Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Alih Fungsi Lahan dan Curah Hujan terhadap Banjir di Kota Pekalongan, Jawa Tengah Gardena Smoro Laksmi
Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2020: Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-8 “Komoditas Sumber Pangan untuk Meningkatkan K
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laksmi GS. 2020. Impact of land use change and rainfall on flooding in Pekalongan city, Central Java. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-8 Tahun 2020, Palembang 20 Oktober 2020. pp. xxx.  Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Pekalongan City is located on the northern coast of Central Java Province which connects Jakarta, Semarang, and Surabaya. Located on the main route to Java Island, Pekalongan City has strategic economic potential, especially in the industrial sector. This condition caused Pekalongan City to become the area with the highest demographic urbanization value in Central Java in 2006 and led to changes in land cover. Land-use change will have negative impacts if uncontrolled like the reduction in catchment areas, especially if the rainfall is high. This study is a literature study that contains the effect of land-use change and rainfall on flooding in Pekalongan City. Data and information come from various journals related to floods in Pekalongan City. This study aims to analyze the impact of land use change and rainfall on waterways in Pekalongan City. Changes in land cover and rainfall have a strong correlation. The reduced water catchment area causes the increase of flood index. Pekalongan City was categorized as a city that was not prone to flooding in 2011, but in 2017, all villages in North Pekalongan Regency were flooded with an area of 1,249,420 hectares.
Teachers as Digital Facilitators: A Qualitative Study on Professional Adaptation in Technology-Based Curriculum Arya Jagad Mediantoro; Garry Brumadyadisty; Siska Armawati Sufa; Gardena Smoro Laksmi; Suprayitno Suprayitno
SERUMPUN : Journal of Education, Politic, and Social Humaniora Vol. 4, No. 1 : SERUMPUN (JANUARY-JUNE 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/srp.v4i1.368

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan signifikan dalam praktik pendidikan, khususnya pada peran guru yang bertransformasi dari penyampai pengetahuan menjadi fasilitator digital. Penelitian ini berangkat dari masalah rendahnya kesiapan pedagogis dan dukungan institusional yang dialami guru dalam menghadapi tuntutan pembelajaran berbasis teknologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses rekonstruksi identitas profesional guru, faktor pendukung dan penghambat, serta implikasinya terhadap praktik pedagogis di era digital. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis tematik berbantuan NVivo, melibatkan wawancara mendalam dengan guru dari berbagai konteks sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan peran guru menuntut penyesuaian kognitif, emosional, dan sosial. Efikasi diri terbukti menjadi faktor sentral dalam keberhasilan adaptasi, sementara keterbatasan infrastruktur dan kebijakan administratif yang ambigu menimbulkan tekanan emosional. Kolaborasi sejawat dan praktik reflektif menjadi penguat resiliensi serta sumber inovasi pedagogis. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa adaptasi digital bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan proses rekonstruksi identitas pedagogis yang dipengaruhi agensi internal, struktur sosial, dan dukungan institusional. Saran yang diajukan meliputi penguatan pelatihan berkelanjutan, kebijakan infrastruktur yang merata, serta pembentukan komunitas praktik guru untuk mendukung transformasi berkelanjutan.