Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MENELUSURI NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PANTUN Hasim, Abdul
PEDAGOGIA Vol 14, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedagogia.v14i3.5897

Abstract

The purpose of education in Indonesia from time to time always includes the character or moral values in the students. This is no exception also in the latest curriculum changes, better known as Kurtilas. Changes in the educational curriculum agendas that regularly take place in order to improve the quality of education in Indonesia with the main theme of building a nation's character. Of course this should be implemented in a more operational level, ie in learning activities. Of the many learning materials, learning rhymes turns deviate huge potential in an effort to build character or good values, with values or moral message contained in rhyme.
The Design of Augmented Reality-Based Synectic Model Device in Writing Short Stories Deasy Aditya Damayanti; Lina Siti Nurwahidah; Agus Hamdani; Abdul Hasim

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.571 KB)

Abstract

A Short story is a miniature of people's experience while the characters, plot, and setting aim to record imaginative events (Stanton, 2017). When making up story ideas, students have problems developing story facts such as plot, characters, and settings (Sayuti, 2006). This barrier emerged conflicts that were unevenly distributed across all stages of the course. The direct characterization employed in storytelling made the short stories less varied. The physical and setting depicted did not work out optimally. The advantage of using the synectic model is that it can allow students to look for and makeup concepts to describe objects through an analogy process. Augmented Reality allows users to interact with an object's interface and see it in a well-designed and attractive 3D format, so it can solve student difficulties in developing story ideas in writing short stories
PROFESIONALISME GURU MENUJU GURU KALBU Abdul Hasim
Journal Civics and Social Studies Vol 1, No 1 (2017): Journal CSS VOL 1 NO 1 2017
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/2655-7304.v1i1.81

Abstract

Profesionalisme, adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentukkomitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkankualitas profesionalnya. Seorang guru yang memiliki profesionalisme yang tinggi akantercermin dalam sikap mental serta komitmenya terhadap perwujudan dan peningkatankualitas profesional melalui berbagai cara dan strategi. Ia akan selalu mengembangkandirinya sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman sehingga keberadaannya senantiasamemberikan makna profesional. Sementara itu, guru kalbu merupakan derajat tertinggi dalamjenjang penampilan kinerja guru. Dalam kinerjanya, guru kalbu akan memancarkan sinar danenergi getar yang bersumber dari keyakinan agama, kebenaran, keharuan rasa, cinta kasihsayang, rendah hati, bersyukur, serta keterpaduan jiwa dan raga secara terintegrasi dansinergitas.
Kajian Struktural Semiotik Novel “Pudarnya Pesona Cleopatra” Karya Habiburrahman El Shirazy Dina Risvika Candra Kusumah; Abdul Hasim; Asep Nurjamin; Agus Hamdani; Ardi Mulyana Haryadi
Kode : Jurnal Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Kode: Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v12i2.47296

Abstract

Karya sastra tercipta karena adanya pengalaman batin pengarang berupa peristiwa atau problem dunia yang menarik sehingga muncul gagasan imajinasi yang dituangkan dalam bentuk tulisan dan karya sastra. Karya sastra menyumbangkan tata nilai, figur, dan tatanan tuntutan masyarakat. Hal ini merupakan ikatan timbal balik antara karya sastra dengan masyarakat, walaupun karya sastra tersebut berupa fiksi, tetapi pada kenyataannya, sastra juga mampu memberikan manfaat yang berupa nilai-nilai moral bagi pembacanya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil analis menggunakan teori Roland Barthes, setelah dikaji dalam perspektif leksis hermeneutik, proaretik, simbolik, gnomik, semik, karakter Raihana digambarkan sebagai wanita tabah dalam novel memenuhi kriteria sikap kritis seorang istri yang menemukan kejanggalan dalam sikap suami. Usaha-usaha yang dilakukan oleh Raihana untuk menyadarkan suaminya juga sudah tepat. Hal yang tidak relevan dengan feminisme dalam diri Raihana sebagai sosok wanita solehah yang digambarkan dalam novel terletak pada keinginannya untuk tidak bercerai dan tidak mengadukan permasalahannya pada hakim. Hal ini membuat kesengsaraan dalam pernikahannya selama hayatnya