaman konsep yang mendalam, dan motivasi belajar yang tinggi. Namun, penerapan model ini juga menimbulkan berbagai tantangan, termasuk persiapan materi dan kurikulum yang relevan, manajemen waktu yang efisien, serta penilaian yang komprehensif. Tantangan-tantangan ini dapat diatasi melalui perencanaan yang cermat, pelatihan pendidik, dan strategi penilaian yang jelas. Dalam kesimpulan, penerapan model pembelajaran berbasis proyek memiliki potensi besar untuk memperkaya pengalaman belajar siswa dan mempersiapkan mereka untuk tantangan dunia nyata. Dengan pemahaman yang mendalam tentang konsep dasar, manfaat, dan strategi mengatasi tantangan, pendidik dapat merancang pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan bagi siswa mereka. Model pembelajaran berbasis proyek adalah alat yang kuat untuk membantu siswa mencapai potensi penuh mereka dalam pendidikan.