Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan signifikan dalam praktik pendidikan, khususnya pada peran guru yang bertransformasi dari penyampai pengetahuan menjadi fasilitator digital. Penelitian ini berangkat dari masalah rendahnya kesiapan pedagogis dan dukungan institusional yang dialami guru dalam menghadapi tuntutan pembelajaran berbasis teknologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses rekonstruksi identitas profesional guru, faktor pendukung dan penghambat, serta implikasinya terhadap praktik pedagogis di era digital. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis tematik berbantuan NVivo, melibatkan wawancara mendalam dengan guru dari berbagai konteks sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan peran guru menuntut penyesuaian kognitif, emosional, dan sosial. Efikasi diri terbukti menjadi faktor sentral dalam keberhasilan adaptasi, sementara keterbatasan infrastruktur dan kebijakan administratif yang ambigu menimbulkan tekanan emosional. Kolaborasi sejawat dan praktik reflektif menjadi penguat resiliensi serta sumber inovasi pedagogis. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa adaptasi digital bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan proses rekonstruksi identitas pedagogis yang dipengaruhi agensi internal, struktur sosial, dan dukungan institusional. Saran yang diajukan meliputi penguatan pelatihan berkelanjutan, kebijakan infrastruktur yang merata, serta pembentukan komunitas praktik guru untuk mendukung transformasi berkelanjutan.
Copyrights © 2026