Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DESAIN DISPLAY PENJUALAN IKAN DAN DAGING DENGAN PENDEKATAN FOCUS GROUP DISCUSSION UNTUK MENJAMIN HIGIENE DAN SANITASI Nur Ihwan Safutra; Hari Purnomo; Takdir Alisyahbana; Muhammad Yakub; Hardi Ismail
Journal of Industrial Engineering Management Vol 4, No 1 (2019): Journal of Industrial Engineering Management Vol. 4 No. 1
Publisher : Center for Study and Journal Management FTI UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.986 KB) | DOI: 10.33536/jiem.v4i1.175

Abstract

Ikan dan daging termasuk komoditi yang tidak tahan lama dan mudah rusak jika ditempatkan di udara terbuka. Penyebab kerusakan diantaranya adalah aktifnya mikroorganisme dan bakteri yang ada tersebar melalui udara. Dan pada suhu udara yang lembab, mikroorganisme dan bakteri dapat berkembang biak lebih cepat lagi, sehingga jumlahnya berlipat ganda terutama ikan dalam masa penjualan di pasar tradisional colombo. Untuk Meningkatkan hygiene dan sanitasi bahan makanan diperlukan display yang dapat meminimalisir kontaminasi mikroorganisme dan bakteri, dimana mikroorganisme dan bakteri tidak dapat berkembang biak. Penggunaan di pasar tradisional, diperlukan sebuah display yang sesuai yaitu tidak hanya sebagai sarana penyimpanan saja tetapi juga dapat memperlihatkan produk atau komoditi yang hendak dijual kepada konsumen, agar dapat menarik perhatian dan minat konsumen untuk membelinya. Perancangan dilakukan dengan pendekatan FGD dan dimensi antropometri. Dimensi Antropometri yang digunakan adalah (Tsd) Tinggi siku duduk, (Tpd) Tinggi polipteal duduk, (Tld) Tinggi lutut duduk, Rentang tangan ke samping, Rentang tangan ke depan dan Panjang lengan bawah. Berdasarkan antropometri dihasilkan rancangan meja penjaja ikan dan daging dengan dimensi 148,3 x 75,35 x 94,5 cm, berbahan stainlees steel 304 yang anti karat. 
Strategi Dakwah Lembaga Politik Islam dalam Mensyiarkan Agama Islam Rhohis Kurniawan; Muhammad Firdaus; Muhammad Yakub
Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/tabsyir.v6i2.2254

Abstract

Islamic political preaching has become an increasingly significant phenomenon in Indonesia's socio-political landscape. Islamic political institutions develop various da'wah strategies that are adaptive to changing times, ranging from traditional approaches to the use of digital technology. This study analyzes the various da'wah strategies implemented by Islamic political institutions in Indonesia in broadcasting the teachings of Islam. The results show that effective strategies include the integration of Islamic values in the political agenda, the use of social media as a means of da'wah, a moderation approach in political communication, and a systematic cadre program. The main challenge lies in maintaining a balance between da'wah and politics so as not to be trapped in the politicization of religion, while the biggest opportunity lies in developing a moderate Islamic narrative that is relevant to the Indonesian context.
Strategies for Handling Non-Performing Qardhul Hasan Financing in Islamic Cooperatives: A Case Study of Baituttamkin Sharia Cooperative, Kediri Unit Baiq Suhaera; Habibul Taqiuddin; Muhammad Yakub
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol. 5 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/econetica.v5i2.540

Abstract

This study investigates the causes and management strategies of non-performing Qardhul Hasan financing at the Baituttamkin Sharia Cooperative, Kediri Unit. The Qardhul Hasan scheme represents a non-profit, collateral-free financing model where members repay only the principal amount without profit sharing or service fees. However, its implementation frequently faces repayment problems due to members’ inability to fulfill obligations. Using a qualitative field research approach, data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings reveal two major factors contributing to non-performing financing: internal weaknesses, such as insufficient monitoring and weak assessment of member character, and external factors, including adverse economic conditions, business failure, and deliberate non-compliance by members. The cooperative’s handling strategies include home visits, friendly dispute resolution through musyawarah (deliberation), motivation and business mentoring, rescheduling, and recovery measures. These results emphasize that improving internal governance, member monitoring, and financial literacy can strengthen cooperative resilience and minimize future defaults.