Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pusat Pengelolahan Bambu Di Kabupaten Nagekeo Dengan Tema Eko Arsitektur Nggala, Irenius Sines; Dede, Petrus Jhon Alfred Depa; Kerong, Fabiola T.A.
TEKNOSIAR Vol. 14 No. 2 (2020): Volume 14 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v14i2.1151

Abstract

Sejalan dengan perkembangan jaman, kebutuhan kayu untuk konstruksi dan mebel semakin langka dan mahal. Maka dari itu muncul ide-ide dasar untuk mencari alternatif pengganti kayu untuk konstruksi dan mebel. Bambu adalah alternatifnya. Namun perlu di lakukan proses pengawetan agar menghasilkan bambu yang kuat dan tahan lama. VSD (Vertical Soak Diffusion) merupakan proses pengawetan bambu dengan menggunakan borax yang ramah lingkungan. Selain VSD, sekarang sering dijumpai produk-produk bambu komposit atau lebih dikenal bambu laminasi. Bambu laminasi merupakan proses pembuatan bilah-bilah bambu menjadi balok-balok bambu dengan menggunakan mesin-mesin tertentu. Kabupaten Nagekeo adalah salah satu daerah agro-industri bambu di Pulau Flores. Sebagai daerah agro-industri bambu, pemerintah Kabupaten Nagekeo harus bisa memanfaatkan potensi bambu di wilayahnya sendiri agar bisa bermanfaat bagi mereka sendiri, baik untuk peningkatan pendapatan daerah maupun penyediaan lapangan pekerjaan. Sehingga perlu ada sebuah wadah milik pemerintah untuk mengelolah bambu di Kabupaten Nagekeo. Dalam ilmu arsitektur, pemanfaatan potensi dalam suatu wilayah sering di sebut eko-arsitektur. Eko-artsitektur secara umum merupakan disiplin ilmu perancangan arsitektur yang berwawasan lingkungan dan pemanfaatan potensi wilayah. Perencanaan dan perancangan pusat pengelolahan bambu di Kabupaten Nagekeo dengan tema eko-arsitektur ini penulis menggunakan metode penelitian berupa wawancara, observasi, studi pustaka/literature dan studi banding. Pada hasil rancangannya, pusat pengelolahan bambu di Kabupaten Nagekeo dengan tema eko-arsitektur ini menerapkan beberapa kaidah-kaidah eko-arsitektur yakni penekanan pada penggunaan material bambu, pemanfaatan sumber air sungai sekitar tapak sebagai sumber air bersih, penggunaan solar panel untuk energi listrik, pemanfaatan material ramah lingkungan dan tetap membiarkan kontur dalam keadaan alami.
Pendekatan Arsitektur Vernakular Dalam Desain Fasilitas Obyek Wisata Jasmani - Rohani Mengeruda di Kecamatan Soa Kabupaten Ngada Rato, Gusti; Dede, Petrus Jhon Alfred Depa; Kerong, Fabiola T.A.
TEKNOSIAR Vol. 15 No. 1 (2021): Volume 15 Nomor 1 April 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v15i1.1199

Abstract

Kabupaten Ngada adalah salah satu Kabupaten yang memiliki banyak sekali potensi wisata yang mampu menarik minat wisatawan baik dalam maupun luar negri yang ingin berwisata baik untuk jasmani maupun rohani. Salah satunya yaitu “Obyek Wisata Jasmani-Rohani Mengeruda”, yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Ngada, bekerja sama dengan Paroki Salip Suci, Soa. Obyek wisata ini berada 28 km ke arah timur dari pusat Kota Bajawa tepatnya di Desa Mengeruda Kecamatan Soa Kabupaten Ngada. Obyek Wisata Jasmani - Rohani Mengeruda memiliki 2 (dua) faktor andalan, yaitu Sumber Mata Air Panas Alam (Hoot Sprin) dan Taman Fatima (Place Of Pilgrimage) yaitu tempat Ziarah bagi Umat ber-agama Katolik. Namun ada beberapa permasalahan yang membuat obyek wisata ini tidak terlalu optimal, seperti: kurangnya perawatan terhadap fasilitas-fasilitas yang sudah ada, kurangnya fasilitas fasilitas utama, dan penunjang sebagai pendukung citra dari obyek wisata ini. Alasan pemilihan tema dengan pendekatan Arsitektur Vernakuler dalam desain kawasan Wisata Jasmani-Rohani Mengeruda ini karena berada dalam lingkungan masyarakat yang kaya akan budaya dan tradisi baik dari segi arsitektural maupun kehidupan sosialnya. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara; studi literatur, wawancara, dan observasi. Dari data yang dikumpulkan dilakukan analisis. Metode analisis data dilakukan dengan; analisa kuantitatif, analisa kualitatif, dan komparatif, Setelah melakukan analisis, tahap selanjutnya adalah menyusun konsep perencanaan dan perancangan sesuai dengan output dan analisis yang telah dilkakukan. Hasil perancangan dengan pendekatan arsitektur vernakuler dapat menjadikan tempat wisata ini bukan hanya dijadikan tempat rekreasi semata, tetapi juga sebagai media pembelajaran atau mengenalkan budaya ke wisatawan luas dengan cara menunjukan/menonjolkan identitas kebudayaan masyarakatnya, dan dapat memberikan dampak edukatif bagi wisatawan.
Relasi Antara Ritual Lobo Keda Dan Pola Permukiman Adat Di Desa Nggela Kabupaten Ende Kerong, Fabiola T. A.; Kurniawan, DVX. Deddy; Toy, Melky
TEKNOSIAR Vol. 17 No. 1 (2023): Volume 17 Nomor 1 April 2023
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v17i1.3015

Abstract

The Lobo Keda ritual is an inauguration of Sao Keda (which is a meeting place) for Mosalaki, traditional leaders of the traditional settlement in Nggela Village. There are seventeen Mosalaki inhabiting 15 traditional houses who continuously maintain their unique indigenous culture. This primary study aims to look at a Lobo Keda ritual process by observing community behaviour and a relationship between Mosalaki and traditional settlement patterns. The research was conducted by qualitative descriptive research method. The results reveal data on how the Lobo Keda ritual and traditional settlement patterns in Ngela Village influences one another, as well as explain how other factors may be influencing such as history, beliefs, cosmology, orientation, sacred elements and social structure.
Objek Wisata Air Terjun Tiwu Papa Di Desa Raburia Kecamatan Ende Kabupaten Ende (Dengan Pendekatan Arsitektur Vernakular) Mochdar, Dian Fitriawati; Wara, Damoses; Kerong, Fabiola T.A.
TEKNOSIAR Vol. 17 No. 1 (2023): Volume 17 Nomor 1 April 2023
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v17i1.3123

Abstract

One of the natural tourism objects in Ende Regency which is currently starting to appear and be arranged is the Tiwu Papa Waterfall, as one of the natural tourist objects in Raburia Village, Ende District, Ende Regency, East Nusa Tenggara Province. The Tiwu Papa Waterfall Tourism Object has great potential to be reorganized because of its beautiful place and increasing visits. However, this high potential is still not supported by the availability of main facilities and supporting facilities. The method used is a qualitative and quantitative descriptive analysis method. The concept of the approach is the concept of Vernacular Architecture as a design reference because of the importance of preserving local uniqueness and uniqueness of the area which can be embodied in tourist attraction buildings by considering the local climate, techniques and materials as an effort to maintain the richness of local culture. Design analysis includes site and environmental analysis, actor analysis, spatial scale analysis, form analysis and outdoor space analysis as well as utility analysis. The results obtained from the design of the Tiwu Papa Waterfall Tourism Object refer to the Vernacular Architecture Concept as a design reference, namely by utilizing the land around the waterfall tourist object and to attract the attention of recreational tourists and bathing in the waterfall pool. The facilities built at this tourist attraction consist of main facilities including management buildings, bathing pools, recreational rides, wooden bridges, and supporting facilities including parking, gazebos, as well as bathrooms and changing rooms.
Relasi Antara Ritual Joka Ju Dan Pola Permukiman Adat Di Desa Nggela, Kabupaten Ende-Flores Kerong, Fabiola T. A.; Siso, Silvester M.; Toy, Melky
TEKNOSIAR Vol. 17 No. 2 (2023): Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v17i2.3407

Abstract

The traditional settlements in Nggela Village every year carry out the Joka Ju ritual or ritual of rejecting evil which involves the entire community. This ritual is carried out to ward off all bad luck and all forms of disease and is generally carried out after getting the harvest. This research will look at the process of this traditional ritual from the preparation process to the peak ritual, and the space in the traditional settlement pattern inhabited by traditional leaders (Mosalaki) of which there are 17 people in 15 traditional houses. The research method used is a qualitative method with a naturalistic approach. In this research, the relationship between the Joka Ju ritual and traditional settlement patterns in cosmology, traditional settlement boundaries, orientation and sacred zones/cultural spaces and beliefs can be seen.
Perancangan Homestay Moni Kecamatan Kelimutu Kabupaten Ende (Tema Arsitektur Neo Vernakuler) Babo, Dominggus Piterson; Mochdar, Dian Fitriawati; Kerong, Fabiola T. A.
TEKNOSIAR Vol. 18 No. 1 (2024): Volume 18 Nomor 1 April 2024
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v18i1.4047

Abstract

ABSTRACT DOMINGGUS PITERSON BABO 2018320320. Moni Homestay Design, Kelimutu District, Ende Regency (Neo Vernacular Architecture Theme). Faculty of Engineering, University of Flores, Ende, 2023.. Mobile Number : 081339344579, E-mail : babosoni@gmail.com supervisor I : Ir. Dian Fitriawati Mochdar, ST., MT. supervisor II : Fabiola T.A, Kerong. ST., MT. Moni Kelimutu tourist destinations include culinary tourism, shopping tourism, and recreational tourism. This has a positive impact because the number of tourists coming is increasing. Therefore Homestay lodging is a very important element to support the existing potential. Homestay has an important role to introduce the character of each region. Ende Regency is one of the districts with many tribes and precisely in the Kelimutu sub-district, the local community highly respects customs and habits, so Moni's homestay is designed with the Neo Vernacular theme which aims to strengthen the identity and character of the local indigenous tribes. The application of this theme is dominated by wood elements as an aesthetic element of the building both in the facade of the building and in the atmosphere of the building space. Wood is the main material for building traditional Lio houses. So that the Homestay is designed to have the feel of the local environment so that people who stay at this Homestay feel the character of the local area. The methods used in this planning and design are 1). data collection methods include primary data (observation, documentation and interviews) and secondary data (literature studies and comparative studies); 2). The analysis method explains each analysis which contains field data, design criteria (theory), alternative analysis (alternative 1 and alternative 2), and responses (alternative selection). Analysis methods include analysis of design objects; site analysis; functional analysis (space organization, namely the organizational structure of actors, analysis of activities and space requirements (analysis of actors and actors' activities), room analysis (conditions, circulation, organization, relationships, size and zoning of space), shape analysis and analysis of building mass placement patterns; analysis building systems (structure and utilities); as well as analysis of regional regulations. 3). The design method includes design ideas and design concepts, namely the concept of neo vernacular architecture. The results obtained from designing Moni's homestay are based on a neo vernacular architectural approach which emphasizes more on building materials and site processing. The facilities built include the main facilities in the form of accommodation (suite room and standard type homestay), management building, as well as supporting facilities in the form of a cafeteria, photo spot, outdoor room and service area, parking. Keywords: Tourism, Homestay, Neo Vernacular Architecture
Villa Resort di Desa Manulondo Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende (Tema Arsitektur Vernakuler) Manggo, Sayful Ahmad; Mochdar, Dian Fitriawati; Kerong, Fabiola T. A.
TEKNOSIAR Vol. 18 No. 2 (2024): Volume 18 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v18i2.4833

Abstract

Kabupaten Ende memiliki banyak potensi wisata antara lain wisata alam seperti Danau Kelimutu, wisata budaya seperti rumah adat Nggela maupun wisata sejarah seperti Rumah Pengasingan Bung Karno serta wisata lainnya. Desa Manulondo sebagai salah satu desa di Kecamatan Ndona Kabupaten Ende juga mempunyai daya tarik wisata seperti wisata alam puncak Manulondo, hasil tenun ikat yang menjadi ciri khas budaya serta adanya rumah adat yang semuanya mencerminkan identitas masyarakat dan menjadi ciri khas budaya. Daya tarik wisata ini perlu didukung dengan adanya fasilitas-fasilitas wisata salah satunya yaitu Villa Resort mengingat banyaknya jumlah pengunjung wisatawan lokal maupun dari luar Kabupaten Ende. Penelitian ini digunakan sebagai langkah-langkah dasar proses perencanaan dan perancangan Villa Resort di desa Manulondo, dengan penerapan Tema Arsitektur vernakuler sebagai acuan desain yang menekankan pada konsep bentuk, orientasi, dan penggunaan material. Metode yang digunakan dalam perencanaan dan perancangan yaitu 1). metode pengumpulan data (data primer dan data sekunder); 2). metode analisa berupa uraian data lapangan, kriteria perancangan yang berisikan teori, analisa alternatif , serta tanggapan (pemilihan alternatif). Metode analisa meliputi analisa tapak; analisa fungsional, analisa aktifitas dan kebutuhan ruang, analisa ruangan meliputi sirkulasi, organisasi, hubungan, besaran dan zoning ruang, analisa bentuk dan analisa pola peletakan masa bangunan; analisa system bangunan meliputi struktur dan utilitas; dan regulasi daerah. 3). Metode perancangan dan konsep desain yaitu konsep arsitektur vernakuler. Hasil perancangan Villa Resort Manulondo dengan tema arsitektur vernakuler mengikuti bentuk rumah adat desa Manulondo, perubahan hanya pada struktur pondasi, kolom, balok, lantai dan pasangan dinding.
Penggunaan Pendekatan Arsitek Hijau Dalam Perancangan Apartemen di Kabupaten Ende Dimu, Anita Nensia; Mochdar, Dian Fitriawati; Kerong, Fabiola T. A.
TEKNOSIAR Vol. 19 No. 1 (2025): Volume 19 Nomor 1 April 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v19i1.5440

Abstract

Di Kabupaten Ende kebutuhan tempat tinggal terbilang tinggi, banyak masyarakat yang belum memiliki rumah, banyak rumah yang belum layak huni dan terbatasnya lahan. Oleh karena itu perlu adanya alternatif tempat tinggal berupa apartemen. Apartemen memiliki peran yang penting dalam menunjang kebutuhan tempat tinggal. Metode penelitian yang digunakan dalam perancangan dan perencanaan ini adalah 1). Menggunakan data primer dan sekunder; 2). Metode analisa yang membahas kedalam dua analisa yaitu analisa makro(kawasan) dan mikro(tapak perancangan) yang berisikan beberapa data antara lain analisa topografi, analisa pencapaian, analisa entrance dan exit, analisa klimatologi. 3). Metode perancangan memaparkan ide perancangan dan konsep desain yaitu konsep arsitektur hijau. Perancangan apartemen dengan pendekatan arsitektur hijau ini lebih memfokuskan pada bahan dan material yang didapat pada sekitar Kabupaten Ende. Adapun fasilitas utama berupa bangunan apartemen (berbagai tipe kamar), bangunan pengelola sampai fasilitas penunjang berupa GYM, minimarket, restoran, ruang outdoor dan parkiran.