Patunru Pongky
UNIVERSITAS BALIKPAPAN

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTASI KESELAMATAN KERJA PADA PEMBUATAN AREA DRILLING RIG DENGAN PENDEKATAN TASK RISK ASSESMENT (STUDI KASUS PADA XYZ INDONESIA DI KALIMANTAN TIMUR) Komeyni Rusba; Hardiyono Hardiyono; James Evert AL; Impol Siboro; Patunru Pongky; Indrawan Tobarasi
Jurnal Public Policy Vol 5, No 2 (2019): Mei-Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.916 KB) | DOI: 10.35308/jpp.v5i2.1130

Abstract

Implementation of work safety in making an area of things that need to be observed the process from upstream to downstream, because occupational safety lives or is on every task of the work that has been arranged in such a way by the company and is divided completely in each section/division as the function of management in work management . This study discusses the implementation of work safety in the drilling rig area at XYZ Indonesia with the task risk assessment approach in East Kalimantan. The purpose of this study is to describe the achievements of the implementation of work safety in the construction of the drilling rig area in XYZ Indonesia with the task risk assessment approach. From the results of the study, the implementation of work safety in the construction of the drilling rig area in XYZ Indonesia with the task risk assessment approach is to carry out controls that have been regulated based on the procedures and technical guidelines for occupational safety and health of XYZ Indonesia on the work of making drilling locations for 43 activities to reduce risk in each activity.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN RISIKO PADA AKTIVITAS PENGUPASAN PERMUKAAN TANAH DAN PENGANGKUTAN TOP SOIL DAN OVERBURDEN DI PT ALAM JAYA PRATAMA KUTAI KARTANEGARA Hardiyono Hardiyono; Patunru Pongky; Komeyni Rusba; Impol Siboro; Adrian Pranajaya
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember 2022 (in Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i2.2289

Abstract

Occupational Health and Safety (OHS) is in the interest of workers, employers and governments around the world. Coal mining is a long-term activity, involving high technology and capital intensive. Identification of occupational hazards and risks is an early stage that must be considered by the company. The purpose of this study is to identify hazards and risks as well as carry out risk assessment and risk control in stripping activities and transportation of top soil and overburden (OB) at PT. Alam Jaya Pratama Kutai Kartanegara. Data collection and regarding hazard identification and risk assessment are analyzed with IBPR then evaluated and determined for risk control efforts so that they can work safely. This research is a qualitative research, namely descriptive research. In the study there were 7 sources. The final result of the identification of hazards and risks are 27 identified hazard activities, and for the percentage before additional controls are carried out. Stripping activity and transportation of top soil, high 23%, medium 23% and low 54%. And the activity of stripping the soil surface and transporting overburden, high 21%, medium 21% and low 58%. After additional control was carried out, the percentage of risk experienced a good change with percentages, high 0%, medium 0% and low 100% in stripping activities and transporting top soil and overburden (OB). It is known that risk assessment and control are included in the effective category.
INSPEKSI STORAGE TANK DI PT. ABC PADA PROYEK PT. XYZ MENGGUNAKAN METODE RISK BASED INSPECTION Hardiyono Hardiyono; Patunru Pongky; Sri Purwanti; Komeyni Rusba; Impol Siboro; Hana Eka Putri
Media Bina Ilmiah Vol. 17 No. 9: April 2023
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/mbi.v17i9.376

Abstract

Storage tank (tangki timbun) merupakan salah satu objek yang dianggap penting dalam industri perminyakan dan gas bumi karena menyimpan produk utama dalam jumlah yang banyak dan berdampak besar. Tangki timbun yang digunakan tanpa henti setiap harinya dapat mengakibatkan rentan akan terjadinya kerusakan yang dapat menimbulkan gangguan pada proses kerja. Untuk itu penting dilakukan inspeksi berkala sebagai preventif dalam mencegah kerugian besar bagi perusahaan. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui tingkat risiko pada aspek desain tangki penimbum nomor 610-TK-101 yang berisikan bahan bakar minyak berbahaya dengan produk crude oil dan jadwal inspeksi secara interval di PT. XYZ. Penelitian ini menggunakan metode Risk based Inspection (RBI). Data penelitian yang digunakan terdiri dari 2 (dua) jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer yaitu dengan cara wawancara dan dokumentasi. Sementara data sekunder dilakukan dengan cara kajian literatur. Pengelohan dan analisis data terdiri atas pemeringkatan risiko kemungkinan dan konsekuensi kegagalan, mengukur dan menghitung ketebalan minimum tangki dan corrosion rate tangki dan menentukan risk matrix Risk Based Inspection dan sisa umur tangki. Hasil penelitian menunjukan tingkat risiko pada tangki nomor 610-TK-101 adalah medium risk atau risiko sedang. Laju korosi paling tinggi pada course 4 dengan hasil perhitungan 0,690 mm/tahun dengan nilai minimum ketebalan tangki 6,15 mm. Hal ini menunjukan dalam waktu 2 tahun kedepan tangki 610-TK-101 harus dilakukan inspeksi oleh pihak yang berwenang untuk mencegah terjadinya kerusakan.
Penerapan Kepatuhan Bekerja Terhadap Pemakaian Full Body Harness Dengan Prosedur K3 Pada Pekerjaan Di Ketinggian Pada PT XYZ Balikpapan Sandy Setiawan; Impol Siboro; Muhamad Nur; Patunru Pongky
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.981

Abstract

Pekerjaan di ketinggian merupakan salah satu aktivitas kerja dengan tingkat risiko tertinggi industri migas, termasuk di PT XYZ Balikpapan. Salah satu bentuk pengendalian resiko yang wajib adalah pengguan Full Body Harness (FBH) sebagai dari sistem proteksi jatuh. Namun, kepatuhan pekerja terhadap prosedur K3 masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan Pekerja dalam penggunaan Full Body Harness serta mengidentifikasi faktor penyebab ketidakpatuhan selama melaksanakan pekerjaan di ketinggian. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan melakukan observasi dan perhitungan terkait kepatuhan para pekerja, Observasi di lakukan sebanyak 15 kegiatan dengan berbagai subkon di area PT XYZ Balikapapan selama Oktober – November 2025. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kepatuhan para pekerja berada pada kategori cukup baik,dengan pencapaian kepatuhan 66% - 100%. Faktor penyebab utama ketidakpatuhan meliputi prilaku kerja yang tidak aman dan lemahnya pengawasan dilapangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ketersediaan APD belum cukup tanpa disertai peningkatan budaya keselamatan serta pengawasan yang cukup ketat serta pelatihan berkala.